
Kedatangan Shella ke rumahnya membuat Keisha merasa terkejut sekaligus heran, ia tak menyangka jika Shella bisa datang kesana setelah sekian lama mereka tidak pernah bersitegang. Keisha pun amat penasaran apa yang hendak dilakukan Shella disana, apalagi gadis itu muncul dengan senyum lebar di bibirnya yang membuat Keisha terdiam disertai mulut yang terbuka karena merasa bingung.
Lana sendiri juga ikut berdiri di sebelah Keisha ketika melihat kedatangan Shella, mereka berdua kini sama-sama terdiam bingung dibuatnya. Meski Lana belum terlalu tahu banyak mengenai sosok Shella yang sering menyakiti Keisha, tetapi dari apa yang ia lihat saat ini ia yakin bahwa Shella bukan orang baik dan pantas bila Keisha tak menyukai kehadiran Shella di rumah mereka sekarang.
Shella kini berada tepat di hadapan mereka, ia tersenyum seraya menyapa Keisha dengan ramah sambil melambaikan tangan. Tanpa diduga, Shella juga menyodorkan sebuah bingkisan ke arah Keisha yang membuat Keisha merasa heran. Keisha mengernyitkan dahinya, bingung saja karena tak biasanya Shella mau memberinya hadiah seperti itu.
"Ini buat lu Kei, diterima ya! Anggap aja ini sebagai permintaan maaf gue ke lu, karena kan selama ini gue selalu nyakitin lu!" ucap Shella tersenyum lebar.
Keisha masih diam tak mengerti dengan apa yang dikatakan Shella saat ini, ia tatap saja bingkisan yang dibawa gadis itu sambil merasa bingung mengapa Shella memberikan hadiah itu kepadanya. Sikap yang ditunjukkan Shella sekarang juga amat membingungkan, seolah-olah gadis itu merasa bersalah setelah banyak menyakiti Keisha.
"Lu kesambet apa gimana sih, Shella? Atau ini cuma rencana lu buat bikin gue ketipu dan terpedaya sama lu? Jadi, nanti lu bisa sakitin gue lagi dengan cara pura-pura baik sama gue," ucap Keisha curiga.
"Hah? Eh enggak kok Kei, beneran deh gue gak gitu. Gue kesini beneran mau minta maaf sama lu, gue nyesel udah jahat sama lu!" ucap Shella.
"Masa sih? Apa buktinya?" tanya Keisha.
"Eee ya buktinya ini gue bawain lu hadiah, soalnya gue kan belum sempat kasih hadiah ke lu waktu nikahan sama Alex!" jawab Shella.
Lagi-lagi Keisha terdiam, ia masih bingung apakah Shella benar-benar menyesal dan mau meminta maaf padanya atau ini hanya sekedar permainan gadis itu. Pasalnya, Keisha tahu jika Shella adalah gadis yang licik dan sulit dipercaya. Setelah dulu ia sempat mempercayai Shella dan dihancurkan begitu saja, kini Keisha pun ragu untuk mempercayai gadis itu kembali.
"Kei, gue tahu lu masih ragu sama gue. Kesalahan gue ke lu emang besar banget, makanya gue wajar kok kalau lu gak bisa maafin gue. Tapi, seenggaknya lu mau terima pemberian gue ini ya!" ucap Shella.
"Gak tahu deh, gue bingung banget sama lu. Gue gak tahu harus bersikap apa sekarang," ucap Keisha.
Shella tersenyum saja mendengar ucapan Keisha barusan, lalu ia kembali menyodorkan bingkisan di tangannya ke arah Keisha dan memaksa Keisha untuk menerimanya. Meski begitu, Keisha masih tetap merasa ragu melakukan itu. Ya Keisha sangat sulit untuk mempercayai Shella saat ini, apalagi Shella sudah pernah menipunya dulu.
"Ayolah Keisha, terima dong bingkisan dari gue ini! Gue gak macam-macam kok sumpah, lu percaya deh sama gue!" ucap Shella sedikit memaksa.
"Umm, yaudah deh gue terima hadiahnya. Makasih banyak ya Shella!" ucap Keisha lirih.
"Wah akhirnya!" Shella tampak bahagia melihat Keisha mau mengambil hadiah darinya, secara reflek ia mendekat lalu memeluk wanita itu di hadapan Lana dengan sangat erat.
"Makasih ya Keisha!" ucap Shella sekali lagi.
•
•
Siang harinya, Alex pulang ke apartemen miliknya yang sudah lama tidak ia tinggali. Pria itu keluar dari lift dan langsung berjalan menuju unitnya, tapi tanpa diduga rupanya Mayra sang mama sudah berdiri di depan pintu seolah tengah menunggunya. Alex pun dibuat bingung saat ini, ingin ia berbalik dan pergi namun Mayra sudah lebih dulu melihatnya.
Sepertinya dugaan Mayra benar, bahwa Alex pasti akan datang ke apartemen itu saat ini. Tanpa menunggu lama, Mayra segera menghampiri putranya yang terdiam di depan sana dengan senyuman lebar. Tentu saja Alex tampak bingung dengan keberadaan mamanya disana, apalagi ia sedang malas bertemu dengan siapa-siapa.
"Lex, darimana aja kamu sih? Ayo ikut mama sekarang, kita pulang ke rumah! Kasihan istri kamu itu loh nungguin kamu terus, kamu lupa ya kalau dia lagi hamil anak kamu!" ucap Mayra tegas.
Alex menghela nafasnya, mengusap hidung serta dagunya dan berusaha menenangkan diri agar tidak terpancing emosi. Jujur Alex sangat malas meladeni mamanya, ia khawatir malah akan terbawa emosi dan mengatakan hal yang tidak-tidak. Padahal, saat ini ia hanya ingin sendiri lebih dulu sampai dirinya benar-benar merasa tenang.
"Lex, kamu kok malah diam aja sih? Ayo ikut sama mama pulang, kasihan istri kamu itu loh! Kalau kamu begini terus, kapan kamu mau jadi orang dewasa? Kamu itu udah berumah tangga loh, masa sikap kamu masih kekanak-kanakan begini?" ucap Mayra.
"Ma, aku bukan kanak-kanak. Aku begini untuk menghindari keributan, aku gak mau menyakiti hati Keisha nantinya!" ucap Alex menyangkal.
"Kamu benar sih, tapi tetap aja tindakan kamu ini salah! Kasihan Keisha terus cemas mikirin kamu, apa kamu udah gak perduli lagi sama istri dan anak kamu sekarang?" ucap Mayra.
"Iya ma iya, nanti juga aku pulang kok kalau waktunya udah pas. Mama jangan paksa aku kayak gini dong, mama mending temenin aja Keisha di rumah biar dia gak kesepian!" ucap Alex.
"Loh Lex, dia maunya sama kamu kok. Kenapa jadi mama yang disuruh temenin dia?" ucap Mayra.
Alex tidak tahu lagi harus mengatakan apa pada mamanya sekarang, karena ia merasa telah menyampaikan semuanya saat ini. Namun, tetap saja mamanya itu kekeuh meminta padanya untuk pulang ke rumah menemui Keisha. Kini Alex pun hendak melangkah melewati mamanya, tetapi dengan cepat Mayra menghalanginya.
"Alex, mau kemana kamu? Jangan coba-coba menghindar dari mama ya, kamu harus pulang sekarang juga!" sentak Mayra.
"Apa sih ma? Biarin aku masuk ke dalam, aku capek mau istirahat!" ucap Alex merasa kesal.
"Wait wait, kalo gitu apa mama bawa aja Keisha kesini biar dia bisa bareng kamu? Gak masalah kan?" tanya Mayra.
"Ah terserah mama lah!"
Alex terlihat kesal dan langsung melangkah begitu saja meninggalkan mamanya disana, Alex masuk ke dalam unit apartemennya lalu mengunci pintu dari dalam. Mayra yang melihat itu tampak menghela nafas seraya menggeleng kecil, sepertinya Mayra merasa bingung dan heran mengapa Alex sampai bersikap seperti itu kepada Keisha.
"Aku jadi bingung, sebenarnya Alex itu selingkuh atau enggak sih dari Keisha?" gumamnya.
•
•
Lana tidak tahu harus apa, untuk menelan saliva nya saja ia kesulitan dan jantungnya juga terus berdetak lebih kencang dari biasanya. Tubuhnya bergetar saat ini, seolah tidak bisa dikendalikan setiap kali ia berdekatan dengan lelaki itu. Meski ia sudah berusaha untuk tenang, namun suasana hatinya seperti tak dapat diajak bekerjasama.
"Hai Lana! Gak nyangka ya kita ketemu disini, gue kira lu orangnya gak suka duduk-duduk di cafe kayak gini!" ucap Zikri sambil tersenyum.
"Eee iya nih, kebetulan aku diajak Salwa buat kesini. Kamu kok sendirian sih, kak Cherry mana? Gak diajak sekalian gitu buat nemenin kamu disini?" ucap Lana sungguh penasaran.
"Haha, Cherry itu kan bukan siapa-siapa gue. Gak bisa lah gue minta dia buat temenin gue," ucap Zikri.
"Oh ya? Jadi kalian belum jadian?" tanya Lana.
Zikri menggeleng sebagai jawaban, entah mengapa Lana tampak senang melihat reaksi Zikri saat ini yang menyatakan bahwa Cherry bukanlah kekasihnya. Padahal, selama ini Lana mengira jika mereka sudah saling menjalin hubungan. Tapi meski begitu, Lana tidak mau terlalu berharap karena ia khawatir akan mengalami sakit hati.
"Omong-omong, gue boleh gabung gak nih sama kalian? Ya gue kesini kan sendiri ya, lebih asyik kayaknya kalo gue gabung disini deh. Gapapa kan?" ucap Zikri meminta izin.
"Kalo gue sih terserah Lana aja, gimana Lan boleh gak tuh?" ucap Salwa menatap sahabatnya.
Lana pun terkejut ketika Salwa tiba-tiba bertanya padanya, ia sendiri bingung harus menjawab apa pada Zikri sekarang. Zikri kini tampak menantikan jawaban dari Lana, pria itu terus menatapnya disertai senyum tipisnya. Lana dibuat gugup dan semakin bingung, apalagi ia tahu kalau Zikri adalah lelaki yang ia kagumi sejak lama.
"A-aku ngikut aja, kalau emang kamu mau gabung sama kita ya terserah," ucap Lana gugup.
"Oh okay, berarti boleh ya?" tanpa basa-basi lagi, Zikri langsung terduduk di dekat Lana dan tersenyum ke arah kedua gadis itu.
Suasana pun tampak canggung, terutama bagi Lana yang merasa sangat gugup ketika Zikri berada tepat di sebelahnya. Sedangkan Salwa terlihat terus senyum-senyum seolah tahu apa yang tengah dirasakan Lana saat ini, ya Salwa tentu tahu banyak mengenai rasa suka Lana pada Zikri karena gadis itu yang telah menceritakan semuanya padanya.
"Eh kenapa malah diem aja ini? Ayolah ngobrol aja ngobrol, gausah malu walau ada gue disini! Biasanya cewek kan suka gosip gosip tuh," ucap Zikri.
"Ih apa sih Zik? Kita mah beda kali gak kayak cewek lainnya, kita itu gak suka gosip," elak Salwa.
"Ah masa sih? Kok gue gak percaya ya? Paling kalian sama aja suka gosipin orang, udah sih gapapa lanjut aja gosip gausah malu! Gue juga pengen dengar kalo cewek tuh lagi ngomongin orang kayak gimana," ucap Zikri sambil terkekeh.
"Hah? Dasar aneh lu Zik, daripada gosip mending lu ajak ngobrol aja tuh si Lana!" ucap Salwa.
"Uhuk uhuk uhuk!!" Lana spontan tersedak saat hendak minum begitu mendengar ucapan Salwa tadi.
•
•
Hari sudah malam, Alex yang merasa lapar pun berniat keluar dari apartemennya untuk mencari makan. Pria itu bergegas mengambil jaket miliknya, lalu melangkah menuju pintu sembari memikirkan apa yang hendak ia beli saat ini. Namun, begitu Alex membuka pintu ia dibuat terkejut ketika tiba-tiba Keisha sudah berdiri di hadapannya saat ini.
Mata Alex terbelalak lebar seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya, pria itu amat heran bagaimana bisa Keisha datang kesana sekarang. Ia tidak dapat berkata apapun saat ini, tubuhnya terasa kaku dan sangat kebingungan. Sedangkan Keisha hanya terus menatapnya, tampak senyuman terukir di wajahnya yang membuat Alex makin kikuk.
"Mas, maaf ya kalau aku ngagetin kamu! Sebenarnya udah daritadi aku datang kesini, tapi aku ragu buat ketuk pintu. Aku takut kamu marah sama aku, eh untungnya kamu bisa keluar tepat waktu. Apa karena ikatan hati kita ya?" ucap Keisha tersenyum lebar.
Alex hanya terdiam sembari memalingkan wajahnya, entah mengapa ia begitu sulit harus berbicara apa kepada Keisha saat ini. Apalagi, sebelumnya Alex memang sedang kesal dengan wanita itu yang terus saja menanyakan perihal sosok Anya. Namun meski begitu, Alex juga tidak tega jika harus bersikap kasar kepada istri yang amat ia cintai itu.
"Ka-kamu ngapain sih pake kesini segala? Udah kamu itu di rumah aja, jangan malah ikut kesini sama aku!" ucap Alex merasa gugup.
Keisha mendekatinya dan langsung memeluknya dengan erat, ia benamkan wajahnya pada bahu sang suami sambil mendongak menatapnya. Alex tentu saja merasa sangat gugup saat ini, apalagi tindakan Keisha yang benar-benar mendebarkan. Tak ada balasan memang dari Alex, karena pria itu masih ragu untuk menunjukkan sikap baiknya.
"Aku tahu kamu masih marah sama aku, itu makanya aku datang kesini untuk bujuk kamu. Aku gak mau kamu terus-terusan marah begitu, karena aku ngerasa sedih banget tahu," ucap Keisha lembut.
"Keisha, udah cukup ya! Aku paling gak suka kalau kamu bersikap begini!" pinta Alex.
Keisha merasa heran dengan reaksi suaminya itu, ia melepas pelukannya dan menatap wajah Alex dengan ekspresi bingung. Pasalnya, Keisha tak mengerti mengapa Alex masih saja emosi padanya dan terus bersikap dingin seperti sekarang. Keisha pun berusaha kembali mencoba membuat Alex untuk mau memaafkannya.
"Kamu itu kenapa sih mas, masih marah sama aku? Kalau aku salah, okay aku minta maaf deh sama kamu! Tapi, aku mohon mas jangan kayak gini terus! Aku gak suka tahu lihat kamu bersikap dingin begini sama aku!" ucap Keisha cemberut.
"Aku gak marah, aku cuma butuh waktu sendiri untuk tenangin diri aku. Aku gak mau aja ribut sama kamu sayang, aku takut nyakitin kamu!" ucap Alex.
"Aku paham kok mas, makanya aku mau minta maaf sama kamu sayang!" ucap Keisha.
"Kamu gak perlu minta maaf sayang, kamu ini gak salah. Yasudah, karena kamu udah ada disini jadi apa boleh buat kan? Kamu ikut aja sama aku sekarang, kita cari makan yuk!" ucap Alex.
"Boleh mas, aku senang banget kalau bisa dinner berdua sama kamu!" ucap Keisha antusias.
Alex tersenyum lebar dan merangkul istrinya dengan lembut, kini mereka pun sama-sama melangkah pergi dari apartemen tersebut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...