Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 102. Biang keladi


Lana yang bersiap untuk berangkat sekolah di pagi hari ini, tampak terkejut ketika sosok lelaki yang ia kagumi tiba-tiba sudah berada di depan pagar rumahnya dan seolah tengah menunggunya. Tentu saja gadis itu amat syok, ia tak menyangka jika Zikri akan datang kesana untuknya. Ya walaupun ia masih belum tahu, apakah Zikri datang karena ingin menjemputnya atau hanya kebetulan lewat disana.


Gadis itu pun segera menghampiri Zikri di depan sana dengan langkah perlahan, ia tersenyum seraya merapihkan rambutnya agar tidak memalukan ketika berhadapan dengan pria itu nanti. Sedangkan Lana Zikri sendiri masih tampak belum menyadari keberadaan Lana di dekatnya, ya pria itu fokus menatap ke arah lain sambil mengetuk-ngetuk body motor miliknya dan membayangkan sosok wanita di kepalanya.


"Ehem ehem!" deheman pelan dari Lana, sudah cukup untuk membuat Zikri terkejut lalu menoleh ke arahnya.


Saat itu juga Zikri tersenyum, ia senang karena gadis yang ia tunggu sedari tadi akhirnya muncul juga. Zikri bergegas turun dari motornya, mendekati Lana yang masih berdiri di dalam pagar rumahnya tanpa berniat membukanya sama sekali. Tentu saja Zikri juga hanya bisa memandang Lana dari balik pagar, walau perasaannya sedikit kecewa karena hal itu.


"Hai Lana, selamat pagi! Sorry ya kalau gue datang kesini gak ngabarin dulu, gue kebetulan aja lewat sini tadi. Soalnya gue abis dari rumah teman gue, makanya gue sekalian mampir deh," ucap Zikri.


"Ohh, gitu ya Zikri? Terus kamu mau apa datang ke rumah aku sekarang?" tanya Lana.


"Eee mau ajak lu berangkat ke sekolah bareng, gimana? Lu mau kan dibonceng sama anak basket yang kece ini?" jawab Zikri tanpa ragu.


Deg


Lana terkejut bukan main, jawaban Zikri barusan sangat membuatnya bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Di satu sisi ia senang dengan tawaran pria itu, tapi di sisi lain entah mengapa ia masih sulit untuk mempercayai semuanya. Bagaimana bisa Zikri berubah sikap dalam waktu sekejap seperti ini? Dari yang dulunya cuek dan tidak perduli sama sekali dengannya, sampai sekarang tiba-tiba berubah baik dan malah ingin mengantarnya ke sekolah.


"Mau mau aja sih, tapi ada yang cemburu gak nih kalau aku bareng sama kamu? Secara kamu kan banyak yang naksir tuh, nanti aku bisa dimusuhin sama cewek-cewek di sekolah," ucap Lana.


"Santai aja kali, mereka mah gausah dipikirin! Udah yuk kita berangkat sekarang, tapi sebelum itu dibuka dulu nih gerbangnya biar enak!" ucap Zikri.


"Okay." Lana mengangguk dibuatnya.


Lalu, Lana pun membuka pintu gerbang rumahnya sesuai permintaan Zikri tadi. Kini gadis itu berdiri tepat di hadapan Zikri, tersenyum lebar dan meletakkan kedua tangannya di depan. Zikri yang melihatnya tampak cukup terpukau, apalagi penampilan Lana kali ini yang terlihat menarik dan mampu membuatnya terpesona.


"Lo cantik juga ya Lana, kagum gue sama lu! Selain itu, lu juga manis!" ucap Zikri memuji gadis itu.


Lana pun merasa terbang setelah dipuji oleh pria yang ia sukai, wajahnya memerah dan ia benar-benar malu menatap langsung pria di depannya. Sontak Zikri bergerak semakin mendekati gadis itu, tak lupa dia membawa helm untuk dipakai di kepala Lana agar tidak terluka ketika jatuh nantinya. Zikri berniat memakaikan helm itu secara langsung di kepalanya, namun sepertinya Lana masih merasa canggung.


"Umm, kamu mau ngapain?" tanya Lana gemetar.


"Cuma mau masang helm kok, tenang aja gak perlu panik gitu!" jawab Zikri sambil tersenyum.


"Eee....."




Disisi lain, Keisha dan Alex masih terlibat perbincangan serius di apartemen mereka. Keduanya terduduk di sofa sambil saling menatap wajah satu sama lain dengan serius, satu tangan Keisha terlihat mengepal dan rahangnya mengeras ketika mengingat foto yang diperlihatkan Revan sebelumnya mengenai Alex dan Anya.


Kini Alex masih berusaha meyakinkan Keisha, kalau sebenarnya diantara ia dan Anya memang tidak terjalin hubungan apapun. Kejadian disaat dirinya mabuk, itu juga belum tentu benar dan ia pun tak yakin jika ia sudah melakukan hubungan badan dengan Anya kala itu. Apalagi, saat ia terbangun ia tak merasakan apapun pada tubuhnya.


"Kamu percaya deh sama aku, aku yakin banget malam itu aku sama Anya gak ada ngelakuin apa-apa! Kamu jangan marah ya sayang, maafin aku!" ucap Alex dengan tegas.


"Kenapa aku harus percaya sama kamu kali ini, mas?" tanya Keisha pada suaminya.


"Terus soal foto itu gimana, mas?" tanya Keisha lagi.


"Ya kan aku udah jelasin, aku emang pergi ke bar waktu itu sama teman aku. Terus disaat aku lagi mabuk, ada Anya yang tiba-tiba datang dan duduk di dekat aku sayang. Abis itu, aku gak tahu lagi kelanjutannya gimana," jelas Alex.


"Tuh kan, berarti bisa aja kan kamu sama dia main tanpa sepengetahuan kamu? Waktu itu kan kamu lagi gak sadar," ucap Keisha merengut.


"Eee ya soal itu aku gak tahu sih sayang, tapi waktu aku bangun tuh aku gak ngerasa sama sekali bekas percintaan gitu. Tubuh aku juga biasa-biasa aja, aku yakin kita gak ngapa-ngapain kok!" ucap Alex.


"Masa?" Keisha masih terlihat tak mempercayainya.


Alex manggut-manggut perlahan sembari mengangkat dua jarinya, ia yakin kalau memang antara dirinya dan Anya tidak melakukan apa-apa malam itu. Jika benar Alex telah menyetubuhi Anya, maka pasti Alex akan merasakan bekasnya dan tidak mungkin juga ia bisa diam saja dalam tidurnya saat Anya menggoyang di atasnya.


"Yaudah, aku kali ini percaya sama kamu. Tapi, aku minta kita sekarang ketemu sama Anya supaya aku bisa tanya langsung ke dia!" ucap Keisha.


Deg


Alex melotot lebar, ia tak menyangka dengan permintaan yang diajukan Keisha itu bahwa dia ingin bertemu dengan Anya saat ini. Tentu saja sangat sulit bagi Alex untuk mengiyakannya, karena hingga kini dirinya saja sangat membenci wanita itu. Jika ia harus mempertemukan Keisha dan Anya, bukan tidak mungkin kedua wanita itu akan saling berkelahi karena memperebutkan dirinya.


"Kamu gak ada permintaan lain apa sayang? Misal martabak atau kue pancong gitu? Masa harus ketemu sama Anya sih? Dia itu orang jahat sayang, dia suka godain aku!" ucap Alex.


"Ya biarin, aku mau tahu langsung dari dia soal kejadian malam itu. Katanya kamu kan gak sadar, barangkali dia masih sadar," ucap Keisha kekeuh.


"Tapi sayang, dia pasti jawabnya bohong dan bilang kalau aku sama dia udah melakukan hubungan badan. Aku gak mau nanti kamu malah terpengaruh sama dia," ucap Alex.


"Gimana kalau dia jujur dan kalian emang benar begituan?" tanya Keisha.


Alex terdiam, ia berpaling dan menepuk jidatnya karena merasa pusing menghadapi sikap sang istri yang masih belum bisa mempercayainya. Padahal, ia sudah mengatakan semua dengan jujur dan seharusnya Keisha percaya padanya. Namun, kali ini wanita itu malah ingin dipertemukan dengan Anya dan bertanya langsung pada Anya.


"Gini deh, sebenarnya siapa sih orang yang udah kasih lihat foto itu ke kamu? Aku penasaran, darimana orang itu bisa dapat fotonya?" tanya Alex.


Kini giliran Keisha yang dibuat diam dengan pertanyaan yang diajukan pria itu, tidak mungkin ia berani berkata jujur bahwa foto yang ia dapatkan itu berasal dari Revan. Jika sampai itu terjadi, pastinya Alex akan sangat kesal karena Alex memang amat membenci Revan dari dulu hingga sekarang. Bahkan, mereka masih saling membenci.


"Sayang, ayo dong jawab aku! Siapa yang kasih lihat foto itu ke kamu, hm?" tanya Alex lagi.


Keisha menghela nafasnya, "Revan." wanita itu berkata jujur, dan berharap Alex tidak akan terpancing emosi setelah mendengarnya.


"Apa? Revan??" Alex syok bukan main.


"Darimana si laki-laki sialan itu dapat foto gue sama Anya? Kenapa juga dia bisa tahu tentang kehidupan gue selama di luar negeri?" batin Alex.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...