
Mei Qi saat ini berjalan ke arah hutan yang cukup dekat dengan area pemakaman. Dia terlihat sangat kesal sebab baru saja dipermainkan oleh seorang pemuda. Berani sekali orang itu menggunakan cara yang busuk untuk melarikan diri darinya.
"Nona..!"
"Nona, Anda baik-baik saja?"
Tiga pendekar dari Partai Iblis berlari mendekat, mereka semua terluka cukup parah namun masih mengkhawatirkan keadaan Nona Mudanya.
"Nona, apa Anda terluka?"
"Tidak. Tidak sama sekali. Tapi karena pemuda itu, aku harus mandi setelah ini." Mei Qi menggigit bibir bawahnya, penghinaan semacam ini pasti akan dia bayar beserta bunganya.
"Ha ha ha.. Kau terlihat kacau, Nona Rou? Aku menyaksikan pertunjukanmu dan lumayan juga untuk mengusir kejenuhan. Yaah.. Walaupun hanya berlangsung singkat,"
?!
Suara tawa beserta ucapan penuh nada ejekan barusan tidak asing di telinga Mei Qi. Dia menolehkan pandangan dan melihat seorang pemuda berambut perak berjalan tenang ke arahnya.
Pakaian pemuda itu sangat sopan di bagian atasnya, bahkan kain di kedua lengannya juga cukup panjang. Namun bila diperhatikan lebih teliti, pemuda ini memakai celana hitam ketat yang pendek.
Saat berjalan, selembar kain pada pakaiannya tidak mampu menutupi sebelah pahanya. Untunglah dia memakai sepatu yang lumayan panjang bahkan sampai di atas lutut, sehingga walau penampilannya sedikit aneh--namun masih sedap di pandang mata.
"Gou Yun Fei..! Apa yang kau lakukan di tempat ini?!" salah satu pendekar menghunuskan pedangnya, dia menatap nyalang ke arah pria yang matanya ditutup kain hitam itu.
"Hmph, tidak tahu diri. Berani sekali kau menghunuskan pedangmu. Kau sepertinya belum merasakan kutukan dariku,"
!!
Hembusan angin malam mendadak terasa tidak nyaman. Aura mencekam dan penuh tekanan seperti keluar dari tubuh pemuda yang matanya tertutup kain hitam itu. Mei Qi tahu keadaan akan menjadi buruk bila dia tidak segera bertindak.
"Tenanglah Yun Fei'Ge, jangan ambil hati tindakannya." Mei Qi tidak ingin mencari masalah dengan pemuda di depannya ini, dan dia tidak mau kehilangan satu pelayannya karena hal yang sepele.
Gou Yun Fei merupakan kultivator yang ahli dalam seni kutukan, dan banyak saudara seperguruannya yang tidak suka pemuda ini--namun dia tidak boleh sampai meniru mereka.
"Nona Rou, kali ini aku akan melepaskan mereka karena melihat dirimu. Tapi jangan harap ada lain kali lagi," Gou Yun Fei tersenyum dan menarik kembali kekuatannya.
"Yun Fei'Ge, apa yang kau lakukan di sini? Jangan bilang kau selama ini mengikutiku.."
"Tepat sekali, aku memang mengikutimu."
Mei Qi mengembuskan napas pelan, dia kembali berjalan dan mengatakan pada Gou Yun Fei bahwa pekerjaannya sudah selesai. Dia tidak akan lari dari tanggung jawab, jadi Gou Yun Fei tidak perlu khawatir.
"Nona Rou, aku memang mengkhawatirkanmu. Wajahmu terlihat tidak cantik saat ditekuk begitu, apa kau baru saja ditolak seseorang, hm?"
"Yun Fei'Ge, matamu ditutup kain tapi kau sepertinya masih bisa melihat. Hanya saja kenapa kau tidak dapat menggunakan penciumanmu? Pemuda menyebalkan itu.. Dia telah sangat berani membuat tubuh indahku bau seperti ini,"
Mei Qi mengepalkan kedua tangannya, pemuda yang dilawannya tadi merupakan seorang pengecut, namun entah bagaimana dirinya masih sangat kesal dan seakan tidak terima diperlakukan seperti itu.
Gou Yun Fei tersenyum, dia mengeluarkan sebuah kipas dari lengan pakaiannya, "Nona Rou.. Cinta melahirkan dendam. Dan dendam melahirkan pertumpahan darah yang tidak berkesudahan. Sekali pandang saja, aku bisa tahu apa yang kau rasakan saat ini. Tapi kau harus ingat, Xiao Shuxiang bukan pemuda yang bisa kau taklukkan begitu saja.."
?!
Mei Qi tersentak saat mendengar nama yang baru saja disebut oleh pemuda di sampingnya ini. "Xiao Shuxiang.. Aku memang mendengar itu nama Wali Pelindung Ling Qing Zhu, jadi ternyata memang dia orangnya."
"Hmm? Kupikir kau sudah tahu sejak awal.."
"Aku tahu, tapi awalnya aku tidak yakin.." Mei Qi tersenyum, dalam waktu yang singkat--kekesalannya seperti menghilang. "Jadi pemuda itu Xiao Shuxiang.."
"Oh. Tidak, tidak, Nona Rou. Senyumanmu itu menandakan kau ingin melakukan sesuatu yang berbahaya, kau jangan bertindak gegabah. Lagipula, akan ada waktunya kau bersenang-senang dengan pemuda itu,"
"Yun Fei'Ge, kau merusak suasana hatiku."
!?
"Nona Rou, tunggu. Kau mau ke mana?"
*
*
*
"Sebenarnya tempat apa ini?"
Meski sudah diberi tahu oleh Wali Pelindungnya untuk tidak perlu takut, nyatanya Ling Qing Zhu masih tidak mau menyarungkan pedangnya. Dia berjalan di depan Xiao Shuxiang dan seakan melindungi pemuda itu.
"Kucing Putih-!!" mata Xiao Shuxiang membulat saat bibirnya ditempeli bilah pedang tajam dari gadis di depannya. Dia spontan menghentikan langkahnya dan mengangkat kedua tangan di udara.
"Diamlah. Aku akan melindungimu." Ling Qing Zhu menarik kembali bilah pedangnya dan lanjut berjalan. Kewaspadaannya terhadap lingkungan asing ini tidak pernah berubah.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan mulai mengusap-usap dadanya, dia jadi tidak yakin akan baik-baik saja bila terus bersama dengan Kucing Putihnya ini.
"Ehm.. Nona, sudah kubilang ini rumah lamaku. Kita berada di-" ucapan Xiao Shuxiang tertahan di tenggorokan saat Ling Qing Zhu tiba-tiba menerjang sebuah pohon dan menebasnya dalam beberapa gerakan.
!!
"Hei, apa kau gila? Tidak ada yang berbahaya di tempat ini. Aku bisa menjaminnya..!" Xiao Shuxiang menggelengkan kepala sambil berdecak pelan, dia lalu melompat dan menarik kerah belakang Ling Qing Zhu.
"Kau jadi sangat liar saat tidak di rumah, Kucing Putih."
"Lepaskan. Tempat ini penuh bahaya,"
"Tidak ada bahaya selama aku bersamamu, Sayang.."
!!
Ling Qing Zhu bergerak cepat menarik tangan Xiao Shuxiang yang berada di kerah bajunya, dia memutar tubuh dan menyerang pemuda itu dengan gerakan pedangnya yang kuat.
Xiao Shuxiang menyadarinya dan menangkis setiap serangan yang dia terima. Dirinya melompat mundur, namun tetap saja di serang maju oleh gadis itu. Keduanya berakhir saling bertukar serangan.
"Kucing Putih? Kau kenapa?! Apa salahku?" punggung tangan kanan Xiao Shuxiang bersentuhan dengan bilah pedang Ling Qing Zhu, dia seperti tidak tahu di mana letak kesalahannya hingga gadis itu menyerang.
"Kau.. Tidak tahu malu."
"Apa yang kulakukan?! Apa aku melecehkanmu tanpa kusadari..?"
"Berhenti bicara."
Ling Qing Zhu kembali menyerang, kali ini dia sangat bersungguh-sungguh. Entah bagaimana dirinya bisa setuju menikah dengan pemuda lancang dan tidak tahu malu ini. Apalagi yang terlihat, Wali Pelindungnya sama sekali tidak nampak bersalah.
Ling Qing Zhu menggunakan teknik berpedang 'Tarian Lima Langkah Garis Bintang'. Dia baru tersadar saat tiba di gerakan terakhir yang mana menciptakan serangan bagai lesatan panah api tidak terhenti sebelum mengenai tubuh lawan.
!!
Gadis berambut putih itu menyadari kesalahannya. Dengan segera dia melesat cepat untuk menyelamatkan Wali Pelindungnya dari terkena serangannya barusan.
Diam-diam Xiao Shuxiang tersenyum samar. 'Tarian Lima Langkah Garis Bintang' memang memukau dan tidak bisa dihindari begitu saja. Dia berniat mengeluarkan Cermin Pemindah untuk meloloskan diri, namun Kucing Putihnya bergerak lebih dulu ke arahnya.
Ling Qing Zhu ingin menahan serangannya sendiri, tetapi dia sadar bahwa serangannya sulit ditahan. Kemungkinan terburuknya, dia akan terluka parah.
"Kau calon istri yang merepotkan," Xiao Shuxiang setengah berbisik di telinga gadis yang pinggangnya baru saja dia rangkul ini.
Dirinya melesatkan lima Api Biru Kecil dan kemudian mengeluarkan Cermin Pemindah. Serangan yang datang ke arahnya berbenturan keras dengan api biru miliknya dan lalu masuk ke dalam cermin.
"Kutahan pedangmu. Kau dapat membunuhku jika terus kuizinkan membawa pedang,"
!?
Ling Qing Zhu berkedip, dia tidak tahu sejak kapan Wali Pelindungnya mengambil pedang pusakanya. Dia lantas berjalan menyusul pemuda berpakaian hitam itu dan berusaha mengambil kembali pedang miliknya.
"Kembalikan,"
"Tidak akan. Kau sudah cukup bersikap hari ini, saatnya mendengarkanku."
"Shuxiang, kembalikan."
Ling Qing Zhu ingin sekali mengumpati Wali Pelindungnya, namun dia tidak tahu bagaimana caranya. Dia hanya bisa mematung kala pedangnya malah dihilangkan begitu saja, tepat di depan matanya.
"…"
"…"
Ling Qing Zhu tidak memberontak saat tangannya dipegang dan ditarik oleh Wali Pelindungnya, dia juga tidak mengucapkan sepatah kata pun. Tetapi sesekali dia menatap pemuda di sampingnya ini dan seakan menanyakan keberadaan pedang pusakanya.
"…"
"Kucing Putih, kau bisa jatuh hati sungguhan bila terus menatapku seperti itu.." Xiao Shuxiang membelai sedikit rambut poni depannya dengan penuh gaya dan berkata bahwa dirinya mempunyai pesona yang tidak terbantahkan, apalagi senyumannya ini teramat sangat mematikan sampai dia sendiri terkadang merinding saat melihat senyumannya di cermin.
"Kau.. Orang paling tidak tahu malu yang pernah kutemui."
"Sungguh pujian yang menyenangkan, kau menyanjungku terlalu tinggi. Tapi yah.. Xiao Shuxiang memang pantas mendapatkannya, karena aku luar biasa."
Wali Pelindungnya mulai lagi. Jarang melihat kultivator yang suka memuji diri sendiri seperti Koki Alkemis ini. Ling Qing Zhu mengembuskan napas dan lebih memilih mengingat setiap bait kata dari kitab Ketenangan Jiwa yang selama ini selalu dibacanya.
Xiao Shuxiang mengajak Kucing Putihnya ke sebuah bangunan yang tidak lain merupakan istana Lui Me Tian, Gunung Kaisar Merah--Dunia Demon.
Ini memang rumah lama bagi Sang Bintang Penghancur itu. Walau sudah memiliki rumah dengan orang tua dan saudara, namun Xiao Shuxiang tidak pernah lupa tempat tinggalnya ini.
!?
Berbeda dengannya, Ling Qing Zhu malah ragu untuk semakin mendekat pada bangunan besar di hadapannya. Dia bisa merasakan aura yang menekan dan juga bau pekat darah. Tempat ini seperti sarang monster pemakan manusia.
"Shuxiang, kita harus kembali."
"Tenanglah, aku ingin memperkenalkanmu pada paman dan bibi angkatku. Tempat ini memang tidak sebaik tempat tinggalmu, tapi aku pernah hidup di sini.."
?!
Sejak tadi dan ini pertama kalinya ucapan dan tampang Wali Pelindungnya terlihat serius. Walau hanya sedikit, namun Ling Qing Zhu masih bisa merasakan ketenangan. Dia lalu mengangguk pelan dan mengikuti kemanapun dirinya ditarik.
Xiao Shuxiang memperkenalkan tempat ini sebagai Dunia Demon. Di antara teman-temannya, Ling Qing Zhu merupakan orang pertama yang dia ajak kemari.
".. Cukup banyak kisah yang kutulis di tempat ini, walau tidak semuanya menjadi legenda. Tapi kau tahu, gelar Sang Bintang Penghancur juga terkenal di sini,"
"…"
Ling Qing Zhu tahu masa kecil Wali Pelindungnya, Xiao WeiWei dan saudara seperguruan pemuda di sampingnya ini sudah banyak bercerita padanya. Dia juga tahu bahwa Walinya merupakan reinkarnasi dari Sang Bintang Penghancur.
Namun jika dilihat dari lingkungan sekitarnya sekarang, dia merasa belum mengenal lebih dalam Wali Pelindungnya. "Kau sepertinya punya masa lalu yang kelam,"
?!
"Ha ha ha.." Xiao Shuxiang tertawa, dia membuat Ling Qing Zhu terkejut. ".. Maaf mengagetkanmu, tapi menurutku yang tadi itu lucu,"
"Hmph, sama sekali tidak."
"Ha ha ha.. Haah.. Kucing Putih, orang yang sudah pernah menodai tangannya sendiri dengan darah, mana mungkin tidak mempunyai masa lalu yang kelam. Kau sendiri juga memilikinya, namun aku yakin--pembunuhan pertama yang kau lakukan, pasti sangat membebanimu.." Xiao Shuxiang tersenyum sebelum kembali berbicara.
".. Kau mau tahu kenapa aku bisa menikmati hidup tanpa beban walau sudah banyak nyawa yang kuambil? 'Jangan memikirkan apa pun, jangan pedulikan ucapan orang lain tentangmu, dan fokus saja pada apa yang akan kau lakukan untuk masa depanmu'. Aku benar-benar bisa jadi bijak di saat yang tepat,"
Ling Qing Zhu hampir saja menatap kagum ke arah Wali Pelindungnya, tetapi gumaman yang terakhir dari pemuda di sampingnya ini baru saja menyadarkan dirinya. Xiao Shuxiang bisa menikmati hidup sebab dia tidak memiliki hati.
"Sulit untuk tidak peduli pada ucapan orang lain. Kau juga mungkin pernah merasakannya,"
Sebagai gadis yang terlahir dengan berkat dari langit, tentu setiap harinya Ling Qing Zhu akan banyak mendengar namanya dielu-elukan. Namun tidak jarang, dia juga mendengar ledekan kasar di belakang punggungnya.
Xiao Shuxiang mengusap pelan punggung Kucing Putihnya dan menepuknya pelan, dia tahu maksud dari gadis bercadar tipis ini.
"Seseorang yang tidak bisa melukaimu dengan senjata, dia akan menggunakan mulutnya untuk membuatmu terjatuh. Sedikit saja kau memikirkan tentang ucapannya, maka hidupmu perlahan akan berakhir. Aku bukannya tidak punya hati hingga tak mengetahui yang kau rasakan, tapi aku lebih kepada tidak peduli dengan apa yang mereka katakan. Itu salah satu cara untuk bertahan hidup di dunia yang kejam ini.. Jangan pedulikan apa pun."
Xiao Shuxiang akhirnya tiba di depan gerbang bangunan istana Lui Me Tian. Tidak ada penjaga seperti yang seharusnya, namun itu tidaklah masalah. Lagipula, kalaupun penjaga ada--mereka pasti sudah mengenali dirinya.
"Bibi..! Bibi..?! Apa kau di dalam..?! Bibi..!"
Xiao Shuxiang mengetuk-ngetuk pintu gerbang besar di depannya sambil memanggil bibi angkatnya. Dia lalu mengembuskan napas dan mulai mengepalkan tangan.
Tangan kanannya memegang Ling Qing Zhu, sementara tangan kirinya terkepal kuat dan nampak dialiri Qi. Dalam satu tarikan napas, Xiao Shuxiang meninju pintu gerbang di depannya hingga menghasilkan suara debaman keras.
!!
Gerbang tersebut rubuh, bahkan mampu membuat terkejut para pelayan Lui Me Tian yang merupakan Demonic Beast berwujud setengah manusia.
Mereka bergegas ke asal debaman itu dengan raut wajah yang panik. Di saat seperti ini, pemimpin mereka sedang tidak di tempat dan jika istana ini di serang musuh--kemungkinan mereka tidak bisa bertahan lama.
Di sisi lain, Ling Qing Zhu tidak habis pikir dengan tindakan pemuda di sampingnya. Bukan hanya sifat Wali Pelindungnya yang tidak tahu malu, tetapi karena selain itu--Wali Pelindungnya juga amat sangat liar.
"Kau membuat masalah,"
"Ini rumahku. Jadi sama sekali bukan masalah," Xiao Shuxiang sangat tenang dalam membalas ucapan Kucing Putihnya, dia lantas menoleh kala mendengar suara derap kaki yang semakin mendekat.
?!
Ling Qing Zhu terkejut. Dia melihat ada enam makhluk bertubuh manusia, namun mempunyai wajah aneh dengan tanduk di beberapa bagian tubuhnya. Saat ini dia tidak memegang pedang, tetapi dirinya masih bisa bertarung.
!!
Keenam pelayan Lui Me Tian ikut terkejut. Mereka mencium aroma kuat manusia pada tubuh gadis yang mereka lihat ini, dan butuh waktu sedikit lebih lama untuk menyadari bahwa pemuda di samping gadis itu juga mempunyai aroma manusia.
"Tunggu. Anda.. Tuan Muda Xiao?!"
"Tuan Muda Xiao?!"
Para pelayan Lui Me Tian akhirnya bisa bernapas lega sebab yang datang rupanya bukanlah musuh, melainkan Xiao Shuxiang. Mereka segera menghampiri pemuda itu dan menyambutnya dengan gembira.
"Tuan Muda Xiao, Anda sudah lama tidak datang.. Syukurlah Anda terlihat sehat dan baik-baik saja."
"Yaah, aku juga lebih tampan dari terakhir kali kemari, kan?" Xiao Shuxiang tersenyum ramah, dia mendapat tatapan aneh dari Kucing Putihnya.
"Maaf untuk pintunya, tetapi di mana kalian semua tadi? Aku mengetuk pintu dan memanggil-manggil seperti orang aneh, tapi tidak ada yang menyahut. Di mana bibi?"
"Tuan Muda Xiao, saat ini Ketua sedang berperang dengan Ketua Lembah Terlarang. Sudah tiga hari berlalu dan kami belum mendengar kabar apa pun tentangnya, sekarang ini kami sangat cemas dan gelisah.."
Ling Qing Zhu tidak tahu apa yang sedang terjadi di tempat ini, tetapi sepertinya cukup mengkhawatirkan. Hanya, Wali Pelindungnya terlihat biasa-biasa saja.
Xiao Shuxiang mengusap kepala salah satu pelayan yang mempunyai sepasang tanduk di kepalanya. "Ketuamu pasti sedang bersenang-senang saat ini, dia akan segera kembali saat tahu aku ada di sini. Kembalilah bekerja,"
Pelayan tersebut memberi hormat dengan begitu patuh, dia mengatakan akan menyiapkan kamar untuk nona cantik yang sedang bersama Xiao Shuxiang, namun Koki Alkemis itu menolak dengan berkata kamar miliknya saja sudah cukup untuk dihuni dua orang.
?!
"Tuan Muda Xiao, tapi Nona ini.. Dia seorang gadis, sementara Anda.."
"Tidak masalah. Tempat ini asing untuknya, aku tidak ingin Kucing Putihku jauh dariku." Xiao Shuxiang mengarahkan pandangannya pada gadis di sampingnya, ".. Kau tidak keberatan, kan? Walau tempat ini aman, namun lebih baik kau tetap didekatku."
"Mn. Asal kau bisa menjaga sikapmu."
Xiao Shuxiang tersenyum, dia mulai mengajak Ling Qing Zhu menuju kamar lamanya di istana ini, sekaligus menceritakan tentang pribadi bibi angkatnya, Lui Me Tian.
Para pelayan yang sebelumnya terlihat berusaha memperbaiki pintu gerbang yang dirusak Xiao Shuxiang. Jika ketua mereka sampai tahu hal ini, bukan tidak mungkin mereka semua akan dihukum berat.
Gunung Kaisar Merah memang sudah seperti rumah bagi Xiao Shuxiang. Di tempat inilah dia mempunyai kamar sendiri yang sekaligus pernah menjadi peristirahatan bagi kepala ayah dan ibunya di kehidupan yang dahulu.
Banyak kenangan di tempat ini, namun Xiao Shuxiang tidak menceritakan bagian mengerikannya pada Ling Qing Zhu. Dia hanya mengatakan bahwa istana Lui Me Tian sangat luas, tetapi rasanya terkadang amat sepi.
Ling Qing Zhu tidak keberatan mendengarkan cerita dari Wali Pelindungnya. Dia juga tanpa ragu melangkah masuk ke kamar Koki Alkemis ini yang dia akui cukup luas dan menarik.
Dia memperhatikan sekeliling ruangan ini, namun tidak mau menyentuh apa pun. Dirinya baru duduk setelah dipersilahkan oleh Wali Pelindungnya.
"Kau mau mandi? Aku akan menyiapkan semuanya untukmu,"
?!
"Tunggu-"
Xiao Shuxiang sudah pergi lebih dulu, Ling Qing Zhu jadi tidak bisa melarang pemuda itu. Dirinya ingin pulang, tetapi mendengar cerita Wali Pelindungnya--dia sepertinya harus menunggu wanita bernama Lui Me Tian itu.
***