
Alex kini pergi ke halaman samping rumahnya untuk bisa leluasa mengangkat telpon dari Cherry, ia tampak begitu antusias dan tidak sabar ingin segera mendengarkan kembali suara gadis itu. Bagi Alex, suara Cherry sungguh sangat menggemaskan dan tidak ada yang bisa menandinginya. Bahkan, Keisha sendiri tak mampu memiliki suara seperti Cherry yang amat indah didengar di telinganya kala itu.
Setelah dirasa aman, Alex pun mengangkat telpon tersebut dan memastikan suaranya terdengar baik di telinga Cherry nantinya. Sejak kejadian di mall sebelumnya, memang Alex selalu saja memikirkan Cherry yang begitu cantik dan imut. Alex juga berharap Cherry kembali menghubunginya, karena ia ragu jika harus menghubungi Cherry lebih dulu dan mengatakan bahwa ia merindukan gadis itu.
📞"Halo kak! Maaf ya kalau aku telpon dadakan begini, aku ganggu gak?" ucap Cherry di dalam telpon dengan suara halusnya.
📞"Ohh, hahaha enggak kok Cherry. Kamu itu gak ganggu kok, kebetulan aku juga lagi nyantai nih. Ada apa kamu telpon aku, Cherry? Apa kamu butuh bantuan aku lagi, hm?" ucap Alex santai.
📞"Ah enggak kak, aku telpon ini buat mastiin aja soal traktiran yang aku janjiin ke kamu itu. Kira-kira kamu bisa gak kalau kita ketemu sekarang? Ini mumpung aku lagi gak ada tugas, jadinya aku free dan bisa traktir kamu," ucap Cherry.
📞"Oalah, kamu masih diingat aja soal itu Cherry. Padahal aku mah gak ngarepin traktiran dari kamu kok," ucap Alex sambil terkekeh.
📞"Gapapa kak, aku kan udah janji. Jadi gimana nih, kamu bisa apa enggak?" ucap Cherry.
📞"Eee bisa-bisa aja sih, aku juga kan gak ada keperluan apa-apa hari ini. Tapi, kita mau ketemuan dimana nih?" ucap Alex.
📞"Gimana kalau di cafe Cemara aja? Kamu tahu kan?" usul Cherry.
Setelah sempat berpikir sejenak, akhirnya Alex pun mengiyakan ajakan Cherry tanpa berpikir panjang sama sekali. Bagi Alex, bertemu dengan Cherry adalah sebuah keberuntungan dan ia sangat ingin melakukan itu. Apalagi, istrinya tadi baru saja membuat perasaannya kesal dengan ucapan yang dia lontarkan kepadanya.
📞"Ah aku tahu kok, kalo gitu aku setuju kita ketemuan disana. Jam berapa nih kira-kira?" ucap Alex dengan santai.
📞"Umm, dua jam dari sekarang gimana? Soalnya aku butuh waktu buat siap-siap," ucap Cherry.
📞"Oh boleh, yaudah nanti aku berangkat dua jam dari sekarang. Tapi, kamu mau aku jemput gak nih? Biar kita berangkatnya bareng-bareng gitu ke cafe," ucap Alex sambil tersenyum genit.
📞"Emangnya kamu tahu rumah aku?" tanya Cherry.
📞"Ya justru itu Cherry, kamu shareloc dong ke aku alamat rumah kamu! Supaya nanti aku bisa datang kesana buat jemput kamu," jawab Alex.
📞"Oh gitu, iya deh aku shareloc ya abis ini? Makasih banget loh mau jemput aku!" ucap Cherry.
📞"Sama-sama Cherry, ditunggu ya alamatnya!" ucap Alex tampak begitu senang.
Alex benar-benar kehilangan jati dirinya saat ini, ia begitu terpesona dengan kecantikan Cherry dan melupakan status dirinya yang sudah memiliki istri serta anak. Alex bahkan tidak sabar untuk segera menemui Cherry, lalu berbicara banyak dengan gadis itu. Telpon sudah terputus, sehingga Libra reflek mengucap kata "yes" sambil mengepalkan tangan.
"Yes! Akhirnya gue ketemu lagi sama Cherry, bosan juga rasanya gue di rumah terus sama Keisha! Dia aja gak suka gue ada disini, ngapain juga gue terus disini?" gumam Alex.
Tling
Ponselnya kembali berbunyi, kali ini terdapat pesan dari Cherry yang berisi lokasi rumahnya. Tentu saja Alex bertambah senang, karena ia dapat mengetahui alamat rumah Cherry dan ia bisa kapanpun datang kesana nantinya.
•
•
Lana tengah terduduk di pinggir ranjang sembari meratapi nasibnya dan terus meneteskan air mata, ia menyesal dengan apa yang baru saja ia lakukan bersama Zikri disana. Lana tak menyangka kalau ia akan kehilangan kesuciannya secepat ini, meski itu terjadi di tangan Zikri yang merupakan sosok pria yang ia cintai. Namun, tetap saja Lana merasa sedih dan kecewa pada dirinya sendiri.
Sementara Zikri baru selesai membersihkan diri di kamar mandi, ia keluar dan langsung menghampiri Lana yang ada di depannya. Ia pun duduk di sebelah gadis itu, menatap ke arahnya dari samping sambil tersenyum lebar. Zikri mencoba berbagai macam cara untuk menghibur Lana, mulai dari gombalan mautnya serta colekan halus di kedua pipi sang kekasih yang baru saja ia nodai itu.
"Sayang, kamu nyesel ya udah serahin mahkota kamu ke aku? Aku minta maaf banget ya sayang, harusnya tadi aku gak begitu ke kamu! Aku gak bisa tahan diri aku sendiri, emang aku ini pria bodoh yang cuma tau kesenangan diri!" ucap Zikri.
Dengan cepat Lana menggeleng, ia paling tidak bisa melihat pria yang dicintainya itu berkata begitu di depannya. Lana pun juga mengatakan kalau ia sama sekali tidak menyesal atas kejadian tadi, hanya saja ia sedikit bersedih karena saat ini dirinya sudah kehilangan sesuatu yang paling berharga baginya setelah permainan panas mereka tadi.
"Kamu gak boleh bilang begitu Zikri, aku gak nyesel kok! Semua yang terjadi kan gak bisa diubah, jadi walaupun aku nyesel juga percuma aja. Lagian aku menikmati semuanya kok," ucap Lana.
Zikri tersenyum dibuatnya, "Makasih ya sayang, aku janji akan bertanggung jawab karena udah ambil sesuatu yang paling berharga bagi kamu itu! Kamu gak perlu takut, karena aku bakal selalu ada di sisi kamu!" ucapnya.
"Iya sayang, aku percaya kok sama kamu. Maaf juga kalau tubuh aku mengecewakan tadi!" ucap Lana.
Sontak Lana tersipu dan memalingkan wajahnya, ia tersenyum malu dengan ucapan yang dilontarkan kekasihnya barusan. Rasa kecewa serta penyesalan yang tadi ia rasakan seketika hilang, karena ia merasa puas setelah mendengar itu. Ya meski Lana sebenarnya masih belum rela, ia khawatir Zikri akan meninggalkannya setelah ini.
"Tapi, kamu janji ya kalau kamu gak akan ngelakuin ini ke orang lain selain aku!" ucap Lana.
Zikri mengangguk, "Sure baby, aku janji untuk itu!" ucapnya sambil tersenyum.
Lalu, Zikri pun mendekat dan merangkul tubuh Lana dari samping sembari mengusap lembut punggung sang kekasih dan mengecup keningnya berulang kali. Zikri berusaha menenangkan gadis yang sekarang telah menjadi wanita itu, karena ia tahu tak mudah bagi Lana untuk bisa melupakan semua kejadian yang merenggut kesuciannya.
"Sekarang kamu istirahat aja, kan kamu udah mandi tadi! Aku janji gak akan tinggalin kamu, aku bakal selalu ada di dekat kamu!" bisik Zikri.
"Ya sayang, tubuh aku juga rasanya lemas banget abis kita main tadi," ucap Lana lirih.
"Itu sih pasti, namanya kan baru pertama kali kamu melakukan itu. Tapi, nanti lama-kelamaan juga pasti kamu terbiasa kok. Sekarang kamu istirahat ya, jangan banyak gerak dulu!" ucap Zikri.
Lana mengangguk setuju, pelukan mereka pun terlepas dan Lana segera berbaring di atas ranjang sesuai perintah kekasihnya. Gadis itu meringis pelan sambil menggigit bibir bawahnya, ia merasakan sakit yang amat sangat pada bagian bawah tubuhnya. Semua itu akibat dari permainan tadi, karena ini pertama kalinya bagi Lana.
•
•
Disisi lain, Alex sudah tiba di halaman depan rumah Cherry dengan mobil yang ia kendarai. Sebelum turun dari mobilnya, Alex tampak merapihkan sejenak rambut serta pakaiannya agar tidak mengecewakan Cherry. Ia menatap dirinya di kaca spion, untuk memastikan bahwa semuanya sudah rapih dan ia pantas menemui Cherry saat ini.
Setelah itu, tanpa diduga ternyata Cherry sudah tahu kalau yang datang adalah Alex. Kini Cherry langsung keluar dari rumahnya dan menemui pria itu, Cherry pun menyapanya sembari melambaikan tangan disertai senyum tipisnya. Alex yang melihat itu sontak terperangah, penampilan Cherry sungguh mempesona dan sangat cantik di matanya.
"Hai kak Alex! Makasih ya udah mau jemput aku, jadinya aku gak perlu keluar ongkos deh buat sewa taksi online!" ucap Cherry dengan nada imutnya.
Alex tersenyum kali ini, "Iya Cherry, aku gak mungkin lah biarin gadis cantik kayak kamu pergi sendirian," ucapnya menggoda.
Seketika Cherry menunduk dan berusaha menyembunyikan senyumnya dari Alex, ia tersipu dengan godaan yang diberikan Alex padanya. Belum pernah Cherry sampai seperti itu sebelumnya, meski sudah banyak pria yang merayunya. Entah kenapa, ketika bersama Alex selalu saja membuat Cherry merasa gugup dan berdebar-debar.
"Kamu bisa aja, yaudah kita langsung berangkat sekarang yuk! Aku takut kamu ada urusan penting lain nanti, jadi kita harus cepat-cepat kan!" ucap Cherry mengalihkan perhatian.
"Gak ada kok Cherry, hari ini aku free beneran deh. Lagian kalau itu sama kamu, aku rasa gak ada urusan yang lebih penting," ucap Alex.
"Duh, aku kok jadi malu ya?" ucap Cherry gugup.
Alex terkekeh dan merasa senang karena telah berhasil membuat Cherry tergoda dengannya, apalagi ia dapat melihat ekspresi langsung gadis itu saat sedang tersipu. Rasanya Alex ingin menyentuh dan bahkan mengecup pipi gadis itu, namun ia masih menghargai perasaan istrinya yang mungkin akan kecewa jika mengetahui semua itu.
"Yaudah, yuk aku bantu ke mobil! Bukan maksud kurang ajar loh ya, aku cuma mau bantu?" ucap Alex yang hendak menggandeng Cherry.
Akan tetapi, Cherry menolaknya dengan alasan ia tidak ingin membuat orang lain salah mengiranya nanti. Alex pun tampak kecewa, tapi tentu Alex tak mungkin memaksa Cherry untuk mau bergandengan tangan dengannya. Akhirnya mereka sama-sama melangkah ke mobil, lalu tak lupa Alex membantu Cherry membuka pintu sebelum masuk kesana.
Di dalam, keduanya duduk berdampingan dan Alex tak henti-hentinya menatap wajah Cherry yang begitu cantik hari ini. Alex akui kalau kecantikan Cherry sangat berbeda dibanding wanita lainnya, terutama istrinya sendiri. Namun, Alex juga masih memiliki kesadaran kalau apa yang ia pikirkan itu tidak benar mengingat ia telah menikah dan mempunyai seorang anak yang amat ia sayangi.
"Umm Cherry, aku mau tanya sesuatu deh sama kamu. Kira-kira kalau kita pergi berdua nih, bakal ada yang marah gak nanti? Ya aku gak mau aja jadi salah paham nantinya," ucap Alex.
Cherry tersenyum mendengarnya, "Ahaha, kamu kenapa tiba-tiba nanya gitu? Kamu kan tau sendiri, aku ini masih single loh. Kemarin itu yang kejar-kejar aku cuma mantan, diantara kami udah gak ada hubungan lagi," jawabnya.
"Oh syukurlah, berarti kita aman kan kalau pergi berdua kayak gini?" ucap Alex.
Cherry hanya menganggukkan kepalanya, tapi itu saja sudah membuat Alex senang karena kini ia tidak perlu khawatir lagi untuk pergi berdua bersama Cherry.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...