Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 166. Hujan-hujanan


Alex masih berada di depan Keisha dan terus menatap tajam ke arah Aldy saat ini, ia sungguh penasaran dan heran siapakah sebenarnya Aldy itu dan apa hubungannya dengan Keisha. Pasalnya, mereka terlihat cukup akrab dan bahkan tadi nyaris masuk ke dalam bersama-sama. Sebagai seorang suami, tentu Alex merasa cemburu dan tidak suka saat istrinya dekat dengan lelaki lain disana.


Keisha sendiri tampak masih belum bisa memberi maaf pada suaminya itu, meski ia akui kalau di lubuk hatinya yang paling dalam ia masih mencintai pria tersebut. Bagaimanapun, Alex adalah cinta pertamanya dan akan sulit bagi Keisha untuk bisa melepas atau bahkan melupakan Alex dari dalam hatinya nanti. Apalagi, masih ada Kenzie juga yang merupakan anak dari hasil pernikahan mereka itu.


"Mas, kamu itu mau apa lagi sih datang kesini? Kamu gak bosan ya udah sering ganggu hidup aku?" tanya Keisha dengan ketus.


"Aku gak akan bosan sayang, aku ini kan suami kamu. Kamu itu istri aku, jadi aku akan terus perjuangkan kamu sampai kapanpun sayang! Aku mau kamu kembali jadi milik aku," ucap Alex.


"Tapi aku gak mau, aku udah benci banget sama kamu mas Alex!" sentak Keisha.


Alex menggeleng dibuatnya, ia tak percaya jika Keisha sudah benar-benar membenci dirinya dan tidak mau lagi kembali padanya. Kini harapan yang ia punya semakin mengecil, namun sampai kapanpun Alex tak akan pernah berhenti untuk bisa mendapatkan Keisha dan membawa wanita itu kembali tinggal bersamanya.


"Apapun itu, kamu gak boleh terus pergi dari aku, Keisha! Gimanapun juga kamu masih sah jadi istri aku sekarang, kamu gak bisa pergi gitu aja tinggalin aku suami kamu!" ucap Alex dengan tegas.


"Aku gak perduli mas, aku udah gak anggap kamu sebagai suami aku lagi. Toh kamu juga begitu kan mas Alex?" ucap Keisha.


Alex terdiam dan memalingkan wajahnya, apa yang dikatakan Keisha barusan sungguh membuat hatinya tergores saat ini. Sepertinya memang sudah sangat sulit bagi Alex untuk bisa membawa Keisha kembali padanya, bahkan mungkin kesempatan yang ia miliki sudah habis saat itu juga.


"Aldy, yaudah kita masuk aja yuk! Maaf ya bikin kamu jadi nunggu, orang itu emang suka gak jelas!" ucap Keisha mengalihkan perhatiannya.


"Eee i-i-iya Keisha..." Aldy tampak gugup kali ini.


Tatapan mata Alex pun menjurus tajam ke arah Aldy, ia merasa tidak suka saat ada lelaki lain yang berdekatan dengan istrinya. Namun, ia juga tak bisa berbuat apa-apa saat Keisha membawa Aldy masuk ke dalam rumah itu. Terlebih, Alex juga tak diizinkan untuk masuk kesana menyusul istrinya.


Setelah kepergian Keisha dan Aldy, kini Alex terlihat pasrah dan memilih menunggu di depan rumah tersebut sampai Keisha mau kembali menemuinya. Rasa cintanya pada Keisha memang cukup besar, tak mungkin ia bisa melepas atau melupakan wanita itu dari hidupnya. Meski, sudah banyak juga kesalahan yang ia lakukan kepada Keisha selama ini.


Tak ada yang bisa dilakukan Alex saat ini, selain menunggu disana dan pasrah pada keadaan. Ia tampak terus menatap ke arah rumah yang besar itu, tetes air mata mengalir di wajahnya ketika ia teringat pada momen indah dirinya bersama Keisha dan Kenzie dulu. Hanya saja, semua itu sudah sangat sulit untuk dapat ia ulang kembali sekarang.


"Kei, aku cinta sama kamu. Gimana bisa aku lepasin wanita seperti kamu, Keisha?" gumam Alex.




Hari sudah mulai malam, namun Keisha dapat melihat dengan jelas keberadaan suaminya di luar rumah yang tetap setia berdiri menunggunya saat ini. Keisha sungguh bingung harus berbuat apa, pasalnya hujan turun semakin deras dan Alex tak berniat untuk pergi dari sana.


Keisha terus mengamati suaminya itu dari balik jendela sembari menggendong Kenzie, putra mereka. Sejujurnya Keisha merasa kasihan pada Alex yang harus berdiri di bawah guyuran hujan di luar sana, namun tak mungkin juga Keisha keluar menemui pria itu karena niatnya sekarang adalah berpisah dari sang suami yang sudah sering menyakiti hatinya dan mengkhianati dirinya.


"Maafin mama ya Kenzie, mama gak bisa temuin papa kamu sekarang! Mama juga gak akan kasih kamu ke papa kamu, karena mama gak mau kamu tumbuh di tangan tukang selingkuh seperti papa kamu itu!" ucap Keisha pada putranya.


Tiba-tiba saja, ada yang mengetuk pintu kamarnya dari luar dan membuat Keisha sedikit terkejut. Ia reflek berbalik, lalu bergegas membukakan pintu untuk memeriksa siapa yang datang. Rupanya ada sang kakek yang berdiri disana saat ini, ya tentu saja Keisha tersenyum dan menyambut kakeknya itu dengan baik.


"Eh kakek, ada apa kek?" tanya Keisha sambil melebarkan pintu.


"Ahaha, gak ada kok sayang. Ini cucu sama cicit kakek kok belum pada tidur sih? Udah malam loh sayang, emangnya Kenzie belum ngantuk?" ucap Bruce dengan lembut.


"Gak tahu nih kek, Kenzie rewel terus daritadi. Dia gak mau lepas dari gendongan aku," ucap Keisha.


"Ohh, kenapa ya kira-kira? Apa Kenzie sakit?" ucap Bruce sembari menempelkan tangannya pada kening Kenzie.


"Tapi gak panas, kenapa rewel terus ya?" ujar Bruce kembali tampak kebingungan.


Keisha menggeleng perlahan, "Aku juga gak tahu kek, udah daritadi Kenzie begini. Apa mungkin karena dia tau kalau papanya ada di luar ya? Terus dia mau ketemu sama papanya," ucapnya lirih.


"Hah? Emang Alex masih ada di depan rumah kita sayang? Tadi itu kan kakek sudah suruh dia buat pulang," ucap Bruce.


"Masih kek, malah sekarang mas Alex berdiri di depan pagar sambil kehujanan. Aku kasihan lihatnya kek, tapi aku juga gak tahu harus apa. Kalau aku samperin dia sekarang, aku takut dia malah besar kepala nantinya," ucap Keisha.


"Haish, anak itu emang benar-benar cari masalah! Sudahlah Keisha, kamu gausah mikirin dia ya!" ucap Bruce dengan tegas.


Keisha pun mengangguk paham, ia juga tak mau turun menemui suaminya karena masih merasa sangat membenci pria itu setelah apa yang Alex lakukan padanya. Sebagai seorang wanita, tentu Keisha tak ingin mengulangi kesalahan yang sama dan malah semakin membuatnya tersakiti.


"Sekarang kamu bawa Kenzie tidur ya, kamu juga ikut tidur aja karena udah malam! Kamu gak perlu mikirin si Alex itu," ucap Bruce.


"Iya kek." singkat Keisha.


Bruce mengusap lembut puncak kepala cucunya dan memberikan kecupan hangat pada keningnya, lalu juga mencubit gemas pipi Kenzie yang ada di gendongan Keisha. Setelah itu, barulah Bruce pamit dan pergi dari sana untuk kembali ke kamarnya. Sedangkan Keisha tentu menutup pintu, dan bergerak menuju jendela.


Keisha melihat jelas Alex masih berada di luar sana tanpa berpindah tempat sedikitpun, padahal hujan yang turun semakin deras disertai petir yang menggelegar. Ia sungguh merasa kasihan melihat itu, tapi rasa sakit di dalam hatinya lebih besar dan membuatnya tidak jadi mengasihani pria itu.


Sreekk


Keisha justru menutup tirai jendela itu dan menangis disana, entah ia tak tahu apa yang membuatnya begitu sedih saat ini. Tapi yang pasti, suasana hati Keisha sedang tidak baik-baik saja dan ia perlu melupakan segalanya tentang Alex. Jika tidak, maka hatinya bisa semakin tersakiti mengingat kejahatan yang seringkali dilakukan suaminya itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...