Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 41. Diselamatkan Reno?


Ceklek


Tiba-tiba saja, pintu kamar itu dibuka dari luar oleh seseorang. Sontak Tarra reflek menoleh ke arah pintu, begitu juga dengan Keisha yang turut penasaran siapa yang datang kesana itu. Tarra langsung beranjak dari ranjang, matanya terbelalak melihat seorang pria memasuki kamar itu dengan mengenakan topeng penutup wajah.


"Hey! Siapa lu? Mau apa lu masuk kesini, ha?" tanya Tarra pada orang misterius itu.


Pria misterius itu tak menjawab, dia malah terus melangkah mendekati Tarra dan mengarahkan pandangan ke tubuh Keisha yang masih terbaring disana dengan kondisi terikat.


"Heh penyusup! Kalau lu berani mendekat, gue bakal hajar lu sampai mampus!" ancam Tarra.


Bukannya takut, pria misterius itu justru tetap diam dan melanjutkan langkahnya mendekati Tarra sembari mengepalkan satu tangannya. Sontak Tarra merasa panik, ia berjaga-jaga jikalau nanti orang misterius itu akan menyerangnya atau berusaha memukulnya dan membebaskan Keisha.


Keisha sendiri turut merasa takut, sebab ia belum tahu siapa lelaki yang datang itu dan apakah dia berniat menolongnya atau justru dia merupakan orang suruhan Tarra yang lain. Keisha pun semakin kuat berusaha melepaskan diri, tetapi apa daya usahanya itu gagal lantaran tali-tali yang mengikat kaki serta tangannya cukup kuat.


"Pergi lu penyusup!" tanpa disadari, Tarra kini sudah membawa tongkat baseball di tangannya dan hendak memukul ke arah orang misterius itu.


Namun, serangan mendadak dari Tarra berhasil dengan mudah ditangkis oleh si misterius itu. Tarra pun terbelalak tak percaya, lalu mencoba menarik tongkat itu dan berniat memukul si misterius itu kembali. Tapi lagi-lagi, usaha Tarra gagal lantaran orang bertopeng tersebut berhasil menahan dan menghentak tongkat itu sampai terjatuh ke lantai.


"Jangan terlalu gegabah Tarra, lepasin Keisha dan lu akan aman kali ini!" ucap orang itu.


Tarra mengernyitkan dahinya, "Maksud lu apa? Emang lu ini siapa, terus kenapa lu mau bebasin Keisha? Oh atau lu ini suruhan Alex ya?" ujarnya.


"Gak penting gue ini siapa, mending cepat lu bebasin Keisha karena polisi sedang menuju kesini sekarang!" ucap orang itu.


"Apa? Polisi? Lu sebenarnya siapa? Mending lu pergi deh atau gue akan hajar lu!" ancam Tarra.


"Lepasin Keisha sekarang!" orang misterius itu membentak keras sampai membuat Tarra terkejut dan tak bisa berbuat apa-apa.


"Gue gak akan lepasin dia, karena dia ini urusan gue. Siapapun lu, gue bakal habisin lu!" ucap Tarra.


Akhirnya Tarra bergerak maju dan menyerang lelaki misterius itu dengan gerakan cepat, perkelahian pun terjadi disana yang mana keduanya saling berbalas pukulan. Hingga Tarra kini terjatuh ke lantai dengan posisi tengkurap, sedangkan si misterius langsung mendekati Keisha dan ingin melepaskannya.


"Lo siapa??" tanya Keisha dengan gugup.


"Tenang aja, gue cuma mau bebasin lu! Sekarang lu nurut, gue bakal bawa lu pergi dari sini!" jawab si misterius sembari melepaskan tali yang mengikat kedua tangan Keisha.


"HEY BERHENTI!!"


Namun, Tarra rupanya belum kalah dan masih dapat berdiri kembali. Ya lelaki itu segera menarik tubuh si misterius dan memukul wajahnya sampai tersungkur, lalu terus mendekati orang misterius itu tanpa perduli dengan kondisinya yang masih mengerang sakit akibat pukulan dadakan tadi.


"Gue bakal cari tahu siapa lu, setelah itu gue akan habisin lu!" ucap Tarra sembari berniat membuka topeng yang dikenakan si misterius.


Bugghhh


Akan tetapi, si misterius berhasil menendang perut Tarra lebih dulu hingga terhuyung ke belakang. Sontak si misterius bangkit dan berdiri kembali menatap ke arah Tarra dengan tajam, perkelahian kembali terjadi dan membuat Keisha kebingungan serta berharap-harap cemas. Siapapun yang memang nanti, Keisha ingin jika bukan Tarra orangnya karena ia tak mau terus berada disana.


"Ya Tuhan, tolong aku! Aku gak mau ada disini, aku mau bebas ya Tuhan!" batin Keisha.


Tak lama kemudian, pertarungan itu akhirnya dimenangkan oleh si misterius bertopeng yang berhasil menumbangkan Tarra dan membuat pria itu tak mampu berdiri kembali. Si misterius pun menyeringai, beralih menatap Keisha lalu mendekatinya dan berusaha melepaskan tali yang mengikat di tubuh wanita itu.


"Lo siapa? Lo sebenarnya mau apa?" tanya Keisha dengan wajah ketakutan.


"Tenang Keisha, gue udah bilang kalau gue mau bebasin lu dari sini. Ayo, sekarang kita keluar dan gue bakal bawa lu pergi dari tempat ini!" jawab si misterius sembari melepas tali di tangan Keisha.


Keisha terdiam menurut, wanita itu mencoba percaya pada si misterius dan membiarkannya melepaskan ikatan tali itu dari tubuhnya. Lalu setelah semua terlepas, Keisha buru-buru bangkit dari ranjang dan berdiri dengan bantuan si misterius. Mereka tampak bertatapan sejenak disana, karena Keisha begitu penasaran siapa orang bertopeng yang ada di hadapannya kali ini.


"Lo itu siapa, kenapa lu mau bebasin gue dari sini dan bela-belain ngelawan si Tarra? Apa lu suruhan Alex?" tanya Keisha lagi.


Orang misterius itu hanya diam tak menjawab apapun, ia juga menempelkan jarinya pada bibir seolah memberitahu Keisha untuk terdiam dan tidak banyak bertanya. Orang itu malah membawa Keisha keluar begitu saja, sebab ia tak ingin Tarra dapat bangun kembali dan mengejar mereka.




Kini Keisha dan pria bertopeng itu telah berhasil keluar dari markas Tarra yang besar dengan cara mengendap-endap, kebetulan juga Raffa bersama yang lainnya tengah berpendar demi mencari penyusup tadi. Padahal yang sebenarnya menyusup kesana adalah si pria bertopeng itu, tetapi Raffa justru mencari ke tempat yang salah.


Setelah dirasa aman, si misterius pun menghentikan langkahnya dan berdiam diri dengan bersandar pada dinding di dekatnya. Ia juga menetralkan nafasnya, sebab sedari tadi ia terus berlari dan terpaksa bertarung dengan Tarra saat di dalam. Sedangkan Keisha juga ikut terdiam, sesekali matanya melirik ke arah orang itu karena penasaran.


"Thanks, lu udah tolong gue dan bawa gue bebas dari tempat sialan itu!" ucap Keisha dengan nafas terengah-engah.


Pria misterius itu terkekeh kecil dibuatnya, lalu melepas topeng yang ia kenakan dan membuangnya ke sembarang arah serta menoleh menunjukkan wajahnya kepada Keisha. Seketika itu juga Keisha terkejut bukan main, matanya bahkan terbelalak begitu menyadari siapa lelaki yang ada di sebelahnya dan sudah menolongnya tadi.


"Reno, ini beneran lu?" tanya Keisha tampak kaget.


Ya pria yang dilihat olehnya itu memang benar Reno, sungguh Keisha terkejut dan tak habis pikir bagaimana bisa Reno malah menyelamatkannya dari tempat Tarra. Padahal setahu Keisha, pria itu adalah sekutu dari Tarra dan merupakan musuh Alex alias suaminya. Akibatnya, kini Keisha menjauh dari pria itu karena ketakutan.


"Lo gausah takut Kei, gue emang pengen bebasin lu kok. Kalau gue mau apa-apain lu, harusnya tadi gue biarin aja lu di dalam sana," ucap Reno santai.


"Tapi, kenapa lu ngelakuin itu? Bukannya lu kerjasama sama Tarra ya?" tanya Keisha.


Reno menggeleng perlahan, "Bukan gue sekarang yang kerjasama sama si Tarra, tapi Hani. Gue juga tahu lu diculik sama Tarra ya dari dia, makanya gue langsung datang kesini," jelasnya.


"Hah? Berarti lu mengkhianati pacar lu sendiri dong?" tanya Keisha terheran-heran.


"Gak juga, gue gak suka aja lihat kelakuan si Tarra yang keterlaluan itu. Masa iya dia mau buat video dewasa sama lu?" ucap Reno.


"Ternyata lu masih punya rasa kemanusiaan juga ya, Reno? Gue salut sama lu!" ucap Keisha tersenyum.


"Gue emang jahat, tapi gue juga gak pernah berlaku sejahat itu. Gue gak setuju sama rencana buruk Tarra, maka dari itu gue bebasin lu!" ucap Reno.


"Okay, gue bakal bilang soal ini ke Alex nanti. Gue juga akan minta Alex buat bebasin lu dari masalah hukum," ucap Keisha.


Reno mengangguk saja, lalu kembali mengajak Keisha untuk melanjutkan langkahnya. Ya meski mereka sudah aman dan jauh dari markas Tarra, tapi tetap saja mereka harus waspada berjaga-jaga kalau Tarra atau teman-temannya berhasil menyusul mereka kesana dan dapat menangkap Keisha kembali untuk dijadikan bintang film dewasa.


"Sebentar Ren, gue mau kasih kabar dulu ke Alex biar dia gak cemas dan gak perlu cari tahu dimana gue!" pinta Keisha.


"Oke." Reno memberikan izin dan membiarkan Keisha menghubungi Alex lebih dulu.


"Tunggu!!" tanpa diduga, saat Reno hendak melaju tiba-tiba seorang wanita muncul menghalangi mereka di depannya dengan merentangkan tangan.


"Hah Tasya??" Keisha syok berat melihatnya, tak percaya jika sahabatnya itu ada disana dan kini menghalanginya untuk pergi. Keisha pun meminta pada Reno mengurungkan niatnya sejenak, karena ia ingin menemui Tasya disana.




Sementara itu, Alex dan Hani sudah berada di dalam mobil berniat mencari keberadaan Keisha. Meski keduanya tak tahu dimana lokasi markas Tarra, namun Alex tetap ingin berusaha menyelamatkan istrinya dengan cara mengikuti alamat yang dikirimkan Tasya tadi. Entah kenapa Alex memiliki keinginan, bahwa itu merupakan lokasi tempat dimana Keisha berada saat ini.


Setelah beberapa lama mengemudi, tiba-tiba ponselnya berdering dan membuat Alex penasaran ingin tahu siapa yang mengiriminya pesan. Saat ia melihatnya, kedua bola matanya langsung membulat karena ternyata Keisha lah yang mengirim pesan itu kepadanya. Sontak Alex menghentikan mobilnya sejenak, lalu mengambil ponselnya dan membaca pesan dari Keisha itu.


"Kenapa Lex, kok lu berhenti sih?" tanya Hani tampak penasaran.


Bukannya menjawab pertanyaan Hani, justru Alex lebih fokus menatap layar ponselnya dan membaca isi pesan dari Keisha. Pria itu sangat bahagia, sebab Keisha mengirim pesan bahwa dia kini telah berhasil lepas dari cengkraman Tarra dan tengah berada di jalan pulang. Tentu saja Alex langsung mengucap syukur, yang membuat Hani terheran-heran.


"Eh, lu kenapa sih Lex? Gue heran deh sama lu, tadi lu cemas banget sama si Keisha. Lah ini kenapa lu tiba-tiba seneng kayak gitu?" ujar Hani.


"Lo diem deh Han! Gue ini lagi bahagia, karena Keisha ternyata udah bebas!" ucap Alex.


"Hah masa sih? Serius lu Lex, Keisha udah bebas? Terus dia dimana sekarang?" tanya Hani.


Alex mengangguk disertai senyuman, "Iyalah Han, ini Keisha sendiri yang bilang ke gue barusan. Dia kirim pesan ke gue, dan dia bilang kalau dia sekarang udah bebas dari markas Tarra. Sekarang dia juga lagi di jalan mau pulang," ucapnya bahagia.


"Oh syukurlah, gue ikut senang dengarnya. Yaudah, berarti gue boleh pergi dan gak harus ikut sama lu lagi kan Lex? Cewek lu kan udah baik-baik aja tuh," ucap Hani penuh harap.


"Hahaha, enak aja lu. Lu tetap harus ikut gue, karena gue mau kasih hukuman buat lu!" ucap Alex.


"Hukuman? Jangan gitu lah Lex, gue kan gak salah tau! Gue cuma mau bantuin si Shella, jadi ini semua salah dia!" ucap Hani.


"Tetap aja, lu berandil besar di masalah ini. Gue mau lu dan Shella tanggung jawab!" tegas Alex.


Hani terdiam dan tak tahu lagi harus menjawab apa, ia sudah pasrah mengingat Alex memang sulit untuk dibantah ucapannya. Meski Hani masih terlihat ketakutan, tapi ia kini hanya bisa pasrah mengikuti saja kemauan Alex. Ya selanjutnya, Alex pun kembali melajukan mobilnya menuju lokasi yang dikirim Tasya karena masih penasaran.




Singkat cerita, mobil yang dikendarai Alex telah tiba di lokasi yang dikirimkan oleh Tasya tadi. Pria itu langsung menghentikan mobilnya dan melipir ke pinggir, lalu ia bersama Hani turun dari sana untuk mencari tahu dimana keberadaan Tasya. Keduanya menatap sekeliling, sampai kemudian Hani lebih dulu melihat Tasya yang tengah berdiri di depan sebuah mobil yang menyala.


Hani pun menunjuk ke arah Tasya berada, sontak Alex turut menoleh dan terkejut melihat Tasya berdiri disana. Tanpa berpikir lama lagi, Alex segera mengajak Hani menghampiri Tasya untuk mencari tahu apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu dan mengapa dia malah berdiam diri seperti itu. Alex langsung menyapanya, membuat sang pemilik nama terkejut lalu menatap padanya.


"Tasya!" panggilan dari Alex itu bukan hanya membuat Tasya menoleh, tetapi juga dengan Keisha yang baru hendak turun dari mobil Reno.


"Eh Lex, akhirnya lu sampai juga. Lu itu darimana sih aja sih Lex? Gue udah nungguin lu loh daritadi, sampai gue hampir ketahuan sama orang-orang suruhan Tarra tadi," ucap Tasya.


"Sorry Sya, gue gak ngira kalau lokasi yang lu kirim itu alamatnya si Tarra. Makanya tadi gue malah ke tempat pesta buat temuin Shella, karena cuma dia yang tahu kemana Tarra bawa Keisha. Terus, lu lagi ngapain disini?" ucap Alex.


"Eee itu Lex, ada Keisha di mobil itu. Gue lihat jelas tadi Keisha dibawa masuk ke dalam sana sama cowok, ya walau gue gak lihat jelas siapa cowoknya yang bawa si Keisha," jelas Tasya.


"Apa??" Alex terkejut bukan main mendengarnya.


Lalu, Alex yang penasaran beralih menatap ke arah mobil dan berjalan lebih dekat untuk memastikan apakah mungkin Keisha memang ada disana. Baru saja ia hendak meneruskan langkahnya, tiba-tiba pintu mobil itu terbuka dan membuat Alex terkejut. Ya rupanya benar yang dikatakan Tasya tadi, Keisha memang ada disana dan kini tengah keluar dari mobil itu menghampiri Alex.


"Alex!" ucap Keisha yang langsung mendekati suaminya itu dan memeluknya.


"Hah Keisha??" Alex tak kalah kaget, ia benar-benar bahagia dapat melihat kembali istrinya itu.


Mereka pun berpelukan erat disana sambil saling mengusap punggung satu sama lain, Alex amat bersyukur lantaran Keisha baik-baik saja dan tidak kenapa-napa kali ini. Padahal Alex tadi sudah sangat khawatir padanya, untung saja istrinya itu masih dapat diselamatkan sehingga Alex tidak perlu merasa cemas seperti tadi.


"Ya ampun! Kamu gapapa kan sayang, kamu baik-baik aja kan? Ada yang luka gak, hm?" tanya Alex sembari menangkup wajah istrinya.


Keisha mengangguk cepat, "Gak ada kok sayang, aku baik-baik aja ini," jawabnya santai.


"Syukurlah, aku bahagia banget bisa ketemu kamu lagi sayang!" ucap Alex kembali mengeratkan pelukannya pada sang istri.


Disaat mereka tengah asyik berpelukan, Reno pun turut turun dari mobilnya dan menghampiri mereka. Seketika Alex melotot lebar begitu melihat Reno berada disana, ia langsung melepas pelukannya dan melindungi Keisha agar tidak dapat dilukai oleh Reno yang ia kira berniat jahat.


"Lu lagi lu lagi, jadi ternyata lu juga ikut andil dalam masalah ini. Gue heran sama lu Reno, kenapa sih lu jadi kayak gini sama gue?" ucap Alex geram.


"Maksud lu apa sih?" tanya Reno tak mengerti.


"Emang dasar cowok gak tahu diri!" Alex yang kesal, berniat maju mendekati Reno dan memukul pria itu dengan tangannya.


Akan tetapi, dengan cepat Keisha berhasil menahan Alex agar tidak melakukan itu. Ya Keisha tentu tak mau Alex malah memukul orang yang sudah menyelamatkannya, ia juga berusaha menjelaskan pada Alex kalau Reno adalah orang baik dan tidak bekerjasama dengan Tarra ataupun yang lainnya untuk menjebak dirinya.


"Lex, jangan lakukan itu! Reno ini gak salah, dia justru orang yang udah tolong aku!" ucap Keisha.


Mendengar itu, Alex sangat terkejut dan tampak tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Keisha barusan. Bagaimana mungkin Reno justru adalah orang yang menyelamatkan Keisha? Padahal selama ini, Alex tahu betul kalau Reno adalah seorang pengkhianat yang sudah menyebarkan video skandal dirinya dan Keisha ke sekolah.


"Apa kamu bilang sayang? Reno yang udah bebasin kamu dari si Tarra itu, kok bisa sih?" tanya Alex dengan ekspresi tak percaya.


"Iya serius sayang, beneran kok Reno tadi selamatin aku waktu Tarra mau sakitin aku," jawab Keisha.


"Ta-tapi Kei, Reno itu orang jahat loh. Dia orang yang udah sebarin video kita waktu itu, kamu gak boleh main percaya gitu aja sama dia! Bisa jadi ini cuma rencana dia, supaya kita ngira dia udah berubah. Padahal mah dia masih jadi penjahat," ucap Alex.


Keisha menggeleng cepat, "Gak Lex, aku yakin Reno orang baik kok. Udah deh ya, kamu gak perlu lagi musuhan sama dia! Lagian dulu kalian ini sahabat kan?" ucapnya.


Alex menunduk diam memikirkan perkataan Keisha barusan, entah kenapa sulit bagi Alex untuk percaya kalau Reno sudah berubah kali ini. Ya bagi Alex, Reno tetap saja orang yang sudah melakukan kejahatan padanya dan juga Keisha sebelum ini. Sulit tentu Alex mempercayai semuanya, padahal memang seperti itulah yang terjadi tadi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...