XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
354 - Yang Selama Ini Disembunyikan


Aaaakh..!


Satu orang lagi yang kini menjadi korban Pemuda Bertopeng Rubah, dia memang selalu mengincar para Tetua dan guru dari setiap Partai serta Sekte yang di serangnya.


"Kau tenang saja.. Aku akan membangkitkanmu dalam wujud roh jahat. Kau bisa membantuku merepotkan banyak orang nantinya.."


Di balik topengnya, pemuda berjubah dan bertudung hitam tersebut mendengus pelan sambil tersenyum tipis.


Hanya dalam sekali gerakan, leher orang tua dari Partai Darah Emas mulai menghitam.


Darah dan juga daging di tubuhnya diserap oleh Pemuda Bertopeng Rubah, bahkan mata serta lidahnya meleleh dan nampak mengerikan. Secara singkat, seluruh tubuhnya telah berubah menjadi tulang-belulang.


Tewasnya Tetua dan para guru membuat murid-murid Partai Darah Emas bagai anak ayam yang kehilangan induknya.


Mereka tidak tahu harus melakukan apa selain bertahan. Beberapa dari mereka ada yang mencoba mencari bantuan, namun sayang lawan tidak membiarkan mereka semua keluar dari lingkungan partai ini.


CRAAASH..!


Partai Darah Emas memiliki lokasi yang berada di tengah-tengah hutan dan lumayan tersembunyi. Sulit untuk datang ke tempat ini karena lebatnya pepohonan kadang dapat membuat orang tersesat.


TRANG!


Sebuah selendang merah berbenturan dengan pedang salah satu murid Partai Darah Emas. Selendang tersebut melayang di udara dengan kecepatan yang sulit diikuti mata.


CRAAASH..!


Seorang murid Partai Darah Emas tidak mampu berkutik kala selendang tersebut membungkus tubuhnya dan dalam hitungan detik, cipratan darah dan daging menyeruak disertai teriakan pilu yang hanya berlangsung sesaat.


Selendang tersebut melayang perlahan dan mulai memperlihatkan sepasang kaki ramping dengan paha seputih giok. Desiran angin yang menggugurkan dedaunan membuat selendang itu berkibar begitu indah.


Di balik selendang tersebut, nampak sesosok wajah cantik bermata merah. Bibir dan rambut panjangnya yang dimain-mainkan angin membuat siapa pun akan merasa dirinya adalah dewi yang tercipta dari alam.


"Kalian tidak akan pergi ke mana-mana.. Aku masih ingin bermain dengan kalian semua.."


Suara yang begitu lembut, namun murid Partai Darah Emas terlihat tidak senang. Ini adalah hal yang wajar, sebab sejak pertama kali partai mereka di serang.. Gadis tersebutlah yang banyak membunuh rekan-rekan mereka.


"Hah.. Hah.. Apa yang harus kita lakukan, Senior? Kita tidak bisa mencari bantuan,"


Salah seorang murid yang berusia 29 Tahun nampak terengah-engah. Sudah cukup banyak bekas sayatan di tubuhnya dan sejujurnya.. Pandangan matanya kini tengah memburam.


"Kalian ingin pergi..? Sayangnya tempat ini sudah kami kuasai.."


"Apa yang sebenarnya kalian inginkan?! Kami tidak pernah punya masalah denganmu..!"


Para murid Partai Darah Emas tidak bisa menyembunyikan kemarahan mereka. Namun apa boleh di kata, partai mereka kini berada di ambang kehancuran.


Yang tersisa mungkin hanya beberapa orang saja, bahkan tidak sampai sepuluh murid. Rekan mereka yang lain, kebanyakan terbaring kaku karena terkena Pedang Pembeku Jiwa.


Sebagian menjadi tulang-belulang, dan sisanya menjadi cincangan daging yang berceceran.


Mereka yang masih hidup sama sekali tidak memperlihatkan raut wajah yang sedih, apalagi sampai berputus asa. Ekspresi wajah yang tersisa adalah raut penuh kemarahan dan dendam.


Sayangnya, meski memperlihatkan tatapan mata penuh kebencian dan kutukan itu.. Para murid Partai Darah Emas tidak bisa berbuat apa-apa.


Lawan terlalu kuat, bahkan saat mereka berhasil menebas leher lawan.. Dengan cepat leher tersebut kembali menyatu. Pendekar dan kultivator sekalipun jelas mustahil melakukan ini.


"Sejujurnya aku sangat kasihan dengan kalian.. Tapi tidak melakukan pembantaian sangat menyiksa batinku.. Aku suka melihat wajah itu.. Wajah kalian.. Yang indah itu.."


Gadis cantik dengan pakaian serba merah yang cukup terbuka pada bagian atas dan bawahnya nampak tersenyum puas. Dia mengusap kedua lengannya dengan tatapan mata penuh gairah.


Dalam waktu sekejap mata dia berubah menjadi sebuah selendang merah kembali dan langsung melesat ke arah para murid Sekte Darah Emas yang telah mengalami banyak luka.


!!


Di tempat lain, Sri Anyar dan kelima saudaranya masih menikmati menebas serta mencincang tubuh lawan-lawan mereka. Lihat saja, setelah menyerang dengan Pedang Pembeku Jiwa--Sri Anyar menarik lidah lawannya dan lalu memotongnya tanpa ragu.


Tidak sampai di situ, dirinya bahkan menjambak rambut dan mulai menebas leher lawannya. Dirinya menyeringai puas kala menendang tubuh lawan hingga membuatnya terpental.


"Tidak kusangka.. Sekte Menengah Aliran Hitam selemah ini. Atau.. Kami yang terlalu kuat, hahahaha" Sri Anyar melempar kepala di tangan kirinya ke udara dan langsung menebas kepala tersebut hingga menjadi beberapa bagian.


Pedang Pembeku Jiwa begitu tajam, bahkan tulang tengkorak pun dapat dengan mudah ditebas. Sungguh pemandangan mengerikan ini begitu indah di mata Pemuda Bertopeng Rubah.


Sosok itu terlihat di atap gedung paling tinggi di Partai Darah Emas. Jubah hitamnya nampak dimain-mainkan oleh angin. Di samping kanan tubuhnya melayang-layang sebuah api biru kecil.


"Menyenangkan.." suaranya begitu tenang dan mengandung aura yang misterius, ".. Bagaimana menurutmu? Apa kau suka?"


Api biru di samping Pemuda Bertopeng Rubah tersebut melayang naik-turun dengan perlahan, seakan dia mengatakan bahwa dirinya suka dengan pemandangan ini.


"Bagus jika kau menyukainya. Aku akan memperlihatkan yang jauh lebih indah lagi.. Tapi itu cukup memakan waktu, dan yang akan menjadi bintang utamanya adalah temanmu,"


"Shuxiang..?"


Terdengar suara kecil namun menggemaskan, itu tidak lain berasal dari Api Biru yang melayang di samping Pemuda Bertopeng Rubah.


"Mm, benar.. Namanya sekarang Xiao Shuxiang, bukan? Shuxiang.. Putra kecilku yang nakal. Sekeras apa pun mencoba, dia tidak bisa lari dari takdirnya.."


Pemuda Bertopeng Rubah tersenyum tipis. Tidak ada yang tahu bahwa di balik topengnya tersebut.. Warna matanya berkilat merah, dia menatap ke bawah--tepat di mana gadis cantik berselendang terlihat mencengkeram leher seorang murid Partai Darah Emas hingga terdengar suara tulang yang patah.


*


*


*


"Kau tadi bilang apa, Bocah?! Jelaskan dengan baik agar mudah kupahami..!" Duan De mengguncang-guncangkan Xiao Shuxiang, dia harus berdiri untuk bisa lebih tinggi dari pemuda yang duduk bersila ini.


"Ka-Kakek Janggut Panjang.. Kepalaku pusing.." Xiao Shuxiang meminta dilepaskan, dia merasakan penglihatannya seperti berputar-putar saat ini.


"Duan De, tenanglah.. Biarkan dia menjelaskan semuanya dulu. Kau duduk dan dengarkan saja, ayo duduk.." Bocah Pengemis Gila menyuruh juniornya kembali duduk.


"Senior, aku juga sebenarnya tidak percaya dengan penjelasan Bocah ini… Itu sangat tidak masuk akal. Mendengar dia mengalami sebelas reinkarnasi saja sudah cukup mengejutkan, apalagi dengan keterangan bahwa dirinya bukan berasal dari dunia ini. Aku benar-benar tidak bisa menerimanya Senior, tidak bisa.."


"Da Lin, apa yang dikatakan Shuxiang memang tidak akan bisa kau terima. Tetapi sebagai orang yang lebih tua darimu sekaligus manusia dengan umur paling panjang di antara kalian, aku tahu apa yang di maksud Anak ini.."


Sebelumnya, Xiao Shuxiang menjelaskan semua yang dia ingat tentang reinkarnasinya dan mengenai tempatnya dilahirkan.


Dunia itu bukanlah Dunia Manusia, bukan Dunia Elf, Dunia Siren, apalagi Dunia Demon. Tetapi tempat tersebut merupakan dunia paling rendah di antara keempat dunia yang lain.


Tempat yang dimaksud Xiao Shuxiang adalah sebuah dunia tanpa harapan, lebih buruk dari Dunia Demon. Di sana, cahaya matahari mampu melelehkan tulang, malam hari bahkan jauh lebih panas.


Tanah di tempat itu berwarna sehitam arang, nampak retak, dan dapat membakar telapak kaki. Sungai dari air yang mendidih, buah-buahan di sana tidak dapat dimakan, bahkan angin yang berhembus mengandung racun. Tempat itu tidak bisa dianggap sebagai tempat tinggal manusia.


Yang membuat Duan De dan Penatua Da Lin bersikap seperti tadi adalah saat mereka mendengar ucapan Xiao Shuxiang yang mengatakan bahwa dirinya diciptakan oleh makhluk-makhluk dunia tersebut dengan tujuan mengumpulkan kekuatan untuk kemudian dimakan.


".. Yang kuingat, mereka memberiku satu misi.. Itu adalah 'membuat kekacauan'. Dan entah bagaimana, aku mulai terlahir ditubuh seorang manusia. Dia adalah ibuku sekaligus korban pertamaku,"


Xiao Shuxiang tidak ingat wajah wanita yang melahirkan dirinya, di juga tidak mengingat nama wanita tersebut atau pun nama yang dia pakai saat itu. Jelasnya 'Xiao Shuxiang' bukanlah nama pertamanya.


".. Aku tidak tahu kekacauan besar apa yang kubuat saat itu, karena memang makhluk-makhluk tersebut memakan ingatan dan juga kekuatanku,"


Batas dari pengumpulan kekuatan Xiao Shuxiang dalam kehidupannya yang pertama kali adalah saat dirinya berusia 39 Tahun. Setiap kali mencapai angka tersebut, Xiao Shuxiang pasti selalu membuat kekacauan besar-besaran yang pada akhirnya menewaskan banyak orang dan dirinya sendiri.


".. Aku tidak tahu berapa jeda waktu antara reinkarnasiku yang pertama dan selanjutnya. Kekuatan serta ingatanku di kehidupan sebelumnya juga menghilang, satu-satunya yang tersisa adalah keinginan menjadi yang terkuat dan membuat banyak kehancuran. Hal semacam ini terus berlangsung hingga kelahiranku yang kesepuluh kalinya,"


Tidak ada yang bicara, Bocah Pengemis Gila, Penatua Da Lin, Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan, bahkan Duan De sekali pun lebih memilih diam dan mendengarkan penjelasan Xiao Shuxiang.


".. Seseorang yang mempunyai hati giok hitam tidak pernah menyesal melakukan pembunuhan. Lebih menghargai diri sendiri daripada orang lain. Membalas perbuatan apa pun dengan sama atau lebih baik, dan sulit sekali ditaklukkan oleh orang lain,"


Xiao Shuxiang menyentuh dadanya dan berkata dia hanya selalu merasa berdebar-debar saat meremas jantung dan membuat berantakan organ dalam lawannya. Debaran jantungnya yang lain terjadi saat dia merasa gelisah karena tidak melakukan pembunuhan selama sehari.


Selama hidupnya, dia tidak pernah merasa berdebar karena menyukai seseorang atau karena ada yang dirinya anggap berharga. Bahkan saat membunuh orang tuanya sendiri.. Xiao Shuxiang tidak merasakan apa-apa.


".. Perasaan semacam itu terus berlangsung selama sembilan kehidupan. Baru pada reinkarnasiku yang kesepuluh.. Sesuatu mulai sedikit berubah,"


Awalnya, Xiao Shuxiang memang tidak memiliki perasaan apa pun pada kedua orang tuanya. Dia menjadi anak penurut, namun tanpa ragu membuat ayah dan ibunya menjadi kelinci percobaannya.


Xiao Shuxiang juga berkata dia tidak merasakan apa-apa saat menebas leher kedua orang tuanya untuk menyelamatkan mereka. Dia bahkan tanpa ragu mengawetkan kepala ayah dan ibunya tersebut serta membawa mereka dalam setiap perjalanannya.


".. Bersama Pedang Bintang Malamku.. Satu persatu tempat mulai kukacaukan. Memiliki teman sepetualang dan melakukan pembantaian, sampai akhirnya pengkhianatan itu datang dan mengakibatkan aku bertemu para Siren,"


Ingatan pada reinkarnasinya yang kesepuluh sangat Xiao Shuxiang ingat, tidak seperti ingatan pada kehidupannya yang sebelum-sebelumnya.


".. Selain Dunia Siren, perjalanan juga membawaku ke Dunia Demon. Banyak kekacauan yang kulakukan di tempat itu sampai pada akhirnya aku menjalin hubungan dengan mereka yang kusebut sebagai paman dan bibi angkat. Dunia itu juga merupakan tempat di mana aku menemukan peristirahatan untuk kepala ayah dan ibuku,"


Xiao Shuxiang kembali mengembuskan napas dan bayangan tentang kedua orang tuanya mulai datang, namun dia tidak mau terlalu mengingatnya. Dirinya pun mulai melanjutkan ucapannya.


".. Perjalananku tidak sampai di sana. Aku juga menemukan keberuntungan yang membawaku ke Dunia Para Elf, sebuah tempat damai dan penuh ketenangan.."


Xiao Shuxiang mengatakan bahwa kehidupannya yang kesepuluh jauh lebih berarti. Ini dikarenakan dia mulai bertemu dengan kultivator bernama Zhou Yuan, seorang pria berambut putih dengan sebuah kain yang menutup matanya.


".. Senior Zhou merupakan kultivator yang menganggapku teman, namun aku sama sekali tidak merasakan apa pun. Saat itu yang ada dalam benakku adalah menjadi kuat dan memporak-porandakan Benua Timur.."


Xiao Shuxiang mengatakan bahwa dia menciptakan Jurus Kebangkitan Kembali saat di kehidupannya yang kesepuluh. Namun tidak disangka jurus tersebutlah yang telah menyelamatkan dirinya.


".. Awalnya kupikir menggunakan Jurus Kebangkitan Kembali adalah karena aku menolak mati dengan racun, itu merupakan penghinaan bagiku. Waktu itu usiaku 39 Tahun dan aku memakai jurus tersebut tanpa ragu,"


Sebenarnya Xiao Shuxiang merupakan makhluk yang diciptakan oleh para sosok raksasa kabut hitam menyeramkan yang menyebut dunia mereka sebagai The Fallen Angel.


Makhluk-makhluk di dunia itu lebih menyeramkan dari makhluk yang ada di Dunia Demon, tempat tinggal mereka pun terbilang sangat mengerikan.


Para makhluk itu juga memakan buah, meski rasanya tidak seenak memakan ingatan dan kekuatan manusia. Yaa.. Mereka memang suka memakan itu, walau tidak tahu bagaimana cara mereka melakukannya.


Xiao Shuxiang bagaikan sebuah wadah, dia dikirim ke dunia manusia hanya untuk mencari kekuatan. Mereka membuatnya memiliki hati yang begitu hitam agar wadah tersebut tidak terpengaruh dengan berbagai perasaan manusia.


Xiao Shuxiang awalnya tidak tahu apa-apa mengenai ini. Dia pikir dirinya merupakan manusia biasa yang suka kekacauan, tetapi di kehidupannya yang sekarang--Saat dia mendapatkan kembali kekuatannya dari Naga Wyvern.. Ingatan tentang reinkarnasinya yang dahulu kembali, walau tidak semua.


Tetapi kali ini dia tahu, bahwa dirinya berasal dari dunia terkutuk dan sesuatu yang selama ini dia anggap 'Mimpi yang harus diwujudkan' tidak lain hanyalah misi.


".. Yang kuingat, setiap kali berusia 39 Tahun.. Aku akan dihadapkan pada takdir yang selalu berakhir dengan kekacauan dan juga kematianku sendiri. Tetapi di masa lalu aku tidak ingat jelas bagaimana caraku mati, ini dikarenakan saat itu aku belum membuat 'Jurus Kebangkitan Kembali',"


Cukup banyak rahasia yang diungkap Xiao Shuxiang mengenai dirinya sendiri. Duan De dan Penatua Da Lin terlihat berwajah buruk.


Entah kenapa.. Tetapi penjelasan pemuda ini terlalu menakutkan bagi mereka.


"39 Tahun..? Berarti saat usiamu mencapai 39 Tahun kau akan mati dan seluruh ingatan serta kekuatanmu menghilang?"


Bocah Pengemis Gila mengutarakan pendapatnya, dia sebenarnya tidak benar-benar terkejut. Ekspresi wajahnya masih begitu tenang, bukan seperti ketiga orang tua di dekatnya ini.


"Benar. Aku sendiri tidak tahu bagaimana cara mereka melakukannya. Namun saat di kehidupanku yang kesepuluh, aku menggunakan Jurus Kebangkitan Kembali di detik-detik akhir sebelum kematianku, itulah sebabnya aku bisa reinkarnasi tanpa kehilangan ingatan masa lalu. Sangat menganggu dan keterlaluan," Xiao Shuxiang nampak mengepalkan kedua tangannya.


Bocah Pengemis Gila, "Kau harus tahu. Sebenarnya sudah lama aku menyelidiki ini. Kalian tahu Alam Para Dewa, kan?"


Kakek Buta Penulis Kitab Dua Pernapasan, Penatua Da Lin, Duan De, dan Xiao Shuxiang mengangguk. Mereka menatap pemuda tersebut dengan tatapan yang serius.


"Kultivator dan Pendekar yang telah mencapai tingkatan tertinggi serta melampaui para pendekar lainnya dan juga berhasil mencapai tingkat pengendalian diri yang baik.. Maka akan mulai diangkat ke Alam Para Dewa.."


Bocah Pengemis Gila menjelaskan bahwa hanya mereka yang terpilih sajalah yang dapat dikirim ke Alam Para Dewa. Namun karena dia tidak pernah ke sana, maka Bocah Pengemis Gila tak mampu menjelaskan mengenai kehidupan di alam tersebut.


".. Tetapi saat mendengar penjelasanmu tadi, aku mulai berpikir.. Alam Para Dewa merupakan duniamu."


Xiao Shuxiang tersentak mendengarnya, namun dia tidak mengatakan apa-apa dan tetap mendengarkan penjelasan Bocah Pengemis Gila selanjutnya.


".. Dengarkan aku baik-baik. Bagaimana pendapat kalian jika ternyata para pendekar dan kultivator hanyalah ternak bagi makhluk di dunia tempat Shuxiang diciptakan? Aku sebenarnya sudah lama mencari ini, bagaimana awal mula manusia bisa menggunakan kekuatan alam? Dan siapa yang pertama kali memakainya? Apa kalian tidak pernah mengajukan pertanyaan semacam itu..?"


"Senior.."


Kakek Penulis Kitab Dua Pernapasan ingin berujar, namun Bocah Pengemis Gila segera memotong dengan mengatakan Alam Para Dewa sebenarnya tidak seperti yang dianggap selama ini.


".. Pikirkanlah, manusia adalah makhluk yang paling lemah. Sementara para Elf, para Demon, dan makhluk dari The Fallen Angel termasuk para Siren merupakan makhluk yang kuat. Di antara mereka, hanya Dunia Elf dan manusia yang lebih baik. Tidakkah kalian mulai tahu maksudku ini..?"


Penatua Da Lin, "Para Demon tinggal di sebuah dunia yang tidak benar-benar indah, mereka tentu ingin menguasai satu tempat yang jelas nyaman untuk mereka. Sementara para Siren, kemungkinan ada di antara mereka yang tidak suka berbagi dengan makhluk daratan, dan mungkin mereka ingin menenggelamkan semuanya.."


Bocah Pengemis Gila menambahkan bahwa dunia tempat Xiao Shuxiang diciptakan juga dunia yang buruk. Jelas sekali mereka akan ikut mengincar Dunia Manusia untuk dikuasai, ini dikarenakan dunia tersebut jauh lebih baik daripada dunia yang lainnya.


".. Aku tidak yakin mereka akan bisa mengincar Dunia Para Elf, tetapi satu hal yang pasti--Dunia Manusia lebih rendah dari pada dunia yang lain. Karena sifat manusia yang mudah dihasut serta dimanipulasi.. Makhluk-makhluk di dunia The Fallen Angel mengincar mereka. Itulah yang menjadi alasan mengapa kau diciptakan sebagai pembuat kekacauan,"


!!


Xiao Shuxiang terkejut mendengarnya, namun dirinya sama sekali tidak membantah. Dia merasa Bocah Pengemis Gila mengetahui banyak hal dan kemungkinan dirinya akan menemukan sesuatu yang bisa membantunya lepas dari takdir yang tidak dia inginkan.


***