XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
367 - Pagoda Tingkat Sembilan


Pagoda Tingkat Sembilan berada di wilayah murid luar Sekte Pagoda Langit. Tempat ini merupakan arena latihan para murid, namun dengan kekuatan gabungan para Patriarch serta GrandElder sendiri--maka Pagoda ini berubah menjadi tempat Ujian Kematian.


Xiao Shuxiang tetap berpakaian hitam, tapi kali ini dia memakai jubah Sekte Kupu-Kupu miliknya. Dirinya terlihat berdiri di depan pintu masuk pagoda bersama dengan teman-temannya serta para anggota inti keluarga Ling.


"Saudara Jing.. Apa kau merasakannya juga?" Hou Yong bertanya tanpa menoleh ke arah Jing Mi yang berdiri di sampingnya.


"Aku merasakannya.. Aura mencekam yang keluar dari bangunan besar ini membuatku tertekan,"


Yi Wen mengangguk mendengar ucapan Jing Mi, dia jadi penasaran dengan tampilan dalam pagoda tersebut. Mungkin saja ada monster buas yang begitu mengerikan, dia ingin melihatnya.


"Tuan Muda Xiao? Apa Anda yakin akan masuk ke dalam sana? Tempat itu terlihat sangat berbahaya.." Hu Li nampak cemas, dia mengkhawatirkan Tuan Muda Xiao-nya ini.


"Hu Li, kapan aku pernah merasa gentar menghadapi bahaya? Walau sekarang kita tidak hidup di lingkungan Aliran Hitam, tapi kau jangan pernah lupa bahwa aku adalah Xiao Shuxiang,"


Hu Li mengembuskan napas pelan, dia tidak seharusnya merasa khawatir yang berlebihan.


Dahulu, bahaya memang merupakan makanan sehari-hari Tuan Mudanya. Yang harus lebih dikhawatirkan adalah kelima pemuda ini. Mereka juga akan memasuki pagoda kematian dan bersaing dengan Tuan Muda Xiao-nya.


Bocah Pengemis Gila, Xiao Qing Yan, dan Lan Guan Zhi terlihat fokus memandangi pintu masuk pagoda di depan mereka. Ketiganya juga mendengarkan arahan dari Ling Chu Zhen.


Sebelumnya, saat Xiao Shuxiang mengikuti dua orang pelayan--Dirinya dibawa ke dalam pertemuan keluarga Ling. Keadaan di tempat itu bagai suasana di pemakaman, yakni tenang namun menegangkan.


Di sanalah Xiao Shuxiang dapat dengan jelas dilihat oleh Nenek dan Ibu Ling Qing Zhu. Sayangnya wajah kedua wanita itu masih saja tenang dan tatapan matanya begitu sulit diartikan.


Bukan hanya mereka, tetapi para Patriarch dan anggota keluarga Ling lainnya juga memiliki ekspresi wajah yang sama, bahkan sampai sekarang itu tidak berubah.


".. Baik dulu maupun sekarang, sangat jarang melihat orang bermarga Ling yang dapat bersikap penuh ekspresif. Mereka lebih buruk daripada klan Lan." Xiao Shuxiang meniup rambut poni depannya, entah kenapa rasa-rasanya dia begitu kesal.


Selain dirnya, ada lima orang murid Sekte Pagoda Langit yang akan mengikuti ujian ini. Salah satu di antaranya adalah Ling Jian Tou, pemuda berusia sekitar 22 Tahun yang merupakan putra dari Ling Xuan Lu.


Wajahnya tampan dan memiliki mata berwarna hijau muda. Dia begitu berwibawa dan merupakan pemuda yang dianggap pantas menjadi pendamping Ling Qing Zhu.


Sementara itu, murid lain yang juga mengikuti ujian ini adalah Gong Zitao. Karena hubungan baik antara keluarganya dengan keluarga Ling, maka dirinya diizinkan memasuki Pagoda Kematian.


Ada lima pemuda yang menjadi saingan Xiao Shuxiang, tetapi hanya satu yang ekspresi wajahnya mudah dia tebak. Yakni raut wajah Gong Zitao yang seakan begitu menaruh dendam padanya dan sangat haus akan kemenangan.


"Hmph.. Anak-anak muda.." Xiao Shuxiang mendengus pelan dan lalu menggelengkan kepalanya. Dia lalu melirik sedikit ke arah Ling Qing Zhu.


Gadis berambut putih dan bercadar tipis itu terlihat berdiri tenang. Namun bila diperhatikan dengan baik, kedua tangannya mencengkeram kuat pakaiannya. Menyadari hal itu membuat Xiao Shuxiang merasakan sedikit sakit di hatinya.


".. Jika kalian sudah mengerti peraturannya, maka silahkan mulai memasuki pintu itu,"


!!


Xiao Shuxiang tersentak, dia tidak mendengarkan dengan baik penjelasan dari Ling Chu Zhen. Untung saja, Ling Lang Tian yang berdiri di sampingnya sedang bermurah hati karena menjelaskan aturan yang sempat tidak didengarnya.


"Kau hanya perlu masuk ke dalam sana, mengikuti ujian sampai ke tingkat teratas pagoda. Kau hanya boleh keluar saat kau berhasil sampai ke atas atau mati."


"Apa kau akan memberiku segel lagi?"


"Tidak. Tapi kau tidak diizinkan memakai pedang pusakamu itu.."


Pedang yang dimaksud Ling Lang Tian tidak lain adalah Yīng xióng. Pusaka tersebut terlalu berbahaya, hanya satu goresan saja sudah mampu membuat seseorang menjadi gumpalan daging.


".. Walau ujian ini dapat membunuhmu, tapi berjanjilah untuk tidak pernah memakai Yīng xióng.." Ling Lang Tian berujar pelan, ini membuat Xiao Shuxiang mengerutkan kening dan terus menatapnya.


".. Yīng xióng membahayakan. Bila kemampuan pedangmu tersebar luas, banyak yang akan mengincarnya. Pedangmu bisa menjadi penyebab munculnya keserakahan di antara pendekar,"


!


Xiao Shuxiang memperhatikan tangan Ling Lang Tian yang memegang lengan kanannya. Dia sangat tahu maksud pemuda ini, dirinya mengerti dengan jelas.


"Baiklah, aku tidak akan memakainya. Tapi kau harus tahu, ini bukanlah janjiku.." Xiao Shuxiang bicara begitu serius meski suaranya setengah berbisik, ".. Biar bagaimana pun, Yīng xióng adalah pusaka yang kubuat sendiri. Dia bukan pedang yang hanya dijadikan pajangan, tapi ucapanmu juga ada benarnya. Aku tidak ingin menjanjikan apa pun, tetapi aku akan lebih berhati-hati bila ingin memakainya,"


Xiao Shuxiang mulai berjalan menyusul kelima murid Sekte Pagoda Langit yang sudah lama memasuki gerbang pagoda. Saat berjalan, dirinya mengeluarkan Seruling Giok Putihnya, pusakanya ini akan dia gunakan sebagai senjata.


"Saudara Xiao, kau harus berhati-hati..!"


"Saudaraku, berhati-hatilah..!"


Xiao Shuxiang melambaikan pelan tangannya tanpa menoleh ke belakang. Hou Yong dan Jing Mi memang tidak pernah berubah, kedua orang itu selalu bersemangat seperti ini.


"Sebaiknya kau jangan sampai mati..!"


Mendengar seruan Bocah Pengemis Gila membuat Xiao Shuxiang tersenyum sambil mendengus. Pria mesum itu rupanya juga ikut mengkhawatirkan dirinya.


Tap


Xiao Shuxiang tiba-tiba berhenti saat berada tepat di bibir pintu pagoda yang mempunyai tinggi sekitar 2 meter. Dia lalu berbalik dan berjalan menghampiri Lan Guan Zhi.


?!


Yi Wen, Ling Chu Zhen, dan yang lainnya tersentak serta merasa kebingungan dengan tindakan Xiao Shuxiang ini. Mereka terkejut saat pemuda berambut panjang itu menyentuh pundak Lan Guan Zhi dan lalu mendekatkan bibirnya, nyaris menyentuh telinga Tuan Muda Lan tersebut.


!!


Lan Guan Zhi sebenarnya juga terkejut, namun wajahnya masih begitu tenang, kakinya pun tidak bergerak mundur seinci pun.


"Lan'Er, kau dengarkan aku.." suara Xiao Shuxiang pelan, lembut, sedikit rendah, namun mengandung ketegasan.


"Apa yang kau inginkan?"


".. Tidak tahu berapa lama aku di dalam sana, kau jangan pernah lengah. Dan maaf karena harus merepotkanmu lagi, tolong cari informasi tentang Scarlet Bayangan di tempat ini,"


"Mn.. Baiklah,"


"Ada apa?" Xiao Shuxiang bertanya, dia merasa seperti Lan Guan Zhi ingin mengatakan sesuatu padanya.


"Jaga dirimu. Dan habisi mereka,"


Xiao Shuxiang tersenyum saat melihat teman baiknya mengulurkan kepalan tangan padanya. Dia tanpa ragu menerima kepalan tangan tersebut sambil memuji ketampanan Lan Guan Zhi. Teman baiknya itu malah membalas pujiannya.


Yi Wen yang melihat ini merasa malu sendiri. Di sisi lain, Bocah Pengemis Gila nampak menggelengkan kepalanya. Diperhatikan bagaimana pun, tindakan kecil yang dilakukan kedua pemuda tersebut dapat menimbulkan kesalah-pahaman.


Untuk Ling Qing Zhu, dia hanya melihat hubungan pertemanan antara Lan Guan Zhi dengan Xiao Shuxiang. Tidak pernah, bahkan sekali pun dalam pikirannya menganggap kedua pemuda itu mempunyai hubungan terlarang. Hal yang sama juga dirasakan Oleh Xiao Qing Yan.


Nyawn!


Pii..!


Lan Xiao dan O Zhan berseru, keduanya hanya berharap Xiao Shuxiang dapat keluar dari pagoda tersebut dengan hidup-hidup.


Ling Chu Zhen dan Ling Dong Hun menatap Xiao Shuxiang dalam diam. Keduanya mengangguk pelan kala pemuda itu menoleh ke arah mereka.


Anggukan dari kedua tua bangka tersebut mengisyaratkan bahwa mereka juga mengharapkan keselamatan Xiao Shuxiang, berbeda dengan anggota dari keluarga Ling lainnya yang seperti tidak peduli.


Banyak murid Sekte Pagoda Langit yang sebenarnya hadir dan menyaksikan hal ini. Sebagian besar di antara mereka mendukung Ling Jian Tou, dan lainnya memiliki pilihannya masing-masing.


"Aku masih mengkhawatirkan ini. Tian'Er, kau masuk ke sana dan ikuti juga ujian itu. Pastikan bahwa kau yang lebih dulu menyelesaikan ujiannya daripada yang lain,"


!!


Ling Qing Zhu terkejut saat mendengar ucapan neneknya. Dan tidak hanya dirinya, bahkan ayahnya sendiri juga sama. Menyuruh Ling Lang Tian memasuki pagoda tersebut sama saja dengan menyuruhnya untuk ikut memperebutkan gelar Wali Pelindung.


"Apa yang Ibu katakan ini? Tian'Er sudah menikah dan dia juga memiliki seorang putri. Bagaimana mungkin dia-"


"Tentu saja mungkin. Aku percaya pada kemampuan Cucuku. Jauh lebih baik bila Tian'Er menjadi Wali Pelindung adiknya sendiri,"


!!


Nenek Tua itu sepertinya sudah tidak waras. Menyetujui Ling Lang Tian sebagai 'Wali Pelindung' Ling Qing Zhu sama dengan setuju pemuda tersebut menikahi adik kandungnya sendiri. Bagi orang lain, pernikahan seperti ini adalah sesuatu yang dilarang.


Bocah Pengemis Gila sampai tak sadar membuka mulut lebar, dia mendengar semuanya dengan jelas. Dirinya lalu menggeleng sambil memeluk erat tongkat bambunya.


"Nenek Tua! Apa kau tidak waras? Tidak ada kebahagiaan dalam pernikahan sedarah, dan bila mereka memiliki anak--itu akan terlahir cacat. Kau bahkan lebih gila daripada aku,"


"Aku tidak butuh pendapatmu. Dan kau ini siapa? Aku tidak mengenalmu,"


!!


Bocah Pengemis Gila terkejut, dia kembali menggeleng karena mendengar ucapan bernada dingin milik Nenek Ling Qing Zhu. Memang di antara keluarga Ling, dirinya hanya akrab dengan Ling Chu Zhen. Tetapi apa pantas tua bangka tersebut berbicara seperti itu padanya?


"Haiih.. Untung saja aku orang yang penyabar. Kalau tidak, wanita tua ini sudah kugantung di atas pohon," Bocah Pengemis Gila memanyunkan bibirnya sambil berjalan ke dekat Lan Guan Zhi.


Ling Lang Tian sendiri dengan sopan menolak memasuki pagoda. Dia sudah memiliki Ling Ya Bing, dan apa yang akan dikatakan istrinya nanti bila tahu bahwa dirinya menjadi Wali Pelindung adik kandungnya sendiri. Ini tentu tidak boleh terjadi.


"Istrimu? Kau sedang membicarakan wanita itu? Setelah melahirkan Bing'Er, dia pergi dan tak pernah kembali. Dirinya bahkan tidak pernah datang melihat putrinya, apalagi menanyakan keadaanmu. Lalu kau masih menyebutnya 'Istri'?"


"Nenek, tolong untuk tidak membicarakan hal semacam itu di tempat ini.." Ling Lang Tian memberi hormat, wajah dan tatapan matanya masih begitu tenang. Dia merupakan pemuda dengan pengendalian diri yang baik.


Jing Mi dan Hou Yong mendekat ke arah Yi Wen, mereka sudah merasa tegang karena aura yang dikeluarkan Pagoda Kematian tersebut, dan sekarang suasananya semakin diperparah dengan kejadian ini.


Jing Mi, "Aku rasa.. Ada masalah rumit yang tidak kita ketahui di keluarga Ling. Bagaimana menurut kalian..?"


Yi Wen, "Sssst, diamlah Saudara Jing. Kita tidak ada urusan dengan masalah keluarga mereka. Tapi.. Kalau ingin jujur, aku tidak suka dengan wanita berambut hitam itu."


"Aku juga.." Hou Yong sependapat. Dia jadi kasihan dengan Ling Lang Tian dan Ling Qing Zhu. Kedua orang itu hidup di lingkungan yang tidak normal. Bahkan menurutnya, kehidupan di Sekte Pedang Langit jauh lebih baik.


Ling Dong Hun, salah satu paman dari Ling Lang Tian sejak tadi memang hanya diam. Dirinya sudah sangat mengenal Nenek dari keponakannya tersebut, penting bagi mereka untuk tidak mendebat nenek tua itu bila tidak ingin masalah ini semakin panjang.


Hal tersebut juga dipikirkan oleh Grand Elder serta para anggota keluarga Ling yang lain. Ling Lang Tian sendiri juga memilih tidak mendebat apa pun, saat ini yang lebih penting baginya adalah ujian dari Pagoda di depannya bisa berjalan lancar.


Jika membahas soal ujian tersebut, saat ini Xiao Shuxiang dan kelima murid Sekte Pagoda Langit nampak bertarung di ruangan yang terpisah.


Mereka melawan monster yang memiliki jenis dan tingkat kekuatan berbeda-beda. Sebelumnya, saat memasuki pintu pagoda ini--kelima murid sekte langsung berada di sebuah tempat yang mempunyai lingkungan aneh.


Pintu pagoda Tingkat Sembilan tersebut seakan mempunyai kemiripan dengan Cermin Pemindah milik Xiao Shuxiang. Hanya saja, tempat yang dituju telah disesuaikan oleh pagoda itu sendiri.


Yang sedang terjadi pada Koki Alkemis tersebut sama seperti kelima saingannya yang lain, yaitu sedang bertarung.


Awalnya, saat melangkahkan kaki memasuki pintu pagoda--seketika itu juga Xiao Shuxiang mendapat serangan mengejutkan dari bawah kakinya.


Dia refleks melompat mundur, namun yang terjadi justru pintu pagoda tertutup dan menghilang dengan cepat. Keadaan di sekitarnya pun mulai berubah.


Monster yang harus dilawan Xiao Shuxiang memiliki ukuran tubuh yang besar dengan wajah mirip manusia berkepala plontos.


Monster itu mempunyai gerakan lambat karena tubuhnya yang penuh lipatan-lipatan lemak. Dia mempunyai sepuluh tangan besar yang dapat memanjang sesuai keinginannya.


Xiao Shuxiang begitu lincah menghindari terjangan tangan monster besar tersebut. Sesekali dirinya juga harus mengelak dengan serangan duri beracun yang dapat dilontarkan monster itu dari punggungnya.


"Kau punya aroma yang enak. Aku tidak sabar ingin memakanmu. Jadilah anak baik dan ayo kemari..!"


Monster itu rupanya dapat bicara, dia juga mempunyai suara yang menyeramkan dan sampai sekarang terus mendesak Xiao Shuxiang berada di posisi bertahan.


"Sebelum kau memakanmu--Akulah yang akan lebih dulu membuat kau menjadi cincangan daging." suara Xiao Shuxiang ketus, tatapan mata dan wajahnya nampak dingin.


Dalam sekejap mata, dirinya melesat dan muncul tepat di depan monster besar itu dengan seruling yang terayun kuat. Benturan antara senjatanya dengan salah satu bagian tubuh monster tersebut menghasilkan percikan api dan angin kejut yang cukup besar.


***