Menikahi Tuan Depresi

Menikahi Tuan Depresi
CH-57 Ada yang cemburu


Ny. Inez tidak percaya dengan perkataannya Pak Beni.


“Kau mengada-ada!” hardiknya, lalu menoleh pada Jack.


“Jack, bagaimana mungkin kau mengatakan semua itu pada Pak Beni?” tanya Ny. Inez. Jack tidak menjawab.


“Nyonya, lebih dari 20 tahun saya menemani Tuan saat depresi, saya bisa tahu apa yang Tuan inginkan dan Tuan rasakan,” kata Pak Beni.


“Omong kosong!” maki Ny. Inez, beralih menatap Pak Beni.


“Pokoknya kau panggil pengacaranya untuk menyiapkan cek yang perlu ditandatangani Jack sesuai dengan jumlah uang yang aku minta!” kata Ny. Inez.


Akhirnya Pak Beni mengangguk.


Ny.Inez menoleh pada Ara.


“Kau berjanji tidak akan membuat keonaran dirumah ini! Aku harap bisa memegang janjimu, jadi jangan membuat masalah!” kata Ny. Inez, lalu menoleh pada Bastian.


“Ayo Bastian!”  ucap Ny, Inez sambil meninggalkan ruangan itu diikuti Bastian.


Ara menoleh pada Pak Beni.


“Apa benar Jack tidak mau menandatangani kalau aku tidak menyetujuinya?” tanya Ara.


“Benar Nyonya. Bersiap- siaplah, saya akan menelpon pengacara lagi, 2 jam lagi mereka akan tiba. Itu tergantung Nyonya, apakah mau menyetujuinya atau tidak,” kata Pak Beni.


“Apa benar Jack ingin seperti itu?” tanya Ara, sambil menoleh pada Jack yang sekarang duduknya menghadap kearah jendela.


Ara hanya menatapnya, apa maksud Jack ini? Kenapa Jack hanya mau menandatangani kalau dia menyetujuinya? Apakah Jack sedang memberi pelajaran pada keluarganya? Tidak mungkin! Jack sedang depresi mana mungkin berfikir kearah sana, di ajak bicara saja susah.


“Jack!” panggil Ara lagi, tapi Jack tidak menoleh.


Ara melihat meja kerjanya Jack itu, banyak gambar-gambar wajahnya itu. Sepertinya Jack tadi melihat gambar itu dan teringat kalau dia memang istrinya.


“Baiklah Jack, aku akan bersiap-siap,” ucap Ara, lalu mencondongkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya ke wajah Jack.


“Terimakasih bunganya,” ucap Ara, kembali mencium pipinya Jack.


Ciuman itu terasa begitu lembut dipipinya Jack. Wanita itu mencium pipinya 2 kali pagi ini padahal dia hanya memberinya bunga. Tentu saja dia akan memberikan bunga setiap hari supaya mendapat ciuman dari istrinya.


Kepala Jack langsung saja berputar-putar, bukankah selama ini dia kesal karena wanita itu selalu mencium pipinya? Kenapa dia malah ingin memberinya bunga lagi supaya Ara menciumnya?


Setelah mencium Jack, Ara keluar dari ruangan itu. Jack hanya terdiam saja masih merasakan bibir lembut itu menempel dipipinya. Tangan kirinya menyentuh pipinya. Saat dia memutar kursinya, Jack terkejut melihat Pak Beni sedang memperhatikannya, membuat wajah Jack memerah dan menurunkan tangannya.


“Apa kau tidak ada kerjaan lain selain menertawakanku?” keluh Jack.


“Iya Tuan, saya akan menelpon pengacara,” ucap Pak Beni, buru-buru mengambil ponselnya dan mendial nomor seseorang. Sekilas dilihatnya Tuannya itu kembali mengambil gambar yang ada di mejanya dan menatap gambar itu sambil tersenyum, membuat hati Pak Beni lega, entah kapan terakhir kalinya melihat Tuannya itu tersenyum.


***********


Dua jam kemudian dua orang pengacaranya Jack sudah berada diruang kerjanya Jack. Disana sudah ada Ny.Inez, Tn.Ferdi dan Bastian.


“Tuan Delmar, apa anda yakin akan mengambil sejumlah uang dalam jumlah besar?” tanya Pak Pengacara.


Pak Beni menoleh pada Jack.


“Tuan, Tuan pengacara menanyakan apa anda yakin akan mengambil sejumlah uang?” kata Pa Beni dengan pelan.


“Uang,” ucap Jack.


Pak Beni menoleh pada pengacara.


“Benar Tuan,” ucap Pak Beni.


“Berapa jumlah uang yang akan diambil?” tanya Pak Pengacara.


“20 Milyar,” jawab Pak Beni.


“50! 50 Milyar!” tiba-tiba Ny. Inez menyela membuat semua orang menoleh kearahnya.


“Nyonya, kenapa angkanya jadi berubah?” tanya Pak Beni.


“Setelah lamaran, kita akam mengadakan pesta, 20M tidak cukup!” jawab Ny. Inez.


Pengacara menoleh pada Jack.


“Apa Tuan Delmar setuju akan mengeluarkan uang 50 Milyar?” tanya pengacara itu.


“Tentu saja setuju, kami akan ada acara keluarga,” kata Ny.Inez.


“Kami tidak masalah Nyonya kalau Tuan Delmar ingin mengeluarkan uang sejumlah itu, hanya saja belum lama ini kan Tuan Delmar sudah menarik  uang dengan jumlah besar untuk pernikahannya. Apakah Tuan Delmar akan menikah lagi?” tanya pengacara itu.


Kali ini yang terkejut adalah Ara, dia langsung menyela.


"Jack tidak akan menikah lagi!” seru Ara dengan keras, membuat semua orang menatapnya.


“Apa maksudmu Jack akan menikah lagi?” tanya Ara dengan ketus dan cemberut.


“Maaf Nyonya, bukan begitu maksud saya, kan ini dana pribadi tentu saja untuk keperluan pribadi, kalau untuk urusan perusahaan bisa dicairkan dari keuangan perusahaan,” kata Pengacara meluruskan.


"Jack tidak akan menikah lagi!" ucap Ara, masih memberengut.


"Maaf, Nyonya!" kata Pengacara.


Ara langsung saja menekuk wajahnya, meskipun Jack tidak normal tapi dia tidak rela kalau Jack menikah lagi.


Melihat reaksi istrinya begitu, membuat Jack ingin tertawa. Istrinya itu begitu ketakutannya dia menikah lagi. Bagaimana dia akan menikah lagi? Ara adalah satu-satunya wanita terbaik yang dimilikinya.


Kalau biasanya Ara yang mencium pipinya, sekarang ingin rasanya dia yang mencium pipi istrinya yang sedang memberengut itu.


“Untuk pernikahan Bastian!” kata Ara, menjelaskan pada pengacara.


“Oh ya maaf Nyonya. Tidak masalah kami mengeluarkan uang itu jika Tuan yang memintanya,” ucap Pak Pengacara itu lalu bersama temannya mengeluarkan beberapa berkas yang harus di tanda tangani Jack.


Pak Pengacara menyodorkan berkas-berkas itu juga beberapa cek di hadapannya Jack, diberikannya bolpoint itu.


“Silahkan ditandatangani di sini dulu Tuan,” ucap Pak Pengacara, menunjukkan bagian yang akan ditandatangani Jack. Tapi ternyata Jack hanya diam saja.


“Tuan, Tuan harus menandatangani berkas-berkas itu,” kata Pak pengacara.


Jack menatap berkas-berkas itu tapi dia hanya diam saja.


Pak pengacara menoleh pada Pak Beni.


“Pak Beni, bisa bantu saya untuk membuat Tuan Delmar menandatangani berkas- berkas ini? Kalau tidak, kami tidak bisa mencairkan uangnya. Bukankah waktu itu Tuan Delmar cepat menandatanganinya,” ucap Pak Pengacara, keheranan.


Pak Beni  yang berdiri di belakangnya Jack membungkukkan badannya dan bicara pada Jack.


“Tuan, silahkan Tuan menandatanganinya,” ucap Pak Beni, lalu mengambil bollpoint yang ada di meja dan diberikan pada Jack. Tapi ternyata Jack diam saja.


“Ara,” Jack terdengar bicara.


“Ara,” ulang Jack.


Pak pengacara menatap Pak Beni yang kembali berdiri.


“Apa maksud Tuan?” tanya pengacara.


“Tuan ingin persetujuan dari istrinya,” jawab Pak Beni, membuat semua orang terkejut.


Ny.Inez merasa kesal ternyata Pak Beni benar-benar mengatakan hal itu.


“Baiklah,” ucap pengacara lalu menoleh pada Ara.


“Nyonya, apa anda setuju untuk mencairkan uang ini?” tanya Pengacara.


Ditanya begitu Ara menjadi bingung, dia tidak tahu kenapa Jack ingin persetujuan darinya?


“Jika Tuan Delmar tidak mau menandatanganinya, maaf kami tisak bisa mencairkan uangnya,” kata Pengacara itu.


Ny.Inez merasa kesal bukan main, lalu menoleh pada Jack.


“Jack, kenapa harus repot-repot begini? Kau tinggal tandatangan saja, kita memang memerlukannya untuk pernikahan adikmu! Adikmu, keluargamu juga,” kata Ny. Inez.


Jack hanya diam, apa benar keluarga? Bastian saja selalu mengatai dirinya gila, bahkan mengejek-ejek istrinya, apa begitu perlakuan seorang keluarga?


Ara menatap Jack. Seandainya Jack sembuh pasti Jack akan sangat sakit hati melihat keluarganya yang tidak memperdulikannya tapi hanya ingin menguasai hartanya saja.


“Cepat tandatangan Jack!” kata Ny. Inez dengan nada tinggi.


“Nyonya, maaf anda tidak bisa mengintervensi, semua terserah pada Tuan Delmar! Anda tidak bisa memaksanya atau hal ini akan saya laporkan pada Pengacara pidana!” kata Pak Pengacara, membuat Ny.Inez  terkejut akhirnya dia diam.


Pengacara menoleh pada Jack.


“Tuan Delmar, saya tanya sekali lagi apakah anda setuju atau tidak? Jika tidak, kami tidak akan mengeluarkan uangnya,” tanya pengacara.


Bastian yang melihat perdebatan alot itu langsung menoleh pada Ibunya lalu berbisik.


“Ibu bagaimana ini? Aku tidak mau lamaranku gagal!” ucap Bastian.


“Ara.” Tiba-tiba Jack bicara.


“Ara,” ulangnya.


Pak pengacara menoleh pada Ara.


“Nyonya, apakah anda bisa bicara dengan Tuan delmar apakah anda setuju atau tidak?” tanya Pengacara.


Ara tampak menimbang-nimbang, dia menoleh pada Ny. Inez yang cemberut menatapnya dengan kesal, begitu juga Bastian dan Tn.Ferdi.


“Aku akan menyetujuinya tapi dengan satu persyaratan,” kata Ara, membuat keluarganya Jack terkejut.


“Persyaratan apa?” tanya Ny. Inez.


“Kalian harus membuat pernyataan untuk tidak mengganggu Jack lagi atau aku akan memasukkan kalian ke penjara!” ucap Ara membuat semua orang terkejut.


“Kalau kalian sudah membuat pernyataan itu dan diserahkan pada pengacara sebagai saksi dan barang bukti, maka aku akan menyetujui pencairan dana itu,” lanjut Ara dengan tegas.


“Istri yang pintar,” puji Jack dalam hati.


Arapun menoleh pada Pengacara.


“Kau dengar kan pengacara, itu persyaratanku sebelum menyetujuinya,” kata Ara.


“Baiklah Nyonya, jika keluarga Tuan Delmar menyetujui persyaratan itu kami akan menghubungi pengacara keluarga Delmar dibidang pidana untuk membuatkan surat pernyataannya,”kata pengacara itu sambil menoleh pada Pengacara temannya.


Ny. Inez benar-benar kesal dengan perkataannya Ara ini, tapi dia tidak mungkin memaksa Jack di depan Pengacara-Pengacara. Yang ada uang tidak cair, dia juga akan dilaporkan ke pihak berwajib.


“Bagaimana Nyonya? Jika kalian sudah mengambil keputusan setuju, kami akan kembali lagi dengan pengacara pidana dan membuat surat pernyataannya, setelah itu kita proses pengurusan keuangan sejumlah yang Tuan Delmar inginkan,” kata Pengacara itu, menatap Ny Inez.


“Baiklah, kami setuju,” ucap Ny.Inez  dengan lesu, dia tidak menyangka akan serumit ini, padahal Jack hanya tinggal tandatangan saja.


Akhirnya pengacara itu meninggalkan ruangan itu dan akan kembali lagi dengan Pengacara Pidana.


*********


Readers maaf alurnya lambat, sebenarnya aku mau percepat up beberapa episode tapi ternyata ga sempat nulisnya, makanya begadang-begadang ini. Mau diloncat malah jadi beribet nulisnya.  Ah semoga kalian masih setia saja…


Jangan lupa like, gift dan vote nya. Apa saja yang kalian punya untuk dukung Jack dan Ara… Yang kmrn udah ngasih tips makasih banyak.


Real time up pukul : 00.47 wib


***********