
Saat tiba di depan rumah kakeknya, Keisha serta Aldy dan Yuli terlihat berhenti lebih dulu sebelum melangkah masuk ke dalam sana. Tampaknya Aldy masih ragu untuk ikut bersama Keisha saat ini, karena bagaimanapun ia tahu sekali rumah itu adalah milik Bruce yang amat terkenal. Jika nanti ia masuk kesana, bukan tidak mungkin Yuli akan berbuat hal yang memalukan baginya disana.
Sejujurnya Aldy memang ingin sekali masuk ke dalam rumah yang besarnya seperti istana itu, apalagi ia juga sudah lama tidak bertemu dengan Bruce yang telah banyak membantunya. Akan tetapi, Aldy sadar kalau sekarang waktunya tidak tepat karena Yuli pasti akan ingin ikut bersamanya. Untuk itu, Aldy lebih baik mengurungkan niatnya dan pamit saja pada Keisha agar bisa pergi dari sana.
"Eee mbak Keisha, kayaknya saya antarnya cuma sampai disini aja deh. Saya harus bawa Yuli pulang, kasihan dia pasti dicariin sama orangtuanya. Gapapa kan ya mbak?" ucap Aldy pamitan.
"Yah sayang banget, padahal aku masih pengen ngobrol sama kalian loh," ucap Keisha kecewa.
"Iya mbak, maaf ya? Saya janji deh, lain kali pasti saya akan mampir kesini dan lanjut ngobrol lagi sama mbak Keisha!" ucap Aldy.
"Yaudah deh gapapa," ucap Keisha singkat.
Aldy merasa tidak enak pada Keisha saat ini, karena jujur ia dapat melihat sendiri bagaimana reaksi Keisha setelah mendengar kalimat darinya tadi. Namun ia terpaksa melakukan semua ini, tidak mungkin ia membiarkan Yuli masuk ke dalam rumah Bruce mengingat gadis itu sedikit mengalami gangguan mental.
"Eee kalo gitu kamu permisi ya mbak? Yuli, ayo ikut sama aku! Kita pulang ke rumah, ibu kamu pasti nyariin tuh!" ucap Aldy.
"Ah iya a.." Yuli menurut saja dan tersenyum lebar seraya mendekati pria itu.
Akhirnya Aldy menggandeng tangan Yuli kali ini, ia membawa gadis itu pergi dari sana karena tidak ingin terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Andai saja Yuli tidak datang saat ia tengah bersama Keisha tadi, maka mungkin Aldy sudah bisa masuk ke dalam rumah itu dan mengobrol bersama Keisha.
Keisha pun berbalik menatap pintu gerbang dan hendak masuk kesana, tetapi sesaat kemudian ia dibuat kaget ketika tiba-tiba sosok Shella muncul di hadapannya dan tersenyum ke arahnya. Bahkan, ia juga mendengar langsung suara gadis itu menyapanya dan seperti bukan khayalan semata.
"Halo Keisha! Ya ampun gue kangen banget sama lu sumpah!" ucap Shella yang kini langsung mendekat dan memeluk sahabatnya.
Keisha masih terlihat bingung saat ini, ia tak menyangka kalau Shella akan datang secepat ini ke tempat persembunyiannya. Ia sungguh terharu dengan ketulusan gadis itu, apalagi tampak jelas jika Shella memang benar-benar perduli padanya dan sudah menganggapnya lebih dari seorang sahabat.
"Iya Shella, gue juga kangen sama lu. Thanks ya lu udah mau temuin gue disini, gak nyangka loh gue kalo lu datang secepat ini!" ucap Keisha.
"Hehe, begitu dapat kabar kalo lu ngumpet dari si Alex, cepet-cepet dah tuh gue sama Zayn cari tau tentang lu. Ya untung aja kakek lu itu mau bantu kita," ucap Shella.
"Zayn? Dia disini juga?" tanya Keisha yang tampak tak suka begitu mendengar nama itu disebutkan.
Shella manggut-manggut sebagai jawaban, terlihat jelas ekspresi Keisha saat ini yang berubah setelah mengetahui hal itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...