Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 96. Kabur


Rupanya Alex datang ke rumah Tio yang merupakan sahabatnya sejak masa sekolah itu, ia turun dari motor dan coba menghubungi nomor Tio untuk mengabarkan bahwa saat ini ia telah tiba di depan rumah pria itu. Lalu, tak berapa lama Tio muncul dari dalam sana dan melangkah mendekatinya dengan senyum lebar serta lambaian tangan.


Tio menyapa Alex dengan ramah dan penuh gembira, berbeda dengan Alex yang tampak sendu serta tengah menahan emosi. Tio tak tahu apa yang terjadi pada sahabatnya itu, namun yang pasti sekarang ini Alex sedang memiliki masalah. Meski Tio memang belum pernah menikah, tapi ia tahu dan bisa menebak jika Alex tengah bertengkar dengan istrinya saat ini sampai terlihat begitu lesu.


Tanpa berlama-lama lagi, Tio segera mengajak Alex untuk masuk ke dalam rumahnya dan memarkir motornya di halaman supaya tidak hilang. Ya kebetulan Tio memang tinggal sendiri saat ini dalam sebuah rumah petak yang tidak terlalu besar, tentu saja ini kali pertama Alex akan menginap disana dan entah apakah Alex bisa nyaman atau tidak nantinya.


"Duduk dulu Lex, gue buatin minum sebentar ya!" titah Tio meminta Alex menunggu di kursi tamu.


Alex mengangguk saja dan terduduk sambil bersandar, ia merentangkan tangannya yang seolah menandakan bahwa ia sangat lelah saat ini. Tio pun melangkah menuju dapur untuk membuatkan minuman bagi mereka, ya lebih asyik memang jika mengobrol dengan ditemani segelas kopi yang merupakan favorit mereka.


Tak lama kemudian, Tio kembali kesana dengan membawa dua gelas kopi hitam kesukaan Alex. Tio pun meletakkan gelas-gelas itu di atas meja, lalu ikut terduduk di sebelah Alex sambil menatapnya dengan wajah heran. Tio masih belum mengerti apa masalah yang dihadapi oleh sahabatnya itu, karena sepertinya masalah itu sangat berat.


"Lex, lu sebenarnya kenapa sih? Cerita deh sama gue, barangkali lu bisa lebih tenang!" ucap Tio.


Alex menghela nafasnya, "Haaaahh, ya biasalah bro namanya juga rumah tangga. Gue lagi ada sedikit problem sama istri gue, makanya gue mutusin buat datang kesini," ucapnya.


"Wah wah wah, jadi ternyata lu lagi punya masalah sama Keisha? Payah banget sih lu Lex, harusnya kalau ada masalah itu diselesaikan bukan malah kabur kayak gini! Lo itu udah dewasa, kasihan bini lu dong ditinggal begitu!" ucap Tio.


"Lo gak ngerti Yo, gue begini karena gue bingung harus bilang apa ke Keisha. Gue cuma pengen menghindar dari dia dulu," ucap Alex.


Tio menggeleng pelan mendengar kata-kata sahabatnya itu, ia mengambil gelas miliknya dan menyeruput kopi buatannya saat ini. Sedangkan Alex hanya terdiam melamun, sepertinya pikiran pria itu belum bisa tenang setelah berdebat dengan Keisha di rumahnya. Jujur Alex juga tak ingin pergi dari Keisha, tetapi hanya dengan cara inilah Alex bisa menghindari pertanyaan wanita itu.


"Oh ya, kabar yang lainnya gimana? Baik-baik aja kan?" tanya Alex pada sohibnya.


"Hm gitu deh, semuanya masih pada suka kumpul kalau lagi kosong. Tapi, kebanyakan dari mereka juga udah mulai sibuk sama urusan masing-masing. Wajar lah namanya juga udah dewasa," jawab Tio.


"Iya sih, gak kerasa ya waktu cepat banget berlalu? Perasaan baru kemarin kita SMA," ucap Alex.


Lalu, mereka pun menghabiskan sisa waktu dengan mengobrol membahas hal lain sembari menikmati kopi serta cemilan yang disediakan Tio. Setidaknya dengan begini, pikiran Alex bisa lebih tenang dan tak melulu memikirkan masalahnya.




Keesokan harinya, Keisha terbangun dan melihat Alex masih tidak ada di kamarnya. Wanita itu pun segera beranjak dari ranjangnya, lalu berjalan ke luar kamar untuk mencari tahu keberadaan suaminya saat ini. Biar bagaimanapun, Keisha tentu merasa cemas jika Alex belum juga kunjung pulang sampai detik ini. Padahal, tak biasanya Alex pergi selama ini saat sedang marah padanya.


Dikala ia keluar dari kamarnya dan berkeliling mencari sosok Alex, ia malah bertemu dengan Lana yang sedang menuruni tangga. Sontak Lana tampak bergerak menghampiri kakak iparnya itu, ya karena Lana cukup penasaran dibuatnya. Pagi-pagi begini, namun wajah Keisha sudah menunjukkan betapa cemasnya ia terhadap sang suami.


"Eh Lana, morning!" balas Keisha dengan lembut.


"Morning juga kak! Kakak lagi ngapain mondar-mandir disini kayak gitu? Cari siapa sih?" tanya Lana penasaran.


"Eee aku gak cari siapa-siapa kok, tapi kira-kira kamu tahu gak mas Alex kemana?" ucap Keisha.


"Ohh, bilang aja kali kak kalo kakak lagi cari kak Alex! Aku sih gak tahu ya dia kemana, dari semalam pergi itu dia belum balik. Emang antara kakak sama kak Alex ada apa sih?" ucap Lana keheranan.


Keisha cukup kaget mendengar pernyataan Lana, rupanya Alex memang belum pulang dari semalam dan tentunya membuat Keisha semakin cemas. Keisha tak tahu dimana keberadaan suaminya saat ini, ia juga bingung harus mencari Alex kemana. Apalagi, Alex pergi dalam keadaan emosi dan bisa saja membahayakan dirinya sendiri.


"Gak ada apa-apa kok Lana, mungkin mas Alex emang cuma pengen nginep di tempat lain. Ya walau aku gak tahu dia kemana sih," ucap Keisha.


"Tuh kan, berarti emang kak Keisha lagi ada masalah sama kak Alex. Kakak cerita aja deh sama aku, mungkin itu bisa bikin kakak lebih tenang dan gak sedih terus kayak gini!" ucap Lana.


"Beneran Lana sayang, gak ada masalah apa-apa. Yaudah ya aku mau ke depan dulu?" ucap Keisha.


Lana merengut dibuatnya, ia tahu kalau Keisha sedang memiliki masalah yang berat, tetapi tampaknya Keisha tak ingin bercerita padanya. Ya wajar saja mengingat usia Lana yang saat ini masih terlalu kecil, mungkin saja Keisha tidak mau membebani Lana pada pikiran tentang masalah yang tengah dia alami bersama suaminya.


Keisha pun pergi dari sana dan melangkah ke halaman depan rumahnya, sedangkan Lana masih terdiam memandangi punggung wanita itu dengan wajah bingung. Lalu, tiba-tiba saja seseorang menepuk pundaknya dari belakang dan membuat gadis itu terkejut. Lana menoleh ke arahnya, tampak sang mama berada disana saat ini.


"Eh mama, kenapa sih mama suka banget kagetin aku kayak gitu?" ucap Lana dengan wajah cemberut dan tampak kesal.


Mayra tersenyum dibuatnya, "Ah kamu aja yang lebay! Lagian ngapain kamu bengong kayak gitu disini? Ngeliatin apa sih kamu sayang?" ucapnya seraya merangkul sang putri.


"Hehe, itu loh ma tadi aku ngeliatin kak Keisha. Dia kayaknya lagi sedih deh ma," jawab Lana.


"Hah? Ini pasti dia sedih karena kakak kamu itu belum pulang deh, yaudah mama mau samperin dulu kak Keisha nya ya sayang?" ucap Mayra.


"Iya ma." Lana mengangguk kecil.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...