Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 120. Menggemaskan


Setelah berhasil lepas dari kejaran sosok Arnold yang kekeuh dan nakal itu, kini Cherry baru berhenti melangkah setelah dapat dipastikan bahwa Arnold sudah tidak lagi mengejar mereka. Tak lupa Cherry juga melepaskan genggaman tangannya pada Alex, lalu menatap pria itu dan merasa bersalah. Ya gadis itu sepertinya menyesal dengan apa yang ia lakukan tadi, karena kini tampak Alex seperti kebingungan.


Cherry sebenarnya juga tak ingin melakukan itu, karena bagaimanapun ia baru bertemu dengan Alex dan namanya saja ia tidak tahu. Namun, Cherry tak memiliki pilihan lain karena hanya itulah satu-satunya cara yang bisa ia lakukan untuk dapat lepas dari kejaran Arnold. Apalagi, Arnold adalah orang yang ngeyel dan akan sulit diberitahu jika tidak ada bukti nyata yang bisa dia percayai.


"Huft, untung aja Arnold udah gak kejar kita lagi! Lega banget rasanya, aku kira bakalan susah buat kita lepas dari tuh cowok!" ucap Cherry terengah.


Alex hanya tersenyum tipis sembari menatap wajah gadis di dekatnya, entah mengapa perasaan Alex terasa berbeda ketika bertatapan dengan gadis itu. Mungkin Cherry memang memiliki kecantikan yang berbeda dari Keisha, sebab gadis itu adalah keturunan China yang rata-rata menjadi idaman dari banyak lelaki seperti Arnold tadi tentunya.


"Oh ya kak, makasih banyak ya atas pertolongannya! Aku benar-benar gak tahu lagi harus kayak gimana tadi biar bisa lepas dari cowok itu, untung aja ada kamu yang bisa tolong aku!" ucap Cherry.


"Ya, sama-sama. Tapi aku masih heran deh, cowok tadi itu siapanya kamu sih?" tanya Alex penasaran.


"Eee dia itu sebenarnya mantan aku, kak. Dia sama aku udah gak ada hubungan apa-apa lagi, tapi gak tahu kenapa dia masih terus aja kejar-kejar aku. Sampai aku gak bisa dekat sama cowok lain, gara-gara cowok gak jelas itu!" jawab Cherry.


"Apa? Kok ada ya cowok segila itu? Bisa-bisanya dia masih kejar-kejar kamu, disaat kamu udah bukan pacar dia lagi," Alex menggeleng heran.


"Nah itu dia kak, aku juga gak tahu. Btw, aku mau minta maaf ya atas kelancangan aku tadi yang udah peluk kamu dan ngaku-ngaku jadi pacar kamu! Maaf banget ya kak!" ucap Cherry.


"Gak masalah, aku senang kok bisa bantu kamu. Tapi, nama aku ini bukan Reza," ucap Alex.


"Ups!" Cherry reflek menutupi mulutnya.


Sepertinya Cherry merasa bersalah karena ia telah salah memberikan nama untuk Alex tadi, kini Cherry pun terus menutup mulut dan tampak gugup. Sedangkan Alex justru terkekeh dibuatnya, pria itu merasa gemas dengan ekspresi Cherry saat ini. Jika Alex tak mengingat Keisha di rumah, maka mungkin kini Alex sudah mencubit pipi gemas gadis itu.


"Ahaha, iya santai aja Cherry! Kamu kan gak tahu nama aku siapa, jadi kamu asal tebak aja di depan cowok itu tadi. Tapi, sebenarnya nama aku tuh Alex loh!" ucap Alex mengenalkan diri.


"Oh gitu, salam kenal ya kakak Alex! Aku Cherry, ya walau tadi kamu pasti udah dengar waktu si Arnold sebut nama aku!" ucap Cherry sambil tersenyum.


"Hahaha..."


Alex tergelak sembari bersalaman dengan Cherry, tanpa sadar mereka pun terus bersentuhan selama beberapa detik disana. Lembutnya telapak tangan Cherry membuat Alex melupakan dunianya, tampak jika pria itu begitu menikmati momen yang sedang terjadi. Jarang-jarang Alex dapat bertemu dengan wanita seperti Cherry, yang selain cantik juga imut dan memiliki tingkah menggemaskan.


Akhirnya Lana memilih menyudahi jabat tangan tersebut karena dirasa cukup, sontak Alex tersadar dari lamunannya dan merasa kalau apa yang dia pikirkan tadi salah. Seharusnya Alex tidak bersikap seperti itu, apalagi dia tahu kalau ada istrinya yang sedang menunggu di rumah. Namun, Alex tetap tersenyum menatap Cherry dan mengucap kata maaf atas tindakan yang dia lakukan barusan.


"Maaf ya Cherry, aku malah keasyikan pegang tangan kamu!" ucap Alex sambil garuk-garuk kepala dan merasa malu.


"Hah? Waduh, kayaknya gausah pake acara traktir segala deh Cherry! Aku itu ikhlas bantu kamu, lagian aku gak enak lah ditraktir sama cewek. Kamu tenang aja ya, gausah mikirin soal itu!" ucap Alex menolak.


"Tapi kak, beneran loh ini gapapa. Aku kebetulan lagi pengen makan dulu di dekat sini," ucap Cherry.


Alex pun dibuat bingung saat ini, ia sebetulnya ingin menerima tawaran dari Cherry dan pergi makan bersama gadis itu disana. Akan tetapi, Alex juga teringat pada Keisha yang tengah menunggunya di rumah bersama putra mereka. Tak mungkin Alex mengecewakan istrinya, sebab rumah tangganya harus tetap ia jaga sampai kapanpun.


"Eee kalo gitu kapan-kapan aja deh Cherry, aku hari ini gak bisa soalnya udah ditunggu keluarga di rumah. Maaf ya Cherry!" ucap Alex.


"Ohh, yah okay gapapa deh. Omong-omong, kak Alex ini udah punya pacar belum?" tanya Cherry.


Betapa kagetnya Alex ketika Cherry mengajukan pertanyaan seperti itu, ia pun tak tahu harus menjawab apa dan hanya bisa terdiam. Jika Alex jujur bahwa ia sudah memiliki istri, maka pasti Cherry akan menjauh darinya nanti. Entah mengapa Alex tidak ingin itu terjadi, karena Cherry adalah gadis yang cantik dan menggemaskan.


"Umm, ya pacar sih gak ada Cherry. Emang kenapa kamu tanya begitu, hm?" jawab Alex lirih.


"Ah gapapa kok, cuma nanya aja. Yaudah, kalau emang kamu masih ada keperluan lain, kamu boleh pergi duluan kok! Nanti kita bisa kabar-kabaran lagi buat traktiran dari aku," ucap Cherry.


"Siap! Eh tapi, gimana caranya kita kasih kabar coba? Aku aja gak tahu kontak kamu," ucap Alex.


Cherry baru tersadar akan hal itu, kini ia pun mengambil ponselnya dan memberikan nomor miliknya kepada Alex. Dengan senang hati Alex menerima nomor tersebut, lalu mencatatnya ke dalam ponsel miliknya. Tak mungkin Alex menyia-nyiakan kesempatan itu, karena Cherry merupakan sosok gadis idaman para lelaki.


"Nah itu dia nomorku, nanti kamu bisa kabarin aku lewat situ! Yaudah ya, sekali lagi makasih karena kamu udah mau bantu aku! Kalau gak ada kamu, gak tahu deh aku bakal gimana," ucap Cherry.


"Sama-sama, kalo gitu aku pergi ya? Kamu hati-hati loh Cherry, jangan sampai kamu ketemu lagi sama laki-laki tadi!" ucap Alex mengingatkan.


"Iya kak." Cherry mengangguk paham.


Setelahnya, Alex pun berbalik dan pergi lebih dulu dari sana meninggalkan Cherry. Di dalam hatinya, pria itu tampak sangat senang karena berhasil mendapatkan nomor gadis cantik seperti Cherry yang bisa menjadi penghibur baginya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...