Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 68. Senang atau sedih?


Tanpa berpikir panjang, Keisha pun memeluk erat tubuh lelaki itu dan membenamkan wajahnya pada bahu sang suami. Ia benar-benar bahagia saat ini, sosok suami yang selama ini ia rindukan akhirnya kembali muncul dan membuktikan pada dirinya bahwa lelaki itu memang masih hidup.


Alex terdiam saja memandangi istrinya dari posisi ia berdiri saat ini, tak ada pelukan balasan dari Alex yang membuat Keisha sedikit merasa heran. Keisha pun mendongakkan wajahnya, menatap Alex dengan bingung sembari menunjukkan kesedihan yang selama ini ia rasakan.


"Mas, kenapa kamu diam aja? Tadi katanya kamu lagi cari aku, sekarang aku udah disini loh. Aku lagi berdiri di depan mata kamu, mas!" rengek Keisha.


"Hm, aku tahu itu sayang. Aku juga sangat merindukan kamu kok!" lirih Alex.


"Tapi, kamu kok kelihatan kayak gak senang gitu pas aku peluk? Kamu juga gak merespon pelukan dari aku, apa itu yang namanya kangen? Kamu jahat deh mas!" kesal Keisha.


Ya Keisha melepaskan pelukannya, berbalik kesal dan melipat kedua tangannya di depan sembari mendengus dingin. Alex yang melihat itu sontak tersenyum, perlahan pria itu mendekati istrinya dan berganti memeluknya dari belakang. Alex kini menempelkan dagunya pada pundak sang istri, ia juga mengusap lembut kedua lengan Keisha sambil mengecupi lehernya.


"Gausah ngambek sayang, kamu itu kalau ngambek malah makin lucu deh! Aku minta maaf ya, tadi itu aku cuma bingung aja," ujar Alex.


"Hah? Apa coba yang bikin kamu bingung begitu? Harusnya tuh aku yang bingung sayang, karena aku tahunya kamu udah meninggal! Kemana aja sih kamu selama ini, ha?" sentak Keisha.


"Eee aku....."


"Mas!" tiba-tiba saja, seorang wanita cantik muncul mendekati mereka dan menyapa pria itu dengan senyuman yang membuat Keisha terkejut.


"Hah? Si-siapa itu mas? Kamu bawa perempuan lain kesini?" tanya Keisha pada suaminya.


Alex melepaskan pelukannya dari Keisha, menatap ke arah si wanita yang baru datang tersebut dan tersenyum tipis. Tidak lain tidak bukan, wanita itu adalah Anya alias orang yang ia temui saat di luar negeri. Ya kini Anya berdiri tepat di dekatnya, dan tanpa ragu wanita itu menggandeng lengan Alex di hadapan Keisha sambil tersenyum lebar.


Mata Keisha terbelalak saat itu juga, ia tak mengira Alex setega itu kembali ke rumah bersama seorang wanita. Apalagi sekarang wanita itu dengan berani memeluk tubuh Alex di hadapannya, tentu saja Keisha tak terima dan menatap wajah Alex dengan bingung sembari mengernyitkan dahinya.


Pria itu terlihat cemas dan tak tahu harus berbuat apa, Keisha pun semakin geram lalu menatap tajam wajah Anya karena kelakuan wanita itu yang benar-benar kurang ajar. Keisha menarik tubuh Anya, mendorongnya agar menjauh dari Alex dan memintanya penuh emosi.


"Kamu itu siapa? Jangan sembarangan sentuh suami saya ya, dasar perempuan j*l*ng kurang ajar! Kamu kira suami saya ini laki-laki apaan, ha?" sentak Keisha meluapkan kekesalannya.


Alex terbelalak mendengar ucapan istrinya yang terlihat begitu emosi, ia melihat ke arah Anya dan merasa tidak tega setelah Anya terjatuh di lantai karena dorongan dari Keisha. Akhirnya Alex kembali memandang wajah istrinya, meminta Keisha untuk sabar dan tidak emosi.


"Kei, kamu tenang dulu ya! Aku bisa jelasin semuanya kok, dia ini istri baru aku. Kamu gak boleh bilang kayak gitu ke dia!" tegur Alex.


"Apa??" Keisha terkejut bukan main mendengar pernyataan suaminya, bagaimana bisa pria yang sudah beristri menikah dengan wanita lain.


"Iya Keisha, aku sekarang udah jadi istri sahnya mas Alex. Kamu posisinya sama kayak aku, dan kamu gak bisa usir aku dari sini!" ucap Anya.


"Cukup Keisha! Kamu harus bisa terima, Anya ini istri aku!" kesal Alex.


Betapa syoknya Keisha saat ini, ketika suami yang ia cintai dan banggakan justru malah lebih membela istri barunya dibanding dirinya. Sia-sia saja waktu selama ini yang ia pakai untuk menunggu kehadiran sang suami, karena ternyata Alex malah pulang dengan membawa seorang istri baru.


TOK TOK TOK....


Namun, semua itu hilang begitu saja dari pandangannya ketika ia sadar kalau barusan ia hanya bermimpi. Keisha pun terbangun, dan kini ia melihat ke sekeliling sembari memegangi kepalanya. Ia masih berada di dalam kamar, bahkan jam dinding baru menunjukkan pukul lima pagi.


Keisha menangis sejadi-jadinya saat itu juga, ia bingung haruskah ia bersyukur atau malah bersedih karena semua yang ia alami tadi hanya mimpi? Ia sejujurnya senang karena semuanya bukan kenyataan, namun ia juga sedih lantaran kini ia masih belum bisa bertemu dengan suaminya.




Singkat cerita, Keisha tiba di sekolahnya dan tak sengaja berpapasan dengan Tasya yang kebetulan baru selesai sarapan di kantin. Sontak Tasya merasa heran melihat Keisha yang murung seperti itu, ia pun bergerak cepat menghampiri sahabatnya lalu bertanya mengapa Keisha terlihat sedih saat ini.


Keisha hanya terdiam tak memberi jawaban apapun, tapi Tasya yakin kalau Keisha sekarang sedang mengalami masalah besar yang membuatnya bisa sampai sedih seperti itu. Akhirnya Tasya mengajak Keisha pergi ke tempat yang lebih sepi, mereka pun terduduk disana dengan Tasya yang merangkul Keisha sembari berusaha menenangkannya.


Keisha dapat tersenyum kali ini setelah usaha keras dari sahabatnya, memang ia tak salah pilih menjadikan Tasya sebagai sahabat. Sejak dulu sampai sekarang, Tasya selalu setia menemaninya dikala sedih maupun senang. Tasya bukan merupakan sahabat yang hanya ada disaat kita senang, lalu meninggalkan kita kala tengah menghadapi masalah.


"Kei, sebenarnya lu itu kenapa? Kalau emang lu lagi ada masalah berat, cerita dong sama gue Kei! Siapa tahu kan gue bisa bantu lu, apalagi gue ini sahabat lu Keisha. Gue gak mungkin bisa tenang kalau lu aja sedih kayak gini," ucap Tasya panik.


Lagi-lagi Keisha tak menjawab pertanyaan sahabatnya, wanita itu malah melamun dan terus menundukkan wajahnya seolah tak ingin menatap ke arah Tasya. Sepertinya Keisha masih belum bisa melupakan mimpinya tadi, sebab ia merasa semua yang ia alami itu adalah nyata.


"Ada apa sih Kei? Ayolah lu cerita aja sama gue, gue janji gak bakal sebarin ini ke siapa-siapa kok! Gue cuma khawatir sama lu tau," mohon Tasya.


"Umm, thanks ya Sya atas keperdulian lu sama gue! Emang sekarang gue lagi ada masalah, jadi tadi tuh gue baru abis mimpi dan di dalam mimpi gue itu ada kejadian mengerikan!" jawab Keisha.


Tasya mengernyitkan dahinya, "Kejadian kayak gimana maksud lu, Kei?" tanyanya penasaran.


"Iya Sya, semalam gue mimpi kalau mas Alex itu masih hidup dan dia datangi gue ke rumah. Gue senang banget saat itu, tapi...."


Keisha menghentikan ucapannya karena ragu, ia masih terlalu syok dengan apa yang ia mimpikan semalam. Ia juga tak ingin semua itu terjadi dalam hidupnya, karena ia tidak pernah mengharapkan untuk dimadu dan harus berbagi suami dengan wanita lain seperti mimpinya.