
Jack menurunkan tangannya, dia benar-benar lupa kalau dia berencana berpura-pura masih depresi.
Ara langsung mendekati Jack yang kini mematung didepan cermin. Jack hampir saja mundur ke belakang saat tangan Ara mengulur menyentuh kemejanya. Teringat akan niatnya maka ditahan-tahannya dirinya untuk bersikap masih sakit. Dia ingin tahu apa yang dilakukan oleh Ara saat dia sakit, jangan-jangan Ara akan menyakitinya.
“Biar aku bantu,” ucap Ara.
Tangan wanita itu mulai menyentuh kancing kemejanya dan membukanya satu persatu. Setiap gerakan membukakan kancing itu jantung Jack terus berdetak sangat kancang, dia mendadak merasa gugup, dia benar-benar merasa ditelanjangi.
Ini adalah pertama kalinya ada yang memperlakukannya seperti itu. Dia sangat tidak suka pada wanita yang agresif apalagi menyentuh-nyentuh tubuhnya. Tapi dia juga tidak bisa menolak atau istrinya itu akan tahu kalau dia sudah berangsur pulih.
Dia tetap harus waspada, menyelidiki siapa wanita yang dinikahinya itu? Dia tidak mau disebut ‘Jendral bodoh’ karena bisa di taklukkan seorang wanita. Diperhatikannya wanita yang sedang menunduk membukakan kancing-kancing kemejanya.
“Kau pasti gatal-gatal karena air laut kan? Seharusnya aku juga mandi tapi aku akan memandikanmu dulu. Kita tidak mungkin mandi bersama. Aku malu kalau harus mandi bersama meskipun kita sudah suami istri,” ucap Ara.
Tentu saja Jack sangat terkejut mendengarnya. Apa maksudnya wanita itu akan memandikannya? Apa maksud mau mandi berdua segala? Apa mereka pernah melakukan itu? Mandi bersama dengan wanita itu? Ah tidak mungkin!
“Tubuhmu sangat bagus Jack,” puji Ara, membuat Jack ilfeel. Buat apa wanita itu memuji-muji dirinya segala? Batinnya.
“Kau kenapa? Kau seperti sangat kaku begitu? Biasanya kau mau aku mandikan,” kata Ara, membuat Jack terkejut, ternyata dia suka di mandikan wanita ini? Tentu saja, karena wanita itu istrinya.
Jack jadi penasaran apa yang dilakukan wanita itu kalau memandikannya. Jangan- jangan wanita itu memperkosanya! Ah Tidak! Seorang Jendral diperkosa seorang wanita? Lelucon apa ini? Benar-benar harus membawa perkara ini ke pengadilan! Wanita ini harus dijatuhi hukuman sebera-beratnya! Jack
terus mengumpat dalam hati.
“Lihat saja aku akan mencatat semua kelakuanmu yang merugikanku! Aku pastikan kau akan membayarnya! Lihat saja pembalasanku!” batin Jack.
Jack masih menatap wajah Ara yang sedang membuka kancing kemejanya, meskipun hatinya menggerutu tapi dia tetap harus diam. Jack terkejut saat Ara tiba-tiba mengangkat wajahnya menatapnya, pandangan merekapun bertemu.
Jack menatap mata cantik itu yang menatapnya lalu menunduk lagi melihat dadanya yang sudah terbuka, sesekali menengadah menatapnya lagi.
“Kau sangat aneh Jack,” ucap Ara, kembali menatap Jack. Lagi-lagi mata mereka bertemu.
Jack suka melihat mata itu, dia merasa mata itu seperti mata yang dimilki Arum. Tapi sekali lagi, wanita itu bukan Arum! Hanya karena matanya itu membuatnya merasa Arum masih hidup dan itu cukup membuatnya merasa tenang. Tapi tidak seharusnya juga dia menikahi Ara jika memang bukan Arum.
Kemeja Jack sudah Ara lepas dari tubuh suaminya itu. Kini dia melihat kearah celananya. Jack semakin tersentak kaget saja karena Ara tidak sungkan untuk berjongkok dan melepaskan ikat pinggang celananya.
Sudah tidak terbayangkan betapa tegangnya dirinya. Wanita itu benar-benar sesuka hati pada dirinya. Tapi lagi-lagi dia harus bersabar dan membiarkan Ara melepaskan celana panjangnya, dan kini hanya tinggal daleman saja.
Hati Jack benar-benar sudah menggeremet dalam hati, dia mengutuk wanita yang menelanjanginya ini.
“Kau benar-benar melecehkanku! Lihat saja aku akan memberi perhitungan padamu!” gerutu Jack dalam hati. Dengan terpaksa membiarkan tubuhnya ditelanjangi istrinya.
“Ayo kita mandi,” ajak Ara, sambil menarik tangannya Jack.
Tapi dia heran karena Jack tidak bergerak. Jack merasa risih masa dia harus dimandikan wanita ini? Kenapa tadi dia tidak bilang kalau akan dimandikan oleh Pak Beni, tapi bagaimana bilangnya, dia kan sengaja berpura-pura masih sakit?
“Ayo Jack, kau harus mandi. Aku akan menyiapkan air hangat, supaya tubuhmu menjadi segar,” ucap Ara, kembali menarik tangan Jack.
Pria tampan itu melangkahkan kakinya dengan berat hati. Dia terus bertanya-tanya apakah Ara akan membuatnya benar-benar telanjang? Dan apakah dia siap disentuh- sentuh oleh wanita yang agresif itu?
Di dalam kamar mandi, Ara menyalakan kran air membuat air hangat untuk Jack. Dia juga menyiapkan sabun, sampo juga handuk.
Jack masih berdiri memperhatikan apa yang wanita itu lakukan. Sepertinya wanita itu memang sudah tidak sungkan lagi untuk memandikannya.
Tapi Jack semakin merasa jantungan saat Ara membalikkan tubuhnya dan menatapnya.
“Seperti biasa Jack, kau harus buang air dulu, baru mandi,” ucap Ara.
Buang air? Apa maksudnya buang air? Batin Jack. Wajahnya langsung pucat saja. Apa wanita itu akan melihat bagian tubuhnya yang benar-benar privasi itu? Dia tidak ingin buang air kenapa disuruh buang air segala?
Ara menatap Jack yang mengalihkan pandangan tidak mau melihat Ara.
“Jack, aku tahu kau tadi sudah dari toilet, tapi sebaiknya kau buang air lagi, jadi nanti tidak perlu buang air lagi,” ucap Ara.
Tangannya langsung menarik tangan Jack mendekati toilet. Tiba-tiba saja Ara berjongkok lagi dan melepaskan ****** ******** begitu saja kebawah membuat Jack benar-benar menahan nafas. Dan dia sangat terkejut saat melihat Ara bangun dengan mata yang tertutup.
“Seperti biasa aku tidak akan melihat kau buang air. Aku hanya akan bersiul dan kau langsung buang air,” ucap Ara.
“Kau harus langsung buang air ya Jack!” seru Ara. Diapun langsung bersiul.
“Swuit wiiw!” siul Ara.
Apaan sih ini? Gerutu Jack, wajahnya semakin merah, wanita itu bersiul dan menyuruhnya buang air? Benar-benar keterlaluan! Diapun langsung melihat ke bawah dan ‘Jendral kecil’nya itu masih biasa saja.
“Kau belum buang air juga? Aku coba lagi,” ucap Ara langsung bersiul lagi.
“Swuit wiiwiw!” siul Ara.
Jack benar-bener keki di buatnya. Wanita itu benar-benar melecehkannya! Jadi ini yang dilakukan Ara selama ini? Membangunkan ‘Jendral kecil’nya dengan siulan! Wanita ini benar-benar harus di beri pelajaran! Dia tidak terima dilecehkan seperti ini! Batinnya, terus saja mengumpat.
“Jack kau belum buang air juga? Ini siulan yang katiga, harus berhasil! Atau kau memang tidak ingin buang air?” tanya Ara.
Jack melirik wanita yang masih membelakanginya itu. Dia semakin menggeremet pada wanita itu. Pokoknya dia tidak mau jadi budak wanita itu! 'Jendral kecil'nya tidak boleh bereaksi hanya karena siulan wanita itu! Dia benar-benar tidak bisa membiarkan pelecehan ini!
“Aku hitung sampai tiga, kalau tidak berhasil berarti kau memang tidak mau buang air,” kata Ara. Diapun mulai aba-aba
“Satu…dua…tiga..! Swuit wiiiww!” seru Ara diakhiri siulan.
Jack mengerahkan seluruh kekuatan dirinya untuk tidak membiarkan ‘Jendral kecil’nya itu mengikuti siulannya Ara. Tidak bisa! Dia tidak terima dengan pelecehan ini! Ini sudah termasuk dalam pelecehan sexual! Dia harus menuntut wanita itu ke pengadilan dan memasukkannya dalam penjara biar wanita itu membusuk saja disana dan tidak akan bersiul-siul lagi pada ‘Jendral kecil’nya!
"Awas kau! Tunggu saja pembalasanku!” Teriak Jack dalam hati.
Tapi kekuatannya melawan siulan mulai sirna saat ‘Jendral kecil’nya terasa bereaksi. Jack terus menguatkan hatinya untuk menghalangi reaksi selanjutnya.
“Jack, sepertinya kau tidak ingin buang air! Biasanya kau menurut, tapi ya sudahlah, kita mandi saja,” kata Ara, keheranan karena siulannya tidak berhasil.
Ara membalikkan tubuhnya menghadap Jack dan dia lupa menutup matanya, dia langsung terkejut saat melihat ‘Jendral kecil’nya Jack mengalami perubahan.
Diapun langsung membuang muka dan menutup matanya dengan jantung yang berdebar kencang! Selama ini dia sudah berusaha untuk tidak melihat, kenapa sekarang dia melihat dalam keadaan seperti itu? Oh tidak, ini sangat memalukan! Batinnya sambil menutup wajah dengan kedua tangannya. Lalu terdengar suara air ke toilet. Sepertinya Jack sudah buang air.
Jack merasa kesal bukan main, ‘Jendral kecil’nya menurut perintah wanita itu, menegang dan buang air. Benar-benar membuatnya sangat kesal. Dia harus segera membuat perhitungan! Dia tidak terima diperlakukan seperti ini!
Tiba-tiba dirasanya ada guruyan dari air shower pada tubuhnya yang dipegang Ara.
“Jack maaf aku tadi melihatnya, aku tidak sengaja, karena aku heran kenapa kau tidak buang air, aku tidak mau kau sakit, aku harus mengurusmu dengan benar!” ucap Ara. Kemudian wanita itu kembali berjongkok sambil terpejam merapihkan lagi celananya Jack.
“Modus!” batin Jack, sebal.
Sungguh tidak bisa terucapkan dengan kata-kata, Jack merasa kesal bukan main dengan kelakuan wanita yang sudah dinikahinya ini. Ternyata ini perlakuan wanita itu padanya? Benar-benar keterlaluan! Tidak bisa dimaafkan! Batinnya.
Tiba-tiba Ara sudah menariknya naik ke bathub dan memandikannya. Wanita itu memandikannya! Menyentuh seluruh tubuhnya dari tangannya, dadanya, punggung, kaki, semua disentuh oleh wanita itu dan memberinya sabun, menggosok gosok tubuhnya dengan pelan, tidak lupa Ara juga mencuci rambutnya dengan sampo.
Ara menatap Jack yang sudah naik lagi dari bathub dan menyelimutinya dengan piyama handuknya. Ara mengikatkan tali itu.
“Selesai! Aku tinggal memilihkan baju untukmu,” ucap Ara, lalu menatap Jack.
Pria itu langsung mengalihkan pandangannya, tidak mau bersitatap dengan wanita itu. Dan dia sangat terkejut saat sebuah kecupan manis menempel dipipinya.
Cup! Bibir wanita itu menempel lembut di pipi kirinya.
Rona muka Jack langsung memerah. Wanita itu menciumnya! Enak saja wanita itu menciumnya! Memperlakukannya seperti boneka saja dan sekarang menciumnya! Benar-benar seenaknya! Awas kau Ara! Umpatnya dalam hati.
Tangan Ara kembali menarik tangan Jack, diajaknya ke walk In closet, akan memilihkan baju untuk Jack.
Tangan Ara mengulur menyentuh sebuah lemari. Jack sangat terkejut saat menyadari kalau lemari itu adalah lemari khusus baju dinas militernya. Dia tidak mau Ara melihat baju-baju dinasnya disana.
************
Readers maaf banyak typo, aku nulisnya buru-buru. Meski begitu jangan lupa like ya.
*****