
Beberapa hari berselang pasca peristiwa dihukumnya Alex, kini semua telah kembali normal dan pria itu tiba di sekolahnya bersama Keisha sang kekasih dengan motor tercintanya. Mereka berhenti tepat di parkiran sekolah, lalu tak lupa Alex turut membantu Keisha melepas helm dari kepalanya sambil tersenyum dan sesekali mengusap rambut gadis itu yang terasa begitu lembut di tangannya.
Keisha sangat senang dengan perhatian yang diberikan Alex padanya, meski kecil tapi tentunya itu amat berarti bagi dirinya. Keisha pun juga percaya dan semakin yakin bahwa Alex memang benar-benar mencintai dirinya, tidak seperti apa yang dikatakan Zayn beberapa waktu lalu jikalau Alex memacarinya hanya karena mengincar tubuhnya.
Ya semua perlakuan manis Alex, serta waktu dimana Alex menolongnya dari Tarra sudah membuat Keisha yakin akan cinta pria itu. Kini Keisha tidak lagi takut pada Alex, bahkan hubungan mereka semakin dekat dan tak jarang mereka saling mencumbu satu sama lain, meski belum sampai pada tahap saling memasuki.
"Sayang, mau ke kantin dulu atau langsung ke kelas nih?" tanya Alex pada kekasihnya.
Keisha berpikir sembari mengetuk-ngetuk jari telunjuk pada dagunya, "Umm, aku mau ke kelas aja deh sayang. Soalnya aku kelupaan ngerjain pr semalam, jadinya baru mau ngerjain nih," jawabnya.
"Oalah, duh kamu ini gimana sih sayang? Masa ada pr gitu bisa sampai lupa? Emang kamu mikir apaan aja sih, hm?" ucap Alex keheranan.
"Ya apa lagi sayang kalau bukan kamu? Lagian kamu juga semalam sih chat aku terus, jadinya kan aku lupa kalau harus ngerjain pr. Mana kamu juga ajak telponan lagi," ucap Keisha.
"Hahaha, kok jadi nyalahin aku? Aku kan gak tahu kalau kamu ada pr sayang," kekeh Alex.
"Bercanda kok, udah yuk kita jalan sekarang takut keburu bel!" ajak Keisha.
"Yuk!" Alex setuju dan mulai melangkahkan kakinya sembari menggandeng tangan Keisha, mereka pun berjalan secara bersamaan memasuki sekolah.
Akan tetapi, langkah mereka terhenti ketika mendengar suara cibiran dari murid-murid yang lewat di dekat mereka. Keduanya benar-benar tak mengerti, sehingga mereka coba berdiam diri agar bisa mendengar jelas apa yang dibilang oleh para murid tersebut. Selama Alex bersekolah disana, baru kali ini ada yang berani mencibirnya dari jarak dekat seperti itu.
"Eh eh lihat tuh, masih berani aja ya mereka datang ke sekolah? Padahal kan kita semua udah tahu apa yang mereka lakuin selama ini."
Alex tercengang mendengarnya, ia masih belum mengerti apa yang dimaksud oleh pria itu barusan dan memilih tetap mendengarkan lebih jelas. Begitu juga dengan Keisha, mereka sama-sama tak paham apa yang membuat mereka sampai dicibir seperti itu oleh orang-orang di sekolah.
"Lex, ini ada apa sih? Kok mereka pada ngomongin kita kayak gitu ya?" tanya Keisha kebingungan.
Alex menggeleng pelan, "Gak tahu, coba aja yuk kita samperin mereka dan tanya langsung!" ucapnya.
"Eh kalian, maksud kalian bicara kayak gitu tadi tentang kita apa, ha? Emangnya kita udah ngelakuin apa sampai kalian bisa cibir kita begitu, hm?" tanya Alex dengan nada kesal.
"Eee gini Lex, kita tuh dapat video dari orang. Nah, disitu tuh nunjukin lu sama Keisha lagi tidur bareng di hotel. Pake peluk-pelukan segala lagi, terus gak lama lu deketin si Keisha dan kayak mau cium gitu. Pasti kalian ngadon ya disana?" jelas Farrel.
Deg!
Sontak baik Alex maupun Keisha sama-sama terkejut dibuatnya, mereka tak menyangka kalau ada orang yang sengaja menyebarkan video mereka saat di hotel. Namun yang membuat keduanya heran adalah, siapakah orang yang sudah memvideokan itu dan menyebarkannya ke seluruh teman-teman sekolah mereka. Padahal setahu mereka, saat itu hanya ada mereka di hotel.
"Kurang ajar! Siapa yang nyebarin video kayak gitu, ha?" geram Alex dengan tangan terkepal.
"Kita juga gak tahu, Lex. Orang itu videonya tersebar di sosmed, ya kita mah cuma nonton aja yang lagi viral. Eh ternyata itu video lu sama Keisha, lain kali jangan gitu dong Lex! Kalau mau ngadon, ya ngadon aja. Gausah divideoin segala!" ucap Farrel.
"Maksud lu apa? Lo pikir gue yang videoin itu? Bukan anjir!" kesal Alex.
"Ya terus kalau bukan lu siapa, ha? Setan? Yakali, mana ada setan bisa rekam video orang lagi ngadon?" sahut Chiko dengan kekehan kecilnya.
Keisha menahan kekasihnya yang hendak maju menyerang orang-orang itu, ia tentu tidak ingin ada keributan lagi disana yang akan membuat Alex dihukum untuk kedua kalinya. Selain itu, Keisha juga langsung menarik tubuh Alex dan membawanya pergi dari sana dengan tergesa-gesa.
"Alex udah! Ayo kita pergi aja dari sini, kamu tuh gak boleh kepancing emosi sama mereka!" ucap Keisha coba menenangkan kekasihnya.
Alex menurut saja dengan perkataan gadisnya, meski sebenarnya ia sangat emosi dan ingin menghajar orang-orang itu satu persatu. Namun, menurutnya ada benarnya juga apa yang dikatakan Keisha tadi dan ia tidak boleh terpancing emosi jika tidak ingin berakhir seperti kemarin.
Akhirnya Alex dan Keisha pergi bersama-sama meninggalkan rombongan julid tersebut, mereka masuk ke lorong sekolah dengan saling menggenggam satu sama lain. Akan tetapi, rupanya disana juga mereka tak lepas dari cibiran dan julitan para murid yang mereka temui karena memang video skandal mereka sudah tersebar dimana-mana.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...