Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 42. Bunga dan kue


Mobil yang dikendarai Alex telah tiba di lokasi yang dikirimkan oleh Tasya tadi. Pria itu langsung menghentikan mobilnya dan melipir ke pinggir, lalu ia bersama Hani turun dari sana untuk mencari tahu dimana keberadaan Tasya. Keduanya menatap sekeliling, sampai kemudian Hani lebih dulu melihat Tasya yang tengah berdiri di depan sebuah mobil yang menyala.


Hani pun menunjuk ke arah Tasya berada, sontak Alex turut menoleh dan terkejut melihat Tasya berdiri disana. Tanpa berpikir lama lagi, Alex segera mengajak Hani menghampiri Tasya untuk mencari tahu apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu dan mengapa dia malah berdiam diri seperti itu. Alex langsung menyapanya, membuat sang pemilik nama terkejut lalu menatap padanya.


"Tasya!" panggilan dari Alex itu bukan hanya membuat Tasya menoleh, tetapi juga dengan Keisha yang baru hendak turun dari mobil Reno.


"Eh Lex, akhirnya lu sampai juga. Lu itu darimana sih aja sih Lex? Gue udah nungguin lu loh daritadi, sampai gue hampir ketahuan sama orang-orang suruhan Tarra tadi," ucap Tasya.


"Sorry Sya, gue gak ngira kalau lokasi yang lu kirim itu alamatnya si Tarra. Makanya tadi gue malah ke tempat pesta buat temuin Shella, karena cuma dia yang tahu kemana Tarra bawa Keisha. Terus, lu lagi ngapain disini?" ucap Alex.


"Eee itu Lex, ada Keisha di mobil itu. Gue lihat jelas tadi Keisha dibawa masuk ke dalam sana sama cowok, ya walau gue gak lihat jelas siapa cowoknya yang bawa si Keisha," jelas Tasya.


"Apa??" Alex terkejut bukan main mendengarnya.


Lalu, Alex yang penasaran beralih menatap ke arah mobil dan berjalan lebih dekat untuk memastikan apakah mungkin Keisha memang ada disana. Baru saja ia hendak meneruskan langkahnya, tiba-tiba pintu mobil itu terbuka dan membuat Alex terkejut. Ya rupanya benar yang dikatakan Tasya tadi, Keisha memang ada disana dan kini tengah keluar dari mobil itu menghampiri Alex.


"Alex!" ucap Keisha yang langsung mendekati suaminya itu dan memeluknya.


"Hah Keisha??" Alex tak kalah kaget, ia benar-benar bahagia dapat melihat kembali istrinya itu.


Mereka pun berpelukan erat disana sambil saling mengusap punggung satu sama lain, Alex amat bersyukur lantaran Keisha baik-baik saja dan tidak kenapa-napa kali ini. Padahal Alex tadi sudah sangat khawatir padanya, untung saja istrinya itu masih dapat diselamatkan sehingga Alex tidak perlu merasa cemas seperti tadi.


"Ya ampun! Kamu gapapa kan sayang, kamu baik-baik aja kan? Ada yang luka gak, hm?" tanya Alex sembari menangkup wajah istrinya.


Keisha mengangguk cepat, "Gak ada kok sayang, aku baik-baik aja ini," jawabnya santai.


"Syukurlah, aku bahagia banget bisa ketemu kamu lagi sayang!" ucap Alex kembali mengeratkan pelukannya pada sang istri.


Disaat mereka tengah asyik berpelukan, Reno pun turut turun dari mobilnya dan menghampiri mereka. Seketika Alex melotot lebar begitu melihat Reno berada disana, ia langsung melepas pelukannya dan melindungi Keisha agar tidak dapat dilukai oleh Reno yang ia kira berniat jahat.


"Lu lagi lu lagi, jadi ternyata lu juga ikut andil dalam masalah ini. Gue heran sama lu Reno, kenapa sih lu jadi kayak gini sama gue?" ucap Alex geram.


"Maksud lu apa sih?" tanya Reno tak mengerti.


"Emang dasar cowok gak tahu diri!" Alex yang kesal, berniat maju mendekati Reno dan memukul pria itu dengan tangannya.


Akan tetapi, dengan cepat Keisha berhasil menahan Alex agar tidak melakukan itu. Ya Keisha tentu tak mau Alex malah memukul orang yang sudah menyelamatkannya, ia juga berusaha menjelaskan pada Alex kalau Reno adalah orang baik dan tidak bekerjasama dengan Tarra ataupun yang lainnya untuk menjebak dirinya.


"Lex, jangan lakukan itu! Reno ini gak salah, dia justru orang yang udah tolong aku!" ucap Keisha.


Mendengar itu, Alex sangat terkejut dan tampak tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Keisha barusan. Bagaimana mungkin Reno justru adalah orang yang menyelamatkan Keisha? Padahal selama ini, Alex tahu betul kalau Reno adalah seorang pengkhianat yang sudah menyebarkan video skandal dirinya dan Keisha ke sekolah.


"Apa kamu bilang sayang? Reno yang udah bebasin kamu dari si Tarra itu, kok bisa sih?" tanya Alex dengan ekspresi tak percaya.


"Iya serius sayang, beneran kok Reno tadi selamatin aku waktu Tarra mau sakitin aku," jawab Keisha.


"Ta-tapi Kei, Reno itu orang jahat loh. Dia orang yang udah sebarin video kita waktu itu, kamu gak boleh main percaya gitu aja sama dia! Bisa jadi ini cuma rencana dia, supaya kita ngira dia udah berubah. Padahal mah dia masih jadi penjahat," ucap Alex.


Keisha menggeleng cepat, "Gak Lex, aku yakin Reno orang baik kok. Udah deh ya, kamu gak perlu lagi musuhan sama dia! Lagian dulu kalian ini sahabat kan?" ucapnya.


Alex menunduk diam memikirkan perkataan Keisha barusan, entah kenapa sulit bagi Alex untuk percaya kalau Reno sudah berubah kali ini. Ya bagi Alex, Reno tetap saja orang yang sudah melakukan kejahatan padanya dan juga Keisha sebelum ini. Sulit tentu Alex mempercayai semuanya, padahal memang seperti itulah yang terjadi tadi.


Kini kedua mata Alex beralih menatap Reno, ia berpikir keras sebelum melakukan tindakan selanjutnya. Sepertinya Alex telah mempercayai ucapan istrinya, terbukti ia pun melangkah ke dekat Reno dan mengulurkan telapak tangannya pada pria itu. Tentu saja Reno terlihat heran, dia tak mengerti apa maksud Alex melakukan hal itu.


Reno mengernyitkan dahinya, "Kenapa ya Lex?" tanyanya pada Alex dengan wajah bingung.


"Gue mau bilang terimakasih sama lu, karena lu udah bantu istri gue dan bebasin dia dari tangan si Tarra. Gue gak tahu harus gimana buat balas hutang budi gue ini ke lu, tapi yang pasti gue akan pikirkan itu nanti!" ucap Alex.


"Oke sama-sama, ini gue lakuin bukan karena gue perduli sama lu atau Keisha. Tapi, itu karena gue sebagai lelaki gak suka lihat cewek dilecehin kayak tadi sama si Tarra," ucap Reno.


Akhirnya kedua pria itu saling berjabat tangan, Keisha yang melihatnya pun tersenyum lebar karena dapat membuat Alex serta Reno berbaikan. Keisha tahu jika sebenarnya Reno masih memiliki sisi baik, hanya saja sikap iri yang tak berujung membuat pria itu malah berubah menjadi musuh bagi Alex dan bergabung dengan Tarra yang sangat jahat.


Setelahnya, Alex meminta Hani untuk meminta maaf sekaligus berlutut di hadapan Keisha. Semua itu tentunya atas dasar perlakuan Hani pada Keisha yang sangat jahat, dan sebagai seorang suami Alex pun tak terima jika istrinya diperlakukan buruk seperti itu. Hanya meminta maaf adalah perbuatan yang mudah, sehingga Hani terpaksa menuruti perintah pria itu dan berlutut di depan Keisha kali ini.




Keesokan harinya, Alex dan Keisha kembali bersekolah seperti biasa. Keduanya tiba di sekolah dengan mobil yang dikendarai Alex, lalu berniat masuk ke dalam sekolah bersama-sama sambil bergandeng tangan. Keisha terlihat sangat bahagia, bahkan wanita itu terus menempelkan tubuhnya pada Alex seraya tersenyum lebar menatap sang suami yang ada di sebelahnya itu.


Disaat keduanya sedang asyik berbincang sembari melangkah ke dalam sekolah, tiba-tiba saja Shella bersama Novia muncul di hadapan mereka seolah menghalangi langkah sepasang suami-istri itu. Sontak Alex dan Keisha terkejut bukan main, mereka reflek menghentikan langkah lalu menatap wajah Shella dengan bingung bercampur kesal.


"Hai kak Alex!" gadis itu menyapanya, membuat Alex membulatkan matanya seketika disertai tangan terkepal kuat.


"Lo lagi lu lagi, mau apa sih lu nyamperin kita lagi? Gak puas semalam lu udah bikin gue nyaris diperkosa sama enam orang sekaligus, ha? Atau lu baru puas kalau berhasil bikin hidup gue hancur, iya?" sentak Keisha.


Shella beralih menatap Keisha dan menunjukkan wajah memelasnya, "Keisha, gue minta maaf banget sama lu. Gue tuh gak tahu menahu soal ini, percaya deh sama gue!" ucapnya.


"Halah gausah drama deh lu! Gue udah tahu semuanya, lu itu kerjasama sama si Tarra dan Hani buat jebak gue. Gue kira lu tulus mau temenan sama gue, ternyata lu gak lebih dari sampah!" ucap Keisha tampak sangat emosi.


"Gue udah jujur sama lu Keisha, emang gue gak tahu apa-apa. Itu semua rencana si Hani sama Tarra, gue gak terlibat. Malahan gue sendiri kena pengaruh obat yang ditaruh Hani di minuman itu," ucap Shella.


"Bohong! Lu pikir gue bakal percaya gitu aja sama lu? Enggak ya Shella, gue gak akan mengulangi kesalahan yang sama dan gue gak mungkin mau maafin lu lagi!" ucap Keisha tegas.


Shella sampai terdiam dibuatnya, apa yang dikatakan Keisha sungguh di luar pemikirannya. Tadinya Shella kira Keisha masih bisa dibujuk dan mau kembali berteman dengannya, tapi ternyata wanita itu malah membentaknya dan berkata yang berkebalikan dengannya. Shella pun tak tahu lagi harus mengatakan apa, ia kini menatap Novia untuk coba meminta bantuan darinya.


Sementara Alex yang sedari tadi hanya diam, kini bergerak mencoba melindungi istrinya agar tidak terbujuk rayuan sesat dari Shella serta temannya itu. Alex tentu tak ingin Keisha kembali jatuh ke lubang yang sama, untuk itu ia akan terus berusaha melindungi Keisha dari orang-orang yang berniat menjahati dirinya itu.


"Dengar ya Shella, gue udah ampuni lu dan gak akan kasih hukuman buat lu! Asalkan lu mau berubah, dan janji sama gue gak akan pernah gangguin Keisha lagi sampai kapanpun!" ucap Alex.


Setelah mengatakan itu, Alex langsung menarik tangan Keisha dan membawanya pergi dari sana dengan langkah cepat. Mereka berdua pun meninggalkan Shella serta Novia disana, tanpa perduli dengan teriakan Shella yang berusaha menahan Keisha tetap disana. Ya tampak kekecewaan di wajah Shella, sebab gadis itu ingin sekali mendapat kepercayaan dari Keisha lagi.


Namun, Shella bertekad bahwa ia tidak akan menyerah dan terus berusaha mendekati Alex ataupun Keisha dengan maksud mengambil hati mereka tentunya. Bagaimanapun keinginan Shella tidak akan pudar, cintanya pada Alex telah membuat gadis itu kehilangan akal sehatnya.




Kini Keisha dan Alex telah berada di dalam lorong sekolah, keduanya berpisah karena Alex hendak menemui sahabat-sahabatnya di markas. Sedangkan Keisha tentu akan naik ke kelasnya dan menaruh tas miliknya itu, ya Keisha pun mulai menaiki tangga setelah Alex tak terlihat lagi di depan matanya. Wanita itu cukup sumringah pagi ini, meski lagi-lagi ia harus berhadapan dengan wanita kurang ajar tadi saat di depan sekolah.


Akan tetapi, langkah Keisha terhenti karena di depan matanya kini sudah berdiri sosok Zayn dengan membawa bunga di tangannya sambil tersenyum ke arahnya. Sontak Keisha terkejut, detak jantung wanita itu juga bergerak lebih cepat dibanding biasanya karena masih belum bisa menetralkan nafasnya akibat kemunculan Zayn yang tiba-tiba itu.


"Halo Keisha, selamat pagi! Kamu itu makin cantik aja ya dilihat-lihat, sesuai sama bunga yang aku pegang ini!" ucap Zayn sembari menyodorkan bunga di tangannya kepada Keisha.


Keisha melongok lebar melihatnya, ia tak tahu harus apa saat ini. Tidak mungkin ia menerima bunga dari Zayn itu, karena pasti akan membuat Alex kesal atau bahkan emosi jika tahu mengenai hal itu dan bisa saja Alex akan menghabisi Zayn. Namun, Keisha juga tidak enak pada Zayn jika menolak pemberian pria itu.


"Eee Zayn, tapi gue gak bisa terima apa-apa dari cowok selain Alex. Sorry banget ya, ini bukan maksud gue gak menghargai pemberian orang ya! Tapi, mungkin lu bisa kasih bunga ini ke cewek lain aja deh yang masih single!" ucap Keisha.


Zayn langsung tertunduk lesu, "Please Keisha, kali ini aja kamu terima pemberian aku ya! Selain bunga ini, aku juga masih ada sesuatu kok buat kamu!" ucapnya dengan ekspresi memelas.


"Hah? Apa lagi itu Zayn?" tanya Keisha tampak terkejut.


Zayn tersenyum, kemudian tangan kanannya bergerak mengambil sesuatu yang sudah ia sembunyikan daritadi di belakang tubuhnya itu. Ya terlihat sebuah toples berisi kue kering disana, langsung saja Zayn menyodorkan toples dan bunga tersebut kepada Keisha dengan wajah sumringah berharap Keisha mau menerimanya.


"Ini Keisha, aku juga bawain kue ini buat kamu. Ini mama aku sendiri loh yang buat, dijamin rasanya enak dan bikin nagih!" ucap Zayn.


"Duh, yang bunga aja gue gak bisa terima. Apalagi kue itu Zayn," ucap Keisha kebingungan.


"Gapapa Kei, kamu terima aja dulu bunga sama kue ini! Soal perasaan aku ke kamu, gausah dipikirin untuk saat ini ya!" bujuk Zayn.


"Huft..."


Keisha menghembuskan nafasnya sesaat, lalu dengan sangat terpaksa ia menerima bunga serta toples kue itu dari tangan Zayn untuk mencegah pria itu kecewa. Sontak Zayn tersenyum lebar, dia terlihat cukup bahagia karena Keisha mau menerima pemberiannya.


"Terimakasih ya Keisha, aku senang banget kamu mau terima pemberian aku!" ucap Zayn antusias.


"I-i-iya sama-sama Zayn..."


Keisha benar-benar gugup saat ini, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan dengan kedua benda tersebut kali ini. Tentu tak mungkin ia memilikinya sendiri, karena pasti Alex akan mengetahuinya dan menaruh curiga padanya. Jika Alex tahu ia menerima pemberian dari Zayn, maka bukan tidak mungkin Alex akan memberi hukuman kepada pria itu.


Setelah menerimanya, kini Keisha pamit pada Zayn dan melanjutkan langkahnya menaiki tangga. Ia melewati tubuh Zayn disana, bergerak perlahan menuju kelasnya sembari menenteng bunga serta kue kering di tangannya. Sepanjang perjalanan, Keisha pun terus berpikir apa yang akan ia lakukan pada bunga maupun kue tersebut.


"Haish, gimana ya ini? Kalau sampai Alex tahu, pasti dia bakal marah banget sama gue. Ah elah Zayn, ada-ada aja sih lu! Andai lu tahu gue ini udah nikah sama Alex, apa mungkin lu masih cinta sama gue?" gumam Keisha dalam hatinya.




Keisha masih terus kebingungan kali ini dengan dua barang pemberian Zayn tadi, ia tampak celingak-celinguk mencari cara untuk bisa menghindar dari amarah Alex nantinya. Setelah berpikir lumayan lama, akhirnya Keisha tahu apa yang harus ia lakukan. Ya dengan cepat ia menghampiri seorang pria yang ia temui di dekatnya, lalu berniat memberikan bunga tersebut kepadanya tanpa merasa ragu.


"Eh eh eh, tunggu bentar deh!!" ucap Keisha menahan seorang lelaki tersebut.


"Ah, iya kenapa Keisha?" tanya si pria keheranan.


"Nih gue ada bunga buat lu, diterima ya!" Keisha langsung saja memberikan bunga itu kepadanya dan pergi dari sana tanpa berkata apa-apa lagi.


Ya tentu saja pria itu merasa kebingungan, ia terus menatap ke arah Keisha sembari memegang bunga di tangannya. Ia tak mengerti apa maksud Keisha sebenarnya memberikan bunga padanya, tapi apapun itu ia akan terus mengenangnya dan menyimpan bunga itu sampai kapanpun.


Sementara Keisha masih menyimpan toples kue itu di tangannya, ia merasa sayang jika harus memberikan kue tersebut pada orang lain karena memang terlihat enak dan menggugah seleranya. Keisha pun membawa kue itu ke kelas, ia berniat membagikannya kepada Tasya untuk dimakan beramai-ramai disana.


"Tasya!" ya langsung saja ia menyapa sahabatnya itu dan duduk di dekatnya sembari menaruh toples kue tersebut di atas meja.


"Eh, hai Keisha! Ini apaan, lu beliin kue buat gue?" tanya Tasya menunjuk toples tersebut.


Keisha menggeleng cepat, "Ih bukan, ini kue dari Zayn. Dia tadi ngasih ini ke gue waktu di tangga," jawabnya sambil tersenyum.


"Apa? Ya ampun Kei, kenapa lu mau terima pemberian dari Zayn coba? Nanti kalo si Alex tahu, terus dia marah-marah gimana?" kaget Tasya.


"Tenang aja, dia kan gak tahu. Lagian lumayan kali kue ini buat dimakan, nih lu mau cobain gak?" ucap Keisha menawarkan kue itu pada sohibnya.


"Hadeh Keisha Keisha, cuma gara-gara kue ini cinta lu sama Alex dipertaruhkan!" ujar Tasya geleng-geleng kepala.


"Udah, lu gausah banyak omong deh! Cepetan nih ambil kalau emang mau!" ucap Keisha.


"Iya iya kalau dipaksa mah gue mau," Tasya pun mengambil kue tersebut dan memakannya dengan lahap.


"Wih enak juga ya ternyata!" ucap Tasya spontan.


Keisha mencibir seraya menggelengkan kepalanya, tindakan Tasya sangat bertolak belakang dengan kata-katanya tadi saat sebelum memakan kue tersebut. Pada akhirnya, mereka pun sama-sama memakan kue pemberian Zayn dengan lahap dan juga menawarkannya kepada teman-teman mereka yang lain disana.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...