
Keisha dibawa dan dihempaskan begitu saja ke tempat duduk markas Tarra serta teman-temannya itu, semuanya tampak menertawakan Keisha yang terlihat ketakutan karena ia hanya seorang diri disana dan tidak ada yang bisa membantunya. Keisha pun hanya dapat berdoa sambil berharap bahwa akan ada keajaiban yang datang kepadanya, tentunya Keisha sangat takut dan tidak ingin berada di tempat seperti itu.
Tarra kini maju mendekati Keisha, dengan kasar ia tarik dan cengkram rahang gadis itu sembari menatap wajahnya dari jarak dekat. Keisha diam sembari memberikan tatapan tajamnya, seakan hendak menerkam pria di hadapannya saat itu juga. Namun, Keisha tak memiliki keberanian setinggi itu karena saat ini nasibnya sedang dipertaruhkan.
"Heh, lu dengerin gue baik-baik ya! Gue sama yang lain bakal tahan lu disini, kita gak akan biarin lu buat pergi dari sini walau sebentar! Dan jangan harap juga kalau lu bisa lepas dari kita!" ancam Tarra.
Keisha mengerutkan dahinya penuh emosi, "Lo tuh cowok paling banci yang pernah gue kenal tau gak! Kalau lu emang punya masalah sama cowok gue, harusnya lu datengin dia dan temuin dia secara langsung! Bukan malah lu sandera gue kayak gini, dasar pengecut!" ucapnya kesal.
Plaaakk
"Kurang ajar lu! Berani banget lu hina gue, p3l4cur!" sentak Tarra yang terbawa emosi, bahkan ia sampai tega menampar wajah Keisha secara kasar.
Gadis itu menangis meratapi nasibnya, dapat dilihat kalau saat ini wajah Keisha memerah akibat tamparan keras dari Tarra. Akan tetapi, tak ada sedikitpun rasa kasihan dari para lelaki tersebut, walau Keisha tampak sudah tidak kuat lagi berada disana dan menahan semua yang dia dapatkan dari orang-orang kejam itu.
"Sekali lagi lu berani bicara tinggi di depan gue, jangan salahin gue kalau lu bakal kita gilir rame-rame disini!" ucap Tarra mengancam.
"Hahaha..." seketika empat orang lainnya tertawa mendengar ucapan Tarra.
"Cuih, gue gak sudi!" bukannya takut, Keisha justru meludahi wajah Tarra dan membuat semua orang disana terkejut karena perlakuan gadis itu.
"Anj apa-apaan ini! Emang dasar cewek murahan!" umpat Tarra kesal yang langsung mendorong kasar tubuh Keisha sampai terjatuh dari atas kursi dan tergeletak di tanah.
Bruuukkk
"Awhh akh!" tentu saja Keisha meringis kesakitan, tindakan Tarra tadi memang keterlaluan.
"Udah lah Tar, kita gilir aja dia langsung! Abis itu kita videoin, sebar deh ke internet. Gue yakin si Alex pasti bakal kecewa banget," usul Marco.
"Iya Tar, gue juga yakin nih cewek pasti udah pernah dipake tuh sama si Alex!" sahut Asrul.
"Lo jaga mulut lu anj1ng! Lo kira gue cewek apaan? Jangan mentang-mentang lu berlima, terus lu bisa seenaknya hina gue kayak gitu!" Keisha menyela dan berteriak keras tak terima dengan ucapan mereka.
"Ohh, lu gak suka gue bilang begitu tentang lu? Bukannya emang benar ya? Buktinya kemarin aja lu sama Alex staycation berdua kan?" cibir Asrul.
"Hahaha..." lagi-lagi Keisha ditertawakan oleh mereka secara bersama-sama.
Keisha sendiri merasa terkejut dan bingung saat Asrul mengatakan itu, ia memalingkan wajah sembari berpikir bagaimana mungkin Asrul bisa tahu kalau kemarin ia sempat menginap di hotel berdua dengan Alex. Padahal yang tahu mengenai itu hanya mereka berdua dan juga Reno tentunya.
•
•
Disisi lain, Reno yang sedang berjalan di lorong dibuat terkejut saat tiba-tiba rombongan Alex datang dan langsung menarik kerah bajunya. Reno dibawa ke pinggir dan didorong sampai ke dinding oleh mereka, lalu tampak Alex datang mendekat dengan wajah emosi memberikan tatapan tajam padanya.
Alex menggeleng pelan, "Bukan lagi, gue tahu kok lu udah kerjasama sama si Tarra dan teman-temannya buat jatuhin gue. Sekarang lu bakal tahu resikonya, Reno!" jawabnya penuh emosi.
Bugghhh Bugghhh Bugghhh
Alex dan teman-temannya terus memukuli Reno secara bersamaan, mereka terlihat sangat emosi dan ingin melampiaskan semuanya pada pria itu. Reno tak bisa berbuat apa-apa, ia hanya diam dan menerima semua pukulan itu sampai akhirnya ia tak mampu lagi menahan semuanya.
Reno pun tergeletak di lantai, matanya terpejam seiringan dengan darah yang mengalir di wajahnya. Dapat ia rasakan Alex dan yang lainnya sudah pergi, Reno merasa lega meski ia harus menanggung luka yang cukup parah akibat pukulan yang diberikan Alex serta teman-temannya tadi.
Tiba-tiba saja, Reno terbangun saat merasakan ada yang menyipratkan air ke tubuhnya. Pria itu membuka mata dan terkejut saat ia malah berada di meja kantin bersama Faisal, temannya. Ia mengusap wajahnya yang basah, lalu melihat sekeliling dan menemukan keberadaan Alex disana.
"Eh Ren, lu kalo mau molor tuh di rumah sana! Ngapain lu sekolah kalo cuma buat molor?" ucap Faisal diiringi kekehan kecil.
"Eee sorry, gue tadi ngantuk." Reno terlihat gugup dan tidak bisa berpikir jernih.
"Duh, ternyata tadi cuma mimpi. Tapi, serasa nyata banget pukulan si Alex tadi. Mana sekarang dia juga ada disini lagi," batin Reno ketakutan.
"Ren, lu kenapa sih?" tanya Alex tiba-tiba.
"Eee gue gapapa, gue cuma ngantuk aja. Lu pada ngapain disini? Biasanya kalian kalo ngumpul di markas, ya kan?" ujar Reno.
"Ya emang, ini kita kesini mau tanya sama lu. Lu ada lihat si Tarra lewat sini gak sambil bawa Keisha? Soalnya gue dapat info dari Tasya, katanya Keisha dibawa paksa sama Tarra," ucap Alex.
"Ohh, jadi lu lagi nyariin Keisha? Wah gue sih gak lihat ya bro, tapi mungkin aja si Tarra bawa Keisha ke markasnya," ucap Reno.
"Betul juga yang dibilang Reno, Lex. Pasti si Tarra bawa Keisha ke tempatnya, dia kan sengaja mau pancing kita kata si Tasya," ucap Rizky.
Tio dan yang lainnya kompak mengangguk, lalu Alex pun juga setuju dengan kata-kata mereka dan akan coba mencari Keisha ke markas Tarra berada untuk memastikan semua itu benar atau tidak. Alex juga meminta Reno serta Faisal ikut dengannya, karena Alex ingin menambah jumlah pasukannya.
"Kalo gitu kita ke markas Tarra sekarang, lu ikut sama gue ya Ren!" ucap Alex.
"Iya Lex, gue bakal bantu lu kok buat cari Keisha. Gue juga gak suka sama cara si Tarra yang kotor ini, bisa-bisanya dia malah bawa cewek lu yang gak tahu apa-apa disini," ucap Reno.
"Itu dia, yaudah yuk kita berangkat sekarang sebelum terjadi sesuatu sama Keisha!" ujar Alex.
Reno mengangguk setuju, lalu ia bersama Faisal memilih mengikuti Alex serta yang lainnya menuju markas Tarra untuk mencari Keisha. Reno terpaksa melakukan itu agar tidak dicurigai oleh Alex dan semua yang ada di mimpinya tadi tidak terjadi, karena tentu Reno sangat ketakutan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...