
Seminggu berselang, akhirnya pernikahan yang telah direncanakan sejak lalu itu terjadi juga. Alex pun secara resmi sudah menjadi suami dan menikahi sosok kekasih yang ia cintai, yakni Keisha. Namun, tak ada sedikitpun tampang bahagia dari wajahnya saat ini. Justru Alex terlihat amat kesal seolah tengah menahan emosinya, sepertinya pria itu masih belum bisa menerima pernikahan tersebut.
Berbeda dengan Keisha yang sekarang ini tampak begitu bahagia menikmati pesta, ia telah resmi menikah dengan Alex dan menjadi istri dari lelaki itu. Jujur sebenarnya Keisha juga masih sulit menerima semua ini, akan tetapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah karena ini adalah permintaan dari kakeknya. Lagipun, menikah dengan Alex tentu tak buruk karena ia amat mencintainya.
Keisha melirik wajah Alex dari dekat, tersenyum merekah seraya mengusap lembut punggung tangan pria itu. Namun, reaksi Alex justru di luar dugaan dan membuat Keisha terkejut. Ya Alex malah menarik tangannya menjauh dari sang istri, sungguh Keisha tak tahu apa yang terjadi pada suaminya itu. Terlebih pada saat sesi berfoto tadi, Alex juga tak ingin mencium Keisha meski sudah berkali-kali diminta.
Hati Keisha seketika hancur, tetapi ia masih tetap berusaha tenang dan mengabaikan semua itu. Ia mencoba untuk mewajarkan sikap Alex saat ini, karena ia tahu kalau dari kemarin Alex memang kekeuh menentang pernikahan tersebut. Keisha pun yakin kalau Alex akan berubah nantinya, sebab ia ingat betul dengan perkataan Alex sebelumnya yang mengatakan jika dia sangat mencintai gadis itu.
Setelah acara pernikahan selesai, Alex beserta Keisha kini tiba di hotel yang sudah dipesankan oleh orang tua pria itu untuk mereka menikmati malam pertama sebagai suami-istri. Keisha langsung tersenyum sumringah begitu melihat isi kamar yang amat indah dan mempesona, dirinya akui kalau semua itu sangat bagus dan nyaman. Sedangkan Alex bersikap biasa-biasa saja, menurutnya apa yang ada di kamar itu terlalu lebay dan menyebalkan.
"Sayang, kamu mau mandi duluan atau aku aja nih?" tanya Keisha tiba-tiba.
Pria itu melangkah ke depan seraya melepas jasnya dan memberikannya pada Keisha, tanpa berkata apapun Alex langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Keisha terdiam saja dengan semua itu, ia tak mengerti mengapa sikap Alex begitu dingin padanya. Bahkan pria itu seolah berubah 180 derajat dari biasanya, sungguh Keisha bingung apa yang terjadi dengan suaminya itu saat ini.
"Alex kenapa jadi dingin gitu ya ke gue? Apa dia masih gak bisa menerima pernikahan ini? Tapi kenapa? Bukannya waktu itu dia bilang kalau dia cinta ya sama gue?" gumam Keisha lirih.
Akhirnya gadis itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang masih dengan gaun pengantin yang melekat di tubuhnya, ia memeluk jas yang dipakai Alex tadi dan memejamkan mata mengingat momen indah mereka dahulu saat masih berpacaran. Ia juga berharap kalau ini semua akan berubah, tentunya ia tidak akan bisa tahan jika Alex selalu bersikap dingin dan entah apa yang diinginkan pria itu.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. "Heh!" ya hentakan itu membuat Keisha terkejut, ia membuka mata dan melihat suaminya sudah berdiri tepat di depannya dengan handuk yang melilit menutupi bagian bawah tubuhnya. Sungguh luar biasa, Keisha terperangah kaget melihat bentuk tubuh Alex yang begitu indah. Pikiran kotor mulai menghiasi kepalanya, apakah mungkin mereka akan melakukan itu malam ini.
"Bangun, katanya mau mandi!" seru Alex.
"Iya Lex, aku juga gak tidur kok. Ini aku mau mandi, tadi kan aku lagi nungguin kamu," ucap Keisha bangkit dari posisinya dan berdiri di dekat sang suami.
Alex tak mengatakan apa-apa lagi, pria itu melangkah pergi menuju lemari pakaian dan mengambil baju serta celananya dari sana. Sedangkan Keisha masih terpaku di tempatnya mengamati tubuh kekar sang suami, entah mengapa seketika Keisha sulit menggerakkan kakinya dan tidak bisa beralih dari sana. Sungguh ia amat mengagumi bentuk tubuh Alex, seumur-umur baru kali ini ia melihat lelaki itu bertelanjang dada.
Alex yang menyadari itu pun sontak beralih menatapnya dengan dingin, "Ngapain masih disitu? Mau aku tidurin kamu sekarang?" ujarnya menegur wanita itu.
Alex terkekeh kecil melihat tingkah istrinya itu, lalu Keisha pun lari terbirit-birit dan masuk ke dalam kamar mandi dengan nafas terengah-engah karena terkejut dengan ucapan Alex tadi. Sedangkan Alex mulai memakai pakaiannya dan langsung melangkah menuju ranjang yang sudah ditaburi bunga-bunga indah, dengan geram ia menyingkirkan semua bunga itu dari atas ranjangnya karena ia merasa itu semua terlalu lebay dan tidak perlu ada.
"Gak penting banget pake ginian segala, dasar mama papa aneh!" ucap Alex kesal.
Setelahnya, Alex berbaring di atas ranjang dan mulai memejamkan mata bersiap untuk tidur dengan dua tangan ia taruh di atas perutnya. Alex tak perduli pada Keisha yang saat ini masih berkutat di kamar mandi, meskipun mereka sudah sah tetapi Alex sudah merasa lelah dan ingin segera tertidur. Akan tetapi, entah kenapa ia sulit untuk bisa fokus tidur tak seperti biasanya yang lebih mudah. Padahal kali ini ia merasa amat lelah dan mengantuk.
Ceklek
Tiba-tiba, terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka dan lagi-lagi membuat Alex sulit tertidur. Terpaksa pria itu membuka matanya, melirik ke arah Keisha yang baru keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bathrobe berwarna merah muda. Gairah Alex meluap seketika, apalagi bathrobe itu tak cukup untuk menutupi bagian tubuh istrinya yang membuat Alex sulit mengendalikan dirinya.
"Loh Lex, kamu kenapa udah mau tidur aja sih? Ini kan malam pertama kita, apa kamu gak pengen ngelakuin itu?" tanya Keisha.
"Hm, maksud kamu apa? Ngelakuin apa coba?" ujar Alex berpura-pura tak tahu.
"Aih kamu mah pake kayak gitu segala, padahal aku yakin kamu pasti tau maksud aku! Bukannya dulu kamu sering minta itu ya dari aku? Kenapa sekarang kamu malah biasa aja? Kita udah sah loh, aku siap kok kalau kamu mau begituan!" ucap Keisha.
"Oh, gak dulu deh. Udah kamu pake baju, terus tidur!" ucap Alex ketus dan lalu berbalik memunggungi wanita itu.
Keisha tersentak melihat reaksi suaminya itu, sungguh amat berbeda ketika mereka masih berpacaran sebelumnya karena Alex begitu romantis dan selalu ingin meminta jatah darinya. Namun, kali ini disaat mereka sudah sah dan resmi menikah justru Alex malah tidak ingin melakukan itu bersamanya. Padahal Keisha tadi sudah menawarkan diri dan mengatakan kalau dirinya siap jika memang Alex ingin, tetapi usahanya sia-sia.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...