
Arum pulang dengan pakaian yang basah, wajahnya terlihat pucat dan memberenugt kesal. Ny. Imelda yang melihat kedatangan wanita yang dikiranya putri kandungnya itu terkejut melihatnya.
“Ada apa denganmu? Kenapa kau seperti ini? Bukannya kau pamit ke rumahnya Jack. Ada apa ini?” tanya Ny. Imelda.
“Wanita itu, wanita itu menjatuhanku ke kolam!” jawab Arum, berjalan terus menuju kamarnya.
“Apa? Wanita apa? Siapa?” tanya Ny.Imelda tidak mengerti. Dia mengikuti langkah kakinya Arum.
“Istrinya Jack, dia mendorongku jatuh ke kolam!” jawab Arum sambil membuka pintu kamarnya, lalu menoleh pada wanita yang dikira ibu kandungnya itu.
“Bahkan Jack sama sekali tidak mau menolongku!” ucap Arum.
“Apa? Kau terjatuh ke kolam dan Jack tidak menolongmu?” tanya Ny. Imelda.
“Iya,” jawab Arum, sambil masuk ke kamarnya diikuti Ny.Imelda.
“Ibu yang bilang kan kalau Jack dulu sangat sayang padaku? Buktinya aku jatuh ke kolam dia tidak menolongku,” kata Arum, terus berjalan menuju kamar mandi lalu mengambil handuk dan keluar lagi sambil mengeringkan rambutnya yang sebagian sudah mengering.
“Jack memang sangat menyayangimu, sungguh aneh sikap Jack itu, mungkin karena dia memang depresi jadi tidak peduli pada sekitarnya,” kata Ny. Imelda, mengerutkan dahinya menebak-nebak sikap Jack. Merasa heran karena tidak ada sedikitpun tanda-tanda bekas Jack menyayangi Arum.
“Tapi ibu lihat saja cara dia memperlakukan istrinya, dia sangat pehratian. Aku kapok datang lagi ke rumah itu,” keluh Arum.
Ny. Imelda duduk dipinggir tempat tidur, dalam benaknya berifikir sepertinya sulit untuk mendapatkan Jack jika tidak ada bekas kasih sayang Jack pada Arum.
“Kau sama sekali tidak bicara dengannya?” tanya Ny. Imelda.
“Tidak, dia sedang berenang, lagipula kapan dia bicara? Istrinya itu datang memarahiku,” jawab Arum.
Arum membalikkan badan menatap Ny.Imelda.
“Kalau Jack tidak menyebabkanku tenggelam waktu kecil mungkin Jack masih menyayangiku sampai sekarang, iya kan?” tanya Arum.
“Kau benar, tidak ada wanita itu,” jawab Ny Imelda. Lalu dia mengeluarkan ponselnya menelpon Ny. Inez.
“Halo,” sapa Ny.Ines.
“Inez, apa kau tahu kalau Arum jatuh ke kolam renang?” tanya Ny.Imelda.
“Apa? Jatuh ke kolam renang? Aku tidak tahu kalau Arum sudah pulang,” jawab Ny. Inez, terkejut.
“Menantumu sudah mendorong Arum dan menjatuhkannya ke kolam!” kata Ny. Imelda.
“Apa? Semua itu ulah menantuku?” tanya Ny.Inez, semakin terkejut saja, dia tidak tahu kejadian itu.
“Nez, seharusnya Jack sadar kalau dia yang menyebabkan Arum tenggelam dan terpisah denganku dengan ayahnya, hidup menderita di pantai, seharusnya Jack peduli pada Arum, dia malah tida menolong Arum,” keluh Ny.Imelda.
“Jadi Jack membiarkan Arum di kolam?” tanya Ny.Inez.
“Iya begitu,” jawab Ny.Imelda.
“Jack itu kan depresi, mungkin memang tidak terpifkirkan untuk menolong Arum,” kata Ny. Inez.
“Ahh pokoknya aku tidak terima menantumu berperilaku kasar pada putriku! Kau tahukan putriku itu tidak bisa berenang, apa Jack mau putriku meninggal tenggelam untuk kedua kalinya?” kata Ny. Imelda, menahan marah.
“Kau harus memberi pelajaran pada menantumu! Atau aku tidak mau membantu lagi untuk memisahkan Jack dengan istrinya itu!” kata Ny.Imelda dengan ketus.
“Jangan-jangan begitu, aku akan menegur mantuku,” ucap Ny Inez. Tidak berapa lama telponpun ditutup. Dia merenung, apa mungkin Jack tahu kalau Arum itu bukan Arum teman kecilnya makanya acuh padanya?
“Aku sudah menelpoan Inez supaya menegur menantunya,” kata Ny. Imelda, menatap Arum.
Arum tidak bicara apa-apa lagi, dia segera masuk ke kamar mandi.
Ny. Inez kesal bukan main mendapat pengaduan seperti itu.
Diapun hendak mencari Ara menuju kamarnya, tapi ternyata Jack dan Ara muncul menuruni tangga akan keluar rumah.
“Kalian mau kemana?” tanya Ny. Inez.
“Jack mengajakku jalan-jalan,” jawab Ara.
“Jalan-jalan? Kemana?” tanya Ny. Inez.
“Entahlah, mungkin ke taman atau ke mall,” jawab Ara.
Ny. Inez menatap Ara dengan tatapan kesal.
“Apa yang kau lakukan pada Arum?” tanya Ny. Inez.
“Kemana wanita penggoda itu? Sudah pulang?” Ara balik bertanya.
“Heh, kau dengar ya, Arum itu menghilang dilaut kerena Jack, dia terpisah dari keluarganya karena Jack, seharusya kau bersikap baik padanya,” kata Ny. Inez.
“Nyonya, dia itu mau mengganggu Jack, aku tidak bisa membiarkan wanita lain menggoda suamiku,” ujar Ara.
“Kau ini benar-benar keterlaluan, Arum mencoba membantu Jack supaya sembuh! Aku malu pada Ny. Imelda, baru juga kami akur sejak kejadian itu, kau membuat masalah lagi,” hardik Ny. Inez.
“Sudahlah Nyonya, aku tidak mau berdebat soal ini lagi. Aku bisa mengurus suamiku tanpa tangan wanita lain,” kata Ara, lalu memeluk tangannya Jack.
“Ayo Jack, kita pergi,” ajak Ara, menarik tangan pria itu meninggalkan Ny.Inez.
Jack tidak bicara apa-apa, istrinya masih memanggil ibunya dengan panggilan Nyonya, Seharusnya Ara memanggil Ibu pada ibu mertuanya.
Melihat mereka pergi membuat Ny.Inez merasa semakin kesal.
***
Di tempat praktek Dokter Mia.
Tn.Ferdi duduk didepan mejannya Dokter Mia.
“Ada yang ingin aku tanyakan padamu,” jawab Tn.Ferdi.
“Soal apa Tuan?” tanya Dokter Mia.
“Soal perkembangan kesehatannya Jack, apa ada peningkatan?”jawan Tn.Ferdi.
“Tn.Delmar sudah kembali dari Paris? Kemarin aku dengar kabr kalau Tuan Delmar berobat ke Paris,” jawab Doker Mia.
“Benar, dan aku ingin tahu apakah memang ada perubahan pada Jack? Kapan terakhir kau memeriksanya?” tanya Tn. Ferdi.
“Karena belakangan ini Tn.Delmar bolal balik ke Paris, saya belum memeriksanya lagi Tuan, Pak Beni juga tidak membawa Tn Delmar berobat kesini,” kata Dokter Mia.
Tn.Ferdipun terdiam.
“Apa ada masalah?” tanya Dokter Mia.
“Aku hanya ingin tahu bagaimana kondisi Jack saja, apa ada perkembangan? Maksudku apa ada gejala akan sembuh?” tanya Tn.Ferdi.
“Mm sebenarnya ini yang ingin saya ketahui, karena beberapa waktu lalu, Ny. Delmar ada menelpon saya,” jawab Dokter Mia.
“Menelponmu, untuk apa?” tanya Tn.Ferdi.
“Ny.Delmar menemukan obat yang biasa di minum Tn.Delmar ada disaku celananya, sepertinya Tn.Delmar membuang obat itu,” jawab Dokter Mia, tentu saja membuat Tn.Ferdi terkejut.
“Kenapa bisa begitu? Bukannya dia bergantung dengan obat-obatan?” tanya Tn. Ferdi.
Dia teringat kejadian saat rapat umum pemegang saham itu. Saat pemeriksaan di pintu loby, dia sudah menyuruh petugas disana untuk menukar botol obatnya Jack dimasukkan kedalam tasnya Ara yang sedang diperiksa. Hasilnya depresi Jack kumat di depan semua orang.
“Benar Tn.Delmar masih bergantung pada obat-abatan,” jawab Dokter Mia.
“Tapi selama ini dia terlihat baik-baik saja, bahkan sama sekali tidak sakit atau mengamuk,” kata Tn.Ferdi.
“Itu yang ingin saya ketahui, saya harus memeriksa Tn.Delmar untuk memastikan,” kata Dokter Mia.
“Memastikan apa?” tanya Tn.Ferdi.
“Memastikan kalau Tn.Delmar bisa hidup normal tanpa obat, itu artinya Tn. Delmar ada kemungkinan sembuh,” jawab Dokter Mia, sambil tersenyum.
Wajah Tn.Ferdi langsung masam, Jack ada kemungkinan sembuh, semuanya semakin kacau saja!
“Baguslah kalau Jack akan sembuh,”jawab Tn.Ferdi, tersenyum terpaksa.
“Jadi Tn.Delmar sudah ada disini?” tanya Dokter Mia.
“Iya,” jawab Tn.Ferdi.
“Baiklah nanti saya membuat janji dengan Tn.Delmar,” kata Dokter Mia.
“Jika kau sudah memeriksanya, buatkan laporan untukku,” ujar Tn.Ferdi sambil bangun dari duduknya.
“Baik Tuan,” jawab Dokter Mia, juga bangun dari duduknya.
Tn. Ferdi membalikkan badannya lagi menatap Dokter Mia.
“Tolong rahasiakan kedatanganku pada siapapun,” kata Tn.Ferdi.
“Kenapa?” tanya Dokter Mia, keheranan.
“Kau lakukan saja, jangan lupa setelah kau memeriksa Jack, berikan laporan secepatnya,” jawab Tn.Ferdi.
“Baiklah,Tuan,“ jawab Dokter Mia
Keluar dari ruangannya Dokter Mia, Tn.Ferdi mengambil poselnya menelpon istrinya.
“Apa Jack ada dirumah?” tanya Tn.Ferdi.
“Tidak, dia baru saja akan pergi dengan istrinya,” jawab Ny.Inez.
“Kemana?” tanya Tn.Ferdi.
“Entahlah, katanya mau jalan-jalan ke taman atau ke mall,” jawab Ny . Inez.
“Apa perginya sudah lama?” tanya Tn.Ferdi.
“Tidak, mobilnya baru akan keluar,” jawab Ny.Inez.
“Tumben kau menanyakan Jack?” tanya Ny.Inez, keheranan.
“Tidak apa-apa, aku hanya tadi melihat kejadian di kolam renang itu,” jawab Tn. Ferdi.
“Benar, wanita itu mendorong Aru sampai jatuh ke kolam renang. Aku sampai dimarahi Imelda, wanita itu membuat masalah terus dirumah ini,” kata Ny Inez.
“Ya sudah, aku sedang sibuk,” ujar Tn.Ferdi, mengakhiri pembicaraannya.
Setelah itu Tn Ferdi menelpon seseorang.
“Apa kau bisa mengikuti kemana Jack pergi? Dia akan keluar rumah, apa kau ada orang disekitar rumahku? Ikuti dia,” kata Tn.Ferdi.
“Ya cepat laporkan padaku kemana dia pergi!” perintah Tn.Ferdi, lalu terdiam sebentar.
"Kau tunggu perintahku selanjutnya!" kata Tn.Ferdi lagi, lalu telponpun ditutup.
************