Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 162. Cemburu tak berhenti


Bruce akhirnya berhasil menarik lepas tubuh Keisha dari cengkraman Alex, ia tak mau tentu jika Keisha kembali ke tangan Alex yang jelas-jelas sudah menyakiti hati wanita itu. Apalagi, Bruce tahu betul kalau Alex telah sering sekali berselingkuh di belakang Keisha dan tak pantas dimaafkan. Jika orang seperti Alex diberi kesempatan lagi, maka itu justru akan semakin menyakiti hati cucunya nanti.


Keisha sendiri merasa lega setelah kedatangan kakeknya kali ini, setidaknya ia bisa berada dalam kondisi aman dengan keberadaan sang kakek. Ia pun reflek memeluk erat tubuh kakeknya dan terus menyembunyikan wajahnya dari Alex, ia amat takut dan tak mau jika Alex terus memaksanya untuk mau ikut dengan pria itu. Kini Keisha sudah terlanjur emosi, baginya berpisah adalah jalan yang paling tepat untuk hubungan mereka saat ini.


"Lex, kamu pergi sekarang! Jangan pernah kamu ganggu hidup Keisha dan Kenzie lagi, karena saya tidak akan mengizinkan Keisha untuk kembali sama kamu!" ucap Bruce mengusir Alex.


"Tidak kek, aku gak mungkin bisa lakuin itu. Aku cinta sama Keisha, sampai kapanpun aku gak akan bisa melepaskan Keisha dan Kenzie gitu aja. Lagian mereka masih bagian dari keluarga aku loh kek," ucap Alex.


"Untuk sekarang mungkin iya, tapi sebentar lagi kamu bukan siapa-siapa bagi mereka, Alex!" ucap Bruce dengan tegas.


Seketika Alex terkejut mendengar perkataan pria tua itu, ia menatap tak mengerti seraya menggelengkan kepalanya dengan perlahan. Rasanya Alex begitu bingung kali ini, karena yang ia tahu sampai kapanpun Keisha dan Kenzie tetap akan menjadi bagian dari keluarganya.


"Apa maksud kakek? Memangnya kenapa mereka bisa tidak menjadi keluarga aku lagi, ha?" tanya Alex dengan wajah bingungnya.


"Ya Alex, karena saya sudah mengurus proses perceraian kamu dan Keisha di pengadilan. Saya pastikan sebentar lagi kamu akan berpisah dengan Keisha, dan kamu tidak punya hak lagi atas Keisha nantinya!" ucap Bruce.


"Hah? Itu gak benar kek, kakek gak bisa sembarangan urus perceraian aku dan Keisha kayak gitu dong! Aku ini cinta sama Keisha, aku gak mau pisah dari dia!" ucap Alex cukup terkejut.


"Bullshit kamu Alex, saya gak percaya dengan kata-kata bohong kamu itu!" ujar Bruce.


Karena merasa muak meladeni sikap orang seperti Alex, akhirnya Bruce memilih mengajak cucunya untuk segera pergi dari sana dan masuk ke dalam rumah. Akan tetapi, Alex tak semudah itu membiarkan mereka pergi begitu saja. Ya Alex bergerak menahan keduanya, memohon pada Bruce agar mau memikirkan semuanya saat in.


"Tunggu dulu kek, aku mohon kakek jangan lakukan itu! Aku gak mau pisah sama Keisha, aku sayang sama Keisha dan juga Kenzie. Kasihan juga Kenzie kalau nanti aku dan Keisha berpisah, dia pasti akan merasa kurang kasih sayang!" rengek Alex.


"Kamu gak perlu khawatir mas, aku bisa kok jaga dan membesarkan Kenzie walau seorang diri!" ucap Keisha menyela.


"Sa-sayang, aku mohon pikirkan dulu semua ini sayang! Jangan cepat-cepat kamu ambil keputusan dalam keadaan emosi, itu gak baik loh sayang! Kamu dengerin aku ya!" pinta Alex.


"Gak bisa mas, semua udah terlanjur terjadi sekarang dan kamu harus terima resikonya atas apa yang kamu perbuat!" ucap Keisha.


Alex terus menggelengkan kepalanya, kini malah ia sampai berlutut memegangi telapak tangan istrinya dan terus memohon pada Keisha untuk mau memikirkan lagi semua itu. Alex juga berjanji pada Keisha kali ini, bahwa ia tidak akan pernah bermain api di belakang wanita itu seperti yang ia lakukan selama ini kepadanya. Akan tetapi, Keisha masih tetap pada pendiriannya dan tidak mungkin mau berubah sampai kapanpun.




Shella datang ke tempat persembunyian Keisha kali ini ditemani oleh kekasihnya, yakni Zayn. Ya mereka kembali datang kesana karena penasaran ingin tahu kondisi Keisha, apalagi Shella belakangan ini terus saja memikirkan sahabatnya itu dan tidak bisa hidup tenang. Oleh karenanya, Shella meminta Zayn untuk kembali mengantarnya ke tempat itu agar ia bisa bertemu dengan Keisha secara langsung.


"Loh loh Zayn, itu si Alex kan ya? Dia kok bisa tau sih kalau Keisha ada disini? Tau darimana coba dia?" ujar Shella dengan wajah terheran-heran.


Zayn menghentikan mobilnya tepat di dekat pagar rumah itu, ia terlihat kebingungan saat Shella menanyakan soal itu kepadanya dan membahas mengenai Alex. Entah kenapa rasanya pria itu cukup cemas kali ini, seolah-olah ada sesuatu yang sedang ia rahasiakan.


"Eee mana aku tau sayang, aku juga kan baru datang sekarang nih sama kamu. Ya mungkin aja si Alex itu bisa melacak keberadaan Keisha, atau dia nyuruh orang gitu," ucap Zayn agak gugup.


"Yaudah, kita turun aja yuk! Aku penasaran deh, mau apa sih si Alex itu kesini?" ucap Shella.


"Ya mau apa lagi sayang? Udah jelas pasti Alex mau jemput anak dan istrinya buat dibawa pulang, dia itu kan statusnya masih suami Keisha," ucap Zayn.


"Iya Alex emang masih suaminya Keisha, tapi dia itu gak pantas buat dapetin Keisha! Coba deh kamu hitung aja sendiri, udah berapa kali si Alex itu nyakitin Keisha! Banyak banget tau, aku gak rela lah kalau sampai Keisha balik sama Alex!" ucap Shella.


"Hm, terus apa kamu relanya Alex itu sama kamu aja gitu?" tanya Zayn sedikit ketus.


Pertanyaan Zayn sungguh membingungkan bagi Shella, ya gadis itu menatap tak percaya ke arah kekasihnya yang saat ini entah kenapa bersikap cukup aneh. Shella menduga jika Zayn masih menaruh rasa cemburu padanya, apalagi mengingat dulu Shella terus berusaha mengejar cinta Alex.


"Kamu bilang apa sih Zayn? Kok jadi nanya kemana-mana kayak gitu? Gak jelas banget deh kamu, dasar aneh!" ucap Shella keheranan.


"Ya aku kan cuma tanya, kali aja kamu emang masih terpikat sama si Alex," ucap Zayn.


Shella menggelengkan kepalanya, lalu berniat turun dari mobil dan menemui Keisha di luar sana karena malas meladeni Zayn yang sudah mulai tidak jelas dalam berbicara. Akan tetapi, Zayn lebih dulu berhasil mencekal lengannya dan membuat gadis itu tidak bisa bergerak kemana-mana.


"Sebentar dulu sayang, kamu belum jawab pertanyaan aku loh! Kenapa kamu malah menghindar, hm? Kalau emang dugaan aku gak benar, harusnya kamu santai aja dong," ucap Zayn.


"Zayn, lepas ah! Kamu kenapa jadi nyebelin gini sih?" ucap Shella berusaha berontak.


"Aku mau tau aja jawaban dari mulut kamu sayang, soalnya selama ini kan kamu itu terus kejar-kejar si Alex tuh," ucap Zayn dengan tegas.


"Ish, lepasin dulu!" pinta Shella.


Akhirnya Zayn menurut dan melepaskan tangan Shella yang tadi ia cengkram dengan kuat, Shella pun memegangi tangannya itu yang terasa begitu sakit dan sampai memerah. Ternyata Zayn memang benar-benar cemburu, karena tidak menyukai jika Shella masih saja mengincar Alex untuk menjadi kekasihnya nanti.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...