
Zayn tersenyum saja seraya menganggukkan kepalanya, lalu Keisha pamit padanya dan pergi begitu saja tanpa perduli dengan ekspresi wajah Zayn yang menunjukkan betapa sedihnya dia. Keisha hendak mencari dimana Alex berada, untuk itu ia tak ingin terlalu lama bersama Zayn. Lagipun, Keisha khawatir jika ada yang melihatnya nanti.
Namun, bukannya bertemu Alex gadis itu justru tak sengaja berpapasan dengan Tarra beserta rombongannya. Sontak Keisha terkejut, ia berusaha menghindar tetapi tidak bisa karena Tarra lebih dulu menahan tangannya dan tak membiarkan gadis itu pergi. Keisha mencoba berontak, namun tenaga Tarra jauh lebih besar dibanding dirinya.
"Lepas! Lu tuh mau apa sih dari gue? Emang belum puas ya lu udah bully gue waktu itu?" geram Keisha.
"Tenang Kei, gue bukan pengen bully lagi kayak waktu itu kok! Justru kita mau kasih tahu sesuatu sama lu, ini penting loh dan tentang Alex suami lu. Dan gue rasa, lu wajib tau soal ini!" ucap Tarra.
Keisha mengernyitkan dahinya, "Maksud lu? Emang lu ada info apa tentang Alex? Jangan aneh-aneh ya!" ucapnya penasaran.
"Lo pengen tahu?" ucap Tarra yang justru sengaja ingin membuat Keisha makin penasaran padanya.
Gadis itu mengangguk-anggukkan kepalanya, kemudian dengan perlahan Tarra mendekatinya dan berbisik di telinganya.
"Alex selingkuh,"
Deg
Mata Keisha membulat seketika, menatap tajam ke arah Tarra seraya mengepalkan tangannya. Dengan sekuat tenaga Keisha mendorong tubuh pria itu, hingga akhirnya ia berhasil terlepas dan kini tampak mengacungkan telunjuknya ke arah Tarra.
"Lo dengar ya, gue percaya Alex gak akan begitu! Jadi, lu jangan coba-coba pengaruhi gue buat benci sama Alex!" sentak Keisha.
"Hadeh, Keisha Keisha. Mau sampai kapan sih lu percaya sama laki lu yang gak bener itu? Harusnya lu tuh percaya gue, karena apa yang gue bilang itu sesuai fakta dan gue ada buktinya!" ucap Tarra.
"Bukti? Bukti apa yang lu punya?" tanya Keisha.
Tarra justru tersenyum, melangkah menjauh dari gadis itu hingga membuat Keisha makin penasaran. Keisha pun mendekati Tarra untuk kembali bertanya mengenai bukti yang tadi dikatakan pria itu, namun Tarra seolah tak ingin menjawab dan sengaja membuat Keisha terus menduga-duga sampai nantinya gadis itu melabrak suaminya sendiri.
"Lo gak perlu tahu bukti itu sekarang, Keisha. Katanya lu percaya sama suami lu itu?" ucap Tarra.
"Jangan main-main ya sama gue! Kalau lu emang ada bukti yang menyatakan Alex selingkuh, cepat lu kasih tahu ke gue!" pinta Keisha.
"Emangnya lu berani bayar berapa, hm?" tanya Tarra.
Plaaakk
Keisha langsung menampar wajah Tarra dengan sekuat tenaga disertai umpatan kasar untuk melampiaskan emosinya, hal itu hampir saja memancing kekesalan di wajah teman-teman Tarra dan hendak membalasnya. Akan tetapi, Tarra mencegah itu karena belum saatnya bagi mereka untuk melayani apa yang dilakukan Keisha tadi.
Akhirnya Tarra mengancam pada Keisha kalau dia akan menyesal karena tidak mempercayainya, Tarra begitu yakin jika Alex memang benar selingkuh di luar sana dengan wanita lain. Keisha pun dibuat bingung saat ini, ia penasaran apakah Tarra memang mempunyai bukti perselingkuhan suaminya itu atau dia hanya menggertak saja untuk membuatnya salah paham kepada Alex.
Setelah itu, Keisha memutuskan pergi dari sana demi menemukan keberadaan suaminya. Begitu pula dengan Tarra, pria itu beserta rombongannya tampak meninggalkan lorong sekolah dengan senyum puas karena merasa berhasil mengerjai Keisha dengan berita bohong yang mereka sebarkan tadi mengenai Alex yang dikabarkan selingkuh.
•
•
Bugghhh
Tiba-tiba saja, Alex langsung berdiri dan memukul wajah Reno sampai tersungkur ke bawah. Sontak semua orang disana merasa terkejut, tak ada yang menyangka jika Alex akan melakukan itu dan sampai membuat Reno terluka. Bahkan, Reno sendiri juga heran mengapa Alex memukulnya bukan setuju dengan apa yang dia katakan tadi.
Seketika Rizky serta Tio tersenyum lebar mendengar perkataan Alex, rupanya pria itu memang sungguh-sungguh mencintai Keisha. Padahal tadinya mereka mengira jika Alex hanya mengincar tubuh Keisha, tapi nyatanya Alex memang begitu tulus mencintai dan menyayangi gadis itu. Bahkan Alex tega memukul sahabatnya sendiri yang telah berkata lancang padanya, demi menjaga harga diri sang istri yang amat ia cintai itu.
Reno pun merasa menyesal karena telah berkata seperti tadi, ia tampak memegangi pipinya yang terluka akibat pukulan Alex tadi. Rizky, Tio dan para temannya yang lain turut mendekati untuk membantu Reno berdiri kali ini. Tak lupa juga Reno mengucap kata maaf pada Alex, tapi sepertinya Alex masih sangat kesal pada Reno sehingga ia terlihat mengabaikan uluran tangan dari pria itu.
"Lu denger ya Ren, gue masih curiga sama lu soal video yang kesebar itu. Kalau emang lu benar pelakunya, gue sendiri yang akan abisin lu dan kirim lu ke UGD sebagai balasan!" ucap Alex mengancam Reno dengan tegas.
"Iya Lex, terserah lu mau ngomong apa deh. Intinya gue udah jujur sama lu," ucap Reno pasrah.
Setelahnya, Alex pun melangkah pergi dari sana meninggalkan teman-temannya dengan perasaan jengkel. Alex masih tak terima sebenarnya pada apa yang diucapkan Reno, namun ia tidak ingin membuat persahabatannya luntur nanti dan malah Reno jadi memusuhinya. Meski Alex sendiri masih ragu apakah Reno memang ada pihaknya, atau kini Reno sudah memihak Tarra.
"Sialan tuh Reno! Sengaja banget dia bikin gue kesel, dasar biadab!" umpat Alex di dalam hatinya.
Bruuukkk
Karena tidak fokus menatap ke jalan akibat memikirkan Reno, akhirnya Alex tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis yang sedang melangkah berlawanan dengannya. Mereka pun sama-sama terkejut, terutama sang gadis yang tengah memegang minuman dan sampai tumpah ke lantai serta hampir terjatuh.
Beruntung Alex dapat menangkap tubuh gadis itu dan menahan pinggangnya, sehingga mereka saat ini berada sangat dekat dan saling bersentuhan. Alex menatap wajah gadis yang ada di pelukannya itu, mereka saling bertatapan selama beberapa detik sampai kemudian deheman dari sahabat gadis itu mengagetkan keduanya dan membuat Alex melepas tubuh gadis yang tadi ia peluk.
"Ma-maaf, sorry gue tadi gak lihat kalau ada orang di depan! Sorry juga kalau gue kurang ajar sentuh lu!" ucap Alex merasa gugup.
Gadis itu tersenyum menatapnya, "Ah iya, gapapa. Gue juga yang salah kok tadi karena jalan sambil bengong, lagian seharusnya gue makasih sama lu karena udah tolongin gue," ucapnya.
"It's okay, oh ya soal minuman lu itu biar gue ganti ya? Gue beliin lagi di kantin sekarang, yuk!" ucap Alex saat melihat minuman yang tumpah.
"Eh gausah, lagian tinggal sedikit kok," ucap gadis itu menolak tawaran Alex.
"Udah gapapa, gue yang gak enak sama lu kalau gue gak ganti. Yaudah gini deh, ini gue ganti pake uang aja biar lu bisa sendiri," Alex langsung mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya dan memberikannya kepada si gadis.
"Tapi ini kebanyakan," ucap gadis itu.
"Biarin, nanti kembaliannya bisa lu kasih ke gue. Kalo gitu gue cabut dulu ya?" ucap Alex pamit.
"I-i-iya..."
Gadis itu terlihat sangat gugup saat ini, sedangkan Alex langsung berbalik dan hendak pergi dari sana karena masalahnya sudah selesai. Namun, tanpa diduga Alex justru berhenti lalu kembali menemui si gadis yang masih setia berdiri disana memandang ke arahnya bersama dua orang wanita yang merupakan sahabatnya.
"Oh ya gue lupa, lu namanya siapa? Soalnya gue baru kali ini lihat lu, terus di baju lu juga belum ada namanya," tanya Alex penasaran.
"Eee gu-gue..."
"Gue Alex." pria itu menyela dan terlebih dulu mengenalkan diri sembari mengulurkan tangannya ke arah si gadis.
"Hah? Gue Shella," balas gadis itu seraya meraih tangan Alex dan bersalaman dengannya, meski kondisinya sangat gugup saat ini.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...