XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
63 - Bujukan [Revisi]


Catatan Penulis


Alur ceritanya lambat, kalo membosankan yaah jangan lanjut baca (´ー`)*mau nulis, 'git× aja k×k rep×t, tapi nggak jadi. Nanti dikira Dasha ngajak brantem ppi (⌒▽⌒) *tahu bahasa hamster, kan?.


Jadi tidak perlu siksa diri Kakak sendiri, apalagi komen gaje karena Dasha tidak pernah ikat kakak di lapak ini. Namun bila masih tetap ngeyel, maka silahkan lanjut baca. Tanggung sendiri kalo membosankan yah. (⌒▽⌒)


Tapi jika kakak menikmati cerita dengan alur seperti ini, maka kemungkinan kita satu selera. Arigatou karena masih mau mampir dan menghargai kami sebagai 'Penulis'. Tetap jaga kesehatan selalu dan semangat menjalani hari..! ( ´ ▽ ` )ノ


*


*


*


*


*


"AAKH!"


Kultivator Sekte Serigala Iblis menangkis serangan Xiao Shuxiang menggunakan tangan kanannya, pedangnya pun seketika terjatuh.


Kultivator Sekte Serigala Iblis mundur lima langkah, dan lalu membaringkan Huan Mei di tanah. Tangan kanannya terasa nyeri karena ulah Xiao Shuxiang. Dia tidak bisa bertarung dengan baik sebab membawa Huan Mei.


Pedang yang dijatuhkannya kini diambil oleh Xiao Shuxiang. Perasaan aneh tiba-tiba menyelimuti dirinya kala melihat seulas senyum anak laki-laki berusia tujuh tahun tersebut.


Xiao Shuxiang menimbang-nimbang berat pedang di tangannya. Pedang yang begitu tajam dan merupakan senjata pusaka tingkat menengah.


Dalam hati Xiao Shuxiang menyayangkan betapa bodohnya kultivator asing di depannya. Padahal kultivator ini bisa saja mengalirkan Qi pada pedang tersebut dan kemudian menyerang Xiao Shuxiang, pastilah dirinya akan kesulitan melawan balik.


"Sepertinya, dia bukanlah kultivator yang berkemampuan," Xiao Shuxiang menyeringai, dia lalu menatap kultivator asing di depannya dengan tatapan yang membuat siapa pun bergidik merinding.


!!


"A-apa yang ingin dilakukan anak ini, kenapa perasaanku tidak enak...?" kultivator Sekte Serigala Iblis menelan ludah, secara tidak sadar----tubuhnya gemetar.


Xiao Shuxiang menarik napas, "Aku hanya bisa menggunakan satu serangan dengan tingkat praktikku sekarang, tapi akan kupastikan satu serangan ini dapat menjatuhkan kepalanya..!"


Xiao Shuxiang seketika melesat dengan pedang yang dialiri Qi miliknya, dia memakai Pernapasan Angin untuk melakukan serangan.


Aliran ketiga, Tebasan Pemecah Angin!


SAAAASH


TRAANG!!


!!


Xiao Shuxiang dan kultivator Sekte Serigala Iblis sangat terkejut, namun rasa terkejut keduanya berbeda.


Kultivator Sekte Serigala Iblis terkejut karena Xiao Shuxiang melesat cepat kearahnya sambil mengayungkan pedang, di saat dirinya tidak bisa bergerak karena melihat tatapan anak laki-laki tersebut yang menurutnya menyeramkan.


Sementara Xiao Shuxiang terkejut karena hampir saja pedangnya membelah kepala kultivator asing di depannya, saat tiba-tiba seseorang menangkis serangannya tersebut.


"Se-Senior?!"


Kultivator Sekte Serigala Iblis bisa menarik napas lega, saat melihat seniornya yang menjadi pemimpin dari penculikan Huan Mei datang menolong dirinya.


"Kau tidak apa-apa?! Tsk, kenapa kau bisa dipojokkan seperti ini oleh seorang anak kecil?! Dia Bahkan Masih Forging Qi Tingkat Satu!?"


Pletak


Kultivator Sekte Serigala Iblis membentak dan menjitak kepala rekannya, dia mengatai rekannya 'payah' dan 'tidak berguna' sebab bisa dipojokkan oleh bocah laki-laki yang masih berusia tujuh tahun, apalagi setelah dirinya membaca praktik bocah tersebut yang ternyata masih berada di Forging Qi tingkat 1.


"Lagi-Lagi?!" Xiao Shuxiang menggertakkan giginya, untuk kesekian kalinya ada yang menjadi penghalang saat dirinya ingin menebas seseorang.


Xiao Shuxiang merasakan tubuhnya lemas, dia menggunakan salah satu jurus dari hasil mengembangkan Teknik Pernapasan Angin. Harusnya jurus ini hanya dapat digunakan saat tingkat praktik Xiao Shuxiang berada di Forging Qi tingkat 5.


Xiao Shuxiang terlalu bersemangat, dia sudah lama tidak menggunakan jurus-jurus ciptaannya, menebas, dan melihat darah, serta mendengar teriakan kesakitan. Sungguh, tak bisa dibayangkan betapa rindunya Xiao Shuxiang melakukan itu semua..!


Tetapi, lagi dan lagi dia dihentikan. Dirinya bahkan tidak ingat terakhir kali membasuh tangannya dengan darah. Dan saat Xiao Shuxiang baru akan mendapatkan kembali kesenangannya itu, dia malah dihentikan untuk kesekian kalinya.


"Aaaargh! Kenapa aku bisa seberuntung ini!?!" Xiao Shuxiang berteriak di dalam hati, dia merutuki dirinya sendiri karena mendapatkan Dantian Berakar yang menyegel sebagaian besar Qi miliknya.


Pemimpin dari penculikan Huan Mei menatap waspada ke arah Xiao Shuxiang, dia lalu memberi perintah agar rekannya segera pergi sambil membawa target mereka.


Kultivator Sekte Serigala Iblis mengangguk, dia lalu membopong Huan Mei kembali dan segera melesat meninggalkan rekannya bersama dengan Xiao Shuxiang.


"Kau sepertinya bukanlah anak biasa, dan jika kuperhatikan lagi..." Kultivator Sekte Serigala Iblis yang bertindak sebagai pemimpin, menatap dengan teliti anak laki-laki berusia tujuh tahun di depannya.


Dia sedikit mengerutkan kening, ada aura aneh yang dirasakannya. Sebuah Aura yang tidak termasuk ke dalam Aura Pembunuh maupun Aura Pendekar.


"... Kau sama sepertiku," Kultivator Sekte Serigala Iblis tersenyum ke arah Xiao Shuxiang, dia merasa bahwa anak laki-laki di depannya bukan berasal dari Aliran Putih, malahan seperti anak-anak yang berada di tempatnya.


Yang membuat kultivator Sekte Serigala Iblis beranggapan seperti itu adalah karena anak laki-laki ini memiliki tatapan mata yang haus dengan darah.


Tidak banyak anak dari Aliran Putih dan Netral memiliki tatapan seperti itu di usia yang masih sangat muda. Apalagi dia merasa, ada kekuatan besar yang tersembunyi dari anak laki-laki di depannya.


Sudah banyak anak yang dia temui, namun hanya anak kecil ini saja yang mampu membuatnya merasa seperti sekarang.


"Nak, bagaimana jika kau ikut denganku? Di sini bukanlah tempat yang pantas untukmu," Kultivator Sekte Serigala Iblis menganggap bahwa anak laki-laki ini akan membawa keberuntungan untuk sektenya di masa depan.


Xiao Shuxiang masih menatap tenang kultivator asing di depannya, diam-diam dirinya menyerap Qi kembali. Dia berusaha memulihkan kondisinya yang saat ini sedang tidak bisa bergerak.


Salahnya karena menggunakan jurus yang kuat dengan tingkat praktik rendah. Dan salahnya juga karena terlalu bersemangat ingin memisahkan kepala orang lain.


"Ikut denganmu? Tapi aku bahkan tidak mengenalmu? Kau juga terlihat bukan orang yang baik," Xiao Shuxiang menatap polos ke arah kultivator Sekte Serigala Iblis, "Aku harus bisa menggerakkan tubuh kembali sebelum mendapat serangan dari kultivator asing di depanku ini."


Kultivator Sekte Serigala Iblis, "Aku Xiao Jing dari Sekte Serigala Iblis. Jika kau mau ikut denganku, maka akan kupastikan kau menjadi pendekar yang kuat. Hidup di lingkungan dua aliran tidak cocok untukmu, Nak. Tempat ini hanya menjadikan hatimu lemah. Kau tidak bisa menjadi kuat di sini. Jadi bagaimana? Mau ikut denganku, hm?"


"Ini aneh, aku sudah memastikan telah membunuh semua anggota Sekte Serigala Iblis tanpa sisa. Apa mungkin ada orang lain yang memakai nama itu kembali..?"


"Haah, mungkin suatu hari nanti... akan kuhancurkan sekte itu kembali. Tergantung dari seberapa berguna murid di sana untuk menjadi korban jurus 'Kebangkitan Kembali' milikku..hihi!" Xiao Shuxiang menghela napas, sebuah senyuman terlukis di wajahnya.


Senyuman yang terlihat tulus dan ramah, tanpa seorang pun mengetahui arti dari senyuman Xiao Shuxiang sebenarnya.


Sekte Serigala Iblis adalah sekte milik ayah dan ibu Xiao Shuxiang di kehidupan pertamanya. Ayahnya merupakan seorang Patriarch, sementara ibunya adalah murid berbakat yang memiliki kebiasaan memenggal kepala anak kecil.


Xiao Shuxiang sering sekali merasa tidak nyaman didekat ibunya. Dia selalu merasa seperti akan ditelan bulat-bulat oleh tatapan Sang Ibu.


Kebanyakan didikan kultivator Aliran Hitam kepada anak-anaknya terbilang sangat keras dan bahkan tidak manusiawi, misalnya saja membiasakan anaknya meminum racun agar kelak tubuh anaknya bisa kebal.


Sementara untuk Xiao Shuxiang, dia mendapat didikan dengan cara yang lain. Sejak kecil, dia diajari memegang belati dan menggunakannya untuk melakukan pembunuhan.


Terkadang ayah dan ibunya akan mengajaknya mengikuti Turnamen Hidup dan Mati yang diadakan oleh sekte-sekte Aliran Hitam. Xiao Shuxiang tidak diizinkan keluar sebelum dirinya tewas atau hanya tinggal dia saja yang masih hidup.


Xiao Shuxiang harus bertarung tanpa henti, dan karena ketidakwarasan orang tua dan orang-orang didekatnya, dia pun tumbuh menjadi anak yang haus darah.


Tidak ada anak seusianya mau dekat dengan Xiao Shuxiang, bahkan saat dia resmi menjadi murid Sekte Serigala Iblis. Ini semua karena jika ada anak yang menantangnya bertarung, Xiao Shuxiang hanya akan berhenti saat tubuh lawannya sudah tidak berbentuk lagi.


Awal-awal, ayah dan ibu Xiao Shuxiang merasa bangga memiliki putra yang begitu hebat bertarung. Tapi lama-kelamaan, mereka merasa bahwa anak semata-wayang mereka tumbuh menjadi monster.


Apalagi ketika mereka melihat Xiao Shuxiang pulang dengan wajah dan pakaian basah karena darah dari demonic beast atau manusia, membuat mereka menjadi sedikit takut.


Xiao Shuxiang tidak bisa menahan dirinya untuk tidak melakukan pembunuhan selama sehari. Baginya, mengambil nyawa sepuluh orang sehari adalah sebuah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkannya.


Sampai saat mereka melarang Xiao Shuxiang untuk pergi ke mana-mana, dan itu membuat Xiao Shuxiang melakukan sesuatu yang tidak akan pernah dilakukan oleh anak mana pun di Benua ini.


Xiao Shuxiang sengaja mencari kegiatan lain, yaitu bereksperimen dengan racun tingkat dua, kemudian meningkatkannya menjadi racun tingkat tiga yang bisa melumpuhkan dan melemahkan saraf.


Dia secara sengaja menyebarkan racun tersebut di kamar ayah dan ibunya dengan alasan dia butuh kelinci percobaan. Sangat disayangkan, racun berbentuk asap tersebut rupanya bisa terbakar saat berada di suhu udara tertentu.


Kamar ayah dan ibunya terbakar, bahkan api tersebut menyebar keseluruh rumah. Xiao Shuxiang dan kedua orangtuanya terkurung dari kobaran api yang membesar dengan keadaan tubuh yang sulit bergerak, bahkan mereka tidak bisa menggunakan Qi.


Ayah dan ibu Xiao Shuxiang dengan tenaganya yang tersisa, berusaha mengeluarkan putra mereka dari kobaran api. Mereka berhasil menyelamatkan Xiao Shuxiang dengan bayaran nyawa mereka sendiri.


Tidak adanya ayah dan ibu membuat Xiao Shuxiang semakin tidak terkendali. Dia kemudian menetap di gunung yang dipenuhi oleh Demonic Beast, bertarung dan membunuh setiap hari. Sampai saat Xiao Shuxiang semakin kuat, dia mulai membantai habis semua murid termasuk bertarung mati-matian dengan Grand Elder Sekte Serigala Iblis.


Xiao Shuxiang pun mulai mengikuti perang melawan Aliran Putih. Hanya saja, cara Xiao Shuxiang bertarung tak pandang bulu. Dia membunuh siapapun didekatnya, baik itu musuh maupun sekutunya. Inilah yang kemudian membuat Xiao Shuxiang terlihat berbahaya dimata para kultivator kedua Aliran.


"Bagaimana Nak, kau mau ikut denganku...?" kultivator Sekte Serigala Iblis bertanya kembali, dia sebenarnya tidak suka berbasa-basi. Andai kata bocah berusia tujuh tahun di depannya tidak mau ikut, dia akan langsung menculiknya.


"... Kalaupun dia melawan, maka aku akan membunuhnya"


Xiao Shuxiang mengelus-elus dagunya, seperti sedang mempertimbangkan ajakan dari kultivator Sekte Serigala Iblis.


"Hmm, bagaimana yaa.." Xiao Shuxiang terlihat serius memikirkan akan menerima atau menolak tawaran dari kultivator Sekte Serigala Iblis.


***


-


-


Catatan Penulis :


Jangan Lupa Untuk Terus Mendukung Karya Ini Dengan Cara Like Dan Sekaum Dengan Itu, Serta Masukkan Karya Ini Ke Dalam Daftar Favorit Kalian! ヽ(´▽`)/


.


.


saatnya Sesi Puisi dimulai..


.


.


KERENDAHAN HATI


~Taufik Ismail


Kalau Engkau Tak Mampu Menjadi Beringin


Yang Tegak Dipuncak Bukit


Jadilah Belukar, Tetapi Belukar Yang Baik, Yang Tumbuh Di Tepi Danau


Kalau Kamu Tak Sanggup Menjadi Belukar,


Jadilah Saja Rumput, Tetapi Rumput Yang Memperkuat Tanggul Pinggiran Jalan


Kalau Engkau Tak Mampu Menjadi Jalan Raya


Jadilah Saja Jalan Kecil,


Tetapi Jalan Setapak Yang Membawa Orang Ke Mata Air


Tidaklah Semua Menjadi Kapten


Tentu Harus Ada Awak Kapalnya...


Bukan Besar Kecilnya Tugas Yang Menjadikan Tinggi Rendahnya Dirimu


Jadilah Saja Dirimu...


Sebaik-Baiknya Dari Dirimu Sendiri