Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 77. Datang pagi-pagi


Revan tengah melaju di tengah jalan dengan mengendarai mobilnya, ia masih belum bisa melupakan Keisha dari pikirannya dan terus saja mengingat bayangan wanita itu di kepalanya. Sudah lama ia tidak bertemu kembali dengannya, sejak saat terakhir ia mengantar Keisha pulang ke rumahnya dan menemui orangtuanya.


Tanpa diduga, Revan tak sengaja melihat sosok yang mirip seperti Keisha di depan sana. Revan pun penasaran dibuatnya dan ingin tahu apa yang dilakukan Keisha disana, karena saat ini Keisha terlihat bersama seorang lelaki. Revan curiga kalau lelaki itu adalah seorang penjahat yang berniat buruk pada Keisha, maka Revan memutuskan berhenti sejenak lalu menghampiri mereka disana.


Setelah memarkir mobilnya di tempat yang pas, Revan pun bergegas turun lalu mendekat ke arah Keisha dan Alex berada. Pria itu langsung berteriak, kemudian menarik paksa tangan Alex dari Keisha sampai terlepas. Kehadiran Revan tentunya membuat sepasang suami-istri itu terkejut, mereka tak mengira jika Revan akan datang saat ini.


"Siapa lu? Jangan ikut campur urusan gue sama dia, mending lu pergi deh!" geram Alex.


"Saya gak akan biarin siapapun menyakiti perempuan seperti itu, tindakan anda sudah tidak pantas untuk dimaklumi! Saya hanya mau membela Keisha disini," ucap Revan tegas.


Alex terkejut, ia tatap tubuh pria di hadapannya itu dari atas sampai bawah tanpa ada yang terlewat satupun. Alex penasaran siapa dirinya itu, apalagi tampilan Revan yang rapih dan belum pernah ia temui selama ini. Sontak Alex bertambah emosi, ketika melihat Revan menggenggam tangan istrinya dengan erat di depannya sekarang.


Keisha sendiri juga tak percaya jika Revan akan datang saat ini, padahal ia tengah bertengkar dengan suaminya karena kedekatan ia dan Revan beberapa waktu lalu. Keisha pun bingung harus berbicara apa di hadapan suaminya sekarang, jika ia mengatakan pria di dekatnya ini adalah Revan maka pasti Alex akan bertambah emosi.


"Heh! Lo itu gak tahu apa-apa, jadi mending lu pergi deh dan jangan berani sentuh Keisha kayak gitu!" ucap Alex kesal.


Perlahan Alex maju mendekati mereka dan hendak mengambil kembali Keisha dari lelaki itu, tetapi Revan berhasil mendorong kasar tubuh Alex hingga nyaris terjatuh ke belakang. Keisha sampai terperangah dan berusaha melerai kedua pria itu agar tidak bertengkar, karena bagaimanapun Keisha tetap tak ingin terjadi sesuatu pada suaminya.


"Eee cu-cukup, kalian jangan bertengkar disini! Kamu juga lepasin tangan aku ya, kamu itu gak boleh main pegang-pegang tangan orang gitu aja dong!" ucap Keisha menarik lepas tangannya.


"Maaf Keisha, saya cuma gak mau kamu disakiti lagi sama laki-laki. Kamu ingat kan kejadian malam itu? Saya khawatir loh!" ucap Revan cemas.


"Kamu tenang aja! Dia ini suami aku, namanya mas Alex. Gak mungkin dia bakal nyakitin aku, jadi kamu bisa pergi sekarang dan jangan ikut campur masalah kami ya!" ucap Keisha menjelaskan.


"Nah, lu dengerin tuh kata Keisha! Gue ini suaminya, lu siapa sih main ikut campur aja!" geram Alex.


Revan terdiam, ia baru tahu kalau ternyata Alex itu adalah suami Keisha dan tadi ia sudah salah paham mengira Alex ingin melukai Keisha. Kini Revan tidak tahu lagi harus mengatakan apa, terlebih saat Alex bertanya padanya. Keisha sendiri juga tampak bingung, karena Alex terus saja mencecarnya dengan bertanya siapa Revan itu.


"Sayang, kamu kenal sama orang gak jelas ini? Kok kelihatannya kalian kayak akrab banget?" tanya Alex pada istrinya.


Keisha mengangguk perlahan, wanita itu tidak mungkin berbohong pada suaminya saat ini. Ia tahu kalau Alex berhak mengetahui semua yang terjadi, meski ia juga khawatir Alex akan kembali emosi dan bisa saja menghajar Revan disana. Akan tetapi, Keisha tetap berusaha menjelaskan semuanya secara detail tanpa ada yang dikurangi.


"Iya mas, ini orang yang tadi aku ceritain ke kamu. Dia Revan yang udah pernah tolong aku dari para preman, terus dia juga yang bikin kamu salah paham karena ngira aku jalan berdua sama dia di mall. Padahal, saat itu kami gak sengaja ketemu," ucap Keisha menjelaskan secara rinci.


Setelah mengetahui lelaki di hadapannya adalah Revan yang mencoba mendekati istrinya, Alex menjadi emosi dan berniat menghampiri lelaki itu untuk memberi pelajaran. Beruntung Keisha telah menebak semua itu dan berhasil menahan niat buruk Alex dengan cara mencekal lengannya, Keisha tidak mau jika Alex sampai melakukan hal-hal yang di luar batas kepada Revan.


"Mas, kamu mau ngapain sih? Revan ini orang baik, dia yang udah tolong aku waktu kamu gak ada. Harusnya kamu makasih sama dia, bukan malah mau hajar dia kayak gitu!" sentak Keisha.


"Minggir kamu sayang! Bisa aja kan semua itu cuma akal-akalan dia aja? Sebenarnya dia suka sama kamu dan mau deketin kamu, tapi dia suruh orang buat gangguin kamu supaya kamu mengira kalau dia orang baik!" ucap Alex.


"Apa sih mas? Pikiran kamu loh negatif terus sama orang, gak boleh begitu tahu! Revan ini bukan orang jahat seperti yang kamu kira," ucap Keisha.


"Terus aja terus, kamu belain aja nih si cowok kurang ajar ini! Sekalian kamu nikah sama dia, lupain aja aku!" ucap Alex yang tampaknya sudah kesal karena istrinya malah lebih membela lelaki lain.


"Ka-kamu kok bicara begitu sih, mas? Gak mungkin lah aku nikah sama Revan," ujar Keisha keheranan.


Alex menggeleng saja dan merasa malas dengan semua ini, ia langsung meraih tangan Keisha dan mengajaknya pergi dari sana. Alex tidak mau jika ada orang lain yang mengetahui masalah rumah tangga mereka, maka dari itu Alex meminta Keisha untuk ikut bersamanya dan kembali menuju mobil supaya mereka bisa melanjutkan obrolan.


"Ayo Keisha, kita pergi dari sini kalau emang kamu masih anggap aku suami kamu!" pinta Alex.


"I-i-iya mas...."


Keisha hanya bisa menuruti permintaan suaminya tanpa mampu membantah, wanita itu pun melangkah pergi bersama Alex dan masuk kembali ke dalam mobil mereka. Ya Alex tak perduli dengan sosok Revan itu, karena ia hanya tidak mau istrinya dekat dengan lelaki lain saat tidak ada dirinya di samping wanita itu.


Revan sendiri mulai menunduk lesu dan menyesali tindakan kurang ajarnya tadi, seharusnya Revan tidak langsung bertindak seperti itu pada Keisha. Kini Revan pun terus berdiam diri disana, pikirannya berkecamuk dan membuatnya tidak bisa fokus. Sekarang ia sudah bertemu langsung dengan suami dari wanita yang ia cintai, maka bisa dibilang harapannya untuk mendapatkan Keisha pupus sudah alias tidak ada lagi.




Malam harinya, Keisha masuk ke dalam kamar membawakan secangkir kopi untuk sang suami yang sedari tadi hanya berdiam diri disana sembari meringkuk di atas kasur. Keisha menghela nafasnya, perlahan ia melangkah mendekati Alex disana dan meletakkan cangkir kopi itu di atas nakas. Keisha berusaha membujuk suaminya itu agar tidak marah padanya, karena sejak siang tadi Alex masih terus saja bersikap cuek dan dingin padanya.


Keisha tak mengerti apa yang terjadi pada Alex saat ini, padahal sebelumnya ia sudah menjawab dengan tegas dan jelas mengenai siapa sosok Revan. Bahkan, Keisha juga mengatakan kalau ia tak pernah berhubungan dengan siapapun lagi selain Alex dan bayi yang ia kandung sekarang adalah anaknya. Namun, tampaknya Alex masih belum percaya seratus persen dan justru tampak emosi.


"Mas, aku udah buatin kamu kopi tuh di meja. Diminum dulu ya sayang, kamu kan biasanya suka banget tuh ngopi sehabis makan," ucap Keisha.


"Kalau kamu begini terus, yaudah deh aku mau tinggal di rumah kakek aja. Aku rasa kakek lebih bisa ngerti aku dibanding kamu, padahal kamu itu yang suami aku loh sayang," ucap Keisha merengut.


Masih tidak ada jawaban untuk saat ini, Alex terdiam dan malah memeluk erat gulingnya dan tidak mau menoleh ke arah wanita itu. Akhirnya Keisha hilang kesabaran, ia pun beranjak dari ranjang itu dan melangkah menuju pintu. Keisha kembali menegaskan kata-katanya bahwa ia akan pergi ke rumah kakeknya, dan saat itu juga Alex langsung berbalik kemudian berusaha menahannya.


"Sa-sayang, aku mohon jangan pergi ke rumah kakek ya! Aku gak mau kalau kakek kamu sampai tahu soal pertengkaran kita, please sayang!" bujuk Alex.


Keisha tersenyum lebar mendengar perkataan suaminya barusan, ia senang karena Alex ternyata masih perduli dan tidak mau kehilangan dirinya walau sebentar. Keisha pun berbalik menatap wajah pria itu, ia terkekeh kecil melihat suaminya yang begitu cemas dengan tatapan nanar memandang ke arahnya saat ini.


"Hahaha, bangun juga kamu mas. Ternyata kamu masih takut ya sama kakek? Bagus deh, makanya kamu gausah sok mau diemin aku kayak tadi deh mas! Lagian emang apa sih salah aku? Aku kan udah jelasin semuanya tadi," ucap Keisha.


"Iya sayang iya, aku yang salah karena terlalu kekanak-kanakan. Harusnya aku emang gak marah atau ngambek sama kamu, padahal jelas-jelas semua dugaan aku itu belum terbukti!" ucap Alex.


"Nah, ini nih Alex yang aku kenal. Udah ya kamu kayak gini aja selamanya!" ucap Keisha.


Alex mengangguk kecil dan tersenyum ke arah istrinya, lalu tanpa diduga Keisha justru mendekat dan langsung mendekap erat tubuh sang suami. Alex sempat terdiam sejenak sambil melongok lebar, rasanya ia tak percaya kalau Keisha masih mau memeluk tubuhnya saat ini. Tapi sesaat kemudian, ia balas semua pelukan itu dengan tak kalah eratnya sambil ia hirup aroma tubuh sang istri.


"Aku sayang sama kamu Keisha, maafin kebodohan aku tadi ya! Harusnya aku lebih percaya sama kamu dibanding teman-teman aku itu!" ucap Alex tegas.


"Iya mas, gapapa."




Hari berganti, Keisha bersiap pergi ke rumah sakit untuk melakukan kontrol kandungannya. Ia akan ditemani oleh Alex sang suami tercinta, yang tentu tidak mungkin membiarkan istrinya pergi sendirian. Keisha pun pergi lebih dulu ke luar rumah bersama Lana yang juga hendak berolahraga di hari libur ini, wanita itu berniat menunggu suaminya di mobil karena merasa sudah hampir terlambat.


Tetapi sesuatu yang tak diduga terjadi, ya Keisha melihat dengan jelas keberadaan seorang pria di depan sana yang tengah berdiri menghadap ke arahnya dengan tatapan kosong serta dua tangan diletakkan di depan. Keisha sontak terkejut, apalagi ia merasa tidak asing dengan pria tersebut. Benar saja, saat ia melangkah lebih dekat untuk memastikan semuanya, Keisha pun sadar bahwa orang itu adalah Revan.


"Revan??" tanpa sadar wanita itu menyebut nama si pria, yang sontak membuat Lana merasa kaget sekaligus penasaran.


"Hah? Kak Keisha nyebut nama siapa? Siapa itu Revan?" tanya Lana keheranan.


"Eee i-itu loh ada orang yang berdiri di depan pagar rumah kita, dia mirip teman aku yang namanya Revan. Sebentar ya Lana, aku harus kesana dulu buat mastiin?" ucap Keisha.


"Ta-tapi kak—"


Tidak perduli dengan keberadaan Lana disana, Keisha langsung saja mendekat ke arah gerbang demi menemui Revan yang berdiri disana. Keisha tentu penasaran apa niat Revan datang ke rumahnya pagi-pagi begini, padahal Keisha tak merasa kalau ia memiliki urusan dengan pria itu sebelumnya. Dan lagi, baru kemarin mereka sempat bertemu.


Keisha tidak ingin kehadiran Revan di rumahnya menjadi masalah yang lain bagi dirinya dan juga Alex, apalagi mereka baru saja berdamai semalam dan tentunya tidak elok jika mereka kembali bertengkar hanya karena masalah sepele. Untuk itu, Keisha berusaha menemui Revan lalu meminta pria itu untuk pergi sebelum Alex melihatnya.


Kini wanita itu telah berada tepat di hadapan Revan, dan sontak Revan yang sedari tadi hanya diam akhirnya melebarkan senyumnya. Revan senang dapat melihat Keisha saat ini, meski ia dibuat heran dengan penampilan Keisha yang sudah rapih dan wangi seperti hendak pergi. Keisha pun keluar dari pagar, untuk memudahkan dirinya berkomunikasi dengan pria tersebut.


"Morning Keisha! Sorry ya aku ganggu, aku cuma pengen ketemu sama kamu dan bicara soal kemarin! Kamu ada waktu kan untuk itu?" ucap Revan menyampaikan niatnya.


Keisha memutar bola matanya disertai dengusan dingin, wanita itu sungguh emosi mendengar niat Revan datang ke rumahnya saat ini. Melihat pria itu berdiri disana saja sudah membuatnya kesal, apalagi sekarang Revan terang-terangan mengatakan ingin mengajak Keisha untuk bicara berdua membahas kejadian kemarin.


"Soal kemarin itu gak penting untuk dibahas, kamu mending pergi deh sebelum mas Alex datang dan lihat kamu disini!" sentak Keisha.


"Oh justru bagus, aku juga sekalian mau bicara sama dia supaya dia gak salah paham sama aku. Kamu bisa tolong panggilkan dia kesini gak?" ucap Revan dengan lembut.


"Apa??" Keisha terbelalak kaget mendengar permintaan pria itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...KALIAN TIM MANA?...


...REVAN-KEISHA ATAU ALEX-KEISHA?...


...KOMEN LAH BIAR RAME & SERU😋...