Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 128. Penjelasan Lana


Alex berhasil menenangkan adiknya yang tadi sempat histeris setelah mengetahui kenyataan bahwa dirinya saat ini tengah hamil, untungnya Alex dapat melakukan itu dan membuat Lana lebih tenang dari sebelumnya. Didekapnya dengan erat tubuh sang adik, sembari ia juga mengusap lembut lengan serta wajah gadis itu. Alex tahu bagaimana perasaan Lana saat ini, hanya saja Alex juga masih bingung mengapa adiknya itu bisa dinyatakan hamil.


Perlahan-lahan Alex mulai menanyakan hal itu pada adiknya, Alex ingin mengetahui semua secara jelas dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Alex yakin jika ini semua terjadi karena paksaan, sebab yang ia tahu Lana adalah sosok gadis lugu dan polos. Tidak mungkin Lana mau melakukan itu bersama pria dengan senang hati, pastinya Lana dijebak atau malah diperkosa oleh seseorang yang Alex sendiri belum tahu siapa orang itu.


"Sayang, lu sekarang udah bisa jawab pertanyaan gue kan? Siapa yang lakuin ini ke lu, hm? Apa lu diperkosa? Kalau iya, kapan kejadian itu terjadi dan siapa yang udah lakuin itu?" tanya Alex pada adiknya dengan sedikit berhati-hati.


"Umm...." Lana terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan kakaknya, ia malah memalingkan wajahnya dan berusaha menghindar dari tatapan Alex yang terus memaksanya menjawab.


Namun, Alex kembali berhasil menarik wajah gadis itu agar menatap ke arahnya. Lana kini tak memiliki pilihan lain, ia harus menceritakan semua yang ia alami kepada Alex agar pria itu tidak lagi cemas terhadap dirinya. Lagipula, ia yakin kalau Alex tak akan mungkin memarahinya atau bahkan menghukumnya karena pria itu menyayanginya.


"Gimana Lana, lu bisa jawab sekarang? Gue minta lu jujur sama gue, biar gue bisa bantu lu!" ucap Alex.


"Kak, tapi kalau aku jujur kakak harus janji ya sama aku! Kakak gak boleh marah atau ceritain ini ke mama sama papa, aku gak mau mereka kecewa kak!" pinta Lana.


Alex mengangguk kali ini, "Okay, gue turutin mau lu. Sekarang lu bisa jelasin semua ke gue, gue janji gak akan bilang ke siapa-siapa tentang ini!" ucapnya.


Lana pun menghela nafasnya sambil memejamkan mata, rasanya begitu sulit bagi Lana untuk menceritakan pengalaman pertama dirinya saat bersama Zikri itu. Apalagi, ia tak menyangka kalau kejadian itu akan membuat dirinya hamil. Kini Lana benar-benar menyesal, seandainya saja dulu ia tidak terpikat dengan godaan dari Zikri, maka pasti saat ini ia tak perlu bersedih dan kebingungan.


"Ja-jadi, waktu itu aku dibawa ke apartemen cowok aku kak," ucap Lana lirih.


Alex mengernyitkan dahinya, "Terus terus? Apa si cowok kamu itu yang maksa kamu untuk ngelakuin ini, hm? Kamu diperkosa sama dia?" tanyanya penuh penasaran.


"Enggak kak, dia gak maksa aku. Dia godain aku, terus akhirnya aku kegoda. Sampai kemudian, aku sama dia melakukan itu untuk pertama kalinya. Dia lupa pake pengaman, dia juga keluarin semuanya di dalam rahim aku," jelas Lana.


Deg


Alex tersentak, penjelasan dari adiknya itu benar-benar membuatnya terpukul. Alex tak percaya jika ternyata Lana melakukan itu secara sadar bersama kekasihnya, kini Alex pun menepuk jidat dan menyesal karena telah gagal dalam menjaga adiknya. Padahal, selama ini Alex sangat menyayangi adik tercintanya itu.


"Maafin aku kak, aku emang gak bisa jaga diri! Aku terlalu bodoh dan nurut gitu aja sama ucapan pacar aku, aku benar-benar nyesel kak!" ucap Lana.


"Siapa pacar lu itu? Apa dia pria yang pernah datang ke rumah kita?" tanya Alex.


Lana terdiam, ia ragu untuk menjawab pertanyaan Alex karena ia khawatir Alex akan datang menemui Zikri dan menghajarnya.




Sementara itu, Keisha masih terjebak di rumahnya sendiri bersama sosok pria yang tidak ingin ia temui sebenarnya. Keisha merasa bingung harus berkata apa lagi kepada Revan, pasalnya pria itu terus saja mengganggunya saat ini. Revan tidak ingin pergi dari sana, bahkan hingga kini ia tetap terduduk santai sembari memandangi wajah Keisha.


"Kei, kamu kenapa menghindar terus sih? Kamu gak mau aku sentuh gitu? Apa salahnya coba kalo kita pegangan tangan, hm?" tanya Revan.


Keisha menggeleng perlahan, apa yang dikatakan Revan sungguh membuatnya tak percaya. Ia heran mengapa Revan jadi seperti ini dan banyak berubah, padahal dahulu ia mengenal Revan sebagai lelaki yang baik dan suka menolongnya. Akan tetapi, saat ini Revan sangat berbeda dibanding Revan yang pertama kali ia kenal dulu.


"Kamu itu kenapa sih, Van? Apa coba yang bikin kamu jadi kayak gini sekarang?" heran Keisha.


"Loh, aku gapapa kok. Perasaan aku gini-gini aja deh, emang ada yang salah ya dari aku? Kamu tuh mikir apa sih Keisha?" ucap Revan membela diri.


"Enggak Van, ini bukan kamu yang aku kenal. Kamu udah berubah!" ucap Keisha.


Revan terkekeh saja dan masih tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Keisha, tapi kemudian ia menggeser kursinya agar lebih dekat dengan Keisha dan menatapnya tanpa berkedip sama sekali. Revan ingin meyakinkan Keisha kalau saat ini yang ada di hadapannya adalah benar Revan, sebab ia tak pernah mengalami perubahan apapun itu.


"Kamu coba deh tatap muka aku sekarang, kamu teliti lagi dengan benar! Ini tuh beneran aku, aku gak ada berubah sama sekali kok. Kamu salah kira Keisha, aku masih tetap Revan yang dulu!" ucap Revan dengan tegas.


"Terserah kamu lah, aku bingung harus gimana cara ngadepin kamu!" ketus Keisha.


"Eh kok kamu bicaranya gitu sih? Apa kamu gak kasihan sama aku gitu? Aku kesini jauh-jauh loh, aku pengen lihat senyuman manis kamu dan sikap lembut kamu itu," ucap Revan.


"Maaf, aku gak bisa kasih senyuman aku buat laki-laki lain selain suami aku!" tolak Keisha.


"Hahaha, kamu ada-ada aja Keisha! Segitu setianya ya kamu sama Alex? Beruntung banget dia tuh bisa dapetin istri kayak kamu," ucap Revan.


"Biasa aja," singkat Keisha.


Wanita itu kini memalingkan wajahnya, ia berusaha menguatkan diri dan lebih tenang lagi dalam menghadapi Revan saat ini. Keisha juga tidak boleh termakan apapun ucapan yang dilontarkan Revan, sebab ia tahu pria itu memendam rasa pada dirinya dan mungkin saja Revan kali ini akan berusaha untuk menggoda atau merayu dirinya.


"Eee aku mau ke dalam dulu ya cek Kenzie? Kamu boleh tunggu disini, atau kalau mau ya pulang aja itu lebih baik!" ucap Keisha.


"Ah enggak, aku belum mau pulang. Aku bakal disini sampai kamu kembali, bawa aja Kenzie nya kesini biar ikut ngobrol sama kita! Sekalian aku mau kenalan sama dia," ucap Revan.


"Hah??" Keisha terkejut dibuatnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...