Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 43. Bunga dari Keisha


Keisha masih terus kebingungan kali ini dengan dua barang pemberian Zayn tadi, ia tampak celingak-celinguk mencari cara untuk bisa menghindar dari amarah Alex nantinya. Setelah berpikir lumayan lama, akhirnya Keisha tahu apa yang harus ia lakukan. Ya dengan cepat ia menghampiri seorang pria yang ia temui di dekatnya, lalu berniat memberikan bunga tersebut kepadanya tanpa merasa ragu.


"Eh eh eh, tunggu bentar deh!!" ucap Keisha menahan seorang lelaki tersebut.


"Ah, iya kenapa Keisha?" tanya si pria keheranan.


"Nih gue ada bunga buat lu, diterima ya!" Keisha langsung saja memberikan bunga itu kepadanya dan pergi dari sana tanpa berkata apa-apa lagi.


Ya tentu saja pria itu merasa kebingungan, ia terus menatap ke arah Keisha sembari memegang bunga di tangannya. Ia tak mengerti apa maksud Keisha sebenarnya memberikan bunga padanya, tapi apapun itu ia akan terus mengenangnya dan menyimpan bunga itu sampai kapanpun.


Sementara Keisha masih menyimpan toples kue itu di tangannya, ia merasa sayang jika harus memberikan kue tersebut pada orang lain karena memang terlihat enak dan menggugah seleranya. Keisha pun membawa kue itu ke kelas, ia berniat membagikannya kepada Tasya untuk dimakan beramai-ramai disana.


"Tasya!" ya langsung saja ia menyapa sahabatnya itu dan duduk di dekatnya sembari menaruh toples kue tersebut di atas meja.


"Eh, hai Keisha! Ini apaan, lu beliin kue buat gue?" tanya Tasya menunjuk toples tersebut.


Keisha menggeleng cepat, "Ih bukan, ini kue dari Zayn. Dia tadi ngasih ini ke gue waktu di tangga," jawabnya sambil tersenyum.


"Apa? Ya ampun Kei, kenapa lu mau terima pemberian dari Zayn coba? Nanti kalo si Alex tahu, terus dia marah-marah gimana?" kaget Tasya.


"Tenang aja, dia kan gak tahu. Lagian lumayan kali kue ini buat dimakan, nih lu mau cobain gak?" ucap Keisha menawarkan kue itu pada sohibnya.


"Hadeh Keisha Keisha, cuma gara-gara kue ini cinta lu sama Alex dipertaruhkan!" ujar Tasya geleng-geleng kepala.


"Udah, lu gausah banyak omong deh! Cepetan nih ambil kalau emang mau!" ucap Keisha.


"Iya iya kalau dipaksa mah gue mau," Tasya pun mengambil kue tersebut dan memakannya dengan lahap.


"Wih enak juga ya ternyata!" ucap Tasya spontan.


Keisha mencibir seraya menggelengkan kepalanya, tindakan Tasya sangat bertolak belakang dengan kata-katanya tadi saat sebelum memakan kue tersebut. Pada akhirnya, mereka pun sama-sama memakan kue pemberian Zayn dengan lahap dan juga menawarkannya kepada teman-teman mereka yang lain disana.


"Mmhhh enak banget, makasih ya Keisha!"


Begitulah suara dari teman sekelas Keisha dan Tasya sesaat setelah diberikan kue oleh kedua wanita itu, ya mereka semua terlihat bahagia karena memang kue tersebut cukup lezat rasanya. Untung saja Keisha tidak jadi memberikan semuanya pada orang lain, jika itu terjadi mungkin Keisha tak akan dapat merasakan kelezatan kue itu.


"Eh Kei, tapi yakin nih lu kalo Alex gak akan tahu soal ini? Misal ternyata ada yang lihat lu waktu dikasih kue sama si Zayn gimana?" tanya Tasya.


"Yah elah, santai aja kali! Tadi itu pas Zayn kasih ini ke gue, di tangga tuh sepi gak ada orang lain selain gue sama dia," jawab Keisha dengan santai sambil melahap kue di tangannya.


"Oh oke deh."


Karena sudah merasa tenang, Tasya kini kembali menikmati kue tersebut sampai habis tak bersisa dan mengambilnya kembali dari dalam toples. Ya saat itu juga seisi kelas merasa puas hanya karena satu toples kue kering, rupanya tidak hanya link video dewasa yang dapat menyatukan orang-orang.




Sementara itu, Alex dan Rizky yang tengah melangkah di lorong sekolah tak sengaja berpapasan dengan seorang lelaki yang melangkah di depan mereka sambil memegang bunga di tangannya dan tertawa puas. Sontak Alex tampak bingung, tak biasanya ada lelaki yang berjalan sambil membawa bunga seperti itu di sekolahnya.


Akhirnya demi menghilangkan rasa penasaran yang bergejolak di dalam hatinya, Alex pun mendekati pemuda tersebut lalu menahannya dengan cara memegang pundaknya. Lelaki bernama Azhar itu terpaksa menghentikan langkahnya karena cegatan dari Alex, ya dia tak memiliki pilihan lain sebab saat ini yang berdiri di depannya adalah sosok Alex.


"Eh kak Alex, ada apa ini ya? Kenapa pada cegat gue kayak gini?" tanya Azhar dengan bingung.


Alex terus menatap bunga di tangan Azhar sambil sesekali melirik wajahnya, "Ini serius lu bawa bunga kayak gini? Mau lu kasih ke cewek lu apa gimana?" tanyanya penasaran.


"Eee i-i-iya kak, eh enggak maksudnya. I-ini bukan buat cewek gue atau siapa-siapa, gue aja baru dapat ini kok kak," jawab Azhar gugup.


Alex mengernyitkan dahinya, "Oh, ini dari cewek lu? Payah banget sih lu bro, masa malah cewek lu yang kasih lu hadiah kayak gini! Modal dong, minimal lu beliin sesuatu gitu buat cewek lu jangan ngandelin dia mulu yang kasih hadiah buat lu!" ucapnya.


"Hah? Ta-tapi, bunga ini bukan dari cewek gue juga bang. Gue aja kagak punya cewek, yakali gue dapat bunga dari cewek gue," ucap Azhar.


"Loh, terus nih bunga dari siapa dong? Fans lu?" tanya Alex sangat penasaran.


"Bu-bukan kak, ini tadi Keisha tiba-tiba cegat gue terus kasih bunga ini ke gue. Belum sempat gue tanya, eh Keisha udah langsung pergi gitu aja. Dia cuma bilang kalau ini bunga buat gue," jelas Azhar.


Deg


"Apa??" Alex tersentak kaget mendengar pengakuan dari Azhar barusan. Ia sungguh tak percaya, bagaiman mungkin Keisha istrinya itu memberikan bunga kepada pria lain.


Alex pun langsung tersulut emosinya dan dengan kasar, menarik kerah baju Azhar serta mencengkeramnya.


"Lo jangan sembarangan kalo ngomong! Mana mungkin cewek gue kasih bunga ke lu?" sentak Alex.


"Lex Lex, sabar Lex! Mungkin emang yang dia bilang itu bener, lu gak boleh emosi dulu dong Lex!" ucap Rizky yang langsung menenangkan sohibnya itu.


Akhirnya Alex melepaskan cengkeramannya, sehingga Azhar kini tampak ketakutan dan hanya bisa menunduk pasrah saat Alex terus menatap ke arahnya dengan ekspresi marah. Ya Azhar tak menyangka jika dirinya akan menghadapi masalah seberat ini, padahal ia hanya menerima bunga pemberian dari Keisha tanpa tahu apa-apa tadi.


"Sekarang lu jawab jujur, apa benar itu bunga dari Keisha cewek gue!" sentak Alex.


Azhar tersentak, tubuhnya gemetar hebat dan ia tidak sanggup menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Alex barusan. Sungguh rasanya ia ingin pingsan saat itu juga, tetapi tidak bisa karena otaknya tak menginginkan ia untuk pingsan.


"Jangan diem aja, jawab!" perintah Alex.


"I-i-iya kak, beneran ini bunga dari Keisha. Dia yang kasih ke gue sendiri tadi kok," jawab Azhar gugup.


"Sial!" Alex mengumpat pelan.


Lalu setelah itu, Alex pun pergi begitu saja meninggalkan Azhar disana dengan ekspresi marah dan kedua tangan terkepal. Sedangkan Rizky tampak mengambil bunga tersebut, kemudian membuangnya ke lantai dan tak lupa menginjaknya sampai hancur tak bersisa tanpa rasa ampun sedikitpun.




Alex yang marah kini bergerak menuju kelas Keisha, ia berniat menanyakan hal mengenai bunga yang diterima Azhar tadi sekaligus untuk memastikan kebenarannya. Biar bagaimanapun, Alex tentu tak terima jika memang benar Keisha lah yang memberikan bunga itu kepada Azhar. Namun, hingga kini ia masih belum mempercayai itu.


Pria itu terus berjalan, sampai akhirnya ia pun tiba di depan kelas sang istri. Alex pun berdiam sejenak disana, mencari keberadaan istrinya dengan cara menatap ke sekeliling. Setelah berhasil menemukannya, sontak saja Alex langsung masuk ke dalam kelas itu dan berniat menghampiri Keisha yang masih asyik tertawa keras bersama Tasya di mejanya sembari menikmati kue dari Zayn tadi.


"Ehem ehem.."


Suara deheman itu membuat Keisha serta Tasya menoleh ke asal suara secara bersamaan, ya keduanya begitu terkejut melihat keberadaan Alex disana dan seolah tak percaya. Bahkan baik Tasya maupun Keisha, spontan sama-sama beranjak dari kursi lalu berdiri tegak tepat di hadapan Alex. Ya mereka juga sampai tak bisa menelan kue di mulutnya, karena sangking terkejutnya.


"Eh Alex, lu pasti mau ketemu Keisha ya? Okay, kalo gitu gue pergi dulu deh biar kalian bisa bicara berdua. Bye bye Keisha!!" ucap Tasya pamit dan lalu pergi begitu saja.


Keisha pun merasa jengkel pada sahabatnya itu, ia hendak mengejarnya tetapi ditahan oleh Alex yang langsung mencekal lengannya.


"Mau kemana? Kamu disini sama aku!" ujar Alex.


Gleekk


"Lex, kamu mau apa sih? Aku salah apa coba sama kamu?" tanya Keisha kebingungan.


"Enggak kok, udah kamu duduk aja santai terus kita ngobrol sambil duduk barengan!" suruh Alex seraya mendorong tubuh istrinya itu untuk kembali duduk di kursinya, begitupun dengan dirinya.


Ya mereka kini duduk berdampingan, mata Alex terus saja menatap ke arah Keisha dengan dingin. Tak ada yang bisa dilakukan Keisha saat ini selain pasrah dan pasrah, ya wanita itu sudah tak tahu lagi harus bagaimana untuk menghadapi kedinginan sikap Alex padanya.


"Jadi begini Keisha, aku cuma mau tanya ke kamu dan mastiin aja sesuatu yang tadi aku dapatkan di luar. Apa benar kamu sudah memberikan bunga mawar merah ke cowok seangkatan kamu, hm?" ucap Alex bertanya dengan nada serius.


Keisha terkejut seketika, seolah tak percaya kalau Alex akan mengetahui hal itu.


"Lex, ka-kamu tahu darimana?" tanya Keisha keheranan.


"Udah sayang, jawab aja dulu pertanyaan aku dan jangan melebar kemana-mana! Benar atau enggak kamu kasih dia bunga, ha?" sentak Alex.


"I-i-iya Lex, itu benar kok. Aku emang kasih Azhar bunga tadi, ta-tapi..."


Braakkk


Belum sempat Keisha selesai bicara, Alex sudah langsung menggebrak meja di depannya dan berdiri tegak seraya menatap wajah Keisha dengan penuh emosi. Gebrakan meja dari Alex itu membuat seisi kelas merasa terkejut, tak ada yang mengerti apa sebenarnya yang tengah terjadi diantara Alex serta Keisha sampai keduanya terlihat berkelahi begitu.


"Ayo, kamu ikut aku sekarang!!" ajak Alex.


"Kemana?" tanya Keisha yang penasaran.


"Udah ikut aja!"


Alex langsung menarik tangan Keisha secara paksa kali ini dan membawanya keluar dari kelas itu, ya Alex tak mau jika ada yang mendengar keributan mereka disana.




Singkat cerita, kini Alex telah tiba di gudang belakang sekolah yang sepi dan jarang sekali orang datangi itu. Alex pun tampak mendorong tubuh Keisha hingga membentur dinding gudang dengan keras, Keisha terdengar merintih dan menatap ke arah Alex seolah kesal. Namun, Alex tak perduli dengan itu dan malah kembali meraih dua tangan Keisha lalu menaruhnya di atas kepala.


"Lex, kamu mau apa? Kalau kamu pengen minta jatah dari aku, yaudah santai aja sih jangan kasar begini!" ujar Keisha.


"Gausah kege'eran kamu, aku ini lagi marah loh sama kamu! Buat apa coba kamu kasih bunga ke cowok lain? Mau coba-coba selingkuh dari aku, ha? Kamu lupa ya aku ini siapa? Aku Alexander Grissham, aku gak akan segan-segan hukum kamu kalau kamu berani selingkuh di belakang aku!" ucap Alex dengan tegas dan lantang.


Keisha terdiam seraya memalingkan wajahnya, ia tahu Alex sangat marah saat ini dan tidak mungkin ia bisa meredakan amarah pria itu. Sehingga Keisha pun hanya dapat pasrah, ia terima saja semua caci maki dari Alex kepadanya.


"Kenapa kamu diam? Kamu emang beneran mau selingkuh dari aku, iya?" tanya Alex.


"Gak Lex, aku diam karena tadi aja pas aku mau bicara kamu malah marah sama aku. Yaudah, jadinya aku diam aja deh," jawab Keisha.


"Kamu tuh benar-benar minta dihukum ya?" geram Alex terlihat semakin emosi.


"Terserah kamu, kalau emang kamu mau hukum aku ya udah hukum aja! Aku terima apapun keputusan kamu sayang, karena aku ini kan istri kamu. Tapi yang pasti, aku gak pernah punya niat sedikitpun buat selingkuh dari kamu!" ucap Keisha tegas.


"Kalau emang enggak, terus kenapa kamu kasih bunga ke cowok lain? Kamu mending jawab jujur deh, jangan ada yang ditutup-tutupi lagi!" ucap Alex.


"Iya Lex, aku emang kasih bunga ke Azhar. Tapi kamu harus tahu, itu bunga sebenarnya bukan dari aku dan bukan aku yang bawa. Aku juga dikasih kok sama orang," jelas Keisha.


Alex mengernyitkan dahinya bingung, "Maksud kamu? Terus itu bunga dari siapa?" tanyanya.


"Eee kalau aku bilang, kamu janji ya jangan marah-marah!" pinta Keisha.


Alex mengangguk paham, kemudian memaksa Keisha untuk memberitahu padanya siapa yang sudah memberikan bunga kepada istrinya itu. Akhirnya Keisha terpaksa menyebut nama Zayn kali ini, ya dia tak mau membuat suaminya semakin marah jika dia berbohong. Sontak saja Alex terkejut, lalu menggeram kesal sembari memukul tembok karena emosinya pada Zayn.


"Aaarrrgghhh sial! Emang kurang ajar si Zayn itu!" kesal Alex.


"Eh eh eh, kamu udah janji tadi buat enggak marah-marah. Ingat loh sayang, kamu gak boleh ingkar janji!" ucap Keisha.


"Haish, iya sayang iya." Alex pun tampak menuruti perkataan istrinya dan tidak lagi emosi.


Namun, kini pria itu malah semakin mendekat ke wajah Keisha dan mencengkram rahang wanita itu dengan kuat. Tak lama kemudian, bibir mereka saling bertaut dan hanyut ke dalam ciuman hangat yang menggairahkan.


Kriiingg Kriiingg


Tiba-tiba saja, bel masuk berbunyi disaat Alex baru hendak meneruskan aktivitas panasnya. Pria itu pun menggerutu kesal lantaran hasratnya yang sudah menggebu itu tidak dapat disalurkan, sedangkan Keisha hanya tertawa puas dan mengajak Alex segera pergi dari sana.




Keisha pun kembali ke kelasnya setelah berhasil lepas dari terkaman Alex, ya bel masuk tadi telah menyelamatkan Keisha dari buasnya hasrat Alex yang menggebu-gebu itu. Sehingga Keisha tidak perlu kelelahan di pagi hari yang indah ini, apalagi wanita itu juga harus bersekolah dan belajar di kelasnya bersama yang lain.


Sesampainya di kelas, tampak Tasya langsung menghampiri Keisha yang baru tiba itu dengan wajah penasaran. Ya Tasya ingin tahu apa yang terjadi pada Keisha, dan apa sebenarnya yang membuat Alex sampai semarah itu. Tasya pun segera meminta Keisha untuk duduk, agar ia bisa bertanya lebih leluasa pada Alex.


"Kei, tadi lu diapain aja sama si Alex? Dia kok bisa semarah itu sih, emangnya lu ngelakuin kesalahan apa coba sama dia?" tanya Tasya penasaran.


Keisha tergelak dibuatnya, "Ahaha, gue gak diapa-apain kok. Ya emang sempat tadi Alex marah besar sama gue gara-gara gue ketahuan kasih bunga ke cowok lain, tapi semuanya udah selesai kok dan gue aman," jelasnya.


"Hah apa? Lo kasih bunga ke cowok lain, gimana ceritanya sih Kei? Lo ini macam-macam aja deh, lu lupa ya kalau lu itu ceweknya Alex Grissham yang galak itu?" kaget Tasya.


"Yeh yakali gue lupa, gue tuh gak sengaja kali kasih tuh bunga tadi," ucap Keisha.


"Maksudnya gimana sih? Kok gue masih kurang paham ya sama ucapan lu?" tanya Tasya lagi.


"Hadeh, jadi tuh tadi gue kan dikasih bunga sama si Zayn. Nah karena gue gak tahu harus diapain tuh bunganya, yaudah gue kasih aja ke Azhar. Eh ternyata Alex malah tahu," jelas Keisha.


"Oalah, bunga itu tuh dari si Zayn? Tapi bentar deh, bukannya dia cuma kasih kue ya ke lu? Kok ini sama bunga juga?" heran Tasya.


"Iya gitu deh, Zayn kasih gue bunga sekaligus sama kue. Bunganya gue kasih ke si Azhar, terus kuenya kan kita makan sama-sama tadi," ucap Keisha.


"Ya ampun, rumit banget ya masalah cewek cantik! Untung aja gue gak cantik banget kayak lu, bisa berabe nanti kalau gue direbutin juga sama banyak cowok!" sarkas Tasya.


"Hahaha, iyain aja deh Sya!" kekeh Keisha.


Keduanya saling berbalas tawa saat ini, tapi tiba-tiba saja kepala Keisha mendadak terasa pusing disertai nyeri yang amat sangat. Wanita itu pun reflek memegangi kepalanya, ia juga bersandar pada kursi bermaksud mengurangi rasa sakitnya. Tentu Keisha tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya, sebab sedari tadi ia merasa baik-baik saja.


"Aduh! Gue ini kenapa ya? Kok mendadak kepala gue pusing banget kayak gini?" gumam Keisha di dalam hatinya, ia merasa bingung dengan apa yang menimpanya saat ini.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...