Menikahi Tuan Depresi

Menikahi Tuan Depresi
CH-78 Apakah ‘Jendral Jack Delmar’ itu suamiku?


Ara tiba di Paris keesokan harinya. Matahari sudah mulai meninggi, dan sekarang dia sudah berada di dalam taxi.


Perjalanan belasan jam  yang begitu jauh dan melelahkan, membuat Ara merasa letih. Sebenarnya kalau bukan karena khawatir dengan keadaan Jack, Ara ingin bersantai di rumah saja. Tapi hati dan fikirannya merasa tidak tenang karena tidak mengurus Jack.


Ara menyebutkan alamat rumahnya Jack dalam bahasa Inggris pada supir taxi itu.


“Nyonya akan berkunjung ke rumahnya Jendral Delmar?” tanya supir itu, membuat Ara terkejut.


“Kau tahu alamat itu?” tanya Ara.


“Tentu saja Nyonya, semua orang juga tahu rumah itu termasuk daftar rumah termahal di Perancis, kabarnya juga di dunia,” jawab supir itu.


“Ya aku tahu rumah itu sangat besar dan megah,” gumam Ara.


Dia teringat air mancur yang ada di taman, sangat indah, dalam benaknya muncul bayangan seorang anak kecil laki-laki dan satu lagi perempuan, berlarian di sekitar airmancur. Tiba-tiba anak perempuan itu terjatuh dan menangis, tiab-tiba juga muncul Jack menghampiri dan menggendong anak perempuan itu.


Supir itu mengerem mendadak saat ada pengendara lain yang berenti mendadak, membuat Ara terkejut dan lamunannya buyar. Taxi kembali melaju.


Setiap kali dia memimpikan moment itu, moment hidup bahagia bersama Jack yang sudah sembuh dan mereka mempunyai anak-anak yang lucu, tapi semua itu hanyalah angan-angan yang entah akan terwujud atau tidak.


“Sepertinya Nyonya  bukan orang sini!” tebak supir, tentu saja dari warna kulit juga berbeda.


“Iya,” jawab Ara.


Pak supir tidak bertanya lagi, terus melajukan mobilnya.


“Kau sering melewati alamat rumah ini?” tanya Ara.


“Tentu saja Nyonya, Jendral Delmar itu sangat terkenal,” jawab pak supir.


 “Benarkan begitu?” tanya Ara, dia menebak kalau ayahnya Jack adalah seorang Jendral.


 “Iya itu rumahnya Jendral Delmar,” jawab supir itu.


Ara manggut-manggut.


 “Keluarga besar Mr.Delmar itu bergerak di bidang politik dan militer,” ucap supir itu.


“Sepertinya kau banyak tahu,” ucap Ara.


“Tentu saja Nyonya, apalagi saat berita fenomenal putranya,” jawab supir itu.


“Berita fenomenal putranya apa?” tanya Ara, mengerutkan keningnya bukankah itu artinya supir taxi itu membicarakan Jack?


“Kalau Nyonya mengikuti berita dunia, dia seorang pahlawan,” jawab Supir itu.


“Pahlawan? Pahlawan apa?” tanya Ara, merasa geli, diapun tersenyum. Jack seumur hidupnya tinggal  di RSJ bagaimana mungkin menjadi seorang pahlawan?


“Iya Nyonya, saat menjalankan misi kemanusiaan, penyelamatan sandera didalam pesawat yang dibajak,” jawab supir.


Ara tersenyum lagi.


“Kau bercanda,” jawab Ara.


“Tidak Nyonya, sejak berhasil menyelamatkan sandera di pesawat itu, masyarakat memberikan julukan pada Jendral Delmar itu Jendral 9 nyawa,” jawab Pak Supir.


Mendengarnya membuat Ara semakin geli dan tertawa, sepertinya Pak supir itu suka sekali cerita hero anak-anak seperti miniaturnya Jack.


“Jendral 9 nyawa itu kan hanya dongeng masa lalu, aku pernah baca di internet,” kata Ara.


 “Itu benar Nyonya, Jendral 9 nyawa itu legenda, dan Jendral Delmar itu Jendral 9 nyawa zaman modern,” ujar supir dengan serius, tapi Ara lagi-lagi tertawa.


“Kau sangat lucu, kau ini sedang membicakan siapa?” tanya Ara.


“Jendral Jack Delmar,” jawab supir, wajahnya terlihat kesal karena Ara tidak mempercayai ucapannya.


“Kau bercanda, Itu rumor yang sangat tidak masuk akal, itu berita hoax, kau jangan gampang percaya,” ucap Ara, masih merasa lucu membayangkan Jack yang depresi menjadi seorang Jendral.


“Saya tidak bercanda, Nyonya bisa lihat di internet, Jendral Delmar itu pasukan elit misi kemanusiaan di Perancis dan dunia, dan namanya semakin mencuat saat berhasil menyelamatkan sandera-sandera dalam pesawat itu,” kata Pak Supir.


“Kau tahu hal seperti itu?” tanya Ara, kini tidak tertawa lagi karena pak supir begitu serius bicara.


“Tentu saja Nyonya, berita itu sangat fenomenal, banyak media yang menulis kejadian itu,” jawab Pak Supir.


Ara merasa bingung sekaligus terkejut juga mendengarnya. Apa yang sedang dibicarakan supir ini adalah Jack Delmar suaminya? Tidak mungkin Jack adalah seorang Jendral, kalau ayahnya mungkin saja seperti yang terlihat di foto itu. Tapi kalau Jack? Sungguh lucu memikirkannya.


“Nyonya bisa lihat beritanya di internet,” kata supir itu lagi.


Arapun penasaran lalu mengeluarkan ponselnya dan mensearching berita yang dikatakan supir itu.


Dicarinya kisah penyelamatan sandera pesawat itu, dan langsung artikel-artikelnya muncul di ponselnya dalam bahasa Perancis dan bahasa Inggris, kemudian dibacanya salah satu yang berbahasa Inggris.


Misi penyelamatan itu dipimpin Jendral Jack Delmar. Sungguh tidak masuk akal! Mungkin ini Jack Delmar yang lain, bukan suaminya.


“Kau sedang membicarakan Jendral Jack Delmar yang tinggal dirumah itu, kan?” tanya Ara, memastikan lagi.


Seketika keringat dingin muncul dikeningnya Ara, tangannyapun mendadak gemetaran, dia merasa shock, kaget juga gelisah bercampur cemas.


Apa ini yang sebenarnya sedang terjadi? Jack suaminya seorang Jendral?


Ara kembali melihat artikel, kini yang dia cari adalah gambar Jendral Jack Delmar itu. Munculah foto-fotonya Jack dan pasukannya bersama sandera-sandera juga foto penganugrahan medali keberhasilan pasukan misi kemanusiaan ini.


Foto-foto yang semakin membuatnya Shock, foto Jendral Jack Delmar itu begitu mirip dengan Jack, pria tampan itu terlihat sangat begitu gagahnya dengan pakaian dinasnya.


“Jendral Jack Delmar yang di artikel ini tinggal di rumah yang aku sebutkan tadi?” tanya Ara, sambil mengulurkan ponselnya.


Pak supir menghentikan mobilnya dipinggir jalan raya, lalu melihat gambar di ponselnya Ara.


 “Benar Nyonya, Nyonya tidak pernah bertemu Jendral Jack Delmar sebelumnya?” tanya supir,  keheranan menatap Ara.


Ara tidak menjawab. Pak supir kembali menjalankan taxinya.


“Itu  gambar Jendral Jack Delmar, masyarakat menyebutnya Jendral 9 nyawa. Jendral 9 nyawa itu memang sebuah legenda dan di jaman modern ini disematkan pada Jendral Jack Delmar karena aksi heoiknya dalam misi penyelamatan kemanusiaan,” kata Pak Supir, masih bercerita.


Perasaan Ara semakin tidak karuan dan bercampur aduk, dia masih tidak percaya Jack yang depresi adalah seorang Jendral di negaranya. Apa Jendral 9 nyawa yang disebut-sebut Jack itu karena memang dirinya seorang Jendral? Jack sedang memperkenalkan dirinya yang sesungguhnya padanya lewat miniatur itu?


Mata Ara langsung saja berkaca-kaca, kenapa dia tidak mengenal suaminya? Selama ini dia merasa sudah mengenal Jack luar dalam tapi buktinya itu semua nihil.. Tubuhnya Jack sangat dia kenal, setiap inci tubuh pria itu dia tahu, tapi siapa Jack? Dia sama sekali tidak mengenal siapa pria yang dia nikahi


Ara bersandar ke Jok mobil itu. Apakah ini semua jawaban? Kalau Jack juga sebenarnya tidak sakit? Apa Jack membohonginya? Buat apa? Tapi Dokter-Dokter itu dengan jelas mengatakan kalau Jack itu sakit.


Ny Inez, apakah Ny. Inez tidak tahu kalau Jack itu seorang Jendral? Seharusnya berita pesawat dibajak itu bisa diketahui Ny.Inez, tapi sepertinya Ny.Inez  memang tidak tahu menahu.


Bagaimana dengan Tn.Ferdi? Apa Tn.Ferdi tidak tahu juga soal Jack? Atau Jangan jangan Tn.Ferdi tahu tapi menutupi masalah ini dari Ny. Inez supaya terus menganggap Jack itu sakit?


Berbagai pertanyaan muncul dibenaknya, dia merasa penasaran apa benar Jendral Jack Delmar itu suaminya yang dinikahinya dalam keadaan depresi? Apakah Jack depresi itu hanya pura-pura? Tapi saat-saat Jack ngamuk juga terpukul karena Bastian membakatr miniaturnya itu jelas-jelas kejiwaan Jack tidak stabil.


“Nyonya sebentar lagi kita akan sampai,” kata supir.


“Iya Pak, tapi kita berhenti di sebrang rumah dulu sebentar, jangan langsung masuk,” ujar Ara.


“Baik ,Nyonya,” jawab Pak Supir.


Mobilpun terus melaju, melewati gerbang rumahnya Jack lalu memutar Arah dan berhenti di jalan di sebrang rumah. Ara melihat dari kaca jendala.


Rumah itu berpagar tembok tinggi, gerbangnyapun begitu kokoh, ada pos satpam yang menjulang tinggi, yang bisa membuat satpam leluasa untuk melihat ke sekitar dari atas.


Seorang satpam, bukan satpam, tapi prajurit bersenjata. Kini Ara semakin menyadari ketatnya penjagaan di gerbang utama, dulu dia mengira karena ini rumah ayahnya Jack yang seorang perwira tinggi, ternyata Jack sendiri yang seorang Jendral.


Ara berfikir sebentar,  apakah dia akan masuk dan menemui Jack? Tapi dia memang harus bertemu Jack.


“Bagaimana Nyonya?” tanya satpam itu.


“Baiklah, antar aku masuk kerumah itu,” jawab Ara.


Supir itu kembali menjalanan mobilnya menuju rumahnya Jack.


Sampai di gerbang, seorang prajurit menghampiri gerbang tanpa membukanya.


“Kau siapa? Mau bertemu siapa? Perlihatkan identitasmu!” kata Prajurit itu dengan tegas dalam bahasa Perancis.


Pak Supir tampak memucat lalu menoleh pada Ara,  yang membuka pintu kaca mobilnya.


“Aku,istri Mr.Delmar,” jawab Ara dalam bahasa Inggris.


Pak supir sampai terkejut saat mendengar jawaban dari Ara. Penumpang taxi itu istrinya Jendral yang diceritakannya? Apakah berita yang dikatakannya tadi menyinggungnya?


Supir itu langsung gemetaran saja, bagaimana kalau istri Jendral itu marah dan melapor pada suaminya tentang mulutnya yang tidak bisa diam. Jangan-jangan dia akan masuk penjara! Supir itu merasa ketakutan dengan bayangan buruknya.


Prajurit  itu menatap Ara, dia tidak terlalu tahu seperti apa wajah istri Jendralnya, tapi dia sudah tahu kalau Jendralnya sudah beristri.


Prajurit itu membukakan gerbang. Mobil masuk beberapa meter lalu dihentikan, beberapa prajurit lain menghampiri, memberi hormat dulu lalu memeriksa mobil dengan isinya, barulah memperbolehkan taxi itu melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya Jack.


Ara duduk dengan lesu didalam taxi ini, dia merasa menjadi orang asing dalam hidup Jack, dia merasa mengenal Jack tapi ternyata tidak sama sekali.


Menuju rumahnya Jack kembali melewati taman yang ada air mancur berukuran besar itu. Dulu pertama masuk ke taman ini yang muncul dalam bayangan Ara adalah anak-anaknya berlarian disekitar air mancur itu tapi sekarang tidak.


Jangankan ada anak-anak, memikirkan pernikahannya juga membuatnya pusing, apakah akan bertahan atau berakhir begitu saja.


Sungguh dia tidak mengenal suaminya, dia harus memastikan apakah ‘Jendral Jack Delmar‘ itu suaminya yang depresi atau bukan?


***********


 Readers, give away berakhir minggu ini. Ayo perbanyak dukungannya!


Hasil pemenang give awaynya aku umumin sekitar tanggal 4-5 ya.


 *************