
Alex telah berada di dalam rumahnya bersama Mayra yang tentunya mengajak pria itu untuk masuk dan melanjutkan ceritanya sambil terduduk, Mayra juga tak henti-hentinya memeluk maupun merangkul putranya saat ini. Ya Mayra begitu senang, karena putra yang ia sayangi itu ternyata masih hidup dan ia tidak perlu sedih lagi karena hal tersebut.
Selama ini Mayra selalu mengira putranya itu telah tiada, bahkan ia meminta Keisha melupakan Alex meskipun wanita itu terus saja mengatakan dan meyakini bahwa Alex masih hidup. Mayra merasa bodoh dan menyesal karena tidak mempercayai ucapan Keisha, nyatanya Alex sekarang memang benar-benar belum meninggal.
Mereka pun terduduk di sofa, Mayra meminta pelayan untuk menyediakan minuman bagi mereka. Tentu saja semua pekerja disana tampak terkejut melihat keberadaan Alex, mereka seolah tidak percaya kalau saat ini Alex masih hidup. Namun, Alex santai saja menanggapi reaksi semua pekerja itu karena ia paham mengapa mereka begitu.
Tak lama kemudian, Lana yang baru pulang dari sekolahnya memasuki rumah dan terlihat kaget saat melihat kakaknya tengah duduk bersama mamanya di sofa. Sontak Lana bergegas mendekati mereka, lalu coba bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Gadis itu mengucek-ngucek matanya, seolah memastikan bahwa ia tidak salah lihat kali ini.
"Ma, ini mama sama siapa? Kok mukanya mirip kak Alex sih, ma? Aku gak salah lihat kan, atau ini memang kak Alex?" tanya Lana terheran-heran.
Alex tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya menghadap ke arah sang adik, ia tarik lalu peluk tubuh Lana disana dengan sangat erat seolah ingin membuktikan bahwa Lana tidak salah lihat. Ini adalah Alex dan memang semua yang dilihat Lana tidak salah, sehingga Lana pun tampak terbelalak seolah tak menyangka dengan hal tersebut.
"Sekarang gimana, hm? Apa lu masih ragu atau gak percaya sama kakak? Ini beneran gue tahu, masa lu gak bisa bedain mana kakak lu atau bukan?" ucap Alex sembari membelai rambut adiknya.
"Ta-tapi kak, bukannya kakak udah....."
"Meninggal?" Alex menyelanya, menatap wajah Lana sambil menangkup nya dan tersenyum lebar.
"I-i-iya kan?" lirih Lana.
Alex menggeleng, ia malah mengajak Lana untuk ikut duduk bergabung bersamanya dan juga sang mama di sofa. Lana menurut saja, lalu terduduk disana tanpa melepas genggaman tangan dari kakaknya yang memang sangat ia rindukan. Mayra bahkan tersenyum lebar, wanita itu senang melihat kedua anaknya akur seperti itu.
"Jadi, apa sebenarnya yang terjadi kak? Kenapa kakak bisa gak ada di pesawat itu?" tanya Lana begitu penasaran.
"Iya Lana, gue tuh ketinggalan pesawat karena gue sakit perut. Yaudah, jadinya gue terpaksa nunggu pesawat yang lain. Gue juga dengar kabar tentang pesawat itu kecelakaan, tapi gue santai aja karena gue kan gak ada disana," jawab Alex.
"Ish, kakak enak banget bilang kayak gitu! Kita disini tuh panik plus sedih banget tau gara-gara ngira kakak kecelakaan terus meninggal!" kesal Lana.
Lana terus menghajar Alex dengan pukulan serta cubitan yang keras, membuat pria itu terkekeh dan tertawa terbahak-bahak karena kelakuan Lana yang benar-benar menggemaskan. Disaat yang sama, Keisha muncul dan terhenti ketika melihat keberadaan sang suami di dalam sana bersama Lana serta Mayra.
"Ma-mas Alex???" lirih Keisha, ia amat terkejut dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Seketika Alex juga berhenti tertawa saat mendengar ucapan lirih yang mirip seperti istrinya, ia langsung menoleh ke asal suara dan berhasil menemukan Keisha disana. Alex pun tersenyum sangat lebar, sosok wanita yang amat ia rindukan itu akhirnya kini dapat ia lihat kembali dengan dua matanya.
"Keisha, sayang!" ucap Alex seraya berlari menghampiri wanitanya dengan ekspresi senang bukan main.
"Mas, ini bukan mimpi kan? Kamu beneran masih hidup? Aku gak salah lihat kan?" tanya Keisha.
Tanpa banyak bicara lagi, Alex segera memeluk erat tubuh Keisha dan seolah hendak menunjukkan bahwa saat ini bukanlah mimpi karena memang pria itu masih hidup sampai sekarang. Keisha sontak meneteskan air matanya, ia masih tak percaya kalau ternyata mimpinya semalam menjadi kenyataan dan kini Alex telah kembali ke rumah.
"Kamu percaya kan sekarang? Ini bukan mimpi sayang, aku masih hidup!" ucap Alex.
"Ta-tapi mas, pesawat itu—"
"Aku gak naik kesana, aku terlambat karena sakit perut. Aku masih bisa selamat dari maut sayang, ini semua mukjizat Tuhan. Kamu gak perlu sedih lagi, sekarang aku ada disini Keisha!" sela Alex.
"Aku benar-benar gak nyangka, ternyata doa aku selama ini dijabah sama Tuhan. Kamu beneran masih hidup mas, aku senang banget!" ucap Keisha.
Alex tersenyum bahagia mendengarnya, mereka terus berpelukan erat di depan Mayra serta Lana. Keisha sungguh bahagia melihat suaminya yang ternyata masih hidup, wanita itu merasa bahwa ia telah kembali menemukan kehidupannya dengan hadirnya Alex saat ini. Keisha pun seolah tak ingin melepas pelukannya, karena ia sangat rindu dan senang dengan situasi yang terjadi sekarang.
"Iya sayang, aku janji gak akan tinggalin kamu lagi. Kalau aku harus pergi, maka kamu juga harus ikut sama aku Keisha!" tegas Alex.
Mayra dan Lana kompak tersenyum melihat kemesraan antara Alex serta Keisha disana, mereka senang lantaran akhirnya sepasang suami-istri itu berhasil bersatu kembali setelah terpisah selama beberapa Minggu. Mayra pun masih tak menyangka, putra yang ia kira sudah meninggal ternyata masih hidup dan kini berdiri di hadapannya.
"Oh ya, waktu itu berarti yang telpon aku beneran kamu mas?" tanya Keisha memastikan.
"Maaf ya mas!" ucap Keisha merasa bersalah.
"No no no, ini bukan salah kamu Keisha. Aku yang salah karena terlambat kasih kabar ke kamu, maafin aku ya!" ucap Alex.
Tiba-tiba saja, Mayra menyela ucapan putranya itu dan mengatakan kalau semua itu adalah takdir. Alex tidak bisa menyalahkan dirinya sendiri, begitupun dengan Keisha. Mayra juga meminta pada mereka untuk melupakan semuanya, karena saat ini yang terpenting Alex sudah kembali dan dalam kondisi sehat serta tidak mengalami luka.
Alex setuju dengan ucapan mamanya, kini pria itu membawa Keisha ke kamar untuk melampiaskan kerinduan yang selama ini tertahan. Tentu saja Mayra dan Lana mengerti akan itu, mereka tidak menahan atau menghalangi niat Alex yang ingin berduaan bersama Keisha di kamarnya. Apalagi, sudah cukup lama pasangan suami-istri itu tidak saling berbagi peluh.
"Ma, kak Keisha sama kak Alex mau nganu ya di kamar?" ujar Lana dengan polosnya.
"Hus, kamu gak boleh ngomong gitu!" tegur Mayra.
Lana langsung menutup mulutnya dan menahan kekehan yang hendak keluar, sedangkan Mayra hanya menggeleng perlahan lalu meninggalkan putrinya itu begitu saja.
•
•
Singkat cerita, Keisha dan Alex baru menyelesaikan mandinya setelah sebelum ini mereka sempat melakukan aktivitas panas yang penuh kenikmatan. Mereka pun keluar dengan mengenakan handuk, tak lupa Alex menggendong tubuh istrinya lalu kembali merebahkannya di atas ranjang. Dikecupnya lagi bibir manis sang istri yang begitu menggoda, sungguh Alex amat merindukan bagian itu.
Setelah merasa puas bermain dengan bibirnya, Alex kini melepas handuk yang melilit di tubuh wanita itu dan membuatnya polos begitu saja. Keisha tersenyum melihat ekspresi penuh gairah yang ditunjukkan Alex saat ini, entah mengapa ia sangat menyukai sentuhan Alex dan ingin Alex terus menyentuhnya seperti sekarang.
Tentu saja Alex dengan senang hati melakukannya, pria itu mulai melahap bagian kenyal yang menjadi favorit baginya dan berhasil membuat Keisha merasakan kenikmatan yang tiada tara. Hampir satu bulan full Keisha tidak merasakan hal itu, dan kini ia ingin menuntaskan semua gairahnya yang tertahan karena kepergian sang suami.
"Aku gak akan tinggalin kamu lagi sayang, tubuh kamu ini benar-benar candu buatku!" bisik Alex di telinga istrinya.
Keisha hanya menganggukkan kepalanya secara perlahan, kemudian kembali memejamkan matanya disaat Alex mulai bermain lebih ganas di area gundukan kenyalnya. Satu tangan pria itu juga telah merambat ke bawah, menyentuh bagian yang masih basah dan nikmat itu. Lenguhan terdengar dari mulut wanita itu, ia amat merasakan kenikmatan yang luar biasa dan tidak bisa tergantikan oleh apapun.
TOK TOK TOK....
Disaat kenikmatan sedang mencapai puncaknya, tiba-tiba saja ketukan pintu terdengar dan membuat Alex menggeram kesal serta mengepalkan tangannya. Mata Keisha kembali terbuka, ia tahu kekesalan yang dirasakan suaminya karena mereka baru saja hendak melakukan hal itu lagi. Namun, tak mungkin juga mereka mengabaikan ketukan itu.
"Mas, tahan ya! Kita kan tadi udah ngelakuin itu sekali, kamu juga udah puas kan. Kita sekarang cek keluar dulu ya, siapa tahu itu mama atau Lana yang ada kepentingan sama kamu!" bujuk Keisha.
"Hm, kalau bukan kamu yang minta pasti aku gak akan nurut deh!" kesal Alex.
Keisha tersenyum lebar mendengarnya, ia memungut kembali bathrobe miliknya dan memakainya untuk menutupi tubuhnya. Alex pun juga melakukan hal yang sama, karena tidak mungkin pria itu menemui adiknya di luar sana dalam kondisi telanjang.
Keduanya sama-sama bangkit dari ranjang, Alex menuju pintu lebih dulu untuk melihat siapa yang datang. Alex membuka pintu kamarnya, lalu tampak kesal karena memang adiknya lah yang ada disana. Ya Lana tersenyum lebar begitu Alex keluar dari kamar, seolah tak merasa bersalah karena sudah mengganggu momen panas kakaknya itu.
"Ada apa sih Lana? Kamu tahu gak, kamu itu udah ganggu kakak yang lagi berduaan sama Keisha di dalam!" geram Alex.
"Umm, oh maaf kak. Aku kira kakak udah selesai nganu nya sama kak Keisha, lagian kok lama banget sih kak? Aku tuh disuruh mama buat panggil kakak, soalnya papa mau ketemu!" ucap Lana.
"Cih, dasar pengganggu! Yaudah, sebentar dulu kakak mau pakai baju!" ketus Alex.
Lana manggut-manggut paham, dan dengan cepat Alex menutup pintu serta masuk kembali ke dalam kamarnya untuk lanjut berpakaian.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...