
Alex yang tadi pergi dengan terburu-buru kini tiba di lokasi hotel tempat dirinya kala itu berlibur bersama Keisha. Ya Alex baru saja mendapat kabar dari salah seorang temannya, kalau ternyata video rekaman cctv di hotel tersebut telah bisa diakses. Maka dari itu, Alex pun langsung bergegas menuju kesana untuk melihatnya secara langsung siapa pelaku yang sudah mengambil video dirinya dan Keisha secara diam-diam disana.
Kini Alex bersama Toby, sama-sama siap menyaksikan video cctv yang akan disetel oleh pihak hotel. Tampak Alex begitu serius memperhatikan, ia tak ingin ada yang terlewat sedetik pun karena hanya itu yang bisa ia lakukan untuk mengungkap siapa pelakunya. Video pun dimulai saat dimana Reno mendatangi kamar mereka dulu dan terlihat berbincang dengan Keisha, ya dari situlah Alex menaruh curiga padanya.
"Tuh Lex, bener kan dari sini videonya yang bikin lu curiga sama tuh orang?" ujar Toby.
"Iya, lanjutin terus pak videonya! Tapi, pelan-pelan aja! Saya mau tahu, apa kiranya yang Reno lakukan setelah saya dan Keisha pergi dari sana," ucap Alex.
"Baik!" sang operator cctv pun menuruti permintaan Alex dan meneruskan videonya.
Sampailah pada dimana Alex pergi bersama Keisha meninggalkan kamar mereka dan lupa mengunci pintu, ya disana Alex melihat dengan jelas bahwa Reno memasuki kamarnya. Tentu saja dari sana Alex meyakini kalau Reno memang lah pelaku yang sudah mengambil video dirinya bersama Keisha secara diam-diam, sontak Alex menggeram emosi dan langsung berteriak kesal meluapkan segala amarahnya kepada sahabatnya yang berkhianat itu.
"Aaarrrgghhh sial! Tuh orang benar-benar pengkhianat, gue gak heran sih kalau ternyata dia emang pelakunya! Karena belakangan ini, Reno juga sering pergi-pergi gak jelas dari markas!" geram Alex.
"Iya Lex, sekarang lu udah tahu siapa pelakunya. Terus apa yang mau lu lakuin sama si Reno?" tanya Toby.
Alex terdiam, sebelum kemudian menghubungi nomor Rizky dan memintanya untuk membantu menangkap Reno yang merupakan pelakunya. Ya rencananya Alex ingin membalas dendam pada Reno, karena apa yang dia lakukan itu sudah membuat masa depannya hancur sebab ia harus menikah di usia muda bersama Keisha.
Setelah itu, Alex pun tampak meminta pada Toby untuk ikut bersamanya. Sehabis ini tentunya Alex akan menunggu Reno di markasnya, dan mereka pasti akan terlibat pembicaraan yang serius. Meski awalnya Toby ragu, namun akhirnya pria itu memilih mengikuti saja keinginan Alex dan pergi dari hotel itu bersamanya untuk menuju markas.
Kini mereka sama-sama berada di mobil, tak lupa Alex juga telah meminta rekaman video cctv tadi dan menyimpannya di ponsel untuk diperlihatkan secara langsung kepada Reno. Tentu ia membutuhkan itu semua, karena jika tidak ada pastinya Reno masih bisa menyangkal darinya. Namun, kali ini Alex pastikan bahwa Reno akan mendapat balasan atas apa yang dia lakukan.
•
•
"Lo mau lari kemana, Ren??"
Langkah Reno terhenti, karena ternyata di depannya saat ini sudah ada sosok Rizky yang baru ditugaskan oleh Alex untuk menangkapnya. Tentu saja Reno panik dan mencoba kabur, akan tetapi usahanya gagal lantaran di belakangnya juga sudah ada Tio yang turut membantu Rizky untuk bisa membawa Reno menemui Alex.
Kini Reno sudah terkepung dan tidak bisa kemana-mana lagi, di depan serta belakangnya ada Rizky serta Tio yang siap untuk menangkap lalu membawa pria itu pergi menemui Alex di markas. Namun, Reno tak menyerah sampai disitu karena memang dia terlalu takut jika harus bertemu dengan Alex di situasi yang seperti ini.
"Kalian itu mau apa sih? Gue udah bilang, gue sibuk dan gue gak bisa ketemu sama Alex! Lo berdua jangan paksa gue dong!" sentak Reno.
"Hah? Sibuk apaan sih lu? Belakangan ini lu pergi terus tanpa alasan, pasti karena lu menghindar dari si Alex kan? Lu takut kalau kebusukan lu kebongkar, dasar pengkhianat!" ucap Rizky emosi.
"Kebusukan apa maksud lu? Gue gak pernah berkhianat dari Alex, jadi kalian jangan asal tuduh kalau gak ada bukti!" ucap Reno menentang.
"Lo masih aja ngelak sekarang, yaudah kalo emang lu gak berkhianat ayo lu temuin Alex di markas! Dia udah nungguin lu tuh, tapi kalo lu gak berani tandanya lu ada sesuatu!" ucap Rizky.
"Gue bukan gak berani, gue udah bilang kalau gue gak punya waktu!" elak Reno.
"Ah banyak omong lu!" tiba-tiba saja, Tio yang sudah tidak sabar langsung menyerang Reno dari belakang bermaksud menangkapnya.
Sontak Reno terkejut, kemudian berusaha melawan Tio dengan sekuat tenaga. Akan tetapi, Rizky yang sedari tadi menahan diri akhirnya ikut menyerang Reno sehingga kini pria itu harus menghadapi dua pria sekaligus. Lambat laun, Reno pun gugur dan tidak bisa melawan lagi. Dengan mudahnya Rizky dan juga Tio langsung memaksa Reno pergi dari sana untuk menemui Alex di markas mereka.
"Ah sial! Lepasin gue b4ngs4t! Kalian gak berhak seret gue kayak gini, gue itu bukan penjahat!" ucap Reno coba berontak walau tenaganya sudah sangat terkuras akibat perkelahian tadi.
"Diem lu Reno! Lu gausah ngelawan, ikut aja sama kita kalau gak mau mati disini!" sentak Rizky.
Reno pun terdiam, tidak ada yang bisa dilakukan olehnya saat ini memang selain pasrah dan mengikuti saja kemauan dua pria itu. Ya mereka pun pergi menggunakan mobil milik Tio, karena tidak mungkin jika mereka membawa Reno pergi dengan motor. Bisa saja pria itu akan meloncat kabur, demi bisa menyelamatkan diri.
•
•
Bahkan untuk melampiaskan emosinya, Alex tampak membanting seluruh barang-barang yang ada di markas mereka itu tak perduli dengan temannya yang terus memperhatikan. Alex benar-benar emosi, bila Reno datang nanti ia bertekad akan menghajar pria itu sampai tersungkur dan tidak bisa bangkit lagi untuk membalas semua dendamnya.
"Lex, sabar Lex! Bentar lagi paling si Rizky sama Tio berhasil bawa Reno kesini kok," ucap Toby.
Alex akhirnya mau menurut, ia terduduk sembari mengatur nafasnya untuk setidaknya meredam emosi yang terus membara. Namun, sedetik kemudian suara kedatangan Reno terdengar di telinga Alex yang langsung membuat pria itu bangkit dari duduknya bersiap menyambut orang yang sudah berkhianat darinya dan melukai hatinya.
"Lex, kita udah berhasil tangkap dia. Tapi sorry Lex, terpaksa kita hajar dia dulu tadi karena dia melawan waktu mau dibawa kesini!" ucap Rizky.
"Gapapa, lepasin dia!" perintah Alex.
Rizky dan Tio kompak melepas kedua tangan Reno, lalu membiarkan Alex melakukan keinginannya. Perlahan Alex mulai mendekati Reno dengan tangan terkepal kuat, suasana disana pun tampak tegang menantikan apa yang hendak dilakukan Alex pada Reno saat ini. Mereka semua terdiam, menatap ke arah Alex yang sedang mendekati Reno.
"Ini apaan sih Lex? Kenapa lu perlakukan gue kayak tahanan begini? Gue bukan orang jahat, gue juga gak punya salah sama lu. Lepasin gue Lex, gue harus pergi dari sini!" ucap Reno berontak.
"Diem lu! Masih berani lu bilang kalo lu gak salah sekarang? Lo lupa apa yang udah lu lakuin ke gue sama Keisha, ha?" geram Alex.
"Maksud lu apa? Gue gak pernah macam-macam sama kalian, jadi tolong jangan salah sangka! Bukan gue pelakunya, dan lu juga gak punya bukti apa-apa!" ucap Reno kekeuh.
"Oh lu mau bukti? Okay, gue tunjukin sama lu sekarang!" ujar Alex.
Lalu, Alex pun mengambil ponselnya dan menyetel rekaman cctv yang ia simpan tadi untuk ditunjukkan kepada Reno secara langsung. Seketika Reno terbelalak, ia tak mengira jika Alex memiliki bukti rekaman yang menyatakan bahwa dirinya lah pelaku yang sudah merekam kegiatan Alex di hotel itu dan menyebarkannya di sosial media.
"Gimana, hm? Masih mau ngelak lagi? Sekarang mending lu ngaku ke gue, apa maksud lu ngelakuin ini semua!" ujar Alex.
"Ampun Lex, gue ngaku gue salah! Itu gue khilaf Lex, tolong ampuni gue!" ucap Reno memelas.
"Khilaf lu bilang? Enggak mungkin Ren, gue tahu lu udah ngerencanain ini semua buat hancurin gue! Mending sekarang lu kasih tahu, siapa yang udah suruh lu buat begini!" sentak Alex.
"Gak ada Lex, itu atas kemauan gue sendiri," ucap Reno berbohong.
"Kurang ajar!"
Bugghhh
Tanpa banyak basa-basi lagi, Alex langsung saja memberi pukulan keras ke arah tubuh Reno sampai membuat pria itu tersungkur dan terluka. Tidak berhenti sampai disitu, karena setelahnya pun Alex juga masih memukuli Reno seolah tak membiarkan pria itu untuk selamat.
•
•
Singkat cerita, Alex tiba di apartemennya sehabis puas menghajar Reno hingga pingsan tak berdaya. Dan tadi pun Alex juga telah memerintahkan Rizky untuk mengurus tubuh Reno yang terluka, sebab Alex sudah tidak mau lagi melihat wajah Reno ada di depan matanya yang pastinya akan membuat Alex bertambah emosi dan mengingat kejadian itu.
Namun, setibanya di apartemen Alex justru tidak melihat tanda-tanda keberadaan istrinya. Ya sontak Alex merasa bingung, ia mencari Keisha dimana-mana tetapi tak berhasil menemukannya karena memang Keisha belum pulang hingga saat ini. Tentu saja Alex kesal, padahal tadinya ia ingin meminta Keisha membuatkannya minuman dingin.
"Ah kemana sih kamu Keisha? Suami pulang malah gak ada di rumah, istri macam apa coba kayak gitu?" ucapnya menahan emosi.
Akhirnya Alex mengambil ponsel miliknya untuk coba menghubungi Keisha, tetapi ia lebih dulu menemukan ada pesan yang masuk dari Keisha beberapa jam yang lalu. Pesan itu berisi jika Keisha saat ini sedang berada di rumah kakeknya, tentu Alex merasa lega dan ia bergegas keluar dari apartemen itu untuk menyusul sang istri.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...