
Tn. Ferdi menatap Jack dengan marah.Tatapan kebencian tersirat dimatanya. Menatap wajah yang mirip dengan temannya, Constantine. Rasa bencinya karena ayah dari pria ini telah membuat wanita yang dicantainya berpaling darinya, kekayaan ayah dari anak ini menghancurkan harapannya. Dan dia sudah tidak main main lagi akan mengambil semua kekayaan Constantine, sumber sakit hatinya selama ini.
“Kau punya nyali sekarang?” tanya Tn.Ferdi dengan nada tinggi, menatap tajam Jack.
Jack tetap memegang tangan ayah tirinya dengan kuat. Kalau dia mau, sekali putar, dia bisa mematahkan tangan pria itu.
“Jangan ganggu istriku!” ucap Jack tidak kalah tegas.
Tn.Ferdi menarikkan tangannya satu lagi akan memukul Jack, tapi Ny. Inez berteriak, sambil memegang tangan suaminya.
“Jangan! Jangan sayang! Jangan bertengkar dengan Jack! Sudah! Kau ingat pengacara pidana itu sewaktu-waktu akan datang kesini, kalau sampai ada yang terluka merea akan mengusutnya! Jangan membuat masalah!” kata Ny. Inez.
Tn. Ferdi menahan marahnya yang amat sangat, diapun menepiskan tangannya dari pegangannya Jack.
“Kau dengar orang gila! Aku akan menghabisimu dan membuatmu berada dijalanan!” bentaknya.
“Sayang, sudahlah, Jack bisa melukaimu, jangan membuat Jack mengamuk!”kata Ny. Inez, wajahnya pucat pasi, mengingat bagaimana Jack jika mengamuk.
Ny. Inezpun menatap Jack.
“Sudah Jack, jangan bertengkar dengan ayahmu!” kata Ny. Inez,membuat Jack sebal mencibir kecut, ayah? Sejak kapan pria itu jadi ayahnya? Jadi ayah tiripun ayah tiri yang menyebalkan.
Tn. Ferdi mengepalkan tangannya pada Jack, dengan kaki yang terpaksa mengikuti langkah kaki istrinya.
“Aku benci anak itu! Aku benci!” teriaknya.
“Sudah sayang, sudah,” ujar Ny.Inez, terus menarik suaminya meninggalkan ruangan itu.
Jackpun terdiam, diapun sebenarnya sudah tersulut emosi, dan kalau Tn.Ferdi memukulnya, mungkin dia yang akan menghabisinya lebih dulu.
Wajah Arapun pucat pasi, dia tidak menyangka kalau Tn.Ferdi akan memukulnya dan Jack menghalanginya. Dia bisa melihat Tn.Ferdi sangat marah padanya. Kalau tadi Jack tidak menahan tangan Tn.Ferdi, mungkin dia sudah babak belur dipukul pria itu. Sungguh sangat menakutkan, tapi dia juga memang harus berani berontak untuk tidak selalu ditindas mertuanya.
Jack menoleh pada istrinya yang terlihat shock. Istrinya terlihat berani tadi meskipun sangat beresiko menentang ayah tirinya. Dan sekarang wanita itu terlihat pucat dan gemetaran.
“Sayang!” panggil Jack, membuat Ara menoleh kearahnya.
“Aku minta maaf aku membuat kacau semuanya. Aku hanya tidak mau duduk diam diperlakukan seenaknya,” kata Ara.
Jack tidak menjawab, dia langsung berjongkok didepan Ara, tanpa Jack menyuruhnya untuk naik ke punggungnya, Ara langsung naik ke punggungnya Jack. Pria itu menahan tubuhnya lalu berdiri membawanya meninggalkan ruangan itu.
Selama digendong Jack, Ara memeluak leher pria itu dengan erat, menempelkan wajahnya ke rambutnya Jack. Dia masig gemetaran karena kejadian tadi.
Jack menurunkan Ara ditempat tidur, lalu mengambil minum dimeja dan diberikan pada Ara. Ara menatap gelas yang disodorkan Jack, seharusnya Jack yang perlu menenangkan diri, dia tahu bagaimana hatinya Jack pasti terluka dengan kata-kata ayah tirinya yang terus mengatainya gila.
Setelah dilihatnya Ara minum, Jack pun pergi menuju pintu balkon kamar, lalu keluar lewat pintu itu. Ara hanya menatap punggungnya Jack menghilang dibalik jendela-jendela besar itu. Mungkin Jack butuh waktu menenangkan dirinya. Apa ini alasan Jack tidak berterus terang padanya kalau dia sembuh? Ada yang ingin dia lakukan pada keluarganya?
Di kamarnya Ny. Inez.
“Seharusnya kau tidak menghalangiku untuk menghajar pasangan itu!” runtuk Tn. Ferdi.
“Aku tidak mau terjadi apa-apa padamu. Kau tahu kan tenaganya Jack sangat kuat, jika Jack mengamuk, kau akan habis dihajarnya! Dia itu memiliki gangguan kejiwaan bisa saja dia lepas kendali menghabisimu,” kata Ny.Inez, berjalan mendekati suaminya.
Tn. Ferdi tidak bicara agi, apa yang dikatakan istrinya memang benar, Jack kalau mengamuk tidak bisa dikendalikan, meskipun belakangan ada perubahan pada Jack, dia tidak terlihat mengamuk-ngamuk lagi dan sikapnya yang grasak grusuk jauh lebih tenang. Apa Jack berangsur pulih? Ini lebih gawat lagi.
“Sayang!” panggil Ny.Inez berdiri di depan suaminya.
Tn.Ferdi menatapnya.
“Aku heran kenapa Jack tidak bereaksi apa-apa saat bertemu Arum, apa Arum tidak mirip Arum? Apa Jack sudah lupa kejadian itu?” tanya Ny.Inez.
“Belakangan ini Jack memang terlihat lebih tenang daripada dulu, apa dia sudah mulai sembuh?” Tn.Ferdi balik bertanya.
“Aku tidak tahu, hanya memang Jack sudah tidak mengamuk-ngamuk lagi,” kata Ny. Inez.
Tn.Ferdi tampak termenung, dia harus tahu kondisi kesehatannya Jack.
“Apa kau yakin gadis itu Arum yang tengeglam? Kenapa aku juga jadi ragu kalau Jack hanya diam saja begitu, jangan-jangan memang bukan Arum?” taya Ny. Inez, menatap penuh selidik pada Tn.Ferdi.
“Dia memang bukan Arum!”jawab Tn.Ferdi, membuat Ny.Inez terkejut.
”Apa? Apa maksudmu bukan? Katanya kau menemukannya di pantai dan sudah tes DNA dengan Imelda?” kata Ny.Inez, keheranan.
“Dia memang ditemukan dan dibesarkan seorang nelayan di pantai, dia punya kemiripan dengan Arum jika dewasa jadi aku membawanya pada Imelda,” ujar Tn. Ferdi membuat Ny.Inez terbengong.
“Aku fikir Jack akan tertarik dramatis saat bertemu Arum, itu akan membuat kita mudah menyingkirkan istrinya,” kata Tn. Ferdi.
“Tapi kenyataannya Jack hanya diam saja. Mungkin itu alasannya, Jack tahu dia bukan Arum, meskipun dari beberapa sisi bentuk wajah gadis itu mirip Arum kalau dewasa,” ucap Ny.Inez.
“Tes DNA itu bagaimana? Kenapa bisa sama dengan Imelda?” tanya Ny. Inez, kemudian.
“Aku memalsukannya,” jawab Tn.Ferdi, membuat Ny.Inez geleng-geleng kepala.
“Kau ini kenapa membuat kebohongan seperti ini? Imelda bisa marah kalau dibohongi!” kata Ny.Inez, kesal.
“Kita butuh orang yang bisa meyakinkan kalau itu Arum. Kita butuh Imelda untuk meyakinkan Jack. Melihat sikapnya Jack pada istrinya itu aku khawatir wanita itu akan segera hamil dan semuanya akan berantakan,” kata Tn.Ferdi.
“Tapi semua itu malah membuat runyam, dan hasilnya Jack tidak peduli pada Arum,” ujar Ny.Inez dengan wajah yang cemberut tidak setuju dengan kelakuan suaminya.
“Bukan tidak peduli, tapi belum. Perasaan perhatian pada Arum belum muncul karena mereka baru bertemu. Kau tenang saja,” ucap Tn.Ferdi.
“Sayang, aku tidak tahu harus bicara apa lagi, surat kuasa sudah ada padaku, bisakah kau berhenti bermain-main? Bagaimana kalau Imelda tahu kalau gadis itu bukan anaknya?” kata Ny. Inez.
“Imelda juga diuntungkan kalau gadis itu berhasil menarik perhatian Jack ,” ujar Tn.Ferdi.
Ny. Inez akhirnya diam, dia selalu tidak berdaya kalau dihadapkan dengan keinginan suaminya.
“Kita tetap harus mencegah wanita itu hamil, jangan ada perwarisnya Jack! Usahaku akan sia-sia,” kata Tn.Ferdi.
Ny. Inez masih tidak menanggapi, dia sangat pusing dengan kelakuan suaminya.
“Kita sudah cape-cape mengurus perusahaannya Constantine, masa wanita itu yang memilki kekayaannya Jack? Yang benar saja!” gerutu Tn.Ferdi.
“Kau akan mengatakan yang sebenarnya pada Imelda?” tanya Ny. Inez, akhirnya bicara lagi.
“Tidak, aku lihat gadis itu tertarik pada Jack, itu akan membantu kita, biarkan saja semua berjalan sesuai rencana. Jangan biarkan Jack rukun dengan istrinya,” jawab Tn.Ferdi.
Ny.Inez tidak bicara lagi, dia berjalan ke sofa dan duduk disana. Apapun yang dilakukan suaminya tidak bisa dibantah. Tn.Ferdi menoleh kearah istrinya.
“Seharusnya saat Jack mau menikah, kau beri saja dia wanita penghibur,” kata Tn.Ferdi.
“Apa? Wanita penghibur? Aku tidak mau Jack bersama wanita penghibur!” keluh Ny. Inez.
“Setidaknya wanita penghibur tidak banyak urusan, tidak akan sok sok jadi istrinya Jack,” kata Tn.Ferdi.
“Sudahlah kau membuatku pusing saja! Jack juga hanya ingin menikah dengan Ara, dia sampai ngamuk-ngamuk ingin menikah dengan wanita itu,” ucap Ny. Inez.
Tn.Ferdi tidak bicara lagi, begitu juga dengan Ny. Inez.
********
Di rumah Ny. Imelda.
“Ibu benar-benar tidak suka pada wanita itu!” gerutu Ny. Imelda, saat mereka tiba di rumah.
Ny. Imelda langsung duduk di kursi yang ada diruang tamu dengan kesal.
Arum tidak menjawab, dia hanya teringat bagaimana cara Jack perhatian pada istrinya. Selain tampan, kaya, Jack juga baik pada istrinya, benar-benar suami idaman. Kalau dia bisa membuat Jack sembuh, semuanya akan jadi sempurna.
“Kau kenapa?” tanya Ny. Imelda pada Arum yang malah senyum-senyum saat dia mengegerutu.
“Apa benar dulu Jack sangat menyayangiku?” tanya Arum.
“Benar, Jack sangat menyayangimu, dia selalu menjagamu,” jawab Ny.Imelda sambil membelai rambutnya Arum.
Arum menatap ibunya.
“Aku ingin membuat Jack sembuh,” ucap Arum.
“Baguslah! Ibu sangat setuju. Tapi lihatlah istrinya itu, dia sok jadi istrinya Jack, pantas saja Inez tidak menyukainya, sok cantik!” kata Ny.Imelda dengan ketus.
Arum tidak bicara apa-apa lagi. Dalam benaknya memikirkan bagaimana caranya membuat Jack sembuh dan terikat padanya.
**********