
Sepanjang malam, Xiao Shuxiang terus merintih, terkadang dia mengerang saat luka di bagian belakang bahu kanannya menyentuh tempat tidur.
Bocah Pengemis Gila, Xiao Qing Yan, Hu Li, Ling Ya Bing, Lan Xiao, dan O Zhan tetap menemaninya sepanjang malam. Raut wajah mereka memperlihatkan kecemasan yang amat dalam.
Di sisi lain, Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu terus mencari cara untuk menyelamatkan Xiao Shuxiang. Keduanya juga dibantu oleh Ling Chu Zhen dan Ling Lang Tian.
Sulit sebenarnya bagi Ling Lang Tian untuk fokus membantu Wali Pelindung adiknya, ini karena dia juga mempunyai kewajiban memperbaiki sektenya yang kacau akibat diserang anggota Scarlet Darah.
Tepat di pagi hari, kabar mengenai Xiao Shuxiang yang terluka parah mulai menyebar ke seluruh Sekte Pagoda Langit.
Yang Shu, Yang Fu, Xiao WeiWei, Yang Hao, Hai Feng, dan Zhi Shu datang dengan menggunakan Cermin Pemindah.
Mereka terkejut melihat kondisi Sekte Pagoda Langit dan terkejut dengan kabar mengenai kondisi Xiao Shuxiang yang begitu sangat mengkhawatirkan. Segera mereka diantar oleh seorang murid ke salah satu kamar, tempat di mana Xiao Shuxiang berada.
...
"Xiao'Er.." Yang Shu memegang tangan cucunya, raut wajahnya begitu cemas. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana sakit yang dialami oleh cucu kesayangannya ini.
Xiao Shuxiang sendiri tidak bisa mengatakan baik-baik saja pada Yang Shu dan juga ibu cantiknya.
Jujur saja, dia ingin menebas sebelah tubuhnya bila memang dengan itu dirinya mampu mengeluarkan Paku Penembus Tulang sekarang juga. Namun yang dia ketahui, pusaka ini tidak bisa dikeluarkan dengan cara demikian.
!
Xiao Shuxiang kembali mengerang, keringat mengucur pada leher dan dahinya, dia memegang kuat tangan Yang Shu seolah berharap dengan ini sakitnya akan sedikit berkurang.
"Sialan..! Aku.. Benar-benar tidak kuat.."
Xiao Shuxiang memuntahkan darah segar. Dia membuat Kakek, ibu, dan teman-temannya terkejut.
Tidak ada di antara mereka yang tak khawatir melihat kondisi Xiao Shuxiang. Apalagi Hu Li sebelumnya telah menceritakan bahwa keadaan Tuan Muda Xiao-nya adalah karena ulah dari Scarlet Darah.
Yang Hao, "Ayah, kita harus melakukan sesuatu. Jika Xiao'Er terus seperti ini, maka dia bisa saja.."
Yang Hao tidak ingin mengatakan apa yang ada dalam pikirannya, itu bisa saja menjadi kenyataan paling buruk yang pernah ada.
Zhi Shu dan Hai Feng baru akan bicara, namun suara pintu digeser membuat keduanya serentak menoleh. Yang datang rupanya adalah Ling Qin Qi.
Gadis berambut putih, sekaligus merupakan sepupu dari Ling Qing Zhu itu kemari untuk menyampaikan pesan dari para Patriarch Sekte Pagoda Langit.
Walau kondisi sekte mereka masih dalam perbaikan, namun keadaan yang terjadi pada Xiao Shuxiang tidak dipandang sebelah mata. Mereka juga berusaha agar Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu bisa pulih kembali.
".. Tetuaku mengatakan, hanya dengan Pemurnian Kolam Darah yang dapat membuat kondisi Tuan Muda Xiao jadi lebih baik, walaupun pusaka itu masih menancap di tubuhnya."
!!
Yang Shu terkejut, Pemurnian Kolam Darah merupakan sesuatu yang tidak asing di telinganya. "Jangan bercanda, Nak. Pemurnian Kolam Darah adalah Teknik Terlarang. Perlu korban hidup untuk melaksanakannya."
!?
Xiao WeiWei, "Ayah.."
"Wei'Er.. Ayah tahu apa yang kau pikirkan. Pemurnian Kolam Darah merupakan Teknik Terlarang dari Benua Utara. Hasilnya memang ampuh menghilangkan rasa sakit, tetapi orang yang melakukan teknik ini harus mengorbankan darahnya sendiri,"
Yang Shu tidak bisa menjelaskannya lebih banyak, kondisi cucu kesayangannya jauh lebih penting.
Ling Qin Qi memahami benar maksud dari Yang Shu. Dia ikut menjelaskan bahwa memang cara kerja dari Teknik Pemurnian Kolam Darah seperti itu, yakni harus ada korban hidup untuk diambil darahnya.
"... Namun Anda jangan khawatir, sebab teknik ini sama sekali tidak membahayakan bagi Tuan Muda Xiao,"
"Memang tidak untuk Cucu Kesayanganku, tetapi teknik ini membahayakan nyawa orang yang darahnya harus digunakan. Aku.."
Yang Shu akan sangat menyesali dirinya sendiri bila ada yang dikorbankan demi keselamatan cucunya. Namun, Ling Qin Qi mengatakan bahwa penggunakan teknik ini tidak akan dilakukan secara sembarangan.
".. Untuk lebih jelasnya, Tetua dapat menanyakannya pada Tuan Muda Ling atau Tuan Ling Chu Zhen. Kita harus segera membawa Tuan Muda Xiao sekarang juga, saya khawatir bila terlalu lama menghabiskan waktu di sini.. dampaknya akan semakin buruk,"
Bocah Pengemis Gila, "Dia benar! Aku pun akan ikut membantu kalian. Dia terluka seperti ini juga karena menyelamatkanku,"
Xiao Shuxiang tidak tahu ucapan Bocah Pengemis Gila termasuk pujian atau rasa kasihan, tetapi yang jelas adalah dirinya ingin menebas leher orang-orang di sekelilingnya sekarang juga.
Dia sedang kesakitan dan hampir menemui kematian, namun teman-temannya malah sibuk membahas cara pemulihan tubuhnya.
Mereka memang peduli padanya, sangat peduli malahan. Tetapi karena terlalu peduli, mereka lupa bahwa saat ini Xiao Shuxiang sedang sangat kesakitan.
Yang Hao mulai mengangkat putranya dengan hati-hati, dia dibantu oleh Bocah Pengemis Gila dan Zhi Shu.
Hu Li, sebagai salah satu warga Benua Utara--dia juga tahu mengenai Teknik Pemurnian Kolam Darah. Namun, dirinya jauh lebih memahami bahwa Tuan Muda Xiao-nya butuh pertolongan dibandingkan dengan penjelasan mengenai Teknik Terlarang itu.
Hu Li meminta agar Hai Feng dan Lan Xiao ikut bersama Yang Hao, sementara dirinya akan pergi menemui Jing Mi, Hou Yong, dan teman-teman Tuan Mudanya yang lain karena yakin mereka dapat membantu.
Di waktu bersamaan, sepuluh orang yang merupakan Patriarch Sekte Pagoda Langit termasuk Ling Lang Tian berada di dalam ruangan berdinding batu putih. Di depan mereka terdapat kolam dengan airnya yang jernih.
Ling Xuan Lu, bibi dari Ling Qing Zhu juga ada di ruangan ini. Dia memang tidak menyukai Wali Pelindung keponakannya, tetapi dia juga tidak ingin pemuda itu tewas karena ulah orang lain.
Andai yang membuat Xiao Shuxiang terluka parah adalah anaknya sendiri, maka Ling Xuan Lu pasti tidak ada di tempat ini. Dia juga tidak akan mengeluarkan usulan Teknik Pemurnian Kolam Darah pada para tetua dari sektenya.
"Apa yang sebenarnya diinginkan oleh mereka.." Ling Xuan Lu membicarakan tentang Scarlet Darah, ".. Setelah membuat kekacauan di sekte ini, menculik Bing'Er, dan sekarang mereka melukai pemuda nakal itu. Sejak kedatangan Shuxiang, tempat ini benar-benar banyak berubah,"
Ling Dong Hun tahu ke arah mana pembicaraan dari wanita di depannya. Jelas sekali bahwa maksud ucapan Ling Xuan Lu adalah membandingkan kondisi Sekte Pagoda Langit sebelum Xiao Shuxiang datang hingga sekarang.
"Aku tahu maksudmu. Sekte ini sebelumnya tidak pernah diserang, dan nama 'Scarlet Darah' baru mencuat akhir-akhir ini. Seakan kelompok itu ada bersamaan dengan kehadiran Xiao Shuxiang dan teman-temannya. Tapi meski kemunculan Scarlet Darah memang berhubungan dengan Xiao Shuxiang sekali pun, kita harus tetap membantunya."
Ling Xuan Lu mengembuskan napas pelan saat mendengar ucapan dari Ling Dong Hun. Di antara para Patriarch, hanya dia yang awalnya menentang keras kehadiran Xiao Shuxiang.
Lama menunggu, Yang Hao dan Bocah Pengemis Gila akhirnya datang dengan membawa Xiao Shuxiang. Koki Alkemis itu terlihat begitu pucat dan keadaannya kacau sekali.
!!
Ling Chu Zhen dan para Patriarch terkejut melihat urat-urat hitam tipis di leher serta wajah Xiao Shuxiang. Pemuda tersebut nampak berbeda, dia seperti mayat hidup yang baru saja dibangkitkan dari kematian.
"Cepat bawa dia kemari.." Ling Chu Zhen cemas, dirinya bergegas membantu Yang Hao sambil mengatakan untuk melepas semua pakaian Xiao Shuxiang.
Para Patriarch juga mulai bersiap, mereka mengambil tempat masing-masing di bibir kolam. Mereka duduk bersila dan perlahan memejamkan mata.
Aura aneh mulai muncul di tubuh kesepuluh patriarch saat mereka mencoba fokus. Suasana berubah sunyi dan terasa sedikit tegang.
!!
Bocah Pengemis Gila terkejut saat melihat tubuh Xiao Shuxiang ketika melepaskan pakaian pemuda itu.
Urat-urat tipis kehitaman telah menjalar di punggung dan perut Xiao Shuxiang. Urat-urat itu seakan berasal dari luka yang ada pada bagian belakang bahu sebelah kanannya.
"Jika dia kultivator biasa, maka kupastikan dia tidak akan selamat. Lukanya terlalu parah, aku jadi takut ini tidak akan berhasil,"
Bukan hanya Bocah Pengemis Gila, tetapi Yang Hao juga merasa demikian.
Setelah membantu melepaskan pakaian dan melihat sendiri tubuh Xiao Shuxiang, dia tidak percaya putranya masih dapat bertahan hidup.
"Aku sedikit tahu dari ayah bahwa orang yang terkena Paku Penembus Tulang tidak akan mengenali dirinya sendiri. Orang itu akan berubah menjadi monster yang haus darah. Xiao'Er pasti telah berjuang keras untuk tetap mempertahankan kesadarannya.."
Yang Hao dengan hati-hati membantu Xiao Shuxiang masuk ke dalam kolam. Dia dapat merasakan tubuh putranya amat sangat dingin. Dirinya cemas, namun tetap bersikap layaknya ayah yang mempercayai bahwa putranya akan baik-baik saja.
Saat tubuh Xiao Shuxiang menyentuh air, corak burung Phoenix Api perlahan muncul di punggungnya. Phoenix Api itu terlihat bergerak, seakan-akan terperangkap di dalam jaring yang terbuat dari urat-urat tipis kehitaman.
Xiao Shuxiang sendiri berusaha duduk bersila di dalam kolam. Dia beberapa kali memuntahkan darah segar, keningnya bertaut menahan rasa sakit.
Zhi Shu dan Hai Feng juga ada di ruangan ini, keduanya menawarkan diri untuk membantu. Yang Shu mengizinkan muridnya karena menurutnya, bahaya dalam Teknik Pemurnian Kolam Darah akan terminimalisir saat banyak pihak yang ikut membantu.
".. Tapi ingatlah satu hal, kalian harus berkonsentrasi penuh. Jika tidak sanggup, maka jangan memaksakan diri. Kalian mengerti?"
Hai Feng dan Zhi Shu mengangguk, mereka bergegas mengambil tempat di bibir kolam dan diikuti oleh Bocah Pengemis Gila.
Sebenarnya, melakukan teknik Pemurnian Kolam Darah membutuhkan konsentrasi penuh, sedikit saja lengah--maka nyawa menjadi taruhannya.
Air jernih di sekeliling Xiao Shuxiang perlahan berubah warna menjadi sedikit kemerahan kala Ling Chu Zhen dan para patriarch mulai mengeluarkan segel tangan.
Proses dari teknik ini membutuhkan waktu yang panjang dan baru bisa berhenti saat warna merah pada air kolam berubah pekat.
Bocah Pengemis Gila ikut mengambil bagian dari Teknik Pemurnian Kolam Darah. Raut wajahnya terlihat pucat, dia bisa merasakan darah pada tubuhnya mengalir keluar dan seluruh badannya terasa lemas hingga nyaris tumbang.
"Ini.. Benar-benar teknik berbahaya.." darah segar menetes di sudut bibir Bocah Pengemis Gila, begitu pula dengan beberapa patriarch termasuk Yang Shu dan Zhi Shu.
Lan Xiao juga tidak tinggal diam, dia menggunakan energi kehidupannya untuk membantu para tetua serta teman-temannya.
Hu Li baru kembali setelah tujuh hari, dia sebelumnya pergi ke Penginapan Seribu Tahun untuk menemui Jing Mi, Nie Shang, dan yang lainnya. Namun dirinya mendapat kabar bahwa teman-temannya tersebut pergi ke Asosiasi Teratai Emas yang ada di Kekaisaran Langit Selatan.
Dia lalu melesat dengan kecepatan tinggi hingga membuatnya harus kehilangan banyak Qi. Hu Li butuh waktu empat hari tanpa istirahat untuk bisa sampai ke tempat tujuan dan beruntung karena dirinya bertemu Nie Shang serta teman-temannya yang lain di perjalanan.
Mendengar bahwa Xiao Shuxiang mengalami luka parah dan butuh bantuan, membuat Jing Mi, Nie Shang, dan Hou Yong terkejut. Mereka bergegas pulang dengan Nie Shang dibawa terbang oleh Jing Mi.
Siu Yixin dan Mo Huai yang lebih dahulu bertemu Hu Li serta lebih awal mengetahui tentang kondisi Xiao Shuxiang langsung pergi ke Sekte Pagoda Langit.
Yi Wen adalah orang terakhir yang tahu kabar bahwa Saudara Xiao-nya terluka, itu pun dia diberi tahu oleh salah seorang pelayan saat dirinya kembali ke Penginapan Seribu Tahun.
Raut wajahnya tidak memperlihatkan keterkejutan, bahkan Yi Wen terlihat biasa-biasa saja dan seakan sudah menduga kejadian ini akan terjadi.
"Nona Wen, penginapan sedang tidak dalam pengawasan. Tuan Siu Yixin dan Tuan Mo Huai sedang pergi ke Sekte Pagoda Langit, apa Anda juga akan ke sana?"
Yi Wen memain-mainkan rambut pendeknya sambil menatap pelayan wanita di depannya. Dia lalu mengatakan akan menyusul teman-temannya dan menyerahkan urusan pengawasan penginapan pada pelayan di depannya ini.
".. Aku percayakan padamu Bibi, kalau begitu aku pergi dulu.."
"Berhati-hatilah Nona Wen,"
Yi Wen tersenyum ke arah pelayan wanita di depannya, dia lalu membalikkan tubuhnya dan seketika senyumannya memudar. Dirinya seperti memikirkan sesuatu.
"Qian Kun bergerak lebih cepat dari yang kuduga, tidak kusangka dia tipekal orang yang kurang penyabar. Kasihan Saudara Xiao, dia pasti sangat menderita sekarang.."
Suara Yi Wen yang terdengar sedih sama sekali tidak sesuai dengan bibirnya yang tertarik membentuk senyuman aneh.
Kilat pada matanya seakan membuktikan bahwa dia sudah tidak sabar untuk melihat semenderita apa Xiao Shuxiang saat ini.
"Dalam keadaan sehat saja, Saudaraku begitu mempesona, apalagi bila dia diambang kematian. Aku sungguh tidak sabar melihatnya," senyuman Yi Wen melebar, dia melangkahkan kakinya pergi sambil sesekali bersenandung.
***
-
-
-
Catatan Penulis :
Gomenkudasai bila Chapter baru hanya ada satu, Penulis masih berada di daerah pedalaman. Arigatou Gozaimasu atas doanya ( ^▽^) semoga Minna Sama tetap sehat selalu..! (。’▽’。)づ