
Terdengar suara music akan menghakhiri sesi music romatisnya. Perasaan-perasan aneh bermuncuan dihatinya Ara. Pria ini salama music dance berlangsung, begitu piawai mengajaknya berdansa, seolah Jack adalah pria normal pda umumnya.
Untuk menghafal gerakan dansa itu tidaklah mudah, langkah demi langkah tidak boleh salah atau dia akan menginjak kakinya dan jatuh tapi tidak dengan Jack, meskipun dia depresi dia tepat melakukan setiap gerakan dansanya. Sungguh membuat Ara bingung dan menimbulkan banyak pertanyaan, apakah suaminya sudah mulai membaik dengan ruinnya mengonsumsi obat?
Ara menempelkan tubuhnya di dadanya Jack, masih merasakan nyamannya dipeluk pria ini dan harum tubuhnya yang tercium oleh hidungnya. Rasanya dia tidak mau kalau momen ini akan berakhir.
Ara menggerakkan wajahnya mencoba menatap Jack yang juga menunduk menatapnya. Kedua pasang mata itu kembali bertemu tanpa ada yang mengucapkan kata-kata, semua diam, dengan kaki tidak berhenti bergerak mengikuti irama yang akan berakhir.
Jack menatap istrinya. Dia senang melihat raut bahagia di wajahnya Ara. Dia sudah menebak pasti istrinya bertanya-tanya dengan sikapnya ini. Tapi tidak mengapa, kalau memang dia harus jujur soal kesembuhannya, dia akan terpaksa jujur lebih awal, daripada terus-terusan melihat istrinya bersedih.
“Jack,” panggil Ara dengan pelan.
Suaranya begitu lirih hanya Jack saja yang mampu mendengarnya. Jack tidak menjawab, hanya dia tidak bisa lepas menatap istrinya. Dia merasa senang istrinya terlihat senang ditemaninya berdansa malam ini. Dia merasa tidak ingin melepaskan pelakukannya.
“Jack, apa sekarang kau lebih baik? Kau mengingat langkah berdansa dengan baik,” tanya Ara.
Jack belum menjawab, apakah dia harus jujur sekarang? Apkah ini waktu yang tepat untuk jujur? Dia menghentikan langkahnya saat suara music berhenti dan tarianpun berakhir diikuti tepuk tangan yang hadir diruangan itu.
Bukan Ara saja yang keheranan dengan cara Jack berdansa. Ada sosok mata lain yang memperhatikan mereka saat berdansa.
Tn. Ferdi menatap mereka sambil menyipitkan matanya, membuat Ny. Inez keheranan melihat sikap suaminya begitu.
“Kau kenapa?” tanya Ny. Inez.
“Kau sependapat denganku kan, kalau Jack mengalami perubahan yang drastis?” tanya Tn.Ferdi, masih menatap kearah lantai dansa.
“Apa maskudmu? Karena dia berdansa? Itu biasa saja, kau jangan lupa dia itu orang Perancis, tentu saja dia pandai berdansa,” jawab Ny.Inez.
“Kau benar mungkin di RSJ ada pelajaran berdansa,” ujar Tn.Ferdi sambil meminum air minum yang ada di tangannya.
“Jack benar-benar menyukai wanta itu, lihat saja cara dia memeluknya, sepertinya dia memang benar-benar mencintainya,” gumam Ny. Inez.
“Kau terus saja berkhayal, tidak ada orang gila yang merasakan cinta,” ucap Tn. Ferdi, lalu beranjak meninggalkan istrinya.
Ny. Inez hanya menoleh saat suaminya pergi menghampiri teman-temannya, tapi dia yakin dari sikapnya Jack sudah menunjukkan kalau Jack memang menyukai Ara.
Akhirnya suara music benar-benar berhenti, begitu juga gerakan kakinya Jack dan Ara, tapi tidak dengan pelukannya. Tidak ada satupun yang melepaskan pelukannya. Jack masih memeluk pinggang Ara erat menempel ditubuhnya, Ara memeluk bahu Jack dengan perasaan yang bercampur aduk karena gugup, jantungnya terus beredar kencang sepanjang music dansa mengalun. Mereka hanya saling tatap dan membisu, tidak peduli dengan orang-orang yang bergemuruh bertepuk tangan dan meninggalkan lantai dansa.
Ara tidak tahu kenapa Jack tidak melepaskan pelukannya meski music sudah berhenti, sudah dipastikan mereka akan menjadi tontonan banyak orang tapi sepertinya Jack tidak peduli, pria itu sama sekali tidak berpaling menatapnya. Meski begitu dia tidak bisa pergi jauh dari Jack. Kini mereka hanya bisa merasakan hembusan nafas masing-masing karena saking dekatnya wajah mereka.
“Jack, musicnya sudah berhenti,” ucap Ara, memecahkan keheningan.
Jack mengerjapkan matanya, seolah dia mulai tersadar dengan sekelilingnya, dia merasa terhipnotis dengan pesona wanita yang ada dipelukannya.
Ara menurunkan tangannya melonggarkan pelukannya dan menunduk akan bergerak mundur tapi karena tubuhnya yang tidak dilepaskan Jack, membuatnya tidak bisa menunduk malah menjadikan keningnya menempel di bibirnya Jack, dan pria itu langsung mencium keningnya.
Tentu saja Ara terkejut dan mengangkat wajahnya lagi menatap Jack yang masih menatapnya. Jack merasakan perasaannya pada Ara semakin kuat, dia merasakan ikatan batin yang sangat kuat dengan wanita ini. Dia tidak bisa berpaling untuk selalu menatapnya, bukan karena matanya yang mirip dengan Arum, tapi perasaan lain yang ada dalam dirnya. Dia telah jatuh cinta, dia jatuh cinta pada istrinya sendiri. Ya, dia telah jatuh cinta.
“Aku mencintaimu,” ucapan yang tiba-tiba terlontar begitu saja dari bibirnya Jack. Dengan sadar sepenuh hati dia mengatakannya, dia mencintai Ara, istrinya.
Ara yang mendengar ucapan spontan dari Jack sangat terkejut bukan main. Senyum langsung mengembang di bibirnya. Ada haru bahagia dihatinya.
“Jack, aku senang kau sudah mulai sembuh, aku rindu kau mengatakan itu,” ucap Ara.
Jack terdiam, jadi dia benar-benar pernah mengatakan cinta pada Ara saat dia depresi.
Kedua tangan Ara mengusap kedua pipinya Jack.
“Aku juga mencintaimu, Jack,” ucapnya, dengan mata yang berkaca-kaca.
Sungguh tidak bisa dipungkiri meskipun Jack tidak normal tapi pria itu sudah mengisi hatinya dan hari-harinya, dia merasa semakin terikat oleh pria ini.
Kinan yang berhenti menari dengan Bastian, melepaskan pelukan mesranya dileher Bastian. Saat menoleh kearah Ara yang letak berdirinya tidak jauh darinya, hatinya kembali merasa iri, melihat Jack begitu mesranya memeluk Ara. Ara memegang kedua pipi pria tampan itu, mengalahkan kemesraanya dengan Bastian malam ini, membuatnya semakin kesal saja. Pesta ini seakan dibuat bukan untuk pertunangannya tapi untuk kemesraan mereka berdua.
Hati kinan semakin merasa jengkel, ini tidak bisa dibiarkan. Enak saja Ara bermesra-mesraan dengan suaminya di pesta pertunangannya. Akal licikpun muncul di kepalanya Kinan.
“Ayo!” ajak Kinan pada Bastian, mengajak meninggalkan lantai dansa, diangguki Bastian.
Kinan sengaja melangkahkan kakinya melewati Ara. Melihat Ara yang berdiri berjinjit karena keningnya kembali dicium Jack, Kinanpun melihat peluang liciknya. Dengan entengnya, kaki Kinan menangkis kakinya Ara yang berjinjit.
Maksud hati ingin membuat Ara terjatuh, tapi yang tarjadi diluar dugaan. Tiba-tiba saja Jack mengangkat tubuhnya Ara supaya sejajar degannya, kedua tangannya berpindah memeluk bokongnya Ara mengangkatnya sejajar dengan dirinya.
Meskipun Ara tidak berteriak ternyata terdengar suara teriakan lainnya yang membuat seisi ruangan itu terkejut dan menoleh kearahnya.
Ara bingung mendapat tatapan dari semua orang, tapi saat mendengar suara mengaduh disampingnya, Ara baru sadar kalau tatapan itu bukan untuknya melainkan pada seseorang yang terjatuh disampingnya Ara.
Saat Ara menunduk melihat kebawah ternyata Kinan sedang terduduk dilantai sambil memegang kakinya dan merintih kesakitan.
“Sayang kau kenapa?” tanya Bastian, terkejut lalu segera berjongkok melihat Kinan. Beberapa orang menghampiri mereka.
“Kakiku terkilir! Sakit sekali! Tadi ada yang menendang kakiku!” jawab Kinan dan langsung menangis. Tentu saja jawaban itu tidak masuk akal, siapa pula yang akan menendang kakinya?
“Menendang? Mungkin kau hanya terkilir karena sudah berdansa tadi, ayo kita ke Dokter!” kata Bastian jadi panic.
Kinan tidak menjawab, dia juga bingung, tadi dia akan menangkis kakinya Ara tapi malah merasa kalau kakinya ditendang sesuatu yang begitu keras.
Ara kebingungan melihatnya. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada Kinan. Yang lebih terkejut lagi karena dia sadar kalau Jack yang mengangkat tubuhnya. Diapun menatap Jack. Apakah tadi telah terjadi sesuatu? Kinan berniat buruk padanya dan Jack menghindarinya? Apa benar begitu? Sangat membingungkan.
Pria itu hanya menurunkannya dan mengalihan padangannya. Arapun diam dan kembali menoleh pada Kinan yang sudah dikerumuni oleh banyak orang.
Menjadi tontonan banyak orang karena jatuh, membuat Kinan merasa sangat malu. Dia terjatuh di pesta pertunangannya, benar-benar sangat memalukan!
Bastian segera menggendong Kinan yang masih meringis kesakitan, meninggalkan lantai dansa itu diiringi tatapan keheranan dari tamu-tamu.
Ara kembali menoleh pada Jack, pandangannya kembali bertemu.
“Apa kau tahu sesuatu? Kenapa kau mengangkat tubuhku?” tanya Ara, tapi seperti biasa tidak ada jawaban dari Jack.
“Kau tahu Kinan akan mencelakaiku?” tanya Ara lagi.
Jack masih tidak menjawab hanya menatapnya.
Ara mengerjapkan matanya dan menggelengkan kepalanya.
“Maaf aku terlalu banyak berfikir buruk, sepertinya Kinan memang jatuh sendiri,” ucap Ara, menatap kepergiannya Kinan.
Karena tragedi jatuhnya Kinan itu membuat acara pertunangan tidak berjalan lancar. Tanpa orang yang bertunangan, acara pesta itu berakhir lebih cepat.
Jack dan keluarganya pulang tanpa Bastian, karena Bastian harus mengantar Kinan di rumah sakit karena kakinya yang terkilir membuatnya susah berjalan dengan normal.
“Sebaiknya kau istirahat,” ucap Ara, pada Jack sambil menutup pintu kamarnya.
Pria itu tidak menjawab, dia duduk saja di pinggir tempat tidur, menanti apapun perlakuan istrinya padanya. Ara segera pergi ke walk in closet, mengambil baju tidurnya Jack dan mengganti pakaian suaminya itu, juga melepaskan sepatu dan jam tangannya.
“Aku masih heran kenapa Kinan tiba-tiba jatuh begitu?” gumam Ara.
Jack tidak menjawab, dia tidak mungkin mengatakan pada Ara kalau dia tadi sudah menendang kakinya Kinan dengan keras saat kinan akan menangkis kakinya Ara.
Jack hanya menurut saja saat Ara membaringkannya dan menyelimutinya. Istrinya itu sangat telaten mengurusnya.
“Cepatlah tidur,” ucap Ara, Jacpun mulai memejamkan matanya dan mencoba beristirahat.
Ara menoleh kemeja sofa disana masih ada gelas minumnya Jack. Diambilnya gelas itu, akan disimpan dimeja khusus menyimpan gelas dan teko yang terpisah.
Tiba-tiba ada sesuatu yang menarik diatas sofa itu. Sesuatu yang membuatnya mengerutkan keningnya. Sebuah benda kecil berwarna putih tergeletak diatas sofa, sebutir obat.
************
Readers, meski telat-telat aku usahain up ya.
Yang belum follow ig ku, follow yuk! Aku baru cek ternyata tidak bertambah juga, karena memang ignya juga masih baru dadakan bikin.
Jadi yang belum follow, jangan lupa follow ig@rr_maesa.
Yang sudah follow terimakasih banyak.
Juga jangan lupa, LIKE, GIFT dan VOTE! Makasih juga yang udah ngasih tips.
Give away akan berakhir akhir bulan, banyakin giftnya ya!
**********