XIAO SHUXIANG

XIAO SHUXIANG
125 - Mereka Berdua Anak Yang Aneh [Revisi]


Xiao Shuxiang mengusap keringat yang mengucur di keningnya, wajahnya terlihat kotor.


Setiap hari menempa, membuat hampir seluruh tubuhnya berbau serbuk besi dan arang. Duan De terus memperhatikannya dan akan memukul bokongnya jika Xiao Shuxiang berhenti menempa.


Xiao Shuxiang sebenarnya sudah lama ingin memberontak dan menebas kepala Duan De, namun dia menahan diri karena masih harus belajar dari Kakek Berjanggut Panjang ini.


Xiao Shuxiang berpikir bahwa yang dilakukannya ini tidak sia-sia. Mungkin saja dirinya bisa membuat pedang yang jauh lebih kuat dari Pedang Bintang Malamnya. Membayangkan hal itu, semangat Xiao Shuxiang kembali menggebu-gebu.


Duan De sambil meminum arak yang dibawa Xiao Shuxiang----Dia selalu memperhatikan dan menilai sifat bocah ini.


Menurutnya, Xiao Shuxiang adalah anak yang payah dan selalu diliputi oleh kegagalan. Dia membandingkan Xiao Shuxiang dengan dirinya sendiri saat masih belajar menempa pedang.


Dahulu, dia membuat sebuah belati kecil biasa dan berhasil dalam waktu sehari. Ketika dia menempa pedang, dirinya hanya butuh waktu tiga hari untuk menyelesaikannya. Sangat berbeda dengan Xiao Shuxiang.


Anak tersebut tidak memiliki bakat menempa pedang. Setiap kali ada pedang yang jadi, pedang tersebut memiliki bentuk yang aneh dan tidak layak dipakai.


Duan De hampir menyerah memberi arahan kepada Xiao Shuxiang. Dia pernah membuat pedang bersama anak laki-laki itu, tetapi saat dia memberikan proses akhir kepadanya----Pedang itu malah terlihat seperti gulungan ombak.


"Haaah.. Bahkan anak paling payah sekali pun, pasti bisa membuat pedang yang berbentuk normal. Tapi anak ini malah..."


Duan De menggeleng, dia kembali meminum arak dan terus memperhatikan Xiao Shuxiang. Walau tidak berbakat, nyatanya Duan De selalu tertarik memperhatikannya.


Xiao Shuxiang adalah anak yang lambat belajar. Dalam mencoba keahlian apa pun, dia butuh latihan ribuan kali percobaan.


Jika manusia normal, mereka pasti akan langsung menyerah dan menganggap dirinya tidak berbakat, kemudian mencari keahlian yang lain.


Namun bagi Xiao Shuxiang, sebelum dia berhasil----Dia tidak akan pernah menyerah. Walaupun dalam setiap percobaannya, dia terus saja menggerutu dan mengeluhkan banyak hal.


"Lagi-lagi gagal..!!" Xiao Shuxiang melempar besi yang sudah lama ditempanya, dia mengacak rambutnya frustasi dan mencoba menempa lagi.


Sudah lima hari sejak dia melatih seluruh murid Sekte Kupu-Kupu, Xiao Shuxiang tidak berniat pulang sebelum berhasil membuat satu buah pedang.


Tinggal bersama dengan Sang Bintang Penghancur, membuat Duan De menyadari satu hal. Xiao Shuxiang merupakan anak yang bisa akrab dengan siapa pun.


Duan De yakin, jika Xiao Shuxiang bisa mendapat didikan yang baik.. Anak ini akan mampu menyatukan seluruh kultivator di Tiga Aliran.


"Sangat sulit untuk mengubah hati yang sepekat malam. Anak ini butuh seseorang berharga yang ingin dia lindungi.."


Saat sedang meminum arak, Duan De tersentak kala menyadari ada yang datang ke tokonya. "Bocah, kau lanjutkan pekerjaanmu. Aku akan segera kembali."


Xiao Shuxiang menengok Duan De yang mulai berjalan keluar. Akhirnya.. Dia bisa istirahat.


"Gilaa..! Menempa pedang sangat berbeda dengan memasak dan membuat pil..! Xiao Shuxiang tidak pernah merasa selelah ini." Xiao Shuxiang meminum arak Anak Linglung dan mulai memikirkan kesalahan dalam setiap tempaannya.


Duan De berjalan masuk bersama dengan seseorang di sampingnya. Dia tersentak saat Xiao Shuxiang meminum araknya.


Duan De langsung menjitak kepala Xiao Shuxiang dan memarahinya habis-habisan. Dia ternyata belum tahu bahwa Arak Anak Linglung adalah buatan bocah itu.


Xiao Shuxiang juga tidak mau mengatakannya, karena bisa saja Duan De tidak mengajarinya menempa lagi dan terus memaksanya untuk membuat arak setiap hari.


Xiao Shuxiang baru menyadari Duan De bersama dengan orang lain yang ternyata adalah Lan Guan Zhi. Segera dia berlari untuk mencuci wajah dan mengganti pakaiannya dengan yang lebih baik.


Duan De tercengang melihat tindakan Xiao Shuxiang yang pergi begitu saja, sementara Lan Guan Zhi dalam hati tersentak. Dia jadi berpikir Xiao Shuxiang tidak ingin bertemu dengannya.


Baru setelah Xiao Shuxiang kembali dengan tampilan lebih rapi, keduanya mengerti apa yang terjadi pada anak ini.


Siapa juga yang mau berpenampilan kumal ketika ada tamu datang?! Apalagi tamu tersebut adalah seseorang yang sangat dikenal Xiao Shuxiang. Mau ditaruh di mana wajah tampannya jika temannya sendiri melihatnya dalam keadaan lusuh.


Xiao Shuxiang menatap langit-langit ruangan, dia ingin mengatakan bahwa yang tadi itu bukan dirinya tetapi.. Xiao Shuxiang tidak mau berbohong.


"Aiih.. Sangat memalukan.."


Dalam hati, Xiao Shuxiang merutuki Duan De yang membawa Lan Guan Zhi ke tempat ini. Harusnya Kakek Janggut Panjang itu menjamu Lan Guan Zhi di luar saja..!


Duan De berulang kali menatap Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi secara bergantian. Ada sesuatu yang aneh di antara kedua orang ini.


Xiao Shuxiang tidak pernah bersikap seperti yang dilakukannya sekarang saat tamu Duan adalah orang lain.


Selama tinggal bersama dengannya, setiap kali ada tamunya yang datang dan melihat ruangan menempa pedangnya.. Xiao Shuxiang hanya melirik sedikit dan bersikap acuh-tak acuh pada tamu Duan De tersebut.


"... Mereka ini.." Duan De mengusap-usap janggut panjangnya, entah kenapa suasana di tempat ini menjadi berbeda.. Terasa begitu canggung.


"Kalian berdua.. Bukannya saling kenal?" Duan De akhirnya angkat bicara, dan langsung dijawab anggukan oleh Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi.


"Kalau mengenal, kenapa kalian berdua tidak saling menyapa..?" Duan De memperhatikan Xiao Shuxiang yang terus menatap langit-langit ruangan. Dia meminta Xiao Shuxiang untuk menatapnya dan Lan Guan Zhi.


Xiao Shuxiang berkata bahwa dia tidak mau, namun Lan Guan Zhi menimpali ucapannya dengan berkata bahwa Xiao Shuxiang malu.


".. Dia tidak ingin dilihat dalam tampilan yang lusuh."


!!


Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar ucapan Lan Guan Zhi, segera dia protes dan mengatakan bahwa itu tidak benar.


"Itu benar."


"Tidak!"


"Benar."


Duan De merasa dia tidak berada di antara kedua orang ini. Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi seperti memiliki dunia yang tidak dapat dimasuki oleh orang lain.


"Mereka berdua anak yang aneh.." Duan menggeleng pelan.


Kedatangan Lan Guan Zhi ternyata adalah untuk memberi surat permintaan pembuatan lima puluh pedang terbang kepada Duan De.


Xiao Shuxiang baru tahu Sekte Pedang Langit memesan pedang di tempat ini. Tindakannya sangat benar untuk terus tinggal dan belajar pada Duan De.


Saat Lan Guan Zhi pamit untuk pergi, secara khusus Duan De memintanya untuk datang dan mengajari beberapa hal pada Xiao Shuxiang.


Dia merasa bahwa Lan Guan Zhi cocok untuk membantunya mengubah sifat anak nakal tersebut.


Setiap dua hari sekali, Lan Guan Zhi selalu datang ke tempat Duan De untuk mengajari Xiao Shuxiang dan membantunya menghapal aturan Sekte Pedang Langit.


Xiao Shuxiang terus saja memberontak dan berusaha melarikan diri. Dia sangat tidak suka duduk lama sambil mendengarkan ceramahan yang terus berhubungan dengan perdamaian dunia atau apalah itu.


Sayangnya Xiao Shuxiang tidak bisa lolos sebab Lan Guan Zhi menggunakan segel yang membuatnya tidak dapat merasakan Qi.


Dan entah apa yang dilakukan Duan De padanya, hingga Xiao Shuxiang tidak bisa bergerak. Duan De hanya duduk di sampingnya dengan tangan kiri yang diletakkan di lutut kanannya, namun Xiao Shuxiang merasakan lutut, kaki, dan bokongnya seperti tertempel di lantai.


"Kalian berdua keterlaluan. Aku ingin menempa pedang, tolong lepaskan aku.."


"Nak, kau harus diam atau aku akan meminta Tuan Muda Lan memberi segel Larangan Bicara padamu."


Xiao Shuxiang langsung mengatupkan mulutnya, dia sangat yakin Lan Guan Zhi pasti akan melakukan itu jika dia terus cerewet.


"Baiklah, kita lanjut lagi.."


Xiao Shuxiang menjerit di dalam hati. Seumur hidupnya dia tidak pernah diperlakukan seperti ini.


"Ada yang salah di otak mereka berdua..!"


Lan Guan Zhi tidak hanya menjelaskan, tetapi juga menyuruh Xiao Shuxiang untuk menghapal dan menerapkan aturan Sekte Pedang Langit di setiap waktu.


Xiao Shuxiang menahan napas ketika mendengarnya, Itu sangat mustahil..!! Hanya orang tidak waras yang bisa menerapkan 5000 aturan Sekte Pedang Langit. Dan kenapa harus dirinya?! Minta orang lain saja!!


Belajar menempa pedang selama dua bulan, Xiao Shuxiang akhirnya bisa membuat pedang yang memiliki bentuk normal. Walaupun pedang tersebut hanyalah senjata biasa.


Sambil menempa, Xiao Shuxiang menghapal aturan Sekte Pedang Langit karena terus didesak oleh Lan Guan Zhi dan Duan De.


Kakek Janggut Panjang mengatakan bahwa daripada Xiao Shuxiang terus menggerutu karena hasil tempaannya gagal, lebih baik gerutuan itu diganti dengan menghapal aturan Sekte Pedang Langit.


Tanpa sadar Xiao Shuxiang benar-benar melakukannya, namun dia hanya bisa menghapal sepuluh dari 5000 aturan yang ada. Itu pun, dirinya masih sering salah ucap.


Toko Duan De kini menjadi salah satu tempat tinggal Xiao Shuxiang selain Sekte Kupu-Kupu dan kediaman Zhou Yan.


Setiap seminggu sekali, Xiao Shuxiang selalu pamit untuk sekedar melihat keadaan sektenya, membawakan Patriarch Ketiga arak, menengok keadaan Patriarch Pertama, dan menemui Lan Xiao.


Dia melakukan itu sebagai penghibur dari kejenuhannya menempa pedang. Saat sampai di Sekte Kupu-Kupu, rupanya Bao Yu, Hai Feng, dan Zhi Shu telah kembali.


Wajah ketiganya terlihat buruk, Zhi Shu tak henti-hentinya menangis. Dia berusaha ditenangkan oleh Ro Wei, Yi Wen, dan Li Qian Xie.


Hai Feng menceritakan bahwa Sekte Bambu Perak sudah tidak ada lagi. Mereka diserang oleh Sekte Serigala Iblis yang ternyata dibantu oleh Scarlet Bayangan dan Sekte Tengkorak Darah.


Mendengarnya membuat Xiao Shuxiang terkejut. Markas Sekte Tengkorak Darah berada di Kekaisaran Matahari Tengah, sementara Sekte Serigala Iblis ada di Kekaisaran Matahari Terbit.


Keduanya sama-sama berasal dari Aliran Hitam, tetapi Xiao Shuxiang tidak yakin hubungan kedua sekte tersebut sangat baik sampai saling membantu seperti ini.


".. Dan untuk Scarlet Bayangan.. Aku tidak tahu siapa mereka.." Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya, dia meminta Hai Feng bercerita lagi.


Kali ini, cerita Hai Feng membuat Xiao Shuxiang tahu alasan Zhi Shu menangis. Dia mengatakan bahwa Xiao Lu diculik oleh kultivator yang berasal dari Scarlet Bayangan.


"Apa tidak ada kultivator dari sekte lain yang membantu Saudara Zong?"


"Mereka semua datang terlambat, Saudara Xiao. Aku sangat marah mendengar hal itu.."


Hai Feng mengepalkan kedua tangannya erat. Dia mengatakan bahwa sekte Aliran Putih yang datang membantu hanya terdiri dari beberapa kultivator Forging Qi tingkat 7, terlihat mereka tidak ada niatan untuk serius membantu Sekte Bambu Perak.


"Kita harus menyelamatkan Kakak Lu Yang Cantik, aku sangat takut dan khawatir dengan keadaannya.."


"Tenanglah Zhi Shu. Kita akan menyelamatkan si gadis cerewet segera..!" Xiao Shuxiang meminta agar Zhi Shu berhenti menangis, dia lalu bertanya kembali pada Hai Feng.


"Berita apa lagi yang kalian bawa?"


Kali ini yang menjawab pertanyaan Hai Feng adalah Bao Yu, dia mengatakan bahwa Zong Ming mendengar salah seorang kultivator Sekte Serigala Iblis akan menyerang Sekte Kupu-Kupu.


!!


"Apa?! Kau yakin tidak salah dengar?!"


"Aku sangat yakin, Saudara Xiao. Sepertinya mereka tau bahwa kita memiliki Lentera Poenix."


Xiao Shuxiang mendengus, biar bagaimana pun juga.. Kabar bahwa sekte mereka memiliki lentera itu pasti akan terdengar.


"Saudara Jing, kau beritahu kakek dan atur persiapan untuk menyambut tamu yang tak diundang itu..! Aku akan pergi ke tempat Kakek Janggut Panjang..!!"


Xiao Shuxiang langsung pergi setelah memberi tugas kepada Jing Mi. Dia tidak mengatakan bahwa tugas tersebut adalah rencana cadangannya.


".. Sebelum mereka yang datang ke tempat ini, kamilah yang akan menyerang mereka lebih dulu..!!"


***