Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 88. Permen


Keisha kembali ke meja tempatnya dan Alex berada sebelumnya, namun ia begitu heran saat melihat tidak ada siapapun disana termasuk sang suami. Keisha pun tampak bingung serta langsung menoleh ke kanan dan kiri di sekitarnya, wanita itu sungguh penasaran kemana sebenarnya Alex saat ini dan mengapa pria itu tega meninggalkannya di restoran itu seorang diri tanpa mengabarkan apapun.


Disaat yang sama, seorang pelayan muncul membawa pesanan milik Alex dan Keisha yang tadi dikatakan oleh pria itu. Tentu saja Keisha mencoba peruntungan dengan bertanya pada si pelayan, ya karena barangkali pelayan itu mengetahui dimana suaminya saat ini. Keisha benar-benar sangat cemas, sebab tak biasanya Alex menghilang seperti ini tanpa diketahui dimana keberadaannya.


"Mbak, ada lihat suami saya gak yang tadi disini? Dia kemana ya, kok sekarang gak ada di meja?" tanya Keisha pada si pelayan.


"Duh saya kurang tahu kak, mungkin suaminya lagi ke toilet atau keluar dulu sebentar?" jawab si pelayan.


"Oh gitu ya mbak, yaudah makasih. Kalo gitu saya mau cari suami saya dulu ke depan, titip barang saya ya mbak?" ucap Keisha.


Pelayan itu mengangguk saja, sedangkan Keisha bergegas pergi ke luar restoran tersebut untuk mencari suaminya. Keisha tidak akan bisa tenang sebelum ia berhasil menemukan suaminya, karena Alex adalah orang yang paling ia sayangi. Keisha pun terus mencari sosok Alex di sekitar sana, tapi lagi-lagi ia tak berhasil menemukannya.


"Ish, mas Alex kemana sih? Dia sebenarnya niat ngajak makan apa enggak sih?" gumam Keisha.


Tak lama kemudian, setelah berlari kesana-kemari akhirnya Keisha berhasil melihat sosok Alex yang tengah bersama Revan di depan sana. Ya tentu saja Keisha terbelalak dibuatnya, wanita itu tak menyangka jika ada Revan juga disana. Karena khawatir akan terjadi pertengkaran disana, maka Keisha pun bergegas menghampiri mereka berdua.


"Mas Alex!!" wanita itu berteriak cukup keras memanggil suaminya, membuat kedua pria yang tengah berselisih paham itu menoleh ke arahnya.


Alex langsung spontan melepaskan tubuh Revan yang tadi ia cengkram, ia tak mau Keisha salah paham padanya karena melihat hal itu. Meski Alex masih belum bisa memaafkan Revan dan ingin sekali menghajarnya disana, namun Alex sadar jika ia tidak mungkin melakukan semua itu di hadapan istrinya yang sedang mengandung.


"Mas, kamu ngapain malah disini? Aku tuh nyariin kamu kemana-mana tahu," tanya Keisha heran.


"Eee ma-maaf sayang, aku minta maaf ya? Tadi itu aku ketemu sama orang ini, dia kayaknya ngikutin kita demi bisa ngeliat kamu deh. Aku gak terima dong, makanya aku mau usir dia!" jelas Alex.


"Hah? Apaan sih kamu mas, kenapa kamu harus usir dia? Ini kan tempat umum mas, dia bebas dong mau datang kesini sesuka hati dia!" ucap Keisha.


"Tetap aja aku gak suka sayang, apalagi dia ini selalu ada di setiap tempat yang kita kunjungi. Jangan-jangan dia ini emang ngincer kamu dan selalu pengen ada di dekat kamu!" ujar Alex.


Deg


Keisha terbelalak seraya menggelengkan kepalanya, ia tak percaya dengan apa yang dikatakan Alex barusan dan sungguh bingung dibuatnya. Ia langsung meraih lengan Alex dan menariknya secara paksa, membawa pergi lelaki itu dari sana. Ya Alex tak bisa menolak atau berbuat apa-apa, pria itu pasrah saja saat Keisha menariknya.


Sementara Revan merasa lega dengan kemunculan Keisha yang tepat waktu untuk memisahkan mereka tadi, karena jika tidak bukan sesuatu yang mustahil akan terjadi keributan diantara mereka. Kini Revan memutuskan pergi saja dari tempat itu, untuk menghindari perselisihan dengan Alex yang memang mudah sekali terbawa emosi.




Kini Keisha melepaskan tangan suaminya begitu menjauh dari Revan, ya Keisha sengaja membawa Alex ke tempat yang sepi agar tidak ada orang yang bisa mendengar pembicaraan diantara mereka nantinya. Keisha ingin menasehati Alex bahwa apa yang dilakukan pria itu adalah tidak benar, karena antara dirinya dan Revan tidak ada apa-apa.


Alex memang sulit untuk diberitahu, pria itu tetap saja merasa curiga dan menduga kalau Revan menyukai Keisha. Sebagai seorang lelaki, Alex seolah tahu bahwa Revan memiliki rasa yang terpendam pada istrinya. Saat ini Alex hanya bisa menunduk lesu, apalagi ia tahu Keisha sangat emosi padanya setelah apa yang ia lakukan tadi.


"Mas, harus berapa kali sih aku bilang sama kamu? Aku sama Revan gak ada apa-apa, dia juga cuma tolong aku waktu itu. Apa kamu masih curiga sama aku, ha?" geram Keisha.


Alex memalingkan wajahnya dan menggaruk dagu yang tak gatal, rasanya pria itu kesulitan untuk bisa menjawab pertanyaan dari Keisha. Ia memang masih belum percaya pada Revan, tetapi ia tentu percaya jika istrinya tidak mencintai Revan. Hanya saja, Alex tetap tidak ingin jika Revan ada di dekat Keisha karena bagaimanapun ia juga cemburu.


"A-aku minta maaf sama kamu sayang, tapi aku bukan curiga ke kamu. Aku curiganya sama si Revan sialan itu, karena dia terus aja ngikutin kamu mulu! Aku gak terima dong sayang, apalagi Revan juga kelihatannya suka sama kamu loh!" ucap Alex.


"Itu kan baru dugaan kamu, belum tentu benar kok. Lagian kalau emang dia suka sama aku ya biarin aja, itu kan hak dia!" ucap Keisha agak kesal.


Alex tampak mengernyitkan dahinya, "Maksud kamu gimana sayang? Kamu senang kalau Revan suka sama kamu? Oh atau malah kamu juga suka sama dia ya?" ujarnya keheranan.


"Bukan begitu mas, maksudku tuh ya biarin aja kalau dia suka sama aku. Yang penting kan akunya cuma suka sama kamu," ucap Keisha dengan lembut.


Ya Alex terkejut saat Keisha tiba-tiba memeluknya dengan erat disana, apalagi wanita itu juga mengusap punggungnya dan menempelkan wajahnya pada bahunya. Alex terdiam tak berkutik, ketika dipeluk oleh sang istri tercinta maka pasti Alex selalu berdebar-debar seolah bingung harus melakukan apa.


"I-i-iya sayang, aku juga begitu kok. Aku minta maaf ya kalau udah bikin kamu kesal, aku gak bermaksud begitu kok!" ucap Alex gugup.


"Gapapa, intinya sekarang kita saling percaya aja ya mas?" pinta Keisha.


Alex mengangguk paham, kemudian merapatkan tubuhnya dan juga Keisha sembari menghirup aroma sang istri yang begitu harum. Mereka pun kini sama-sama melangkah ke dalam restoran kembali, yang mana pesanan mereka sudah dibuatkan. Ya Alex juga berjanji pada Keisha saat ini, kalau ia tidak akan berbuat hal yang aneh-aneh lagi dan akan lebih percaya kepada Keisha istrinya itu.




Disisi lain, Lana tengah menunggu jemputan di depan halaman sekolahnya. Gadis itu berdiri seorang diri sembari memegang ponselnya, ia begitu kesal karena sang supir belum juga kunjung datang kesana untuk menjemputnya. Ya padahal ia sudah pulang kurang lebih 15 menit yang lalu, tapi hingga kini supirnya itu belum ada disana.


Disaat Lana sedang bingung mencari-cari sang supir, tanpa diduga seseorang datang mendekatinya dan menepuk pundaknya secara tiba-tiba. Gadis itu terkejut, lalu menoleh ke sebelahnya dan menemukan sosok Zikri disana. Jantung Lana langsung berdebar-debar dibuatnya, ia tak percaya jika Zikri sekarang ada di dekatnya.


"Hah? Zi-zikri, kamu ngapain? Ada apa kamu tepuk pundak aku tadi?" tanya Lana dengan gugup.


Zikri tersenyum menatapnya, tiba-tiba saja ia meraih satu tangan Lana dan menggenggamnya dengan erat. Lana terdiam saja seolah bingung dengan apa yang hendak dilakukan pria itu, lalu tampak Zikri menaruh sesuatu di atas telapak tangannya. Ya saat Lana melihatnya, gadis itu terkejut karena ternyata Zikri memberikan sebiji permen untuknya.


"Ini buat lu, biar gak kering tuh mulut karena panas-panasan disini. Lu kan sering kasih perhatian ke gue, jadi sekarang gue cuma mau balas semua perbuatan lu aja!" ucap Zikri singkat.


"Ohh, i-i-iya makasih. Aku nanti makan kok permennya, tapi kamu kok tumben banget baik kayak gini sama aku?" ucap Lana tampak grogi.


"Gapapa, lagi pengen aja. Kebetulan gue juga tadi abis beli permen, dan itu sisa satu makanya gue kasih ke lu. Yaudah, gue balik duluan ya? Gue juga pengen temuin Cherry dulu," ucap Zikri.


Deg


Betapa syoknya Lana mendengar kata-kata yang dilontarkan Zikri, ia langsung menunduk lesu dan tampak bersedih dibuatnya. Zikri sendiri melepas tangannya, lalu berjalan pergi melewati tubuh Lana untuk mencari sosok Cherry. Lana benar-benar sedih sekaligus kecewa, apalagi Zikri mengakui kalau permen yang diberikannya tadi hanyalah sisaan.


"Hiks, gini amat sih hidup! Baru aja dibikin melambung tinggi, eh langsung dijatuhin gitu aja!" ucap Lana menahan tangisnya.


Akhirnya Lana terduduk di kursi yang tersedia, ia pandangi permen itu dengan seksama sembari mengingat wajah Zikri tadi. Lana cukup senang dengan pemberian itu, ya meski permen itu adalah barang sisa yang dimiliki Zikri. Namun, setidaknya Zikri ada niat untuk memberikan permen itu padanya sebagai bentuk keperdulian pria itu.


"Hmm, gapapa deh walau hasil sisa. Permen ini cukup berarti juga kok buat aku, karena Zikri yang kasih tadi. Apalagi, Zikri juga bilang kalau dia mau balas perhatian aku ke dia selama ini," ucap Lana.


"Aku makan gak ya permen ini?" ucapnya bimbang.


"Ah makan aja deh!" sambungnya seraya membuka bungkus permen itu.


"Ehem ehem!"


Lana pun dikejutkan dengan suara deheman seorang pria yang tiba-tiba terdengar di dekatnya, Lana segera menolehkan wajahnya dan kali ini sosok Arfan lah yang muncul di hadapannya disertai senyuman lebar. Arfan juga langsung terduduk di sebelahnya saat ini, menatap heran ke arah gadis yang hendak memakan permen itu.


"Hai Lana! Kamu doyan permen juga? Emang enak sih ya makan permen panas-panas begini, kamu beli dimana itu? Kantin?" tegur Arfan.


Lana menggeleng, "Aku gak beli, ini tadi dikasih sama Zikri. Makanya aku happy banget karena ternyata Zikri juga perduli sama aku, seneng deh rasanya!" ucapnya sambil tersenyum.


Deg


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...