
Hari sekolah kembali tiba, pasangan suami-istri muda itu pun juga telah bersiap untuk berangkat ke sekolah mereka di pagi hari ini setelah menyelesaikan skorsing dua Minggu mereka. Ya tampak Alex sudah lebih dulu rapih dibanding Keisha, maka dari itu Alex berniat pergi lebih dulu tanpa perduli dengan istrinya disana.
Namun, karena tak ingin berangkat sendirian Keisha pun meminta suaminya untuk menunggu. Biarpun Alex sering kasar dan cuek padanya, Keisha tetap saja bersikap hormat pada Alex dan menjadi istri yang baik baginya. Kini setelah tak tega melihat ekspresi sang istri, akhirnya Alex menurut dan tidak jadi pergi seorang diri karena kasihan pada Keisha.
Alex pun menunggu Keisha sembari bermain ponsel, ia terduduk di pinggir ranjang dan tampak senyum-senyum sendiri sambil melihat layar ponselnya. Hal itu tentu mengundang rasa curiga dari Keisha, sebab tak biasanya Alex bertingkah seperti itu saat tengah bermain ponsel. Akan tetapi, Keisha tak memiliki alasan yang jelas atau bukti untuk bisa menegur suaminya itu.
"Lex, sebenarnya kamu ngeliatin apa sih? Kok sampai senyum-senyum sendiri kayak gitu?" tanya Keisha bermaksud menegur suaminya.
Sontak Alex menoleh ke arahnya dan meminggirkan sejenak ponsel miliknya, tapi dari raut wajahnya terlihat jika Alex tak suka saat Keisha banyak bertanya seperti itu. Alex ingin kebebasan, dan apa yang dilakukan Keisha barusan sama saja membuat dirinya kesal dan merasa tidak bebas. Ya Alex adalah tipe orang yang tak suka jika hidupnya diatur atau ditekan, maka dari itu ia langsung berubah ketika Keisha menegurnya barusan.
"Bukan apa-apa, emangnya kamu harus tahu ya semua yang aku lakuin?" ucap Alex ketus.
"Gak gitu Lex, aku kan cuma nanya. Kalau kamu gak mau jawab, yaudah gapapa. Kamu gausah marah gitu dong, maaf ya sayang?" ucap Keisha cemas.
"Yaudah, cepetan kamu dandannya jangan kelamaan nanti telat!" ujar Alex tegas.
"I-i-iya Lex..."
Alex pun kehilangan mood-nya, ia beranjak dari tempatnya lalu berjalan keluar kamar. Keisha bertanya padanya hendak kemana, tetapi Alex tak menjawab dan malah pergi begitu saja. Keisha sontak panik, gadis itu langsung mempercepat make-upnya agar tidak ditinggal oleh Alex. Akibatnya, dia sampai memakai bedak terlalu banyak serta lipstik nya yang terkena bagian pipi.
Keisha langsung bergegas keluar kamar, mengejar suaminya yang ternyata memang sudah lebih dulu keluar dari unit apartemen itu. Beruntungnya Keisha masih dapat menyusul sang suami saat di depan lift, sehingga gadis itu tidak perlu merasa takut lagi jika harus pergi ke sekolah sendirian. Ekspresi juga terlihat biasa saja saat istrinya menggandeng tangannya dan tersenyum manja ke arahnya.
Mereka lalu sama-sama melangkah keluar apartemen, menuju tempat parkir dimana mobil pria itu berada. Keisha merasa senang pagi ini, karena Alex tak menolak saat ia menggandeng tangannya. Pria itu hanya terdiam saja seolah memberi izin, tentunya Keisha berharap jika ini adalah awal mula dari kembalinya sosok Alex yang dulu amat ia cintai.
"Kamu tuh gak pernah cross check dulu apa sebelum berangkat? Dandanan kamu itu loh aneh banget, udah bedak ketebalan terus lipstik kemana-mana! Gak malu nanti di sekolah?" ucap Alex mencibir istrinya.
"Hah masa sih??" Keisha terperanjat kaget, ia langsung mengambil kaca miliknya dari dalam tas dan memeriksa ucapan suaminya tadi.
Betapa syoknya Keisha melihat kondisi wajahnya saat ini, ia tak mengira kalau sangking terburu-buru nya ia sampai salah memakai lipstik dan tidak enak dipandang. Tentunya gadis itu langsung berupaya menghilangkan bekas lipstik di pipinya, tapi tanpa diduga Alex justru membantu dengan cara memberikan tisu basah pada istrinya itu.
Barulah mereka masuk bersama-sama ke dalam mobil, disana Keisha terus tersenyum menatap wajah suaminya dan berharap agar Alex mau kembali seperti dulu. Keisha sangat mencintai Alex, ia juga yakin kalau Alex pun masih cinta padanya hingga detik ini. Hanya saja kejadian pernikahan mereka, yang membuat Alex jadi cuek padanya.
•
•
Singkat cerita, mereka tiba di sekolah dan bergegas turun dari mobil bersama-sama. Keisha hendak menggandeng tangan Alex dan mengajak pria itu masuk bersamanya, tetapi Alex malah menolak tak ingin Keisha melakukannya. Sontak Keisha menatap bingung, ia tak mengerti mengapa Alex tiba-tiba saja menghentak tangannya.
"Lex, kamu kenapa sih? Kamu gak mau gandengan sama istri kamu sendiri?" tanya Keisha.
"Tapi Lex, semua orang juga udah tahu kali kalau kita nikah. Kamu gak perlu sembunyiin ini semua lah," ucap Keisha keheranan.
"Kata siapa? Yang tahu tentang pernikahan ini cuma kita berdua dan teman-teman kita, sisanya masih belum tahu kalau kita sudah menikah. Jadi, aku harap kamu ngertiin yang aku bilang!" ucap Alex.
"Hah??" Keisha menganga lebar dibuatnya.
Alex pun langsung berbalik dan hendak pergi, Keisha yang tak ingin tertinggal berusaha mengejar pria itu serta mencekal lengannya. Namun, dengan kasar Alex justru menghentak kembali tangannya hingga Keisha tersungkur ke jalan. Gadis itu meringis saat tubuhnya membentur aspal, ia memanggil sang suami tetapi tak ada kepedulian dari pria itu.
Ingin rasanya Keisha menangis sekeras-kerasnya meratapi nasib yang ia alami saat ini, namun itu semua tak ada artinya karena tetap saja Alex tak akan berubah baik padanya. Kemudian, tanpa diduga sebuah tangan terulur ke arahnya dan membuat Keisha tercengang. Begitu ia menoleh, rupanya itu adalah tangan dari Reno alias teman satu geng Alex yang cukup dekat dengannya.
"Kamu gapapa kan? Yuk aku bantu kamu berdiri!" ucap Reno menawarkan diri.
"Eee udah gapapa, kamu gak perlu repot-repot bantu aku. Aku gak mau mas Alex lihat terus salah paham, nanti yang ada dia malah ngira kalau aku ini istri gak benar lagi," ucap Keisha menolak.
"Alex aja udah pergi jauh tuh, dia gak perduli sama kamu Keisha," ucap Reno.
Keisha menggeleng tegas, "Aku tetap gak mau terima bantuan kamu, aku ini istri orang dan gak boleh sembarangan sentuhan sama cowok lain tanpa sepengetahuan Alex!" ucapnya.
"Kamu tuh penurut banget ya jadi istri? Padahal Alex aja di luar sana udah sering sentuh banyak cewek selain kamu," ucap Reno sambil terkekeh.
Deg
Mata Keisha terbelalak seketika, menatap ke arah Reno dengan tajam seolah meminta penjelasan. Sungguh ia tak percaya jika Alex melakukan itu, karena ia yakin Alex bukanlah pria gampangan yang suka bermain wanita. Selama ini saja Alex tak pernah memaksa untuk menyentuhnya, maka dari itu Keisha pun tak mudah percaya pada ucapan Reno.
"Apa maksud kamu? Jangan bicara yang enggak-enggak ya tentang suami aku, dia itu gak begitu!" ucap Keisha keras.
"Cih, kamu cari tahu aja sendiri Keisha! Kita lihat, perkataan siapa yang benar!" tantang Reno.
Tanpa seizin Keisha, kini Reno membantu gadis itu berdiri dan mengusap lembut rambutnya yang berantakan. Setelah itu, Reno pun pergi begitu saja meninggalkan Keisha disana dengan wajah bingung. Ya Keisha masih penasaran, apakah yang dikatakan Reno mengenai Alex memang benar atau pria itu hanya ingin menjelek-jelekkan suaminya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...♥️♥️...