
Keisha tiba di salah satu rumah milik kakeknya yang kosong tak berpenghuni itu, ia sengaja diarahkan kesana oleh sang kakek karena khawatir jika Alex akan datang ke rumah yang sebelumnya. Keisha tentu menurut dengan perintah kakeknya, sebab ia juga belum siap untuk kembali bertemu dengan Alex. Tekad Keisha sudah bulat, ia tak akan bisa memberi maaf kepada suaminya itu kali ini.
Kini Keisha disambut oleh salah seorang pekerja wanita yang bertugas membersihkan rumah tersebut, dia bernama Esih atau yang biasa dipanggil dengan sebutan bik Esih. Tentu saja Keisha mengenal dekat sosok wanita itu, karena dulu bik Esih merupakan pekerja di rumah utama sang kakek. Keisha pun juga dibantu oleh pak Darmo, yang merupakan satpam alias penjaga rumah tersebut.
Sesampainya di ruang tamu, Keisha serta Kenzie langsung dipersilahkan untuk duduk di sofa yang tersedia. Keisha benar-benar dilayani dengan baik kali ini oleh bik Esih maupun yang lainnya, ya total ada 4 pekerja di rumah itu, 2 lelaki dan 2 perempuan tentunya. Tak lama kemudian, Keisha juga diberi hidangan spesial untuk mengobati rasa lelahnya setelah menempuh perjalanan cukup jauh tadi.
"Silahkan non, ini minum sama cemilannya!" ucap bik Esih sambil tersenyum.
"Terimakasih bik." Keisha mengucap singkat dan meraih satu gelas disana untuk diminum olehnya, sedangkan Kenzie tetap masih berada dalam gendongannya.
Setelah itu, bik Esih yang merasa tugasnya sudah selesai langsung berbalik dan pergi meninggalkan Keisha serta Kenzie disana. Ya saat ini Keisha hanya berdua dengan putranya, karena kakeknya masih belum tiba disana. Namun, seorang wanita tiba-tiba mendekat dan menyapanya dengan lembut.
"Hai Keisha!" ya tentu saja Keisha terkejut, apalagi ia belum pernah melihat perempuan itu sebelumnya baik di rumah ini ataupun orangtuanya.
"Ka-kamu siapa ya? Kok bisa kamu kenal sama saya?" tanya Keisha terheran-heran.
"Oh iya, aku lupa kenalin diri. Aku Lania, panggil aja aku Nia! Aku itu istri barunya kakek kamu, terus aku diminta kesini juga buat temenin kamu. Katanya kamu lagi dikejar-kejar suami kamu ya? Kalian ada masalah kan?" jelas wanita itu.
"Apa? Kok aku gak pernah tau ya kalau kakek nikah lagi?" Keisha benar-benar terkejut dan sangat syok mendengar jawaban si wanita.
Lania tersenyum, "Hm, mungkin aja kakek kamu mau kasih kejutan ke kamu," ucapnya.
Keisha manggut-manggut kecil, ia coba memahami situasi yang terjadi saat ini walau rasanya ia masih bingung sejak kapan kakeknya menikah lagi dengan wanita yang terlihat cukup muda itu. Keisha sungguh tak menyangka, ia heran mengapa wanita itu mau menikah dengan kakeknya yang sudah berusia lanjut dan tentunya tidak muda lagi.
"Umm, kakak ini umur berapa ya? Duh, aku bingung mau manggil apa jadinya. Kalau kakak nikah sama kakek aku, berarti kan kakak ini nenek aku ya hitungannya?" tanya Keisha tampak keheranan.
"Ahaha, aku baru lulus kuliah. Terserah kamu aja enaknya mau manggil apa," jawab Lania santai.
"Yaudah, aku panggil kakak aja deh. Makasih ya kak, karena udah mau temenin aku disini selama kakek belum datang," ucap Keisha tersenyum lebar.
"Sama-sama." Lania membalas senyuman itu dan langsung memeluk Keisha disana.
Keisha tentu tak menolak, lagipula Lania adalah wanita yang baik menurutnya dan bisa banyak membantunya kali ini untuk menghindar dari kejaran Alex sang suami. Keisha tetap pada keputusannya saat ini, kalau ia tidak akan merubah apapun terkait proses perceraian antara dirinya dengan Alex.
•
•
Disisi lain, Alex juga tiba di depan rumah Bruce untuk mencari tahu apakah istrinya ada disana atau tidak. Tentu Alex tak datang sendiri, ia ditemani oleh Cherry yang masih setia bersamanya kali ini. Apalagi, Cherry berkata kalau dirinya memang akan selalu ada untuk Alex dan menemani pria itu selama pencarian terhadap Keisha serta Kenzie.
TOK TOK TOK...
"Kakek, buka pintunya kek! Ini aku Alex, aku mau masuk dan aku harap kakek bisa buka pintunya lalu biarin aku masuk ke dalam!" teriak Alex.
Cherry yang berdiri tepat di sebelahnya, mencoba untuk menenangkan Alex dan meminta pria itu untuk sabar kali ini. Cherry mendekat, lalu melingkarkan tangannya di sela-sela lengan Alex sembari menaruh wajahnya pada bahu lelaki itu. Sontak Alex terkejut, apalagi kelakuan Cherry sungguh di luar dugaan.
"Kak, sabar ya! Nanti kakek kamu juga bakal keluar kok, kita tunggu aja dulu!" bujuk Cherry.
Alex mengangguk paham, "Hm, aku gak bisa sabar lagi Cherry. Aku harus bisa temuin istri dan anak aku sekarang!" ucapnya tegas.
"Iya aku ngerti, tapi kamu gak boleh kayak gini juga. Kamu harus sabar, malu tau!" ucap Cherry.
Kali ini Alex tak lagi membantah ataupun melawan perkataan Cherry, ia memutuskan sabar dan menunggu Bruce sampai keluar membukakan pintu untuknya. Alex tampak begitu kesal karena hingga kini ia belum bisa menemukan istri serta anaknya, padahal ia sudah mencarinya kemanapun.
Ceklek
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, ya Bruce sang kakek kini muncul membuka pintu dan keluar menemui Alex serta Cherry disana. Bruce tersenyum heran, ia juga menggelengkan kepalanya karena melihat Alex datang bersama seorang gadis yang tadi ia lihat di warung bakso. Ia tak menyangka kalau Alex masih saja bersama gadis itu, padahal sekarang Keisha sedang marah padanya.
"Oh ternyata kamu Lex, mau apa kamu datang ke rumah kakek? Apa kamu punya urusan lagi sama kakek, hm?" tanya Bruce.
"Kebetulan kakek keluar, cepat kasih tau dimana Keisha, kek! Aku mau ketemu sama dia, aku ini suaminya! Kalau kakek sembunyiin dia dari aku, itu sama aja kakek berbuat jahat sama aku!" sentak Alex.
"Diam Lex! Kamu lihat siapa yang ada di dekat kamu ini? Lantas buat apa kamu masih menanyakan Keisha, ha? Kamu pergi aja sama dia, nikah sekalian dan lupakan Keisha sama Kenzie!" ucap Bruce.
"Kakek bicara apa sih? Jangan mengalihkan pembicaraan kek, jawab aku!" ucap Alex.
Bruce menggeleng pelan, ia tak mau lagi meladeni Alex dan memilih kembali ke dalam rumahnya untuk meninggalkan pria itu. Akan tetapi, Alex tak diam begitu saja saat melihat kakeknya hendak pergi dan menutup pintu. Ya dengan cepat Alex bergerak, lalu menahan pergerakan kakeknya itu.
"Tunggu dulu kek! Kakek mau kemana? Jangan coba-coba buat kabur dari aku!" ucap Alex.
Deg
Bruce terdiam, ia menatap tajam ke arah Alex saat pria itu dengan sengaja mencekal lengannya dan memintanya untuk tetap disana bersamanya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...