
"Hei, kau..! Apa kau bisa melepas segelku dulu? Tubuhku sakit jika terus duduk dengan keadaan seperti ini," Xiao Shuxiang menatap Lan Guan Zhi yang sedang menulis tidak jauh di depannya.
Lan Guan Zhi hanya menatap sekilas ke arah Xiao Shuxiang, dia kemudian melanjutkan pekerjaannya tanpa mengatakan apa pun kepada anak tersebut.
Xiao Shuxiang menatap tak percaya, apa murid Sekte Pedang Langit diajarkan untuk tidak peduli pada orang lain? Atau, apakah tidak ada aturan tertulis mengenai membantu orang lain yang kesusahan adalah kebaikan?
"Untuk apa lima ribu aturan, jika hal dasar seperti menolong orang saja tidak mereka terapkan.." Xiao Shuxiang kembali menulis, dia tidak yakin bisa menyalin seribu aturan dalam satu hari. Apalagi harus sambil menahan sakit pada tubuhnya.
Keadaan tenang dan aroma kayu cendana membuat siapa pun yang tinggal akan merasakan ketenangan. Kalau bukan karena menahan sakit di tubuhnya, mungkin Xiao Shuxiang sudah lama tertidur.
Suara yang kadang terdengar di ruangan ini adalah suara kertas yang di balik, helaan napas Xiao Shuxiang dan decakan kesalnya.
Beberapa kali Xiao Shuxiang membujuk Lan Guan Zhi untuk mau melepas segelnya, hanya saja anak itu tidak bicara sepatah kata pun.
Di lantai pertama dalam Pagoda Tingkat Sembilan sendiri, terlihat murid-murid Sekte Pedang Langit begitu sibuk. Mereka sedang mempersiapkan akan kedatangan perwakilan-perwakilan murid dari sekte yang ada di Tiga Aliran.
Pelatihan Etika, merupakan kegiatan yang diadakan oleh Sekte Pedang Langit selama 30 tahun sekali. Di tempat ini, semua sekte kecil, menengah, maupun besar yang ada di Tiga Aliran dapat mengirim perwakilannya untuk ikut dalam Pelatihan Etika.
Bagi Aliran Hitam, pelatihan etika sama sekali tidak mereka butuhkan. Tetapi, hanya kesempatan ini sajalah yang bisa membuat mereka masuk ke Sekte Pedang Langit secara baik-baik.
Sekte Pedang Langit terkenal dengan lima patriarch-nya, bisa membangun hubungan dengan salah satu patriarch adalah sebuah keuntungan yang besar.
Belum lagi keempat bukit yang memiliki keistimewaannya masing-masing, salah satunya adalah Bukit Pengetahuan dengan berbagai jurus terhebat di dalamnya.
Hanya murid terdaftar di Sekte Pedang Langit yang bisa pergi ke bukit ini. Mereka diizinkan mempelajari jurus apapun yang ada. Bagi kultivator aliran hitam dan putih, kitab meracik obat adalah target mereka.
Di Benua Timur, belum ada satu pun sekte yang memiliki koleksi buku-buku resep obat selengkap dan sebanyak Sekte Pedang Langit. Dan resep obat ini sangat dibutuhkan untuk kultivator Aliran Hitam agar bisa mengembangkan racun buatan mereka.
Lan Guan Zhi baru melepaskan segel Xiao Shuxiang saat anak di depannya sudah menyalin dua ratus aturan.
Xiao Shuxiang sama sekali tidak mengetahui cara Lan Guan Zhi melepaskan segelnya, dia tersentak saat tiba-tiba bisa merasakan Qi lagi.
Segera Xiao Shuxiang mulai secara perlahan menyembuhkan luka-lukanya. Sepanjang hari, dia terus ada di Pagoda Tingkat Sembilan bersama Lan Guan Zhi.
Beberapa kali Xiao Shuxiang berjalan-jalan di sekitar ruangan hanya untuk beristirahat sebentar sebelum mulai menyalin aturan kembali.
Sore hari, akhirnya Xiao Shuxiang diizinkan untuk kembali ke Balai Murid. Hukumannya belum sepenuhnya selesai, dia masih harus menyalin 700 aturan lagi.
"Aku tidak percaya benar-benar menyalin aturan menyebalkan itu.." Xiao Shuxiang menggeleng sambil melangkah menuruni tangga. Dia bisa melihat banyak murid Sekte Pedang Langit yang begitu sibuk.
Yang Shu melihat cucunya, dia mulai memanggil Xiao Shuxiang dan bertanya tentang keadaannya. "Nak, bagaimana kondisimu?"
"Mm, sudah agak baikan." Xiao Shuxiang hanya menjawab seadanya. "Tapi Kakek sepertinya sedang sibuk,"
Xiao Shuxiang memperhatikan banyaknya kertas dokumen di meja kakek tua itu.
Yang Shu, "Tidak lama lagi Sekte Pedang Langit akan kedatangan banyak murid di berbagai sekte dan kau akan segera mengtahuinya nanti."
Merasa bahwa ini bukanlah urusan Xiao Shuxiang, dia pun mulai berpamitan kepada kakeknya. Yang Shu menasehati Xiao Shuxiang agar tidak sampai membuat masalah lagi, dia tidak ingin melihat cucu kesayangannya di hukum seperti tadi.
Keesokan harinya, Xiao Shuxiang bangun lebih pagi dari Jing Mi dan Bao Yu, namun dirinya tidak mengikuti pelajaran pagi ini.
Jing Mi dan Bao Yu merasa heran sebab mereka menganggap saudaranya sudah berada di Balai Utama sejak pagi tadi. Mereka kemudian mulai mencari keberadaan Xiao Shuxiang. Hanya saja, saudara seperguruan mereka itu tidak ada di tempat mana pun.
Lama mencari, Jing Mi dan Bao Yu mendengar kabar bahwa Lan Guan Zhi sedang menyeret seorang anak yang ternyata adalah Xiao Shuxiang.
"Dia lagi..."
"Kali ini masalah apa yang sedang diperbuatnya...?"
"Ck ck ck, dia tidak ada jeranya sama sekali..."
Beberapa murid menggeleng saat melihat anak yang diseret oleh Lan Guan Zhi ternyata adalah anak yang sedang diperbincangkan karena tindakannya kemarin.
Lan Guan Zhi kali ini tidak menyeret Xiao Shuxiang ke Balai Hukuman, tetapi membawanya ke Pagoda Tingkat Sembilan. Xiao Shuxiang mengomeli Lan Guan Zhi yang membuat bokongnya sakit karena beberapa kali berbenturan dengan anakan tangga.
"Lan Guan Zhi! Apa kau tidak bisa memperlakukan aku sedikit lebih lembut, hah? Di mana hati nuranimu? Apa kau tidak punya hati?!"
"......"
Lan Guan Zhi seakan tidak mendengarkan rutukan dari Xiao Shuxiang, dia hanya terus menyeret anak ini sampai ke ruangannya kembali.
bruk
Xiao Shuxiang membentak Lan Guan Zhi yang melemparnya begitu saja. Sedikit merintih, dia mengusap-usap bokong dan punggungnya.
"Ulangi tulisanmu," Lan Guan Zhi melemparkan kertas gulungan hasil tulisan Xiao Shuxiang yang kemarin, dan segera ditangkap oleh tangan kanan anak itu.
"Ulangi...? Bukannya aku harus melanjutkannya-!!" Xiao Shuxiang membuka gulungan di tangannya, dia terkejut karena banyak sekali coretan berwarna merah pada tulisannya.
"Kau... memeriksanya?!"
Hanya dengan tatapan Lan Guan Zhi----Xiao Shuxiang mengerti bahwa anak berusia 9 tahun tersebut memeriksa hasil tulisannya. Tapi untuk apa coretan-coretan merah ini?!
"Tulisanmu... buruk sekali,"
Kening Xiao Shuxiang berkedut, apa barusan Lan Guan Zhi mengomentari tulisan tangannya?!
Dengan wajah yang memerah Xiao Shuxiang berteriak, "Tulisan tanganku adalah yang paling indah di Benua ini tahu...!"
Tentu saja, keindahan tulisan Xiao Shuxiang hanya diakui oleh dirinya sendiri. Jika orang seperti Jing Mi atau Hou Yong yang melihat tulisannya, bisa dipastikan mereka akan langsung berwajah pucat.
Xiao Shuxiang baru saja ingin merutuki Lan Guan Zhi kembali, tetapi tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, dan detik berikutnya pintu dibuka oleh Patriarch Lan.
Patriarch Lan sendiri sedang rapat di ruangan sebelah, namun dia mendengar suara teriakan dan langsung datang ke tempat ini segera. Dia cukup tersentak saat melihat adiknya bersama dengan seorang anak yang ternyata cukup dikenalnya.
Seharian itu, Xiao Shuxiang harus terus duduk mendengarkan ceramahan dari Patriarch Lan. Apalagi setelah Patriarch Lan tahu bahwa yang selama ini membuat keributan adalah cucu dari Yang Shu, dia pun merasa bahwa sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menasehati dan mendidik Xiao Shuxiang.
Selama dua hari berikutnya. Setiap jam 5 pagi, Lan Guan Zhi akan pergi ke Balai Murid untuk membawa Xiao Shuxiang ke Pagoda Tingkat Sembilan. Jika Xiao Shuxiang menolak dan seperti akan memberontak, maka dia menggunakan segel ciptaannya agar anak tersebut tidak bisa berbuat apa-apa.
Secara tidak langsung, hubungan antara Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang mulai terjalin. Meski sampai sekarang, Xiao Shuxiang tidak pernah mendengar Lan Guan Zhi berbicara lebih dari satu kalimat.
Xiao Shuxiang diajari secara langsung oleh Patriarch Lan tentang aturan sekte yang tidak boleh dilanggarnya. Namun tetap saja, Xiao Shuxiang secara tidak sengaja dan sengaja selalu melanggar aturan.
Bahkan, nama Xiao Shuxiang di Balai Hukuman sudah memiliki banyak bintang merah. Yang mana menjadi bukti dari berbagai kelakuannya karena terus melanggar aturan sekte.
Tidak hanya itu, beberapa murid Sekte Pedang Langit kini menjadikan Xiao Shuxiang sebagai musuh mereka, salah satunya adalah Sian Ru.
Semua ini karena Xiao Shuxiang tidak hanya mencari masalah dengan Lan Guan Zhi, tetapi juga dengan murid-murid Sekte Pedang Langit yang lain. Dan secara tidak sengaja, Xiao Shuxiang telah membuat musuhnya sendiri.
Jing Mi, Hou Yong dan teman-temannya yang lain tidak bisa percaya bahwa saudaranya sudah membuat banyak keributan dalam waktu yang begitu singkat.
Yang Shu hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan cucunya. Untunglah Xiao Shuxiang tidak dihukum berat, hanya hukuman ringan seperti menerima sepuluh kali pukulan atau ditugaskan untuk menyapu dan mencabuti rumput liar yang ada di Sekte Pedang Langit.
Meski ringan, namun Xiao Shuxiang harus melakukannya dengan tangan dan tenaganya sendiri. Dia tidak diizinkan menggunakan Qi atau teknik pernapasan apapun.
Xiao Shuxiang tidak suka disuruh melakukan hal seperti ini. Namun daripada harus duduk dan mendengarkan ceramahan dari guru-guru Sekte Pedang Langit, apalagi mendengar suara Lan Gaozu----dia lebih memilih untuk dihukum.
Ada dua alasan kenapa Xiao Shuxiang membuat keributan secara sadar. Pertama, tentu karena dia tidak suka belajar. Kedua, dia bisa setiap hari memasuki Pagoda Tingkat Sembilan.
Ada banyak buku di dalam Pagoda ini dan mungkin saja----salah satu buku tersebut ada yang membahas tentang Dantian Berakar.
Tidak banyak murid yang diizinkan untuk memasuki pagoda tersebut tanpa memiliki alasan yang kuat. Xiao Shuxiang yang sudah berulang kali keluar masuk Pagoda Tingkat Sembilan, sudah mulai banyak dikenal oleh murid-murid Sekte Pedang Langit.
***