
Tasya dan Keisha pun melangkah bersama-sama menuju kantin sesuai permintaan dari gadis itu sebelumnya, keduanya terlihat terus berbincang sambil berjalan di lorong sekolah untuk mengisi kekosongan. Tentunya Keisha selalu menghindar setiap kali Tasya membahas soal Alex, sebab ia paling tidak bisa mengungkapkan seperti apa sikap Alex yang sebenarnya di depan sahabatnya itu.
Namun, disaat mereka hampir tiba di area kantin, sudah berdiri lima orang lelaki yang menatap ke arah mereka dengan tangan melipat di depan. Tasya serta Keisha tentu panik, mereka tahu betul siapa lima laki-laki tersebut dan mau apa kelimanya muncul mencegat mereka disana.
"Duh gawat!" lirih Keisha merasa panik saat dicegat oleh lima pria sekaligus.
Ya lima orang tersebut adalah rombongan pria yang bertentangan dengan kelompok Alex, dan mereka dipimpin oleh Tarra alias mantan ketua tim basket yang harus dilengserkan secara paksa karena tertangkap berbuat curang saat mengikuti kompetisi. Akan tetapi, Tarra tak terima begitu saja terlebih ketika ia tahu bahwa yang menggantikan posisinya adalah Alex, sang musuh bebuyutannya.
"Heh! Lo mau ngapain sih cegat kita? Ada masalah apa lu sama kita? Bukannya lu itu cuma punya masalah sama si Alex ya?" geram Tasya.
"Hahaha, lu gausah ge'er Sya! Urusan gue bukan sama lu, tapi sama si Keisha!" ucap Tarra.
Seketika Keisha membelalak saat Tarra menunjuk ke arahnya disertai senyum seringai, sungguh Keisha merasa amat cemas dan gugup dengan jantung berdebar-debar. Keisha tahu betapa emosinya Tarra pada Alex, dan mungkin saja pria itu akan melakukan hal yang tidak-tidak padanya dengan alasan kebencian terhadap Alex.
"Lo mau apa sama gue, ha? Gue gak ngerasa punya salah sama lu, tapi lu malah sering ganggu gue. Sebenarnya gue bisa laporin kalian sama Alex, tapi gue gak mau itu terjadi," ucap Keisha.
"Lah terus kenapa? Lo pikir kita bakal takut gitu sama si Alex? Justru kita temuin lu, supaya kita bisa balas dendam ke dia!" ucap Tarra emosi.
"Eh Tarra udik! Kalo lu mau balas dendam ke Alex, yaudah lu samperin aja dia terus lu hajar dia! Apa urusannya coba sama si Keisha? Dia ini gak tahu apa-apa ya soal masalah kalian," ucap Tasya tegas.
"Lu diem deh Sya! Pergi lu sana, jangan ikut campur sama kita kalo lu gak mau luka!" ancam Tarra.
"Gue akan ikut campur apapun itu kalau menyangkut Keisha, dia sahabat sejati gue. Lagian lu pada mending jangan macam-macam sama Keisha deh, karena gue bakal laporin kalian semua ke Alex!" ucap Tasya tak takut sedikitpun.
"Kita gak akan apa-apain Keisha, kita cuma mau minta dia buat ikut sama kita sekarang. Dengan begitu, pasti Alex bakal sangat marah dan gue bisa balaskan dendam gue!" ujar Tarra.
Keisha terdiam dan memikirkan cara untuk berusaha kabur dari tempat itu, karena Keisha tidak mungkin bisa melawan kelima pria tersebut. Namun, baru saja Keisha berbalik dan hendak berlari pergi, dua tangannya sudah langsung dicekal oleh Marco serta Asrul yang merupakan kedua sahabat Tarra.
"Eits, mau kemana? Lo pikir lu bisa lari dari kita?" ucap Marco terkekeh kecil.
"Marco lepasin! Lu jangan macam-macam deh sama Keisha, atau lu bakal tau akibatnya nanti!" geram Tasya berusaha menolong sahabatnya.
"Lu diem Tasya!" sentak Asrul yang langsung mendorong kasar tubuh Tasya sampai terjatuh.
"Awhh anjir lu! Lepasin Keisha woi!" Tasya mencoba bangkit dan menghampiri sohibnya, tetapi Asrul serta Fildan langsung menghalanginya.
Tampak juga Tarra bersama teman-temannya yang lain pergi membawa Keisha secara paksa dari tempat itu, Tasya pun tidak bisa berbuat apa-apa karena langkahnya selalu dihalangi oleh Asrul dan juga Fildan. Gadis itu sungguh cemas pada kondisi Keisha, terlebih sahabatnya itu memang tidak bisa membela diri.
"Lo gausah ikut campur, lu pergi sana dan kasih tau ke Alex kalau ceweknya lagi sama kita!" ucap Asrul dengan lantang dan tegas.
Tasya menggeleng dengan mata berkaca-kaca, "Kalian emang benar-benar kurang ajar!" umpatnya.
"Bodoamat!" kedua pria itu pun berbalik dan menyusul Tarra serta yang lainnya.
Sementara Tasya kini terlihat kebingungan, namun kemudian ia kepikiran untuk menemui Alex dan meminta bantuan pada pria itu, karena ia yakin sekali kalau Alex pasti tidak terima jika tahu kalau kekasihnya dibawa pergi secara paksa oleh rombongan Tarra.
•
•
Disisi lain, Alex tengah berkumpul bersama teman-temannya di tempat seperti biasa yang sudah mereka jadikan sebagai markas tim mereka. Tentu Alex sengaja membuatnya agar mereka bisa berkumpul dengan tenang tanpa terganggu oleh para murid yang berlalu lalang, selain itu mereka juga dapat melakukan apapun yang mereka mau.
Biasanya Alex selalu ceria tiap kali berada disana dan berbincang-bincang riang bersama keenam sohibnya yang tengah berkumpul saat ini, akan tetapi kali ini situasinya berbeda sebab Alex tampak begitu murung dan seakan kecewa lantaran usahanya untuk merasakan tubuh Keisha gagal dan membuatnya begitu menyesal.
"Eh Lex, lu tuh sebenarnya kenapa sih? Gue lihat-lihat daritadi lu ngelamun terus, mikirin apaan lu ha?" tanya Tio menegur sahabatnya itu.
"Hah? Eee.." sontak Alex tersadar dari lamunannya dan menatap para temannya yang kini sudah sama-sama memandanginya, tentu saja Alex merasa kebingungan dan heran.
"Kalian ngapain ngeliatin gue kayak gitu? Emang ada yang salah ya sama gue?" tanya Alex gugup.
"Yah elah Lex, lu gak fokus amat sih hari ini? Perasaan masih pagi loh, pikiran lu kemana sih?" ujar Rizky terlihat kesal.
"Tau jir, gak biasanya lu kayak gini Lex. Ada apaan sih? Cerita sini sama kita!" sahut Tio.
"Ah gak ada kok, kalian aja yang salah kira kali. Gue daritadi tuh ngelamun karena gue masih ngantuk," elak Alex sembari pura-pura mengucek matanya.
Namun, tentunya Tio serta yang lain tidak percaya begitu saja dengan ucapan Alex. Tampak Rizky bangkit dari duduknya dan menghampiri Alex sembari menaruh tangan di pundaknya, Rizky berusaha menanyakan secara langsung apa yang terjadi pada Alex dan memintanya untuk tenang.
"Lo gak perlu sungkan sama kita, udah berapa lama sih kita temenan? Kalau emang lu ada problem, cerita lah sama kita!" ujar Rizky.
"Ky, mau gimanapun lu maksa gue buat cerita, gue gak akan cerita. Ya karena gue emang lagi gak ada apa-apa," tegas Alex.
"Tapi Lex—"
"Udah lah, mending gue temuin Keisha sekarang!" Alex langsung beranjak dari duduknya sebelum Rizky sempat selesai bicara.
"Loh Lex, lu kenapa kayak menghindar dari kita begitu sih? Lu udah gak percaya lagi sama kita, iya?" tanya Rizky dengan nada kesal.
Alex terdiam, dan beberapa saat kemudian mereka semua dikejutkan dengan kedatangan Tasya disana yang terlihat begitu panik dan memanggil-manggil nama Alex dari jauh. Sontak mereka kompak menatap ke arah si gadis dan tampak begitu penasaran, terutama Alex yang langsung khawatir pada kondisi Keisha saat ini.
"Lex, Lex gawat Lex! Ini gawat banget, lu harus tolongin Keisha sekarang juga!" ucap Tasya dengan nafas terengah-engah.
"Hah Keisha?" Alex tersentak kaget begitu mendengar Tasya menyebut nama kekasihnya dengan nada panik.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...