Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 104. Temenan


Alex terlihat begitu lesu hari ini, pria itu terus melamun di sebuah cafe sembari mengaduk kopi miliknya yang ia pesan tadi. Tampaknya Alex masih memikirkan apa yang tengah ia alami saat ini, ia benar-benar bingung dan tak tahu harus berbuat apa untuk bisa meyakinkan Keisha kalau diantara dirinya dan Anya tidak memiliki hubungan spesial apapun.


Selain itu, Alex juga masih berpikir keras darimana dan bagaimana cara Revan bisa mendapatkan foto dirinya dan Anya saat berada di bar. Padahal, saat itu saja Alex belum mengenal siapa sosok Revan dan begitupun sebaliknya. Tidak mungkin tentu Revan mengambil sendiri foto itu, karena Revan juga tak akan mengenal siapa Alex dan juga Anya.


Tak hanya soal Revan dan Keisha, saat ini Alex pun masih heran mengapa Anya bisa mengetahui letak tempat tinggalnya di Indonesia. Semua kejadian yang ia alami ini sungguh membingungkan, tak mungkin jika Anya hanya menebak-nebak dan kebetulan bertemu dengannya disana. Namun, Alex belum tahu juga apa jawaban dari semua itu.


Disaat yang sama, tanpa diduga Anya muncul di dekatnya dan langsung menyapa pria itu disertai senyum renyahnya. Bahkan, lagi-lagi Anya terduduk di sebelahnya tanpa meminta persetujuan pria itu terlebih dulu. Anya dengan santainya menatap ke arah Alex, lalu meraih satu tangan si pria untuk digenggam dan membuat Alex amat kesal.


"Hai Alex! Duh, kamu sendirian aja nih disini udah kayak belum punya pasangan! Awas loh nanti ada yang salah paham terus naksir sama kamu, karena ngiranya kamu masih jomblo!" ucap Anya.


Alex melirik sinis ke arah wanita di sebelahnya, ia berhasil menarik lepas tangannya dari genggaman Anya dan meminta wanita itu untuk tidak melakukan hal-hal yang membuatnya emosi. Kondisi hatinya saat ini sedang dalam keadaan buruk, jika Anya kembali nekat maka bukan tidak mungkin Alex akan semakin terpancing emosinya.


"Kamu tuh galak-galak gemesin ya, Lex? Sikap kamu disini sama waktu kita di NY dulu jauh beda banget, padahal dulu kamu ramah banget sama aku. Andai aja Keisha tahu, apa mungkin dia bakal pingsan kali ya?" ucap Anya.


"Maksud kamu apa Anya? Kita gak pernah ada hubungan apapun, jangan asal ya kamu!" ujar Alex.


"Kok gitu sih Lex? Lupa ya kamu soal insiden malam itu yang mana kamu mabuk berat? Waktu itu kan kita sempat berhubungan loh," ucap Anya menggoda.


Alex menggeleng, "Enggak, malam itu gak terjadi apa-apa diantara kita. Aku gak pernah ngelakuin hal yang seperti kamu bilang itu!" elaknya.


"Kamu mana sadar Alex, kamu kan mabuk. Aku loh ini yang masih ingat betul semuanya," ucap Anya.


Alex terus saja mengelak dan mengatakan bahwa ia tidak pernah melakukan hal keji itu bersama Anya, ya karena memang ia sendiri juga tak merasa pernah melakukan hal gila itu. Namun, sepertinya Anya juga tak berhenti menggoda Alex. Anya seolah sangat yakin, kalau malam itu mereka memang sama-sama berbuat hal kotor yang menurutnya enak.


"Dan satu lagi yang perlu kamu tahu Alex, malam itu kamu keluar di dalam aku loh. Bisa aja lambat laun aku bakal hamil anak kamu, maka dari itu aku datang kesini siap-siap untuk minta tanggung jawab dari kamu Alex!" ucap Anya.


Deg


Alex melongok lebar tak menyangka dengan apa yang dikatakan wanita itu, ia menggeleng perlahan dan mencoba meyakinkan diri kalau semua itu tidak benar dan Anya tidak akan pernah hamil anaknya.




"Keisha!" Tasya yang baru datang langsung menyapa sahabatnya itu di sebuah cafe outdoor yang menjadi tempat pertemuan mereka kali ini.


Sontak Keisha menoleh ke arahnya, ia tersenyum lalu beranjak dari tempat duduknya dan menyambut kedatangan Tasya disana. Keisha sangat senang karena sedari tadi ia memang menunggu kehadiran Tasya, hari ini Keisha berniat untuk mengutarakan masalah yang ia rasakan kepada Tasya dan berharap Tasya dapat membuat dirinya lebih tenang.


"Kok Keisha bisa sama si jahat Shella ya? Waduh, jangan-jangan Keisha terkena jebakan licik si Shella lagi! Gak bisa dibiarin nih, gue harus cegah Keisha buat dekat sama Shella!" gumam Tasya.


"Tasya, sini!" tiba-tiba Keisha menyadarkan Tasya dari lamunannya, lalu meminta gadis itu untuk menghampirinya di meja sana.


Tasya pun tersenyum lebar, kemudian melangkah mendekat ke arah Keisha serta Shella. Tatapannya menjurus tajam ketika berdiri tepat di hadapan Shella, entah mengapa perasaannya masih tidak enak tiap kali ia melihat gadis itu. Kelakuan buruk Shella di masa lampau, membuat Tasya tidak yakin jika Shella memang telah benar-benar berubah.


"Kei, lu kok bisa sama dia sih? Katanya lu cuma ngajak gue, lah tapi ini kenapa bisa ada dia juga coba di tempat ini?" tanya Tasya keheranan.


"Eee iya Sya, sorry banget ya gue lupa bilang kalau gue sekarang udah temenan sama Shella! Gue sengaja ajak dia kesini juga, biar kalian bisa saling temenan deh," jawab Keisha.


"Hah apa? Lo mau temenan sama orang licik kayak dia, Kei? Lo lupa ya dia dulu udah hampir bikin lu celaka di tempat Tarra?" kaget Tasya.


"Gue masih ingat kok Sya, tapi kan semua orang juga punya hak buat berubah. Gue rasa Shella juga beneran mau berubah, dia udah janji sama gue kalau dia gak akan begitu lagi," ucap Keisha.


"Tapi Kei, lu ingat juga kan dulu dia pernah pura-pura baik kayak gini?" ucap Tasya mengingatkan.


Keisha seketika terdiam, memang benar yang dikatakan Tasya bahwa sebelum ini Shella sudah pernah berpura-pura bersikap baik padanya. Saat itu bahkan Shella juga mengatakan pada Keisha, kalau dirinya tidak akan pernah berbuat jahat lagi. Namun, nyatanya semua itu hanyalah rekayasa semata dan rencana yang dijalankan Shella bersama Hani.


"Gue yakin lu gak lupa kan soal itu, terus kenapa sekarang lu malah mau temenan sama dia lagi? Lu gak kapok ya Kei, ha?" tanya Tasya lagi.


"Umm, Tasya sebentar!" Shella tiba-tiba menyela.


"Apa? Lo mau apa sih sebenarnya? Kenapa lu selalu aja ganggu kehidupan Keisha? Lo kan dah punya si Joshua tuh, udah lah biarin Keisha bahagia sama Alex sekarang!" sentak Tasya penuh emosi.


"Tasya, gue itu cuma—"


"Banyak omong lu!" Tasya yang emosi langsung maju mendekat dan menyiram baju yang dikenakan Shella dengan minuman di meja begitu saja.


Byuurrr


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...