
Di kediaman Bruce, kini Zayn baru berpamitan pada Keisha serta sang kakek untuk pulang ke rumah dikarenakan hari yang sudah malam. Ya sedari tadi memang Zayn masih berada disana, mengobrol bersama-sama sampai lupa waktu. Keisha sendiri juga melupakan sosok suaminya, karena memang Alex saat ini tidak tahu ada dimana dan sedang apa.
Disaat Bruce dan Keisha mengantar Zayn sampai ke depan rumah, tiba-tiba saja mobil Alex muncul di hadapan mereka dan tentunya membuat Keisha amat terkejut melihat keberadaan suaminya disana. Keisha tak menyangka jika Alex akan datang secepat ini, padahal tadinya ia mengira Alex tidak mungkin perduli padanya meskipun ia sudah mengirim pesan ke Alex untuk menjemputnya.
Melihat Alex turun dari mobil, sontak Bruce tersenyum senang karena mengira Alex datang kesana untuk menjemput cucunya. Lalu, Alex bergerak menghampiri mereka dengan wajah terkejut saat melihat keberadaan Zayn disana. Tentu saja Alex tak terima, ia langsung menunjukkan wajah kesalnya pada Zayn karena ia tahu bahwa pria itu menyukai Keisha sejak lama dan ingin memilikinya.
"Eh Alex, datang juga kamu. Ini Keisha udah nungguin loh daritadi," ucap Bruce tersenyum.
Alex membalas senyuman sang kakek, lalu turut mencium tangan pria tua itu sebagai rasa hormat meski saat ini ia sedang kesal. Ya Alex tentu kesal, karena ia melihat ada laki-laki lain disana yang sedang bersama istrinya. Namun, untuk saat ini ia tidak bisa meluapkan emosi lantaran sedang ada kakek dari Keisha yang tidak mungkin harus mendengar pertikaian mereka nantinya.
"Iya kek, saya kesini mau jemput Keisha. Maaf ya kalau lama, soalnya saya juga baru pulang tadi?" ucap Alex.
"Ah gapapa, Keisha juga kan aman disini sama kakek," ucap Bruce.
Alex lalu beralih menatap Keisha, tersenyum lebar sampai membuat istrinya itu gugup malu-malu dan menundukkan wajahnya yang memerah. Sedangkan Zayn yang ada di dekatnya hanya mengangguk saja ketika Alex meliriknya, Zayn pun kembali pamit pada mereka semua dan langsung bergegas menuju mobilnya untuk pergi dari sana dengan tergesa.
Kini Alex bergerak mendekati istrinya, meraih dua tangan Keisha dan menggenggamnya erat. Alex meminta maaf pada wanita itu karena sudah meninggalkannya begitu saja saat di sekolah tadi, Keisha yang memang baik hati akhirnya hanya bisa mengiyakan ucapan Alex dan dengan senang hati memaafkan pria itu tanpa marah sedikitpun.
"Nah, gitu dong kalian berdua harus romantis terus jangan pernah berantem apalagi karena hal sepele! Yasudah, mendingan kalian pulang aja biar bisa mesra-mesraan di rumah!" ucap Bruce.
"Ih kakek ngusir kita nih ceritanya? Parah banget sih kek, aku kan masih mau disini!" rengek Keisha.
"Gak gitu Keisha, tapi kamu kan itu sekarang sudah jadi istrinya Alex. Ya seharusnya kamu pulang sama suami kamu dong sayang," ucap Bruce.
"Iya sih kek, tapi Alex..." Keisha menghentikan ucapannya dan fokus menatap ke arah sang suami.
Alex tersenyum lebar, kemudian merangkul istrinya itu dari samping dan mengusap pundaknya dengan lembut sembari mengecup puncak kepala. Keisha pun tidak merasa ragu lagi, ia langsung membenamkan wajahnya di bahu sang suami seolah menikmati sentuhan lembut dari pria tersebut yang memang jarang terjadi.
"Yaudah deh kek, aku pulang sama Alex aja. Makasih ya kakek tadi udah bolehin aku kesini?" ucap Keisha.
"Iya Keisha, kalian hati-hati ya! Alex, titip Keisha dan jaga dia! Jangan ngebut-ngebut juga bawa mobilnya loh!" ucap Bruce.
"Siap kek!" ucap Alex patuh.
Setelahnya, mereka berdua pamit dari rumah tersebut sembari mencium tangan sang kakek. Barulah mereka melangkah ke dalam mobil, lalu disana Keisha tampak terus memandangi wajah suaminya yang tampan sambil tersenyum. Tak lupa juga Keisha mengusap lembut bulu-bulu halus yang tumbuh di wajah Alex dan menarik perhatiannya.
•
•
Di perjalanan, bahkan Keisha tak henti-hentinya menatap ke arah Alex dengan senyuman yang juga terus menghiasi wajahnya. Alex sendiri terlihat kebingungan, ia turut melirik wajah istrinya dan heran mengapa wanita itu terus saja memandang ke arahnya sampai saat ini. Padahal menurutnya, tidak ada sesuatu apapun yang berbeda darinya.
Sontak Alex coba bertanya pada istrinya lagi, karena bagaimanapun pandangan secara terus-menerus dari sang istri membuat Alex sulit fokus untuk menyetir mobilnya. Ia khawatir jika nantinya mobil mereka akan mengalami kecelakaan, dikarenakan ulah Keisha yang seperti itu. Namun, Keisha justru tak perduli dan malah terus tersenyum.
"Kei, kamu bisa berhenti sebentar gak senyum-senyum gitu ke aku?" ujar Alex agak kesal.
Keisha menggeleng dan malah meraih satu tangan pria itu untuk digenggam, "Enggak bisa Lex, aku senang banget soalnya karena malam ini kamu tuh udah lembut banget sama aku!" ucapnya tulus.
"Iya tau sayang, makanya aku senang banget hari ini. Please Lex, kamu kayak gini terus ya dan jangan pernah berubah lagi!" ucap Keisha.
"Berubah gimana? Dari dulu sampai sekarang, aku gini-gini aja tuh," ucap Alex pura-pura.
"Huh, kamu mah pake nanya segala! Kamu lupa apa sama sikap kamu belakangan ini ke aku? Terutama sejak kita menikah," cibir Keisha.
Alex tersenyum tipis dibuatnya, "Sudahlah, gak perlu dibahas lagi soal itu mah!" ucapnya santai.
Keisha terbelalak lebar, tapi ia memilih menurut dan melupakan saja kejadian yang sebelumnya terjadi diantara mereka. Keisha tidak ingin momen ini berakhir, ia juga mau Alex terus bersikap lembut padanya seperti ini agar ia tak perlu bersedih lagi. Lagipula, Keisha tahu jika selama ini Alex benar-benar tulus mencintai dan menyayanginya.
"Aku mau tanya deh sama kamu, kenapa sih kamu tadi bisa sama si Zayn itu di rumah kakek? Apa karena aku cuekin kamu, terus kamu jadi mau buka hati untuk laki-laki culun itu?" ujar Alex.
Deg
Keisha tersentak, ia tak menyangka Alex akan membahas soal itu saat ini. Di dalam hatinya, Keisha merasa bahagia karena ternyata masih ada rasa cemburu di hati Alex saat melihat ia berdekatan dengan laki-laki lain. Keisha pun tersenyum, yang tentunya membuat Alex merasa keheranan ketika melihat ekspresi gadis itu.
"Dih malah ketawa, aku itu lagi interogasi kamu loh Keisha!" tegas Alex.
"Hehe, aku seneng aja dengarnya Lex. Ternyata kamu masih punya rasa cemburu juga ya sama aku?" ucap Keisha dengan genit.
"Hah? Apa sih Keisha? Aku ini suami kamu loh, wajar lah kalau aku cemburu pas lihat kamu dekat sama laki-laki lain! Udah deh kamu gausah alihin pembicaraan, jawab aja pertanyaan aku yang tadi!" ucap Alex tegas.
"Tenang aja Lex, tadi Zayn cuma nganterin aku kok ke rumah kakek! Ya soalnya suami aku sendiri malah tinggalin aku gitu aja," ucap Keisha sedikit mengejek.
Deg
Kali ini Alex yang dibuat terkejut, ia spontan menghentikan mobilnya ke pinggir tepat setelah Keisha mengungkit hal tersebut. Alex kini fokus menatap wajah istrinya dari samping dengan tatapan tajam, seketika debaran jantung Keisha terus bergerak semakin cepat dan pegangannya pada lengan pria itu sudah terlepas.
"Hey, aku itu tinggalin kamu bukan karena sengaja loh. Tadi aku pergi buru-buru, karena aku mau cari bukti tentang siapa orang yang udah sebarin video kita lagi di hotel!" ucap Alex menjelaskan.
Keisha membelalakkan matanya, "Siapa pelakunya Lex? Kamu udah tahu kan?" tanyanya.
Alex menganggukkan kepalanya perlahan, "Iya Kei, ternyata pelakunya itu ada di dekat kita. Dia yang udah aku anggap sebagai sahabat sendiri, tapi dia malah tusuk aku dari belakang. Jujur aku benar-benar gak nyangka," jawabnya.
"Emangnya siapa sih pelakunya?" tanya Keisha lagi.
"Reno, dia orangnya yang sudah menyebarkan video kita sewaktu di hotel. Dia juga yang bikin kita berdua terpaksa menikah muda," jawab Alex.
"Apa??" Keisha tersentak kaget begitu mendengar jawaban dari Alex, ia sungguh tak menyangka jika ternyata Reno adalah dalang dari semua ini.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...