
Keisha kini pergi bersama Revan ke sebuah tempat yang ia sendiri tak tahu dimana, tadi Keisha hanya meminta pada Revan untuk membawanya pergi dari rumah. Ya alasannya sudah tentu karena Keisha ingin menenangkan dirinya, apalagi setelah ia tahu kabar mengenai suaminya itu. Keisha sungguh kecewa dengan sikap sang suami, ia merasa telah dibohongi dan disakiti bertubi-tubi olehnya.
Tentu saja Revan dengan senang hati menuruti kemauan wanita itu, karena ia sendiri juga sangat bahagia ketika bisa berdekatan dengan wanita yang ia cintai. Sudah lama Revan ingin mengalami momen seperti sekarang ini, apalagi Keisha adalah wanita yang telah lama ia kagumi. Duduk berdua bersama Keisha di kursi mobil, sungguh tak pernah disangka-sangka oleh Revan sampai sekarang ini.
Saat ini mereka masih berkeliling di sekitar jalanan yang ramai, Keisha pun terus terisak ketika mengingat apa yang dilihatnya dari galeri ponsel milik Revan. Perasaan wanita itu tampak tak karuan, ia sangat sakit dan bersedih karena Alex telah menyakiti dirinya untuk kesekian kali. Ia tak banyak berbicara kali ini, bahkan ia juga mengabaikan Revan yang terus melirik ke arahnya.
"Kei, ini kita tepatnya mau kemana ya?" tanya Revan tampak kebingungan.
Keisha hanya terdiam dan tidak menjawab apapun, ia masih terus memikirkan suaminya sampai tidak bisa fokus mendengarkan perkataan pria di sebelahnya itu. Kesedihannya tidak bisa dihindarkan lagi, ia sangat syok setelah mengetahui kabar bahwa Alex suaminya itu masih saja bersikap seperti dulu dan suka menggoda wanita lain.
Perlahan Revan meraih telapak tangan Keisha dan menyentuhnya, ia usap dengan lembut sembari menyebut nama wanita itu. "Keisha!" begitulah ia memanggilnya, suara lirih Revan membuat Keisha menoleh dikarenakan sentuhan juga dari pria itu pada tangannya. Keisha terkejut, reflek ia menarik tangannya dan tampak tidak suka.
"Kamu ngapain sih Van? Jangan ambil kesempatan dalam kesempitan ya, aku gak mau kamu sentuh sembarangan kayak gitu!" ucap Keisha emosi.
"I-i-iya Keisha, aku minta maaf. Aku cuma mau tanya ke kamu, ini kita mau kemana sih? Kamu kan belum bilang apa-apa sama aku, daritadi kita udah muter-muter loh ini," ucap Revan.
"Umm, itu aku juga belum tau sih. Terserah kamu aja mau bawa aku kemana, aku ngikut!" ucap Keisha.
"Ka-kamu yakin Keisha? Aku bingung banget ini mau bawa kamu kemana, kita aja udah berkali-kali lewatin jalan ini loh," ucap Revan kebingungan.
"Ah aku gak tau ah, aku ngikut kamu aja Revan!" sentak Keisha.
Revan menggeleng perlahan, ia tak tahu harus membawa Keisha kemana kali ini karena wanita itu juga tidak mau menjawabnya. Revan pun sungguh bingung saat ini, apalagi Keisha sedari tadi hanya diam dan terus menangis. Rasanya Revan semakin tidak tega melihatnya, ingin sekali ia mengusap air mata itu dari wajah wanita itu.
"Kamu jangan nangis terus dong, aku gak suka tau lihatnya! Aku maunya lihat kamu yang tegar gitu, kamu harus kuat Keisha! Kalau kamu lemah begini, Alex malah makin semena-mena sama kamu!" ucap Revan mengingatkan.
"Kamu diem deh Revan, fokus aja udah bawa mobilnya! Kamu itu gausah ngurusin aku, karena aku tau apa yang harus aku lakuin!" tegur Keisha.
"Okay Keisha, aku minta maaf kalau aku salah dan terlalu ikut campur!" ucap Revan pasrah.
Keisha menghela nafasnya, lalu berpaling ke arah lain dan terlihat kembali menangis karena teringat pada foto yang dilihatnya tadi. Bahkan, sampai sekarang Keisha juga belum dapat melupakan foto suaminya bersama wanita lain itu.
•
•
Disisi lain, Alex pulang ke rumah setelah dirasa dirinya berhasil tenang karena ada Cherry yang tadi mencoba menghiburnya. Kini Alex pun dapat tersenyum kembali seperti sebelumnya, karena ia baru saja bertemu dengan gadis kesukaannya. Apalagi, Cherry terlihat sangat cantik dan manis ketika berhadapan dengannya tadi.
"Ehem ehem!!" ya suara deheman itu keluar dari mulut Alex, sehingga Lana dan Arfan kompak menundukkan kepala.
"Kakak, ada apa kak? Datang-datang kok langsung dehem kayak gitu, bukannya ucap salam!" ucap Lana mencibir kakaknya.
Alex menggeleng pelan, "Lu ngapain berduaan disini sama laki-laki, ha? Sembarangan aja lu, gak boleh tau kayak gitu!" ujarnya.
"Hah? Aku gak ngapa-ngapain kok kak, aku sama Arfan cuma ngobrol disini," ucap Lana mengelak.
"Iya bang, saya sama Lana gak ada bikin apa-apa kok. Tadi saya cuma temenin Lana, karena kak Keisha izin pergi sebentar," sahut Arfan.
"Apa? Emangnya kemana Keisha pergi?" tanya Alex dengan terkejut.
Alex sontak menatap wajah adiknya dengan penuh pertanyaan, ia begitu penasaran kemana istrinya itu pergi saat ini. Pasalnya, Keisha tidak ada sama sekali mengatakan apapun atau pamit padanya jika ingin pergi. Ya tentu saja Alex khawatir, karena ia tak mau terjadi sesuatu pada istrinya yang pergi tanpa berpamitan padanya.
"A-aku juga gak tahu, kak. Tadi kak Keisha cuma bilang kalau dia mau pergi ke luar sebentar, tapi aku gak tahu dia kemana," jawab Lana.
"Kamu gimana sih, Lana? Harusnya lu tanya dong ke dia, jadi kalo gini kan gue khawatir loh! Gue gak tahu harus cari Keisha kemana, dia juga gak ada bilang apa-apa sama gue!" ucap Alex emosi.
"Eee tadi sih saya lihat kak Keisha perginya bareng cowok sih, bang." Arfan menyela dan mengatakan sesuatu yang harusnya tidak ia katakan.
Deg
Seketika Alex tersentak, matanya melongok lebar memandang wajah Arfan dengan tajam. Ia tak menyangka bahwa Keisha ternyata pergi bersama lelaki lain, sungguh rasanya ia begitu sakit ketika mendengar ucapan Arfan itu. Sedangkan Lana juga tampak menatap wajah Arfan dan memberi isyarat padanya untuk diam, karena Lana tak ingin jika Alex salah paham nantinya kepada Keisha.
"Apa maksud lu? Lu lihat gak Keisha pergi sama cowok siapa, ha? Ciri-cirinya gitu?" tanya Alex pada Arfan.
Kali ini Arfan terdiam bingung, sesekali ia melirik ke arah Lana untuk bertanya apakah ia diperbolehkan untuk menjawab pertanyaan Alex itu. Namun, Alex langsung mengetahuinya dan menarik tubuh Arfan agar fokus menatapnya. Ya Alex tahu jika Arfan tampak ragu, setelah Lana memberi kode kepadanya tadi.
"Lo lihat muka gue aja, jawab gue! Lo tahu gak siapa cowok yang pergi sama Keisha, ha!" sentak Alex mengulang pertanyaannya tadi.
"Eee sa-saya....."
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...