
Hari berganti, Keisha kini datang ke sekolah seorang diri karena Alex masih harus menjalani perawatan di rumah sakit. Keisha pun menggunakan jasa ojek online untuk mengantarnya ke sekolah, lalu kini ia turun dan membayar ojek tersebut sebelum lanjut berjalan ke dalam sana. Sungguh Keisha sebenarnya tak ingin pergi sekolah, namun Alex serta kakeknya memaksanya agar tetap berangkat sekolah kali ini.
Wanita itu melangkah perlahan menyusuri lorong sekolah dengan perasaan sedihnya, ia terus saja memikirkan Alex yang saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Jujur Keisha ingin sekali berada di samping pria itu dan merawatnya secara langsung, tetapi ia juga tidak bisa menolak permintaan Alex maupun sang kakek yang memaksa agar ia berangkat ke sekolah pagi ini.
Tak lama kemudian, Zayn datang secara tiba-tiba dan mengejutkan Keisha. Entah darimana asalnya, pria itu malah sudah berada di depannya dan berhenti seolah menghalangi jalannya. Keisha pun terpaksa menghentikan langkahnya, menatap bingung ke arah Zayn seraya mengernyitkan dahinya karena tak mengerti mengapa pria itu ada disana.
"Zayn, lu ngapain sih berdiri disitu? Gue mau lewat, minggir deh!" ketus Keisha.
Zayn tersenyum dibuatnya, "Sebentar Kei, aku mau bicara dulu sama kamu. Aku juga ada sesuatu loh, ini spesial banget buat kamu. Kita ke taman dulu yuk!" ucapnya mengajak wanita itu.
Keisha menggeleng, "Gak mau Zayn, gue pengen ke kelas sekarang. Lain kali aja deh kita bicaranya, permisi ya?" ucapnya menolak.
"Ta-tapi Kei, aku—"
Ucapan Zayn terpotong lantaran Keisha lebih dulu mengangkat tangannya, sepertinya Keisha sedang tidak ingin diganggu oleh Zayn karena saat ini pikirannya benar-benar kacau. Ya Keisha terus saja memikirkan suaminya, ia khawatir akan terjadi sesuatu pada Alex di rumah sakit sana.
"Gak ada perdebatan lagi ya, gue lagi gak pengen diganggu sekarang. Lu mending cari orang lain aja deh yang bisa lu ajak bicara!" ucap Keisha ketus.
"It's okay, aku paham kok. Aku minta maaf kalau udah maksa kamu," ucap Zayn mengalah.
Keisha mengangguk saja, lalu perlahan mulai melangkahkan kakinya pergi meninggalkan pria itu menuju kelasnya. Namun, baru saja ia hendak menaiki tangga tanpa diduga ia malah kembali bertemu dengan sosok wanita yang sangat ia benci. Ya orang itu adalah Shella, alias perempuan yang mengaku secara langsung bahwa dia sangat mencintai Alex dan ingin memilikinya.
"Wah wah wah, kita ketemu lagi disini ya Keisha! Gue heran deh sama lu, kenapa lu sampai segitunya gak mau kehilangan Alex? Padahal, kita kan bisa berbagi tanpa harus ada yang merasa kehilangan!" ucap Shella sambil tersenyum.
Deg
Keisha terkejut dibuatnya, perkataan Shella itu sungguh membuatnya geram dan ingin sekali menampar wajahnya saat itu juga. Apalagi ekspresi Shella sekarang ini semakin menambah kekesalan yang ada di dalam dirinya, Keisha pun nyaris lepas kontrol jika tidak berhasil mengatur emosinya saat ini karena tak ingin membuat masalah disana.
"Lo jaga omongan lu itu ya! Emangnya lu pikir Alex itu apaan? Dia cuma boleh jadi milik gue, lu gak akan dapat apa-apa!" sentak Keisha.
"Ahaha, yakin lu Keisha? Gue udah tawarin lu buat berbagi loh, tapi lu malah gak mau. Yaudah, jangan salahin gue kalau semisal nanti lu bakal kehilangan Alex untuk selamanya!" ucap Shella mengancam.
Keisha menggeleng dengan cepat, "Itu gak akan terjadi, justru lu yang bakal bersedih nantinya karena semua rencana lu ini akan gagal!" ucapnya tegas.
Shella terkejut karena Keisha sama sekali tak gentar menghadapi ancaman darinya, wanita itu justru tampak sangat berani dan seolah menantang Shella untuk berlomba mendapatkan hati Alex. Tentu saja hal itu membuat Shella amat geram, karena rencananya yang ingin menjatuhkan mental Keisha kini telah gagal.
"Ih sialan! Awas aja ya lu Keisha, gue bakal bikin hidup lu menderita!" gumam Shella dalam hati.
•
•
Singkat cerita, waktu istirahat tiba dan kini Keisha kembali ditemui oleh Zayn yang seperti sengaja menunggunya di lorong menuju kantin. Ya Zayn pun menghalangi langkah Keisha, lalu menemui wanita itu dan mengajaknya ikut bersamanya. Zayn terus saja memaksa, sampai-sampai Keisha tak dapat menolak kemauannya dan pasrah mengikutinya.
Keisha pun dibawa ke taman sekolah yang agak sepi itu karena kebanyakan murid-murid disana sedang membeli makanan di kantin, akhirnya Zayn meminta Keisha untuk duduk dan menunggu sebentar. Pria itu pergi entah kemana, lalu kembali dengan membawa sekotak hadiah yang belum diketahui apa isinya dan pasti membuat Keisha amat penasaran.
Keisha bertanya apa isi kotak tersebut, namun Zayn tak menjawabnya dan malah tersenyum lebar. Bahkan, sekarang Zayn sudah berlutut di hadapannya sembari membuka kotak di tangannya itu secara perlahan. Kedua bola mata Keisha membulat seketika, begitu menyadari bahwa ada sebuah cincin spesial di dalam kotak itu.
Zayn menyodorkan cincin itu ke arah Keisha seraya menghela nafasnya, ia tampak benar-benar serius kali ini seolah hendak menyampaikan seluruh isi hatinya yang selama ini terpendam. Keisha sendiri masih geleng-geleng kepala, karena tak percaya dengan semua yang terjadi saat ini di depan matanya. Bagaimana bisa ia diberikan sebuah cincin oleh lelaki lain?
"Keisha, aku mau ungkapin perasaan aku ke kamu untuk yang kesekian kalinya. Aku jatuh cinta sama kamu Keisha, aku benar-benar gak bisa melupakan rasa ini ke kamu! Kamu mau ya jadi pacar aku dan menikah sama aku?" ucap Zayn dengan serius.
"Hah??"
Keisha tersentak dan spontan bangkit dari tempat duduknya, ia sungguh tak menyangka dengan apa yang baru saja Zayn katakan. Bisa-bisanya pria itu menyatakan cintanya dan mengajaknya menikah, disaat sekarang ini kondisinya Keisha masih menjadi istri dari seseorang yang tak lain ialah Alex.
"Lo udah gila ya, Zayn? Lo tahu kan gue udah nikah sama Alex?" ucap Keisha terheran-heran.
Zayn menganggukkan kepalanya, "Iya aku tahu itu, makanya aku juga rela kok jadi yang kedua buat kamu. Kita menikah ya Keisha, aku janji akan merahasiakan semua ini!" ucapnya memelas.
Keisha sampai menggeleng dibuatnya, kelakuan Zayn sudah diluar batas dan benar-benar meresahkan. Tentu saja Keisha tidak mau menikah lagi dengan siapapun itu, karena cintanya ini hanya untuk Alex seorang dan sampai kapanpun tak akan pernah berubah barang sedikit.
"Sorry Zayn, gue gak mau menduakan Alex! Gue sayang sama dia, lagian gue juga gak pengen lah nyakitin hati lu!" ucap Keisha menolaknya.
"Justru kalau kamu tolak aku sekarang, itu bakal bikin aku sakit hati Keisha. Kamu mau ya terima lamaran aku ini?" bujuk Zayn.
"Gak bisa Zayn, gue gak mungkin ngelakuin itu. Lu percaya sama gue, masih banyak cewek lain yang mau sama lu kok! Lu jangan kayak gini ya, gue beneran gak bisa terima lamaran lu!" ucap Keisha.
"Lo gak kurang apa-apa kok, justru karena itu gue gak mungkin jadiin lu yang kedua. Lo itu cowok sempurna Zayn, lu pantas dapetin perempuan yang benar-benar sayang dan cinta sama lu!" jawab Keisha menjelaskannya.
Zayn terdiam kali ini, ia memalingkan wajahnya dan menunduk lesu seolah menunjukkan kesedihan yang teramat dalam atas penolakan Keisha barusan.
"Gue hargai ketulusan lu. Untuk cinta lu, gue gak mungkin bisa membalasnya. Hati gue sekarang udah jadi milik Alex, jadi lu gak mungkin bisa miliki gue. Gue cuma mau setia," ucap Keisha tegas.
Setelah mengatakan itu, Keisha pun melangkah pergi dari taman itu dan meninggalkan Zayn begitu saja dengan perasaan sedihnya.
•
Tanpa disadari, kejadian mereka berdua itu rupanya diamati oleh Shella dari jauh yang dengan sengaja mengintip lalu mengabadikan momen tersebut. Tentunya Shella tampak menyunggingkan senyumnya, ia kini berhasil merekam semua yang terjadi tadi menggunakan ponselnya dan bersiap untuk mengirim video itu kepada Alex.
"Ahaha, gue udah kirim videonya ke Alex. Sekarang gue tinggal tunggu reaksi dari Alex, kira-kira semarah apa ya dia sama Keisha? Duh, gue gak sabar deh lihatnya!" gumam Shella.
Setelahnya, gadis itu pun beranjak pergi dengan perasaan senang. Ia sangat berharap semua rencananya kali ini berhasil, dan ia nantinya akan dapat merebut Alex dari Keisha serta membuat pasangan muda itu berpisah. Karena sampai kapanpun, Shella tak akan mungkin bisa merelakan mereka berdua hidup bahagia.
•
Tling
Alex yang hendak istirahat, dikejutkan dengan suara ponselnya yang berdering singkat itu. Karena penasaran, Alex pun meraih ponselnya dari atas meja dan berharap Keisha lah yang mengiriminya pesan. Namun, raut wajahnya langsung berubah begitu mengetahui Shella lah yang baru saja mengirim pesan berupa video ke nomornya.
Jujur saja Alex sangat malas merespon pesan dari Shella itu, ia tak mau Keisha kembali membencinya jika tahu ia masih berhubungan dengan Shella. Akan tetapi, tak lama kemudian Shella kembali mengirim sebuah pesan yang berisi jika ia harus membuka dan melihat video tersebut. Sebab menurut Shella, di dalam video itu ada pemandangan yang harus Alex lihat dan saksikan dengan mata kepalanya sendiri.
Akhirnya Alex memutuskan menyetel video itu dan melihatnya, saat itu juga matanya membulat lebar karena menemukan istrinya tengah berdua bersama Zayn di taman sekolah. Apalagi terlihat juga Zayn memberikan sebuah cincin pada Keisha, dari posisi mereka dapat diketahui jika Zayn tengah menyatakan cintanya kepada wanita itu.
Kedua tangan pria itu menggeram dengan kuat, menandakan betapa emosinya Alex pada kelakuan sang istri saat bersekolah sendirian. Alex pun khawatir jika Keisha terpincut dengan perkataan yang diucapkan Zayn, ia tak mau tentunya berpisah dari Keisha apalagi kalau sampai wanita itu menerima lamaran dari Zayn.
"Nih cowok didiemin malah makin menjadi, emang dia harus dimusnahkan!" geram Alex.
Pria itu pun melepas paksa selang infus dari tangannya, ia mencoba bangkit menuruni ranjang dan pergi keluar dari kamarnya karena ingin menemui istrinya. Meski ia cukup kesulitan, namun ia terus berusaha keras karena tidak mau istrinya digoda oleh Zayn yang kurang ajar itu.
Disaat ia hendak membuka pintu keluar, tiba-tiba saja pintu itu sudah terbuka lebih dulu. Lana lah yang muncul disana, tidak lain tidak bukan dia adalah adik perempuan Alex yang baru datang untuk menjenguk kakaknya itu. Lana benar-benar terkejut melihat Alex sudah berdiri dan hendak keluar, gadis itu bahkan sampai melongok tak percaya.
"Ih lu mau kemana sih, bang? Bukannya lu masih luka ya? Sana sana masuk lagi, lu belum boleh keluar abang!" ucap Lana tampak panik.
Alex memutar bola matanya, seolah tak memperdulikan ucapan adiknya itu. Ia malah terus maju dan mendorong tubuh Lana agar menjauh, tapi Lana malah berteriak memanggil kedua orangtuanya untuk mencegah Alex keluar. Tentu saja Alex sangat kesal, ia langsung membungkam mulut adiknya dengan telapak tangan dan mengancamnya untuk diam karena ia sedang ingin pergi saat ini.
"Haish, lu diem Lana! Gue tuh harus pergi sekarang, kalau enggak gue bisa kehilangan istri gue! Lu mending minggir deh, jangan bilang-bilang juga ke mama atau papa!" ucap Alex.
Tapi semua sudah terlambat, teriakan Lana tadi membuat Harry serta Mayra datang lalu ikut syok melihat Alex yang sudah berdiri disana. Sontak keduanya langsung bergerak mendekati Alex, menghalangi niat putra mereka itu yang ingin pergi dari rumah sakit.
"Hey Alex! Kamu ini apa-apaan, kenapa kamu bangun dari ranjang coba? Kamu itu masih harus dirawat Lex, kamu belum sembuh betul!" ucap Mayra.
"Iya Lex, benar kata mama kamu. Ini ngapain coba kamu pake keluar segala?" sahut Harry.
"Ish, tuh dengerin kata mama papa! Tadi udah aku bilangin juga gamau didenger, rasain kan tuh kena marah sama mereka!" Lana yang berhasil lepas pun ikut angkat bicara, membuat Alex menatap nyalang ke arah gadis itu.
"Sudah sudah, ayo kamu masuk lagi ke dalam! Kamu itu masih harus dirawat, jadi jangan maksa buat keluar ya!" ucap Mayra.
"Ma, aku harus pergi sekarang. Aku gak mau Keisha diambil orang, aku itu sayang banget sama dia! Mama sama papa jangan halangi aku dong, tolong kasih izin aku buat pergi dari sini!" ucap Alex memohon pada orangtuanya.
Mayra menggeleng dengan cepat, "Enggak Lex, kamu gausah ngada-ngada deh! Kamu diam aja disini, jangan kemana-mana! Lagian kamu itu ngomong apa sih?" ucapnya tegas.
"Aku serius ma, aku barusan dikirimi video sama orang kalau sekarang Keisha lagi ditembak sama cowok lain. Aku gak terima ma, makanya aku mau susulin Keisha sekarang!" ucap Alex.
"Lex, udah deh kamu jangan bantah! Ayo kamu masuk lagi ke dalam!" sentak Harry.
Alex tak memiliki pilihan lain, pria itu tidak bisa membujuk orangtuanya untuk mengizinkan ia pergi dari rumah sakit itu. Kini Alex pun hanya bisa terdiam pasrah, berharap agar Keisha menolak lamaran Zayn dan mengingat bahwa dirinya sekarang sudah menikah. Meski Alex tahu, sebelumnya Keisha sempat marah padanya karena kelembutan ia pada Shella kemarin.
"Huft, semoga aja Keisha gak marah lagi sama aku! Aku gak mau kehilangan kamu sayang, tolong tolak lamaran pria gak tahu diri itu!" gumam Alex di dalam hatinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...