Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 8. Masih tertolong


"Akhh... sakit!!"


Ringisan terdengar dari mulut Keisha saat rambutnya ditarik secara kasar oleh Tarra dan dipaksa untuk bangkit, cairan bening membasahi pipi gadis itu akibat rasa sakit yang ia rasakan. Keisha benar-benar takut bercampur emosi, ia tak menyangka kalau hidupnya akan menjadi seperti ini dan harus menahan rasa sakit akibat perbuatan yang tidak pernah ia lakukan sebenarnya.


Tarra bersama teman-temannya terus menertawakan Keisha sembari meledeknya, mereka seperti tidak perduli dengan rengekan Keisha yang terus meminta dilepaskan. Justru tampaknya Tarra serta yang lain begitu menikmati itu semua, membuat Keisha terus merintih disertai isak tangis karena rasa sakit semakin bertambah setelah Tarra menariknya sampai terjatuh kembali.


"Awhh cukup! Gue mohon berhenti, jangan begini please! Gue gak pernah buat salah sama kalian, kenapa kalian giniin gue?" rengek Keisha.


"Berisik lu! Tadi aja lu sok-sokan maki-maki kita, kenapa sekarang lu ngerengek kayak cewek lemah begini? Kemana Keisha yang bar-bar dan gak bisa jaga mulutnya itu, ha?" ujar Tarra.


"Hahaha, kayaknya sekarang dia udah nyerah bro. Berarti lu mau kan layanin kita semua disini sekarang?" sahut Marco.


Keisha menggeleng dengan wajah bersimbah air mata, tidak mungkin tentu ia menerima permintaan mereka untuk melayani kelima pria itu secara bergiliran disana. Saat pacarnya saja meminta itu darinya, ia tidak mau. Bagaimana mungkin Keisha harus melayani kelima pria sekaligus saat ini, pastinya ia tak akan bisa melakukan hal tersebut.


"Heh l4cur!" Tarra mendekat dan berjongkok di hadapan Keisha sembari mencengkeram rahangnya.


"Lu dengerin kata-kata gue ini, kalo lu gak mau turutin kemauan kita, gue bakal bikin lu lebih menderita daripada ini!" ucap Tarra mengancam.


"Gue gak takut sama ancaman busuk lu itu! Gue bukan wanita murahan, dan gue gak akan pernah mau ngelakuin apa yang kalian minta!" ucap Keisha dengan tegas dan lantang.


Plaaakk


"Kurang ajar!" Tarra makin tersulut dan langsung menampar wajah gadis itu untuk kesekian kalinya.


"Mau lu tampar gue seratus kali sekalipun, gue gak akan pernah gentar!" ucap Keisha.


"Waw keren banget emang lu! Gue salut sama keberanian lu, tapi sekarang nasib lu ada di tangan kita dan lu gak mungkin bisa lepas dari kita sebelum lu tuntasin hasrat kita!" ucap Marco.


"Iya Keisha, lagian apa susahnya sih lu tinggal ng4ngk4ng di depan kita? Dengan begitu kan lu bisa selamat dari sini," sahut Asrul.


"Gue gak mau, gue masih perawan dan gue bukan perempuan begitu! Kalian jangan salah sangka sama gue!" sentak Keisha.


"Ah masa? Mana mungkin lu perawan Keisha, gue tahu pasti lu sama Alex udah pernah ehem-ehem kan! Kemarin aja kalian staycation berdua, masa iya gak ngapa-ngapain!" cibir Asrul.


"Diem lu bodoh! Gue emang nginep di hotel berdua sama Alex, tapi bukan berarti kita ngelakuin hal yang kayak gitu! Otak lu aja tuh yang ngeres dan perlu dibersihin!" geram Keisha.


"Wah lu nyolot ya, emang minta digilir nih cewek satu!" ucap Asrul dengan mata tajam.


Keisha bertambah takut saat Asrul mendekatinya, tubuh gadis itu bergetar dan berusaha menjauh dari kepungan lima pria tersebut. Baru saja tangan Asrul hendak menyentuhnya, tetapi sebuah teriakan lantang dari jauh menghentikan niatnya dan membuat kelima pria itu menoleh bersama-sama.


"HEY TARRA!!" ya Keisha pun ikut melihat ke asal suara, senyumnya mengembang seketika saat menyadari Alex lah yang hadir disana.




Singkat cerita, setelah berhasil menghabisi Tarra beserta rombongannya dan menyelamatkan Keisha dari tempat terkutuk itu, kini Alex membawa gadisnya pergi menuju rooftop sekolah untuk berupaya menenangkannya. Alex tahu bahwa Keisha pasti akan trauma berat, terutama setelah apa yang dialaminya tadi saat bersama Tarra.


Keisha tersenyum memegangi wajah kekasihnya, "Ini bukan salah kamu sayang, tadi kan kamu gak ada waktu aku dicegat sama Tarra. Lagian gak mungkin juga kamu bisa ada 24 jam di samping aku, ya kan?" ucapnya pelan.


"Bisa kok, mulai hari ini aku bakal selalu ada disisi kamu. Aku gak mau kejadian tadi terulang lagi, jelas aku gak terima sama apa yang Tarra lakuin ke kamu!" ucap Alex.


"Sabar Lex! Tadi kamu kan udah hajar dia, siapa tau dia kapok dan gak ngulangin lagi," ucap Keisha.


"Aku sih gak yakin, apalagi Tarra kelihatan benci banget sama aku," ucap Alex.


Gadis itu menunduk mencoba menguatkan diri, sambil tentunya juga berusaha membujuk Alex agar tidak terlalu khawatir padanya. Meski sebenarnya Keisha sendiri masih sangat trauma dan terus teringat pada kejadian yang tadi menimpanya, namun kini ia berusaha untuk tetap kuat.


"Umm, kita turun yuk Lex! Kayaknya bel udah mau bunyi deh, nanti kita bisa telat loh," ucap Keisha.


"Kamu yakin udah siuman? Kalau kamu masih trauma, udah kamu disini aja dulu sama aku sayang!" ucap Alex khawatir.


Keisha tersenyum menggelengkan kepalanya, "Aku udah gapapa kok sayang, percaya deh sama aku!" ucapnya pelan.


"Yakin? Beneran nih udah baik-baik aja?" tanya Alex memastikan.


Keisha mengangguk sebagai jawaban, ia juga beranjak dari duduknya untuk memastikan pada Alex kalau dirinya sudah tidak kenapa-napa. Alex pun tersenyum, ikut bangkit dari duduknya dan mendekati gadis itu. Tangan Alex terulur mengusap lembut wajah sang kekasih, membuat empunya memejamkan mata menikmati sentuhan itu.


"Kamu cantik banget!" puji Alex sembari terus memberikan sentuhan lembut pada gadisnya, perlahan-lahan juga ia mendekatkan wajahnya dan membelai bibir sang kekasih.


"Aku sayang sama kamu, Keisha Yunia Putri!" ucap Alex tepat di depan wajah gadisnya.


"Aku juga sayang kamu, Alex." Keisha membalas dan meletakkan dua tangannya di pundak Alex seolah bersiap melakukan kegiatan selanjutnya.


Pelan-pelan tapi pasti, Alex mulai mendekatkan wajahnya pada Keisha sampai hidung mereka saling bersentuhan. Keduanya terkekeh saat hidung mereka bergesekan disana, lalu suasana pun semakin panas ketika tatapan keduanya mulai berubah serius seolah menginginkan lebih.


Disaat mereka berdua hendak saling mencumbu satu sama lain, tiba-tiba saja seseorang malah berteriak memanggil nama Alex dan mengacaukan keromantisan mereka. Tentunya Alex serta Keisha tampak kecewa, keduanya menoleh ke asal suara untuk memastikan siapa yang datang.


"Alex!" rupanya itu adalah suara dari Zayn, siswa berprestasi di sekolahnya yang juga mengagumi kecantikan Keisha.


Sontak Alex menjauhkan tubuhnya dari Keisha, ia tidak ingin Zayn salah sangka dan melaporkan aksi mereka itu ke kepala sekolah, karena bisa saja mereka akan dihukum atas tuduhan berbuat mesum di area sekolah. Terlebih Zayn memang sangat dekat dengan guru-guru disana.


"Ya, kenapa Zayn?" tanya Alex dingin.


"Lu dicari sama kepala sekolah, katanya mau ketemu. Beliau udah nunggu di ruangannya," jawab Zayn santai.


Deg!


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...