
Alex tiba di depan sekolah istrinya dengan mobil yang ia kenakan, ya tentu saja Alex ingin menjemput Keisha sang istri setelah tadi ia sempat nyaris ribut bersama Revan di tengah jalan. Untungnya masih ada orang yang memisahkan mereka sebelum terjadi korban, walau Alex merasa tak puas karena belum bisa membuat Revan terluka dan masuk ke rumah sakit sesuai niatnya.
Begitu turun dari mobilnya, tampak Keisha serta Tasya sudah menunggu dan terduduk di dekat pos satpam sambil saling berpegangan. Alex pun menatap penuh heran ke arah mereka, pasalnya Keisha saat ini terlihat begitu pucat dan lemas. Alex sangat cemas tentunya pada sang istri, ia langsung bergerak cepat mendekati keduanya disana.
"Loh sayang, kamu kenapa pucat kayak gini? Apa yang terjadi sih? Kamu sakit?" tanya Alex dengan nada cemas, ia langsung terduduk di dekat istrinya dan memegang tubuh wanita itu.
Keisha mengangguk perlahan, "A-aku baik-baik aja kok mas, kamu gausah khawatir ya!" jawabnya.
"Gak khawatir gimana caranya sayang? Kamu pucat kayak gini loh, aku gak mau ya sampai terjadi sesuatu sama kamu!" ucap Alex cemas.
Keisha tersenyum dan menggerakkan tangannya mengusap wajah pria itu, ia menenangkan suaminya dan meminta Alex untuk tidak terlalu cemas pada kondisinya saat ini. Tadi memang Keisha sempat merasa pusing dan mual pada tubuhnya, tapi sekarang ia sudah merasa lebih baik dari sebelumnya walau tubuhnya masih agak lemas.
"Yaudah, tapi kamu tetap harus diperiksa ke dokter! Kita ke rumah sakit sekarang ya sayang, aku cemas banget sama kondisi bayi kita!" ucap Alex.
Wanita itu manggut-manggut paham dan menyetujui ucapan suaminya, karena ia tidak mau melawan atau membantah perkataan Alex yang bisa saja membuat masalah nantinya. Perlahan Alex membantu Keisha untuk bangkit dari tempat duduk itu, Alex pun memapah tubuh istrinya dan membawa menuju mobil yang terparkir di depan sana.
Sebelum pergi, Alex menyempatkan diri untuk mengucapkan terimakasih kepada Tasya dan juga pamit pada gadis itu. Barulah setelahnya, Alex bersama Keisha masuk ke dalam mobil dan langsung pergi begitu saja. Sedangkan Tasya tetap berdiri di tempatnya dan terus memandangi mobil Keisha, ia lega karena kini sahabatnya sudah aman bersama Alex.
Tanpa diduga, setelah kepergian Alex dan Keisha kini Shella tiba-tiba datang menemui Tasya yang ada disana sambil tersenyum lebar. Kehadiran Shella tentu membuat Tasya berubah jengkel, rasanya gadis itu tidak nyaman dengan keberadaan Shella. Apalagi, setelah kejadian yang sempat menimpa Keisha di depan toilet sekolah tadi.
"Itu kok Keisha sampai harus dituntun kayak gitu sih? Dia beneran sakit, atau itu cuma efek kehamilan dia? Lu jujur deh sama gue Sya, si Keisha itu hamil kan!" ucap Shella.
Tasya menoleh dengan lirikan malas, ia memutar bola matanya dan mendengus pelan karena melihat kehadiran Shella disana. Rasanya Tasya sungguh malas meladeni Shella yang terus saja ingin mencari tahu mengenai kehamilan Keisha, padahal Tasya sendiri sudah berulang kali mengatakan bahwa Keisha tidak sedang mengandung.
"Lo tuh keras kepala banget ya? Udah gue bilang kan tadi, Keisha gak hamil kok!" tegas Tasya.
"Masa sih? Mending lu jujur deh ke gue, gapapa gue gak akan kasih tahu siapa-siapa kok nanti! Lo bisa percaya sama gue!" pinta Shella.
"Hadeh, terserah lu aja ah! Gue males ladenin orang kayak lu!" kesal Tasya.
"Heh Tasya, tunggu!" teriak Shella berusaha menghentikan Tasya, tetapi usahanya gagal karena Tasya sudah lebih dulu mencegat taksi.
•
•
Keisha pun tampak keheranan melihat ekspresi wajah Alex yang seperti itu, tak biasanya memang Alex bertingkah seolah sedang memendam emosi. Karena penasaran, Keisha coba menegur suaminya itu dan bertanya apa yang terjadi padanya. Sebagai seorang istri, tentunya Keisha khawatir jikalau suaminya mengalami masalah besar.
"Mas, kamu tuh kenapa sih? Daritadi kayaknya kamu diam terus sambil mukul mukul setir, kamu lagi kesal ya mas?" tanya Keisha penasaran.
"Eee enggak sayang, gapapa kok. Aku cuma khawatir sama kondisi kamu dan anak kita, ini makanya aku kesal gara-gara mobil di depan itu lambat banget! Padahal kita kan harus buru-buru ke rumah sakit," bohong Alex.
"Udah sabar sayang, gausah buru-buru juga kali! Lagian aku kan udah membaik, kamu santai aja ya bawa mobilnya!" pinta Keisha.
"Iya sayang." Alex mengangguk setuju.
Akan tetapi, tampak Alex masih saja emosi dan memikirkan wajah Revan di kepalanya. Pria itu sepertinya belum puas jika belum bisa menghajar Revan secara langsung dengan tangannya, lalu mengirimnya ke rumah sakit. Ya Alex akan melakukan itu nanti, dan sekarang yang terpenting baginya adalah keselamatan Keisha dan anaknya.
Sesampainya di rumah sakit, Alex langsung memapah tubuh Keisha turun dari mobilnya dan membawanya masuk ke dalam sana. Mereka pun bergegas menuju ruangan dokter Nita yang biasa menangani masalah kandungan Keisha, meski belum ada janji tetapi untungnya saat ini dokter Nita sedang tidak memiliki pasien.
Dokter Nita cukup terkejut melihat pasangan suami-istri itu masuk ke dalam ruangannya, apalagi Alex tampak begitu cemas dan meminta dokter Nita untuk memeriksanya. Tanpa banyak berpikir, sang dokter langsung meminta Keisha untuk berbaring di atas brankar sambil mengambil peralatan miliknya dan memeriksa kondisi wanita itu.
"Dok, istri saya tadi pucat dan lemas banget waktu di sekolah. Saya juga gak tahu kenapa, tapi tolong dong dok diperiksa ya istri saya!" ucap Alex cemas.
"Iya iya pak Alex, sabar ya!" dokter Nita tersenyum dan kemudian mendekati Keisha disana.
Keisha sendiri terlihat geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah cemas suaminya, ia senang karena Alex sekarang telah percaya bahwa anak yang dikandungnya adalah anak pria itu dan bukan hasil dari selingkuhannya. Setidaknya, Alex telah menepati kata-katanya sebelum ini dan tidak lagi menuduh yang buruk padanya.
"Dok, maafin suami saya ya? Dia emang begitu orangnya, lebay banget. Padahal saya kan gak kenapa-napa, ini juga udah baikan kok. Iya kan dok?" ucap Keisha lirih.
"Ya gapapa kok bu Keisha, wajarlah kalau suami ibu ini kayak gitu. Untuk masalah kondisi ibu, sebentar ya saya cek dulu?" ucap dokter Nita.
"Iya dok." Keisha manggut-manggut kecil, lalu beralih menatap suaminya yang setia menunggu di dekat sana sambil tersenyum lebar.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...