
Shella pun berdiri dari tempat duduknya, bergegas menuju dapur dan memanggil para pelayan untuk keluar membawakan makanan yang telah disiapkan sebelumnya. Tampak seringaian muncul di bibir gadis itu, seolah pertanda bahwa ada sesuatu yang sedang ia rencanakan. Lalu, barulah ia pergi bersama dua orang pelayan itu menghampiri meja tempat Keisha dan yang lainnya berada.
Singkatnya, Shella telah kembali bersama dua orang pelayan wanita yang ditugaskan membawa makanan untuk mereka semua. Namun, betapa terkejutnya Keisha ketika melihat pakaian yang dikenakan oleh dua pelayan tersebut amat mirip dengan pakaian miliknya. Ya tentu saja Keisha tak menyangka jika ini bisa terjadi, bahkan Shella sendiri juga sampai menganga melihatnya.
"Loh Sel, ini maksudnya apa ya? Kenapa lu bawa pelayan yang bajunya mirip kayak gue? Lu sengaja mau mempermalukan gue disini?" tanya Keisha.
"Hah? Lu kok ngomongnya gitu sih Kei? Gue gak tahu apa-apa loh disini, kan lu sendiri yang pakai baju itu sebelum kesini. Kenapa sekarang lu jadi nyalahin gue?" ujar Shella.
"Iya Kei, lu gak bisa dong nyalahin Shella kayak gitu!" sahut Novia.
Keisha yang terbawa emosi kini tampak melihat ke arah Hani, namun gadis itu spontan memalingkan wajahnya dan terlihat panik. Keisha pun beranjak dari tempat duduknya, ia menggebrak meja dengan penuh emosi seraya menunjuk wajah Hani dan mengumpat kasar kepadanya. Ia tak terima dengan semua ini, ia tahu betul kalau ini adalah bagian dari rencana Hani yang ingin mempermalukannya.
"Kei, lu tenang dulu! Lu jangan langsung kebawa emosi, siapa tahu ini cuma kebetulan! Bisa aja kan Hani juga gak tahu kalau seragam pelayan di pesta ini kayak yang lu pakai," bujuk Shella.
"Gak mungkin, gue tahu banget dia pasti sengaja ngelakuin ini buat bikin gue malu. Ngaku aja deh lu, jangan diem aja!" bentak Keisha.
"Kei, udah!" pinta Shella.
Keisha mencoba meredakan emosinya, sebab ia juga tak ingin membuat pesta itu menjadi kacau. Akan tetapi, tiba-tiba tiga orang wanita lewat di dekat mereka dan malah dengan sengaja meledek Keisha yang berpakaian mirip seperti pelayan di tempat tersebut. Ya mereka menghinanya, tertawa puas dan membuat Keisha makin tersulut.
"Hahaha, eh Shella lu ngapain ngundang pelayan ini buat duduk di meja pesta?"
"Ternyata Keisha ini benar-benar rendahan banget, ya? Bukan cuma sekolah yang dibikin malu, tapi dirinya sendiri juga. Udah lah buat skandal, terus sekarang jadi pelayan disini."
"Hahaha.... hahaha..."
Mereka terus tertawa terbahak-bahak tanpa memikirkan perasaan Keisha, terlihat Keisha sudah mulai meneteskan air mata karena merasa dipermalukan oleh orang yang ia anggap sebagai teman itu. Keisha pun pergi begitu saja dari tempat itu, ia tak bisa menahan diri lagi karena perlakuan yang ia terima di dalam sana.
Shella sontak terkejut melihatnya, "Kei, Keisha lu mau kemana? Tunggu Keisha!!" ucapnya mencoba menahan pergerakan Keisha, tetapi gagal.
"Ahaha, pelayannya kabur!" seru wanita tadi.
"Hahaha hahaha..."
"Cukup!!" hentakan dari Shella membuat ketiga wanita itu berhenti tertawa.
"Kalian semua udah cukup ya ketawanya, jangan ada yang ketawa lagi! Gak lihat apa kalian, Keisha nangis dan pergi dari sini gara-gara ulah kalian?" sambungnya dengan emosi.
Semuanya terdiam, lalu pergi ke tempat masing-masing untuk melanjutkan pesta. Shella sendiri kini bergerak menyusul Keisha, setelah mendapat kode melalui mata yang diberikan oleh Hani tadi.
•
•
Keisha berlari keluar dengan tangis yang semakin menjadi, ia berhenti dan meluapkan semua kesedihannya karena merasa telah dipermalukan di depan banyak orang malam ini. Wanita itu menyesal, sebab ia lebih percaya pada Hani dibanding suaminya sendiri yang sudah memperingatkan ia sebelumnya. Sungguh Keisha tak menyangka ini semua akan terjadi, orang yang ia anggap baik justru ternyata menjadi yang paling jahat kali ini.
"Keisha!!" tiba-tiba Shella muncul dan memanggil wanita itu dari belakang.
Sontak Keisha menyeka air matanya, bangkit kembali lalu menatap ke arah Shella dengan tatapan kebencian. Keisha rasa Shella juga ambil bagian dalam kejadian tadi, maka dari itu Keisha pun tak mau terlalu percaya pada kebaikan yang ditunjukkan Shella saat ini. Meski terlihat Shella mendekat ke arahnya dan menyodorkan selembar tisu.
"Kei, lu jangan nangis ya! Gue minta maaf kalau kehadiran lu disini malah jadi bahan olok-olok yang lain, gue benar-benar gak nyangka kalau ini bisa terjadi Kei!" ucap Shella lirih.
"Thanks, lu gak perlu minta maaf kok kalau emang lu gak salah. Justru gue disini yang salah, karena gue terlalu percaya sama Hani. Harusnya gue lebih dengerin kata-katanya Alex, gak semua orang yang gue kira baik itu beneran baik!" ucap Keisha ketus.
"Eee sekali lagi sorry ya, Kei? Lu mau kan ikut masuk ke dalam lagi? Gue ada stok gaun bagus kok, lu bisa ganti di dalam sekarang!" bujuk Shella.
Keisha menggeleng dan dengan tegas menolak, tentu ia tak mau kejadian tadi terulang lagi. Cukup satu kali saja, dan itu juga sudah membuat dirinya benar-benar malu di hadapan orang banyak. Tidak mungkin Keisha mau masuk kesana lagi, walau Shella terus membujuknya dengan kata-kata manis serta sesuatu yang membuat Keisha bingung.
Ya Shella tak membiarkan Keisha pergi begitu saja, gadis itu memohon pada Keisha untuk tetap disana dan bergabung dalam pesta. Bahkan Shella juga memberikan penawaran pada Keisha, kalau Keisha akan dibawa ke ruang pesta yang sepi dan hanya ada mereka berdua nantinya. Keisha berpikir sejenak, tapi pada akhirnya ia juga menolak keras.
"Sorry Sel, gue gak mau dan gue gak bisa masuk lagi ke dalam. Gue mau pulang aja, sekali lagi maaf ya udah bikin kacau pesta lu!" ucap Keisha.
"Ta-tapi Kei..."
Tak memperdulikan ucapan Shella, kini Keisha langsung berjalan pergi begitu saja dari sana. Shella pun tak memiliki ide lain untuk bisa membujuk Keisha, akhirnya gadis itu hanya diam membiarkan Keisha pergi menjauh tanpa mengejarnya. Setelah itu, tampak seringaian terukir di wajahnya dengan mata terus mengarah ke tubuh Keisha.
"Shella, mana si Keisha?" tanya Hani yang tiba-tiba muncul mendekati sahabatnya itu.
Shella pun berbalik menatap wajah Hani, "Tuh, dia baru aja pergi. Lu udah pastiin kan obat yang lu beli itu mujarab?" ujarnya.
Hani mengangguk dengan cepat, "Udah lah, orangnya bilang obat itu bereaksi gak lama setelah diminum. Kita tunggu aja kabarnya, pasti Tarra bisa bawa tuh cewek!" ucapnya.
Ya sebelumnya Shella telah mencampur minuman yang ia hidangkan untuk Keisha tadi dengan obat yang diberikan oleh Hani, tentunya tanpa sepengetahuan dari Keisha atau siapapun yang hadir di pesta tersebut.
"Haha, semakin dikit yang lu tahu itu semakin baik. Udah ah gue mau cabut, kabarin gue ya kalau Tarra udah berhasil bawa tuh cewek ke tempatnya!" ucap Hani menepuk Shella.
Shella manggut-manggut saja memahaminya, lalu setelahnya Hani pun melangkah menuju mobilnya yang terparkir dan pergi meninggalkan tempat itu. Sedangkan Shella tampak mengeluarkan ponsel, ia menghubungi Tarra dan meminta pria itu melaksanakan tugasnya karena memang Keisha sudah tak terlihat lagi di depan matanya.
Setelah selesai, Shella pun kembali ke dalam untuk memeriksa pestanya. Ia menghampiri Novia yang masih asyik duduk disana dan meminum minuman di tangannya, Shella langsung saja duduk di sebelah sahabatnya dan senyum-senyum penuh kepuasan. Tanpa melihat lebih dulu, Shella meraih gelas di dekatnya dan meminum minuman itu karena ia merasa haus.
"Eh Shella jangan diminum, itu minumannya.." Novia yang mencoba menghentikan Shella agar tidak meminum minuman itu gagal, ya sebab Shella sudah lebih dulu meminumnya.
"Apa sih, kenapa gue gak boleh minum ini?" tanya Shella dengan bingung.
Novia menepuk jidatnya, "Aduh Shella! Itu tuh minuman punya Keisha tadi, yang udah lu campur sama obat tidur!" jawabnya.
"Apa??"
•
•
Ciiittt
Mobil yang dikendarai Hani terpaksa berhenti secara mendadak, lantaran ada sebuah mobil menyalipnya dari kanan dan berhenti tepat di depannya. Sontak saja Hani terkejut, wanita itu juga sampai tersengal karena nyaris saja mengalami kecelakaan. Untungnya ia masih sempat menginjak rem, jika tidak mungkin mobilnya sudah menabrak mobil itu.
Tak lama kemudian, tampak seorang pria keluar dari mobil tersebut dan menatap ke arahnya. Hani terbelalak kaget melihatnya, sebab pria itu ialah Alex alias suami Keisha yang baru saja dikerjai olehnya. Kini Hani pun tampak kebingungan, ia takut Alex akan menanyakan mengenai Keisha dan pastinya Hani tidak tahu harus menjawab bagaimana.
Terlihat Alex mengetuk kaca mobilnya, meminta wanita itu keluar dari dalam sana agar berbicara dengannya. Setelah sempat berpikir, akhirnya Hani terpaksa keluar menemui Alex dengan perasaan gugup. Sekeras apapun ia berusaha untuk tenang, tetap saja Hani saat ini sangat gugup dan ketakutan karena khawatir Alex akan mencurigainya.
"Alex, ada apa lu kejar-kejar mobil gue? Lu mau cari Keisha ya? Dia masih ada di pesta kok, ini gue pengen isi bensin dulu. Makanya gue pergi sendiri," ucap Hani gugup.
Alex tersenyum dan melangkah mendekati wanita itu, "Okay, isi bensin ya? Bukannya mau pulang karena rencana lu udah berhasil, hm?" ujarnya.
Deg
Jantung Hani berhenti berdetak saat itu juga, ia terkejut dengan ucapan yang dilontarkan Alex barusan. Apakah mungkin Alex telah mengetahui semuanya, tapi bagaimana bisa? Jujur Hani tak tahu harus apa, ia dihadapkan pada situasi yang benar-benar menyulitkan bagi dirinya.
"Apa yang udah lu lakuin ke Keisha di tempat tadi? Jawab Hani, jangan sampai gue emosi gara-gara lu cuma diam aja!" sentak Alex.
"Hah? Gu-gue gak ada ngelakuin apa-apa loh, gue cuma undang dia buat datang ke pesta. Lu kenapa jadi curiga gini sih sama gue, Lex? Gue ini orang baik loh," ucap Hani menyangkal.
"Hani cukup! Gue tahu semua ini cuma rencana lu sama si Shella buat jebak Keisha, iya kan? Mending lu ngaku sekarang juga!" tegas Alex.
"Ngaku apa sih Alex? Beneran deh gue gak ngelakuin apa-apa, lu percaya dong sama gue! Lagian kalau lu kurang yakin, sana coba gih lu temuin Keisha terus tanya langsung ke dia!" ucap Hani.
"Masih aja gak mau ngaku ya lu, oke deh kalo gitu ayo lu ikut gue sekarang!" ucap Alex.
Alex yang terbawa emosi langsung menggenggam tangan gadis itu, ia memaksa Hani untuk ikut dengannya pergi dari sana. Akan tetapi, Hani yang takut terus berontak dan tidak mau mengikuti perintah Alex itu. Hani sangat bingung kali ini, sebab Alex malah semakin mengeratkan pegangannya dan terus memaksa gadis itu ikut bersamanya.
•
•
Keisha masih terus berjalan menyusuri gelapnya malam, ia amat sedih dan merasa menyesal karena telah percaya pada Hani yang memang selama ini ia kenal sebagai wanita baik. Keisha sungguh tak percaya, pesta yang seharusnya berakhir menyenangkan itu malah membuatnya malu dan bersedih tak henti-hentinya. Jika saja Keisha tak menuruti perintah Hani, mungkin sekarang ini ia tidak perlu merasa dipermalukan seperti tadi.
Disaat ia sedang menangis memikirkan kejadian sebelumnya, tiba-tiba saja kepalanya terasa amat pusing dan nyut-nyutan tak karuan. Sontak Keisha berhenti melangkah, memegangi kepalanya itu dengan telapak tangan dan mencoba menahan diri. Ia benar-benar bingung dan tak tahu apa yang terjadi padanya, bahkan untuk berdiri saja kini ia tak mampu dan membuatnya nyaris terjatuh.
"Awhh ini gue kenapa sih?? Kok mendadak gue jadi kayak gini ya? Apa jangan-jangan ini karena minuman yang gue minum waktu di pesta tadi?" gumam Keisha terlihat kebingungan.
Karena tak kuat lagi menahan diri, Keisha akhirnya terjatuh pingsan tepat di dekat trotoar. Wanita itu tergeletak tanpa bisa melakukan apa-apa lagi, akibat obat yang diberikan oleh Hani ke dalam minuman miliknya tadi.
Setelah Keisha pingsan, tampak segerombol orang muncul di dekat sana mengelilingi tubuh wanita itu sambil tertawa puas. Mereka juga mendekat dan memastikan Keisha telah tak sadarkan diri, lalu salah seorang dari mereka mengeluarkan ponsel untuk menghubungi seseorang. Ya dia mengatakan pada orang di dalam telpon itu, bahwa kini dia telah berhasil menemukan keberadaan Keisha.
Tentu saja mereka adalah Tarra beserta para temannya, sesuai rencana tentunya Tarra akan membawa Keisha pergi ke suatu tempat yang sudah ditentukan oleh mereka. Terlihat Tarra memerintahkan teman-temannya itu untuk membawa tubuh Keisha pergi dari sana, ya dan Tarra juga amat merasa puas kali ini.
"Hahaha, akhirnya Keisha ada di tangan gue. Ayo guys, kita bawa dia ke markas dan kita jalanin rencana kita selanjutnya disana!" ujar Tarra.
Tanpa berpikir panjang lagi, semua teman-teman Tarra itu kompak membawa Keisha ke mobil yang sudah mereka siapkan sebelumnya agar lebih mudah. Ya tak lupa Tarra memfoto kondisi Keisha terlebih dulu, dan mengirimnya ke nomor Shella untuk membuat wanita itu puas.
"Habis lu Alex! Cewek lu sekarang ada sama gue, dan lu gak akan bisa bebasin dia!" batin Tarra.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...