XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
234 - Pusaka Langit Ketiga


Yīng xióng, pedang yang selalu menolak Qi Xiao Shuxiang.. Begitu penurutnya menerima Qi milik Xiao WeiWei.


Dia bahkan menjadi pedang yang sangat ringan dan penuh ketajaman di tangan ibu Xiao Shuxiang.. Sangat berbeda saat pemiliknya sendiri yang memakainya.


Meng Yaoya melempar pakaian milik wanita di depannya ini yang sempat menutupi tubuhnya. Dia jadi ingat pada Xiao Shuxiang, pemuda itu juga pernah melakukan hal ini padanya.


"Ini tubuhku, apa urusannya denganmu? Kalau kau ingin aku berpakaian seperti dirimu, maka coba paksa aku,"


Meng Yaoya menghilang dan seketika muncul di belakang Xiao WeiWei dengan pedang yang terhunus. Dia tersenyum saat senjatanya tertancap dengan indah tepat mengenai jantung lawannya.


"Bagaimana..? Kau masih mau memaksaku memakai pakaian itu..? Kenapa tidak bicara? Kau sudah mati ya~ tentu saja. Karena pedangku sangat beracun,"


Meng Yaoya tersenyum penuh kemenangan, dia mengatai lawannya lemah dan terlalu banyak bicara.


Dirinya kembali memperdalam tusukannya membuat darah mengalir perlahan di sisi bibir Xiao WeiWei.


"Hmp, kau gadis bodoh. Kau menusuk di bagian yang salah,"


!!


Meng Yaoya terkejut, dia langsung menarik pedangnya dan menghindar saat puluhan jarum kecil tiba-tiba saja melesat dari rambut panjang Xiao WeiWei.


BAAAM!


Tiga buah pohon besar langsung tumbang saat terkena jarum-jarum tersebut, beruntung Meng Yaoya dapat bergerak cepat walau salah satu jarum melukai lengannya sekaligus merobek pakaiannya.


!!


Meng Yaoya memperlihatkan wajah keterkejutan, dia menatap penuh waspada ke arah Xiao WeiWei. Lawannya seperti bukan kultivator biasa.


Xiao WeiWei berbalik, darah di sudut bibirnya tampak memudar karena terkena air hujan. Namun masih terlihat jelas ada darah yang mengucur di sebelah kiri dadanya, tepat di area jantung.


"Kau barusan ingin menusuk jantungku, kan? Pedangmu lumayan juga, tapi racun itu masih sangat lemah.."


Xiao WeiWei mengalirkan Qi pada Yīng xióng, seketika sebuah aliran Qi bergerak seperti kilatan cahaya dan menyerang Meng Yaoya tanpa Xiao WeiWei menggerakkan kakinya.


!!


Aliran Qi tersebut datang bertubi-tubi, dia mengikuti kemanapun Meng Yaoya menghindar. Setiap pohon dan tanah yang terkena aliran Qi milik Xiao WeiWei akan langsung meledak.


BAAAM!


"Cih, jelas-jelas pedangku menusuk jantungnya. Tapi kenapa dia terlihat baik-baik saja? Apa mungkin j****g ini memakai Teknik Terlarang?"


"Berani sekali kau mengataiku seperti itu. Gadis yang tidak punya sopan santun pada orang tua sudah seharusnya dihukum,"


Xiao WeiWei sebenarnya adalah satu dari seribu orang manusia yang organ dalam tubuhnya berada di tempat yang sebaliknya.


Jika jantung manusia umumnya berada tepat di dada sebelah kiri, maka jantung ibu Xiao Shuxiang ini berada di dada sebelah kanan.


Xiao WeiWei menggunakan dua jari pada tangan kirinya untuk mengusap permukaan Yīng xióng.


Pedang tersebut berubah warna menjadi putih giok dengan asap tipis kemerahan yang keluar pada bilahnya.


Dengan cepat, puluhan bola cahaya terbentuk di udara dan langsung melesatkan ribuan jarum yang tak terhitung jumlahnya.


!!


Jarum-jarum ini tidak hanya mengenai Meng Yaoya, tetapi semua kultivator dan prajurit dua Kekaisaran di radius tiga puluh meter.


!!


Kultivator yang terluka terkejut saat sebuah jarum menancap di dadanya dan seketika menghilang, lukanya menjadi tidak terasa sakit.


AARGH!


!!


Patriarch Lan dan para kultivator dari Kekaisaran Matahari Tengah tersentak saat para kultivator yang dikendalikan berteriak kesakitan.


Jarum yang menancap di tubuh kultivator itu menghilang, bersamaan dengan asap kehitaman keluar dari mulut, hidung, mata dan telinga mereka.


Jarum ini rupanya dapat mengusir dan membunuh roh jahat yang merasuki tubuh manusia ataupun hewan.


Sebuah teknik akupuntur terlarang milik keluarga Xiao. Teknik ini hanya diturunkan kepada anak perempuan saja sebagai alat melindungi diri.


Ada bermacam-macam fungsi dari jarum kecil tersebut, salah satunya adalah mengusir dan membunuh roh jahat.


Lainnya berguna untuk memulihkan tubuh, melumpuhkan, mematikan kelima indra, dan yang paling mengerikan adalah mematikan hasrat 'keperkasaan' seorang pria.


Sejak di Desa Tani, Xiao WeiWei jarang mempelajari teknik ini karena Qi di tempatnya sangat tipis.


Namun semenjak dirinya pindah dan tinggal di Kota Awan Dingin, Xiao WeiWei mulai berlatih serius.


Suaminya Yang Hao, bahkan tidak berani lagi meminta jatah setiap malam dengannya saat tahu dirinya belajar jurus yang begitu mengerikan ini.


"Pedang yang bagus,"


Xiao WeiWei biasanya hanya dapat mengeluarkan paling banyak lima puluh jarum yang terbuat dari Qi miliknya saat menggunakan pusaka Tingkat Tinggi.


Dia kagum saat Yīng xióng dapat menggandakan jarum-jarum miliknya tanpa bisa dihitung.


Xiao WeiWei merasakan Yīng xióng bergetar, sebuah asap kehitaman perlahan muncul di depannya, memadat, dan membentuk sebuah sarung pedang.


Yīng xióng seperti memanggil sarung pedangnya yang penuh segel pengekang tersebut. Xiao WeiWei tersenyum saat membaca ukiran pada sarung pedang Yīng xióng.


".. 'Menguasai Segalanya'..? Terdengar seperti pedang yang angkuh, tapi kurasa kau cocok dengan itu. Hanya kau yang bisa mengendalikan kenakalan putraku,"


Yīng xióng bersinar redup, dia seakan membalas ucapan dari ibu Xiao Shuxiang.


Xiao WeiWei melihat ke arah Meng Yaoya, wanita berpakaian tipis tersebut langsung berubah menjadi asap merah darah setelah terkena sepuluh jarum miliknya.


Tubuh Meng Yaoya kembali terbentuk namun dengan urat kehitaman pada leher dan wajahnya. Dia menatap nyalang ke arah Xiao WeiWei.


"Kau.. Aku akan membunuhmu,"


Xiao WeiWei kembali menarik Yīng xióng, wajahnya masih terlihat tenang namun tatapannya tajam dan dingin. Jelas sekali dirinya tidak akan membiarkan Meng Yaoya hidup.


BLAAAR!


!!


Suara gemuruh petir terdengar saling bersahut-sahutan. Xiao Shuxiang dapat merasakan tanah bergetar. Dirinya perlahan membuka mata.


"..."


Xiao Shuxiang mulai bangun, dia menyentuh luka di perutnya yang sepertinya telah tertutup sempurna.


Dirinya kini memikirkan sesuatu tanpa peduli dengan suara gemuruh petir yang timbul akibat pertarungan Ling Lang Tian dan Lan Xiao melawan Wyvern.


".. Pantas saja aku merasa mengenal gadis kecil pengguna cermin itu.. Aroma yang kucium darinya mirip Teratai Giok di tempat tinggal Dai Chen.."


Ada sesuatu yang menurut Xiao Shuxiang merasa pernah bertemu dengan naga seperti jelmaan Lan Gaozu, tetapi dia tidak tahu dimana.


".. Apa dikehidupan pertamaku..? Di dunia itu hanya Paman Xi Fan yang kutahu adalah seekor naga, aku tidak pernah bertemu naga lain di sana.."


Xiao Shuxiang yakin pernah melihat naga yang seperti jelmaan Lan Gaozu. Sepertinya itu ada di kehidupan pertamanya, mungkin dia pernah membaca buku yang membahas tentang Wyvern.


?!


".. Hmm, sepertinya aku sudah mulai mengingatnya.."


Xiao Shuxiang mengusap-usap pelan wajahnya, dia lalu mencari pakaiannya. Jubah pemberian ibunya juga ikut dia ambil.


Seluruh luka di tubuh Xiao Shuxiang telah pulih, meski perutnya masih sakit. Namun dia yakin dapat membuat Wyvern babak belur dan mengambil kembali dantian miliknya.


Setelah berpakaian lengkap, Xiao Shuxiang memakai jubah pemberian ibunya. Jubah tersebut langsung menjadi transparan dan menyatu dengan pakaian serba hitam milik Xiao Shuxiang.


!!


"Tunggu dulu, jubah ini mungkinkah..?!"


Xiao Shuxiang tersentak, kepalanya mendadak sakit, ada gambaran yang seketika memenuhi isi kepalanya.


Itu adalah ingatan dari para kultivator terdahulu yang pernah memakai jubah ini.


Jubah Cahaya Pelindung adalah pusaka yang terbuat dari sinar matahari pagi, dan dijahit dengan benang dari cahaya bulan merah.


Tidak diketahui siapa pembuat dari jubah ini, namun dari gambaran yang dilihat Xiao Shuxiang.. Diceritakan bahwa jubah ini dibuat oleh Peri Bulan.


Tubuh Xiao Shuxiang sedikit gemetar, gambaran yang dilihatnya terlalu banyak dan saling tumpang-tindih, itu membuat kepalanya semakin sakit, apalagi kondisinya sekarang baru saja pulih.


Kepalanya seperti mau pecah, dia mencoba untuk duduk, Xiao Shuxiang tidak berusaha melawan. Ingatan yang tiba-tiba muncul ini sudah biasa saat berhadapan dengan sebuah Pusaka Langit.


Benar, jubah pemberian ibunya merupakan Pusaka Langit yang terakhir. Dia tidak punya waktu memikirkan dari mana ibunya mendapatkan pusaka tersebut, sebab pikirannya telah dipenuhi oleh ingatan masa lalu Jubah Cahaya Pelindung ini.


Cukup mengejutkan, Pusaka Langit yang terakhir rupanya hanya pernah dipakai oleh tiga orang kultivator dari Aliran Putih.


Sisanya merupakan keluarga kekaisaran, pernah dipakai seorang perompak, seorang gadis penghibur, sampai akhirnya jatuh di kepala keluarga klan Xiao.


Akibat melindungi Pusaka Langit ini, klan Xiao diserang oleh para kultivator serakah dari ketiga Aliran. Mereka yang tidak dapat memberi perlawanan banyak harus berakhir dengan kepala terpisah dari tempatnya. Yang berhasil lolos menyebar dan berusaha menyelamatkan diri.


Bersembunyi di hutan, merubah penampilan, sampai mengganti marga mereka. Beberapa diantara mereka memutuskan meninggalkan Benua Timur.


Butuh waktu sekitar sepuluh tahun sampai sebuah berita mengatakan bahwa Pusaka Langit tidak pernah ada di klan Xiao, mereka dijadikan kambing hitam karena banyak yang takut dengan teknik terlarang klan tersebut.


Penyebar berita itu tidak lain berasal dari salah satu orang yang selamat di klan Xiao. Dia jelas menyebar isu ini untuk menutupi keberadaan Pusaka Langit, dan ternyata berhasil.


Tidak ada yang menyangkal sebab klan Xiao memang ditakuti karena teknik terlarangnya. Jubah Cahaya Pelindung tidak boleh sampai di tangan orang yang salah. Karenanya, meski harus kehilangan seluruh anggota klan, mereka tetap berusaha melindungi Pusaka Langit itu.


Xiao Shuxiang kini tidak lagi merasakan sakit di kepalanya. Dia mencoba mengatur napas dan berusaha mencerna situasinya sekarang.


Sepertinya, keluarga ibunya dipercayakan untuk membawa Pusaka Langit itu, mereka bersembunyi di wilayah paling terpencil di Kekaisaran Matahari Terbit.


Pusaka Langit bahkan tidak pernah diberitahukan pada generasi muda klan Xiao dan teknik terlarang itupun berhenti di wariskan. Semua terus dilakukan sampai klan Xiao tidak lagi dianggap berbahaya oleh para kultivator tiga aliran.


Meski Desa Tani tidak banyak dihuni, tetapi desa tersebut merupakan salah satu yang paling tua di Benua Timur.


Sayangnya, banyak warga desa yang memutuskan pergi berkelana dan tidak pernah pulang melihat keadaan tanah kelahiran mereka.


Sepertinya.. Jubah Cahaya Pelindung memiliki kisah paling panjang daripada Pedang Bintang Malam dan Seruling Giok Putih.


"Kalau diingat-ingat, aku juga berasal dari klan 'Xiao'. Sekte Serigala Iblis kebanyakan dari klan 'Xiao', tapi kenapa aku malah membantai mereka?"


Xiao Shuxiang mengingat Sekte Serigala Iblis di kehidupan pertamanya, sekte itu dibangun oleh ayahnya yang berasal dari klan 'Xiao'.


Tapi sejak kedua orang tuanya tiada, Xiao Shuxiang malah menargetkan sekte milik ayahnya untuk dimusnahkan dan itu benar-benar dia lakukan.


".. Pantas langit menghukumku begitu kejam. Aku anak yang tidak berbakti pada orang tua dan dosaku sudah terlalu banyak, haiih.."


Xiao Shuxiang mulai berdiri, dia tidak merasakan ada roh di dalam Jubah Cahaya Pelindung yang dipakainya. Bisa dibilang, Pusaka Langit ini belum mengakuinya sebagai 'Tuan'.


BLAAAR!


Xiao Shuxiang tidak akan memikirkan masalah yang lain, tujuannya sekarang hanya satu. Mengambil kembali dantian berakarnya di tubuh naga jelmaan Lan Gaozu.


Xiao Shuxiang melukai punggung tangan kanannya sampai berdarah. Sebuah pedang terbentuk dari darahnya, ini merupakan Pedang Jiwa miliknya.


Dirinya langsung melesat ke atas, hujan deras dan petir tidak menjadi penghalang Xiao Shuxiang menembus tebalnya awan hitam.


!!


Langit penuh dengan bintang, menemani bulan yang begitu bangga memperlihatkan cahaya keagungannya.


Xiao Shuxiang dapat melihat seekor naga bertubuh hijau sedang menatap ke arahnya. Di sisi lain, dirinya dapat melihat Lan Xiao dan Ling Lang Tian yang sudah penuh luka di tubuhnya. Harimau Bulan dan kultivator dari Benua Tengah tersebut juga nampak menatapnya.


Xiao Shuxiang sepertinya berada di tengah-tengah mereka. Tanpa aba-aba, dirinya langsung mengayunkan pedang yang seakan membelah awan dan mengalamatkannya pada Wyvern.


Serangan Xiao Shuxiang membuat awan membentuk seperti gulungan ombak, secara cepat memadat dan berubah menjadi api bercampur petir.


!!


Wyvern tidak sempat mengelak karena serangan tersebut begitu tiba-tiba. Dia terpental jauh hingga terdengar gemuruh petir yang lebih besar dari sebelumnya.


Nyawn~


Suara Lan Xiao berubah, padahal sebelumnya dia menggeram layaknya harimau buas. Tetapi sekarang suaranya lebih mirip dengan kucing yang merindukan ibunya.


!


Ling Lang Tian tersentak saat Lan Xiao memeluknya dan membawanya ke arah Xiao Shuxiang dengan hanya melayang memakai kaki belakang.


Harimau Bulan tersebut melepaskan Ling Lang Tian dan mulai menjilati Xiao Shuxiang dengan lidahnya yang besar. Seluruh tubuh Xiao Shuxiang semakin basah karena Demonic Beast ini.


Nyawn! Rrrr~


"Lan Xiao, kau jangan menjilatku saat berada dalam tubuh dua puluh metermu ini..! Kau mau menelanku hidup-hidup?! Ya ampun, untung saja Lan Zhi merawatmu dengan baik,"


Xiao Shuxiang meminta Lan Xiao untuk berhenti memeluknya, entah sejak kapan Harimau Bulan ini dapat berdiri dengan dua kaki, apalagi sekarang.. Mereka semua hanya sedang menapak di awan.


".. Aku akan bermain denganmu setelah ini selesai. Sekarang jadilah anak baik agar kau semakin menggemaskan~"


Nyawn~


Ling Lang Tian hanya menatap aneh ke arah Xiao Shuxiang dan Harimau Bulan, Dirinya jadi merasa bahwa pemuda ini merupakan induk dari Lan Xiao.


!!


Xiao Shuxiang langsung berbalik dan menggunakan Pedang Jiwanya untuk menangkis serangan balasan dari Wyvern, dia melindungi Lan Xiao dan Ling Lang Tian.


"Hei, Kakak dari Kucing Putih. Apa lukamu parah?"


"Hmph, kau pikir siapa aku. Luka seperti ini tidak ada apa-apanya,"


Ling Lang Tian mengalirkan Qi pada seluruh tubuhnya, secara cepat.. Luka luar dan dalamnya sembuh seketika.


Terlalu memaksakan untuk menyembuhkan diri dengan Qi secara cepat dapat membahayakan nyawa, namun Xiao Shuxiang sama sekali tidak menegur Ling Lang Tian.


Dia kembali mengayunkan pedang jiwanya hingga dua buah gulungan awan terbentuk dan sama seperti tadi, berubah menjadi api yang mengandung petir.


Wyven kali ini dapat menahan serangan tersebut dengan sayapnya, namun tekanan besar dari serangan Xiao Shuxiang tidak bisa membuatnya menyerang balik sebelum api bercampur petir ini menghilang.


"Kulihat, kau lumayan juga untuk pemuda yang berbakat,"


Ling Lang Tian hanya mendengus pelan saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Dia sebenarnya ingin menanyakan keadaan pemuda ini, namun tidak jadi. Dirinya mengganti pertanyaan tersebut dengan penjelasan tentang tujuan dari Wyvern.


"Aku sebenarnya sudah tahu apa yang dia inginkan. Apa kau bisa membantu Lan Zhi menolong orang-orang di bawah sana? Biar hewan itu, aku yang hadapi.."


Xiao Shuxiang juga meminta Ling Lang Tian untuk menghancurkan Pohon Teratai Iblis sebelum daun terakhir gugur.


".. Lan Xiao, kau ikut dengannya,"


Nyawn!


Xiao Shuxiang segera melesat dan memberi beberapa tendangan pada Wyvern, kedua rekannya segera turun untuk membantu Lan Guan Zhi dan kultivator lain.


"Kau tidak akan bisa mengalahkanku, Matilah..!"


Wyvern menyemburkan cairan asamnya yang tepat mengenai tubuh Xiao Shuxiang. Dirinya tertawa namun detik berikutnya langsung terdiam.


!!


Xiao Shuxiang kali ini tidak dilindungi oleh roh Phoenix Api di punggungnya, tetapi dilindungi oleh jubah pemberian ibunya. Dia membuat Wyvern terkejut.


"Cairan asammu benar-benar bau, kau naga yang mengerikan,"


Tidak adanya dantian berakar pada tubuh Xiao Shuxiang tak membuatnya lemah. Bahkan dia dapat memberi serangan yang membuat Wyvern dalam posisi bertahan.


BAAAM!


Xiao Shuxiang ingin mengambil celah untuk menyerang perut Wyvern dan mendapatkan kembali dantiannya, tetapi itu sepertinya tidak mudah.


Wyvern masih dapat tertawa meski terkena serangan kuat dari Xiao Shuxiang. Dia mengatai lawannya bodoh karena meminta Harimau Bulan dan kultivator berambut putih tersebut turun.


".. Rekanmu hanya akan menjadi makanan Pohon Teratai Iblis dan kekuatan untukku,"


!!


Wyvern menggunakan ekornya untuk menyerang Xiao Shuxiang, dirinya mulai serius bertarung.


BLAAAR!


Ekor Wyvern berbenturan keras dengan pedang milik Xiao Shuxiang. Dia memperlihatkan gigi tajamnya dan berkata bahwa usaha pemuda ini sia-sia belaka.


".. Kau sudah menjadi cacat, Shuxiang! Jadi, bagaimana jika kau menyerah dan menyatulah denganku..! Kau sangat suka kehancuran, bukan? Impianmu menghancurkan Benua Timur akan dapat terpenuhi jika kau bergabung denganku..!"


"Hah, aku tidak butuh bantuanmu untuk menghancurkan benua ini. Dan siapa yang kau bilang cacat? Jelas-jelas kau sendiri yang cacat hingga berani mengambil milikku..!"


BLAAAR!


Xiao WeiWei berhasil membunuh Meng Yaoya setelah wanita tersebut mati dan bangkit kembali sebanyak tujuh kali. Rupanya, kelemahan Meng Yaoya berada di rambutnya yang panjang.


Xiao WeiWei menggunakan Yīng xióng untuk menyerang Meng Yaoya dan menebas rambutnya karena pilar atas dari Scarlet Bayangan itu seperti sangat melindungi rambutnya lebih dari bagian tubuhnya yang lain.


Sementara itu, Liao Fa Xun berhasil dikalahkan dengan serangan gabungan Patriarch Lan dan adiknya, Lan Guan Zhi. Pilar atas yang menduduki kursi ketiga dari Scarlet Bayangan ini sangat sulit dihadapi.


Patriarch Lan sudah pernah membunuhnya namun tetap saja dia dapat membentuk tubuh kembali. Baru setelah dibantu adiknya.. Liao Fa Xun mampu dikalahkan.


Kondisi Bai Wu Dang yang sebelumnya ditusuk oleh Xiao WeiWei berangsur pulih. Ternyata Yīng xióng menyerap racun di dalam tubuhnya saat pedang itu tertancap dalam di punggungnya.


Ming Mei juga mendapat tusukan dari ibu Xiao Shuxiang, lukanya kembali pulih. Dia dan Bai Wu Dang diistirahatkan oleh Lan Guan Zhi di dalam Gelang Semesta.


Seluruh kultivator dan para prajurit Kekaisaran Matahari Tenggelam yang dikendalikan langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri.


Diantara para prajurit, terlihat Li Qian Xie yang terbaring dengan banyak luka di sekujur tubuhnya. Ada sebuah pedang yang menancap di dada kiri gadis tersebut, dia sudah hampir menghembuskan napas terakhirnya.


"Adik, kau harus bertahan..!"


Xiao Lu meski beberapa kali muntah darah.. Dirinya masih tetap mengalirkan Qi pada Lin Qian Xie dan berusaha mengobati sedikit demi sedikit luka istri pertama dari suaminya.


Xiao Lu tidak mungkin menarik pedang yang menancap di dada Li Qian Xie, itu dapat membuat putri dari Kaisar Matahari Tengah ini cepat menghembuskan napas terakhir.


Li Qian Xie ingin bicara, namun dirinya tidak bisa. Penglihatannya sudah memburam dan dirinya tidak mampu mendengar suara apapun lagi. Rasanya sangat menyakitkan, dia lebih baik cepat mati daripada harus menunggu lebih lama.


Xiao Lu lagi-lagi memuntahkan darah, dia mencoba berteriak untuk meminta pertolongan namun dirinya tidak bisa.


".. Kenapa.. Tidak ada yang datang.. Dai Chen, kau dimana..?"


Xiao Lu sudah tidak kuat lagi, matanya terbelalak saat menyadari sebuah serangan datang ke arahnya.


BAAAM!


!!


"Kakak Lu Yang Cantik, apa kau masih hidup?!"


"Feng.. Ying.."


Xiao Lu merasa dapat mati dengan tenang, dia akan menyerahkan keselamatan Li Qian Xie pada saudaranya, Feng Ying.


Sebuah tangan langsung menangkap lengan Xiao Lu, kepala gadis cantik ini langsung bersandar pada dada kultivator yang menahannya.


Orang yang menyentuh lengan kanan Xiao Lu ternyata adalah Ling Lang Tian. Kakak dari Ling Qing Zhu ini melihat seorang gadis yang duduk di tanah dan membantu gadis lainnya yang nampak terluka parah, dirinya segera turun dan inilah yang terjadi.


***