
Ara semakin menajamkan pendengarannya saat suara wanita itu mulai terdengar lagi.
“Eskrim strawberry 1, aku greentea saja,” ucap wanita itu, pada pelayan.
“Kau mau pesan apalagi?” tanya wanita itu.
“Itu saja, aku malah tidak ingat kalau aku suka makan eskrim, gigiku ngilu kalau makan eskrim,” terdengar suara wanita yang lebih muda bicara.
“Apa benar begitu? Padahal waktu kecil kau sangat suka sekali eskrim. Nanti kau coba es krimnya ya, kau pasti akan ingat lagi,” ucap wanita itu.
“Itu saja,” wanita itu bicara dengan pelayan. Kemudian terdengar langkah suara kaki pelayan menjauh.
Entah kenapa suara wanita itu menyita perhatiannya Ara, Jack juga Pak Beni, hingga mereka menyantap eskrimnya tanpa bicara.
Dengan ragu Ara menoleh kearah suara wanita itu, jantuangnya langsung terasa berhenti berdetak saat melihatnya. Wanita itu adalah Ny. Imelda! Ternyata Ny. Imela, Ibunya Arum, pantas saja dia merasa pernah mendengar suaranya. Hatinya jadi mendadak lesu gara-gara kehadiran Ny. Imelda.
Waktu itu Ny. Imelda yang membuat acara makan eskrimnya dengan Jack gagal, apa sekarang hal itu akan terjadi lagi? Tapi… Siapa wanita itu? Wanita muda yang bersama dengan Ny. Imelda. Taksirannya wanita itu tidak akan beda jauh usianya dengan dirinya.
Begitu juga dengan Jack, dia menoleh kearah Ny.Imelda yang sedang duduk berdua dengan seorang wanita. Dia sangat terkejut tidak menyangka akan bertemu dengan Ibunya Arum disini. Dia mendadak gelisah mengingat kesalahan yang dibuatnya tidak menjaga Arum dengan baik sampai Arum tenggelam dibawa arus laut.
“Jack, ayo habiskan eskrimnya,” ucap Ara, tangannya menyentuh tangan Jack supaya kembali makan eskrimnya.
Hati Ara merasa tidak nyaman karena kedatangan Ny. Imelda. Apa Ny.Imelda akan memarahi Jack lagi kalau tahu Jack juga sedang ada di café ini?
Jack kembali makan eskirmnya dengan hati yang semakin gelisah. Dia ingat bagaimana marahnya Ny. Imelda atas tragedi tenggelamnya Arum itu.
“Jack eskrimku sudah habis, bagaimana kalau kita pergi ke taman?” tanya Ara, tapi Jack tidak menjawab, Ara melihat wajah Jack yang pucat.
Ara kembali diam melihat Jack berubah murung, sepertinya suasana hati Jack sedang tidak enak hari ini. Pria itu kembali menunduk makan eskrimnya.
Pak Beni yang juga melihat kehadiran Ny. Imelda itu tampak tegang, dia harus waspada jika ternyata Ny.Imelda memarahi Tuannya lagi.
“Itu eskrimnya sudah datang!” kata Ny. Imelda menoleh pada pelayan yang membawakan eskirm dan minuman untuknya.
Tapi kemudian tiba-tiba dia berteriak kaget, membuat semua orang menoleh kearah mereka, termasuk Ara, Jack dan Pak Beni. Ternyata Ny. Imelda menyenggol gelas minumnya.
“Maaf Nyonya!” kata pelayan itu.
“Tidak apa-apa, aku tidak hati-hati tadi, aku akan ke toilet sebentar,” ucap Ny. Imelda. sambil berdiri dan membalikkan badannya.
Tiba-tiba gerakannya terhenti saat melihat sosok yang sedang duduk menatapnya, pria teman kecil putrinya.
Matanya juga tertuju pada Ara, istri dari pria itu. Tidak ada yang diucapkan oleh Ny. Imelda, dia langsung bergegas pergi ke toilet.
Ara merasa heran menatap kepergian Ny, Imelda. Kenapa Ny.Imelda tidak memarahi Jack lagi? Matanya menoleh pada wanita muda yang duduk dengan Ny. Imelda tadi.
Wanita itu mengambil sendok eskrimnya dan mulai memakan eskrim itu dengan perlahan dan terkesan dirasa-rasa. Ara memperhatikannya lalu dia menoleh pada Jack dan dia tertegun saat Jack sedang menatap wanita itu tak berkedip.
Hati Jack terkesiap saat melihat wanita itu yang menunduk makan eskrimnya perlahan. Wajah wanita itu mengingatkannya pada seseorang. Siapa wanita yang bersama ibunya Arum itu? Apakah itu adiknya Arum?
Ara menoleh lagi pada wanita itu yang sama sekali tidak memperhatikan kehadiran mereka. Ara pun diam melihat Jack masih menatap wanita itu.
“Jack, apa kau mengenalnya?” tanya Ara, kemudian.
Jack tidak menjawab, dia merasa gelisah dan keringat dingin muncul dikeningnya.
“Kau berkeringat Jack, apa kau baik-baik saja?” tanya Ara, sambil mengambil tisu dan malap keningnya Jack, membuat pria itu menoleh kearahnya.
“Apa kau baik-baik saja?” tanya Ara, melap keningnya Jack berulang-ulang.
Jack menatap mata wanita itu, mata yang mirip dengan Arum yang membuatnya menikahinya. Sungguh tidak adil buat Ara, jika dia menikahinya hanya karena mata yang mirip dengan seseorang. Tentu saja itu hanya awal, dia menyayangi wanita itu sekarang.
“Ada Ny. Imelda disini, kau mengingatnya? Dia ibunya Arum,” ucap Ara.
Jack tidak menjawab, tangan pria itu hanya menyentuh pipinya Ara, membuat Ara terkejut melihat reaksi Jack seperti itu. Dia langsung meraih tangannya Jack yang menyentuh pipinya dan tersenyum.
“Apa kita akan pergi dari sini? Bagaimana kalau kita ke taman kota saja?” tanya Ara.
“Taman?” tanya Jack.
“Iya, taman,” jawab Ara, mengangguk-anggukkan kepalanya lalu menoleh pada Pak Beni.
Pak Beni langsung saja berdiri, dia merasa itu adalah keputusan yang tepat daripada Tuannya berinteraski dengan Ny. Imelda. Tapi semua terserah Tuannya, diapun menoleh pada Jack.
“Taman,” ucap Jack.
Ara mengangguk lagi lalu berdiri dan menarik tangan Jack untuk berdiri. Lagi-lagi langkah mereka terhenti saat mendengar langkah kaki mendekati meja mereka dan tatapan itu kembali bertemu.
Ny. Imelda menghentikan langkahnya menatap Jack yang juga menatapnya. Tapi seperti tadi, Ny.Imelda tidak bicara apa-apa, dia pergi begitu saja ke mejanya.
Jack hanya menatap Ibunya Arum itu kembali duduk dengan seorang wanita yang masih menunduk makan eskrim strawberrynya sedikit demi sedikit.
Ara menarik tangan Jack supaya meninggalkan ruangn itu. Ada banyak hal yang ingin Jack katakan pada Ny. Imelda, tapi dia teringat kalau orang-orang masih mengiranya depresi, akhirnya dia tidak berani bicara apapun, kakinya melangkah mengikuti kakinya Ara.
“Ibu, sudah aku katakan aku tidak suka eskrim, gigiku terasa ngilu.”
Terdengar wanita yang makan eskrim itu bicara.
Ara dan Jack juga Pak Beni berjalan menuju pintu keluar, langkah mereka terhenti saat mendengar Ny.Imelda berbicara.
“Arum sayang, sepertinya kau harus ke Doter Gigi, dulu kau sangat suka eskrim strawberry,” ucap Ny. Imelda.
Rasa terkejut menyelimut hati ketiga orang itu, terutama Jack! Apa dia tidak salah dengar? Ny. Imelda memanggil wanita yang makan eskrim itu dengan sebutan Arum?
Ara juga tidak menyangka kalau Ny. Imelda akan memanggil nama wanita itu dengan nama Arum. Ara semakin terkejut lagi saat merasakan tangannya Jack terlepas darinya dan saat menoleh, pria itu sudah pergi ke mejanya Ny. Imelda.
Ny. Imelda juga wanita itu sangat terkejut, Jack tiba-tiba menghampiri meja mereka. Jack menatap Ny. Imelda lalu pada wanita yang dipanggil Arum itu.
“Jack!” panggil Ara langsung menghampiri Jack dan memegang tangannya.
Jack benar-benar tidak bisa menunda untuk memastikan nama yang di panggil Ny, Imelda itu. Kenapa Ibunya Arum memanggil wanita itu dengan nama Arum? Apakah itu Arum teman kecilnya?
“Dia, siapa?” tanya wanita yang dipanggil Arum itu, menoleh pada Ny.Imelda lalu pada Jack.
Jack menatap Arum dan sebaliknya wanita itu.
“Dia bukan siapa-siapa, dia hanya pria depresi yang suka mengganggu. Ayo kita pergi!” ajak Ny.Imelda.
Ny. Imelda menyimpan uang dimeja lalu berdiri dan menarik tangan Arum meninggalkan meja itu. Arum tampak tidak mengerti, dia mengikuti langkahnya Ny. Imelda meninggalkan ruangan itu, sekilas dia melirik Jack lalu mengikuti langkah Ny.Imelda keluar dari café tu.
Jack hanya terdiam melihat kepergiannya mereka, dia ingin menghentikannya tapi tidak bisa. Dia ingin bertanya apakah wanita itu Arum?
“Jack, kau kemari karena mendengar nama Arum? Mungkin kita salah dengar atau mungkin namanya bukan Arum, biss aja namanya Arumi, adiknya Arum atau saudaranya. Kau ingat tidak, waktu bertemu dengan Ny.Imelda dulu, dia marah padamu karena kehilangan putrinya, itu artinya Arum memang sudah tidak ada dari dulu. Sepertinya kau salah dengar wanita itu bukan Arum,” ucap Ara, lalu memeluk tangannya Jack. Kenapa dia merasa khawatir kalau ternyata wanita itu benar Arum?
“Sebaiknya kita pulang saja, sepertinya kau butuh istirahat,” ucap Ara.
“Pulang,” ucap Jack.
“Iya kita pulang ke rumahku,” kata Ara lagi
“Pulang,” ucap Jack lagi, membuat Ara menatapnya.
“Kau ingin pulang ke rumahmu?” tanya Ara.
“Pulang!” ucap Jack berulang-ulang.
Jack merasa dia harus pulang, dia penasaran apa yang dikatakan Pak Beni itu tentang Ibunya yang akan mempertemukannya dengan Arum. Apakah Arum yang sedang bersama Imelda itu?
Ara menoleh pada Pak Beni.
“Pak Beni, Jack ingin pulang,” ucap Ara.
“Baik Nyonya, kita pulang,” kata Pak Beni, Arapun mengangguk.
Ara memeluk tangan Jack mengajaknya keluar dari café itu dengan fikirannya yang bingung atas kejadian tadi.
Siapa sebenarnya wanita yang dipanggil Arum oleh Ny.Imelda itu? Apakah kalau itu Arum, Jack akan mengenalinya? Kenapa hatinya menjadi was-was begini? Hati Ara merasa gelisah dengan kemunculan masalah Arum ini. Apakah kehadiran Arum akan merubah nasib dirinya dengan Jack?
*************