
Keesokan paginya, Alex terkejut saat tiba-tiba ada suara ketukan dari arah luar pintunya. Pria itu pun mendekat karena penasaran, ia coba mengintip melalui lubang yang tersedia untuk memastikan siapa orang di luar sana. Betapa terkejutnya ia, sebab ternyata orang yang mengetuk pintu barusan adalah Shella alias wanita menyebalkan itu.
Alex mengumpat di dalam hatinya, ia heran mengapa Shella bisa mengetahui alamat rumahnya yang baru ini. Padahal sebelumnya ia hanya memberitahu alamatnya kepada kedua orangtuanya, dan Alex pun berpikir jika mungkin saja mereka lah yang memberikan informasi mengenai tempat tinggalnya itu kepada Shella. Sehingga Shella dapat bebas datang kesana, seperti sekarang ini.
Setelah berpikir lumayan lama, Alex memutuskan membuka pintu dan keluar menemui gadis itu. Tampak Shella langsung tersenyum, lalu melambai ke arah Alex dengan sapaan ramah keluar dari mulutnya. Alex menatap tajam wajah gadis itu, seolah menunjukkan bahwa ia tidak senang dengan kehadiran Shella di rumahnya itu.
"Hai Lex! Senang banget aku ketemu kamu lagi disini, pasti kamu juga begitu kan!" ucap Shella sambil tersenyum lebar.
"Mau ngapain lu kesini? Siapa yang kasih tahu lu alamat rumah gue?" tanya Alex ketus.
"Ohh, aku tahu alamat ini dari mama kamu. Tadi aku iseng-iseng nanya kamu itu tinggalnya dimana, eh ternyata dikasih tahu sama mama kamu. Yaudah deh, aku kesini aja sambil bawain makanan buat kamu!" jelas Shella.
"Itu gak perlu, gue lebih suka masakan istri gue sendiri daripada makanan orang lain. Mending lu pulang deh, terus sarapan aja di rumah lu bareng sama keluarga lu itu!" ujar Alex mengusirnya.
"Kalau aku gak mau, gimana Lex?" goda Shella.
"Shella, udah ya please jangan bikin gue tambah kesal! Lu pergi sekarang, atau gue panggil satpam buat usir lu dari sini!" geram Alex.
"Tenang dong Alex! Aku cuma bawain makanan loh buat kamu, masa gitu aja diusir sih?" ucap Shella.
Alex terdiam dan memandang wajah Shella dengan tatapan tajamnya, ia benar-benar jengkel pada sikap gadis itu yang sulit sekali diberitahu dan tidak bisa diminta pergi dari rumahnya. Alex pun memilih berbalik badan lalu hendak masuk kembali ke dalam rumah, tetapi Shella lebih dulu mencegahnya dengan cara mencekal lengan pria itu.
"Lex tunggu! Mau kemana sih kamu buru-buru? Aku masih disini loh, harusnya kamu jangan main pergi tinggalin aku kayak gitu dong!" sentak Shella meminta Alex tetap bersamanya.
"Gue males ladenin lu, mending lu cepet pergi deh jangan ganggu gue terus! Gue ini udah punya istri, paham kan lu?" kesal Alex.
"Iya aku tahu, tapi aku akan terus berusaha untuk mengejar cinta aku ke kamu. Demi bisa dapetin kamu, aku bisa melakukan apapun loh. Sekarang kamu izinin aku masuk, ya?" bujuk Shella.
"Hah? Lo udah beneran gila ya? Gue gak mungkin bolehin lu masuk, di dalam itu ada Keisha. Please, lu pergi sekarang secara baik-baik!" ucap Alex.
Shella menggeleng pelan, "Aku bakal tetap disini sampai kamu mau bolehin aku buat masuk ke dalam, lagian aku gak akan bikin rusuh kok. Aku cuma pengen ajak kamu sarapan bareng sama aku," ucapnya membujuk pria itu.
"Cukup Shella, gue—"
"Lex, siapa yang datang?" tiba-tiba saja suara Keisha terdengar di telinga keduanya, yang sontak membuat Alex terkejut lalu menoleh ke arah belakang menatap istrinya itu.
"Eh Keisha?" lirih Alex begitu melihat keberadaan istrinya di dekatnya.
Keisha pun melangkah keluar dan berdiri di sebelah suaminya, ia terbelalak saat menyadari Shella lah yang ada disana. Sontak Keisha terlihat tak senang dengan keberadaan Shella, ia tak mengerti apa maksud Shella datang ke rumahnya pagi ini dan mengganggu istirahatnya. Langsung saja wanita itu mendekati Shella dan menatap tajam ke arahnya, membuat si gadis tersenyum seringai kali ini.
"Ngapain lu ada di depan rumah gue? Mau buat rusuh lagi, iya? Gak cukup apa sama semua yang udah lu lakuin ke gue malam itu, ha?" geram Keisha.
"Justru itu Keisha, gue kesini ya mau minta maaf sama lu. Nih buktinya gue bawain sarapan buat kalian berdua loh, sebagai tanda maaf gue atas kelakuan gue malam itu," ucap Shella.
Keisha menggeleng tak percaya, "Lo pikir gue percaya? Enggak Shella, orang kayak lu itu sulit buat dipercaya!" ucapnya tegas.
"Terserah deh, lagian sebenarnya gue kesini karena mau ketemu Alex. Jadi, lu mending gausah ikut campur deh dan biarin gue ngobrol berdua sama Alex!" ucap Shella.
Keisha semakin emosi dibuatnya, ingin sekali ia mendekat dan memberi pelajaran kepada Shella saat itu juga. Akan tetapi, Alex menghalanginya dan memberi kode pada Keisha untuk menahan diri agar tidak menimbulkan masalah. Keisha menurut, meski ia rasanya sangat sulit sekali untuk tenang dikala Shella tengah menggoda suaminya.
"Sayang, udah ya kamu tenang! Kita biarin aja Shella masuk ke dalam, dia juga kan gak mau cari keributan disini!" ucap Alex.
"Apa Lex? Kamu—"
Alex manggut-manggut perlahan sembari menatap wajah istrinya, sedangkan Keisha sendiri tampak sudah tak percaya dengan apa yang dikatakan suaminya tadi. Keisha sampai menggelengkan kepalanya, karena Alex malah mengizinkan Shella untuk masuk bersama mereka.
Sontak saja Shella begitu bahagia mendengarnya, gadis itu langsung jingkrak-jingkrak dan melangkah maju seolah berniat memeluk Alex. Beruntung Alex sigap menahan tubuh Shella, sehingga gadis itu tidak dapat memeluknya kali ini. Ya bahkan Alex juga memberikan sedikit dorongan padanya, sampai Shella nyaris terjatuh dibuatnya.
"Jangan kurang ajar ya Shella! Gue biarin lu masuk ke dalam, karena lu masih anak dari kerabat nyokap gue. Sekarang lu masuk aja, tapi ingat lu gak boleh berbuat macam-macam!" ucap Alex tegas.
"Siap Lex! Aku janji gak akan macam-macam, paling aku cuma mau godain kamu aja!" ucap Shella dengan genit.
Alex dengan cepat memalingkan wajahnya, seolah tak mau menatap wajah menggoda Shella saat ini. Terlebih gadis itu seperti sengaja mengedipkan matanya ke arah Alex, yang membuat Keisha naik pitam dan terus mengepalkan kedua tangannya bersiap menghajar gadis itu.
"Sudah sudah, ayo kita masuk! Untuk kali ini gapapa lu ikut sarapan bareng kita, tapi lain kali gue akan pikir-pikir lagi soal ini!" ujar Alex.
Shella menganggukkan kepalanya, lalu Alex pun segera berbalik dan melangkah masuk ke dalam rumah bersama istrinya. Saat Shella hendak mendekati Alex, dengan cekatan Keisha berhasil menepis tangan gadis itu dan mendorongnya kasar sampai Shella tersungkur memegangi kakinya yang merupakan bagian dari akting dirinya.
"Awhh sshh, jahat banget sih kamu Keisha! Aku salah apa coba sampai kamu dorong aku kayak gitu?" protes Shella.
"Heh! Lo pikir gue gak tahu lu tadi mau apa? Udah deh gausah kegatelan jadi cewek, dasar gak tahu diri!" umpat Keisha.
Kemudian, Keisha menarik lengan Alex dan membawanya pergi dari sana. Tentu saja Shella merasa jengkel kali ini, sebab rencananya gagal untuk membuat Alex menaruh perhatian padanya dan membenci Keisha. Shella pun terus menggerutu kesal, memaki-maki nama Keisha disana sembari memukul lantai.
•
•
Kini mereka sudah berada di meja makan, tampak Keisha tengah menyiapkan makanan untuk mereka sarapan pagi ini. Shella yang ada disana turut membantu Keisha menyediakan semuanya, meski Keisha tak ingin Shella melakukan itu. Akhirnya kedua wanita itu selesai membereskan semua, termasuk makanan yang Shella bawa dari rumahnya khusus untuk Alex tercintanya.
Keisha terlihat jengah dengan sikap Shella yang seolah sengaja menggoda suaminya, ia tak terima tentunya dan terus menatap sinis ke arah Shella seolah memintanya berhenti melakukan itu. Namun, Shella tampak tak perduli dengan itu dan terus saja memandangi Alex sembari menunjukkan ekspresi yang menggoda dan membuat Keisha makin kesal.
"Lex, mau makan yang mana dulu? Cobain masakan aku aja ya, ini enak banget loh kamu pasti suka deh!" ucap Shella berusaha merayu pria itu.
Kelakuan Shella makin menjadi-jadi, Keisha pun bergerak cepat mengambil piring kosong dari atas meja dan menuangkan nasi serta lauk ke dalam sana yang akan ia berikan untuk Alex. Shella tak mau kalah, gadis itu juga melakukan hal yang sama dan menaruh lauk yang ia bawa ke dalam piring itu lalu menyodorkannya pada Alex.
"Nah kamu makan yang ini aja Lex, aku jamin ini lebih enak dibanding masakan Keisha yang cuma itu-itu aja!" ucap Shella menyindir Keisha.
"Apa sih? Lu gausah sok asik deh, Alex cuma boleh makan masakan gue! Lagian belum tentu juga masakan mewah lu itu enak kok, palingan rasanya bikin sakit perut!" cibir Keisha.
"Heh, jangan sembarangan ya kalo ngomong! Masakan aku ini lebih spesial daripada kamu, aku yakin Alex pasti pilih punya aku!" ujar Shella.
Braakkk
Tiba-tiba Alex menggebrak meja dan menatap satu persatu wajah Keisha serta Shella, membuat kedua wanita itu kompak terdiam lalu terlihat bingung memandangi Alex. Ya sepertinya Alex sudah terpancing emosi, karena tingkah Keisha dan Shella yang berulang kali berebut melayani dirinya.
"Cukup Shella! Sekali lagi lu bikin masalah disini, gue gak akan segan-segan buat seret lu keluar dari rumah gue! Masih mending gue biarin lu masuk, jadi lu jangan seenaknya ya!" sentak Alex.
"Gak Shella, gue gak yakin soal itu. Gue tetap cuma mau makan masakan Keisha, mending makanan itu lu yang makan sendiri aja!" tegas Alex.
"Hah? Kok kamu tega sih sama aku, Lex? Kamu gak mau cicipin dulu gitu?" rengek Shella.
"Jangan mau Lex! Barangkali aja di makanan itu ditaruh racun, nanti kamu pingsan loh kalo makan itu!" Keisha menyela dan sengaja mencibir Shella sembari tersenyum menyeringai.
Shella pun tersulut emosinya, "Diam kamu Keisha! Aku gak mungkin ngelakuin itu, aku ini cinta sama Alex dan aku cuma mau buktiin kalau aku lebih jago segalanya dari kamu!" ucapnya tegas.
"Cih, dasar gak tahu diri!" cibir Keisha.
Alex yang pusing kembali menengahi keduanya agar tidak terus bertengkar, ia tidak mau istrinya dan Shella bermusuhan seperti itu. Biar bagaimanapun, Alex tetap ingin mereka berdua menjadi sahabat baik yang walau itu mustahil terjadi.
Shella terus merengut dibuatnya, berusaha menggoda Alex untuk membelanya kali ini. Namun, tak semudah itu Alex tergoda dengan pesona yang ditunjukkan Shella. Cintanya kepada Keisha, tentu lebih besar dibanding apapun yang ada di dunia ini atau yang dimiliki Shella.
Keisha sendiri terkekeh saja melihat ekspresi yang ditunjukkan Shella saat ini, ia tahu betul Shella tengah berusaha menggoda suaminya. Tetapi Keisha berusaha tak habis pusing, ia malah memberikan piring di tangannya kepada Alex untuk segera menikmati sarapan bersama.
"Udah Lex, kita makan duluan aja yuk! Dia mah gausah diperduliin, maklum bocah labil kayak dia itu sukanya ganggu hidup orang lain!" ucap Keisha.
"Iya sayang."
Alex tersenyum lebar, kemudian menampani piring pemberian Keisha dan memakannya lahap. Ya sepasang suami-istri itu memulai sarapan lebih dulu, mereka bahkan tampak mengumbar kemesraan dengan sengaja di hadapan Shella.
"Sial! Awas aja kamu Keisha, aku bakal rebut Alex dari kamu!" umpat Shella dalam hati.
•
•
Setelah kepergian Shella dari rumah itu, Keisha kini merasa lebih tenang dan lega karena sumber masalahnya telah pergi. Keisha pun menghampiri suaminya, tersenyum lebar dan ikut duduk di sebelah lelaki itu. Alex menyadarinya, lalu memberi kecupan manis di pipi wanita itu sembari merangkul pundaknya dengan erat dan mengusap lembut.
Keisha tampak membenamkan wajahnya pada bahu sang suami, ia masih benar-benar teringat dengan kejadian saat Shella datang ke rumahnya tadi dan berusaha menggoda Alex dengan pesonanya. Keisha sungguh tak terima, ingin rasanya ia membalas dendam dan memberi pelajaran kepada Shella atas apa yang sudah dia lakukan tadi. Namun, tentu saja Alex menolak itu karena dia tak mau istrinya nanti terluka dan kenapa-napa.
"Lain kali kamu jangan bersikap seperti itu ya di depan Shella, sayang! Kalau dia gak terima terus ngadu ke mama aku gimana? Kan bisa repot nanti urusannya sayang," ucap Alex.
"Lex, kamu itu kenapa malah belain dia sih? Dia itu mau jadi pelakor loh di rumah tangga kita, harusnya kamu tegas dong ke dia!" ucap Keisha.
"Eee iya aku tahu sayang, aku juga gak mau beri dia ruang untuk masuk lebih jauh ke dalam rumah tangga kita. Tadi itu aku cuma gak pengen dia ngadu ke mama yang enggak-enggak," ucap Alex.
"Ya harusnya kamu lebih tegas dong, kalau dia ngadu ya kamu tinggal aduin balik lah sayang! Bilang ke mama, kalau Shella itu terang-terangan mau ngerebut kamu dari aku!" ucap Keisha tegas.
"Gak bisa sayang, aku gak mau libatin mama ke dalam urusan rumah tangga kita!" ucap Alex.
Keisha memutar bola matanya dan beranjak dari dekapan suaminya, ia merasa jengkel dengan sikap Alex yang terlalu baik pada Shella. Ia tentu tak mau, kebaikan Alex malah disalahartikan oleh Shella yang mengira jika Alex memberi harapan padanya. Keisha tahu Shella itu seperti apa, ia khawatir Alex justru akan terpincut dengan pesona si gadis nanti.
"Mau kemana kamu sayang? Suaminya kok ditinggal gitu aja sih?" tanya Alex penasaran.
"Aku mau pergi, nanti setelah pikiran kamu normal lagi baru deh aku bakal kembali ke rumah ini dan tinggal sama kamu!" jawab Keisha ketus.
Alex terkejut, ia spontan berdiri menghampiri Keisha dengan tatapan penasarannya. Tentu Alex tak mau Keisha pergi dari rumah itu, apalagi ia tak tahu kemana Keisha akan pergi kali ini. Ia pun berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah istrinya itu, dan meminta Keisha tetap disana bersamanya.
"Jangan gitu lah sayang! Okay, aku minta maaf ya kalau kata-kata aku tadi salah dan bikin kamu bete!" ucap Alex membujuknya.
"Huft, tau ah Lex aku bete sama kamu! Aku mau ke rumah kakek, minggir!" ketus Keisha.
Alex menggeleng menolaknya, "Jangan sayang! Biar aku yang antar kamu ya? Sekalian aku mau silaturahmi juga sama kakek kamu," ucapnya.
"Gausah, aku sendiri aja. Kamu mending telpon tuh si Shella dan suruh dia temenin kamu!" ujar Keisha.
"Hah? Kamu kok gitu sih sayang? Aku gak ada perasaan apa-apa sama Shella, please deh kamu jangan bilang begitu!" ucap Alex.
"Ya kalau emang gitu, kamu nurut sama aku dong sayang!" pinta Keisha.
Alex memalingkan wajahnya, ia sungguh bingung apakah ia harus menuruti kemauan Keisha atau tidak sekarang ini. Pasalnya ia khawatir hal itu malah akan membuat mamanya bermusuhan dengan temannya, dan Alex tidak mau itu terjadi.
"Kenapa diam? Kamu pasti gak mau turutin kemauan aku kan, Lex?" tanya Keisha.
"Eee sebentar sayang, aku masih pikir-pikir dulu soal itu! Kamu tolong jangan marah ya, jangan pergi juga tinggalin aku!" bujuk Alex.
"Udah ah Lex, aku mau tinggal sama kakek aja untuk sementara waktu sampai kamu sadar!" ucap Keisha.
"Ja-jangan sayang! Kamu disini aja, aku sebagai suami kamu gak akan izinin kamu buat pergi tinggalin aku!" sentak Alex.
"Aku gak perduli, aku tetap mau pergi!" kekeuh Keisha.
Alex menggelengkan kepalanya melihat reaksi wanita itu saat ini, kekerasan Keisha membuat Alex bingung harus bagaimana lagi. Keisha pun pergi begitu saja meninggalkan Alex, lalu melangkah keluar dari rumah dan berusaha mencari ojek untuk mengantarnya menuju rumah sang kakek.
Pria itu mencoba mengejar keluar, berusaha menahan Keisha untuk tidak pergi dari sana. Biar bagaimanapun, Alex tak ingin ditinggal oleh Keisha saat ini. Alex sangat mencintai wanita itu, sehingga ia tak akan mungkin bisa tinggal sendiri tanpa adanya Keisha. Kini pria itu berhasil mencekal lengan wanitanya, memohon supaya Keisha bertahan dan tidak meninggalkannya.
"Kei, aku mohon jangan tinggalin aku sayang! Aku ini cinta sama kamu, aku gak bisa hidup tanpa kamu Keisha!" bujuk Alex.
Keisha menghela nafasnya kasar, "Begini yang namanya cinta, hm? Kamu lebih belain Shella daripada aku, darimana cintanya coba kalo kayak gitu?" ucapnya kesal.
"A-aku bukan mau belain Shella, sayang. Aku ini cintanya cuma sama kamu, bukan sama Shella atau wanita yang lainnya," ucap Alex tegas.
"Yaudah, buktiin dong!" pinta Keisha.
Alex benar-benar bingung saat ini, terlebih Keisha menarik tangannya dan berhasil lepas darinya. Lagi dan lagi Keisha pergi meninggalkan suaminya, membuat Alex sontak berlari mengejar Keisha dan berteriak menahannya.
"Keisha, tunggu Keisha! Biar aku aja yang antar kamu ya sayang?" teriak Alex membujuknya.
Keisha tak mau mendengar, wanita itu malah mencegat taksi yang lewat di depannya dan berniat naik kesana. Namun, Alex berhasil menggapai tangannya dan mencengkeramnya kuat sambil meminta wanita itu tetap disana. Keisha menolak, berusaha berontak sembari meminta dilepaskan oleh suaminya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...