
Sesudah melewati malam panas yang panjang, Alex pun terbangun dan terkejut melihat kondisi tubuhnya yang masih polos tanpa tertutupi apapun. Ia melirik ke arah samping, benar saja Keisha juga masih tak mengenakan apa-apa saat ini. Ya itu semua terjadi karena mereka begitu lelah semalam, sehingga mereka sampai lupa membersihkan diri atau sekedar memakai pakaian milik mereka.
Meski begitu, jujur saja Alex sangat menikmati permainan panas mereka semalam. Bahkan, pria itu seolah tak ingin menyudahinya jika saja ia tak merasa kasihan pada istrinya. Semalam Alex telah menembakkan benihnya berulang kali ke rahim Keisha, dan saat itu juga ia panik lantaran ia belum mau jika Keisha hamil dikala mereka berdua masih sama-sama bersekolah.
"Hah sialan! Gara-gara keenakan, semalam aku jadi keluar di dalam. Lagian Keisha juga sih gak ingetin, apa emang dia mau ya hamil muda?" gumam Alex.
Disaat ia menatap wajah Keisha, entah mengapa muncul kembali hasratnya yang menggebu seperti semalam dan seolah ia ingin mengulangi kembali kegiatan menggairahkan tersebut. Alex pun mendekati Keisha, mendekap lalu mengecup kening istrinya itu dengan lembut. Keisha masih belum sadarkan diri, wanita itu begitu lelah sehingga tak sadar jika Alex juga tengah mengecup bibirnya.
Cup
Kecupan lembut diberikan oleh Alex pada bibir mungil sang istri, ia pagut sekilas sembari bermain di area gunungnya yang pink dan indah itu. Alex menyeringai saat menyadari banyak tanda merah yang ia buat semalam di tubuh wanita itu, rasanya ia ingin terus menambah mahakaryanya itu agar seluruh tubuh Keisha diisi oleh tanda darinya.
"Kamu begitu menggairahkan sayang, aku sampai gak mau berhenti genjot kamu!" ucap Alex sensual.
Seketika Keisha membelalakkan matanya, mungkin saja ia terkejut karena mendengar ucapan Alex barusan yang tepat berada di telinganya. Keisha pun reflek memukul mulut Alex secara tiba-tiba, hingga Alex tak sempat menghindar dan spontan menjauh dari tubuh istrinya. Alex menatap heran ke arah Keisha, seolah bertanya apa yang membuat wanita itu tega memukulnya seperti tadi.
"Kenapa sih sayang? Kamu kok mukul aku kayak gitu? Aku kira kamu masih tidur loh, ngagetin aja deh kamu!" protes Alex.
"Ohh, mentang-mentang aku tidur terus kamu mau bertindak seenaknya aja gitu?" kesal Keisha.
"Hah apa? Kamu salah tanggap Keisha, aku gak seperti itu. Aku tadi cuma cium bibir kamu, beneran deh sayang!" ucap Alex membela diri.
"Cuma cium bibir kamu bilang? Aku aja ngerasa kok tangan kamu iseng mainin chococips aku!" cibir Keisha yang membuat Alex terkekeh.
"Ahaha, itu gak sengaja sayang. Aku reflek aja, karena emang punya kamu menggoda sih," ucap Alex disertai kekehan.
"Ih dasar mesum!"
Keisha yang kesal langsung menghujani suaminya dengan berbagai cubitan di tubuhnya, tak lupa ia juga memukul bahkan menjewer telinga Alex sampai pria itu menjerit memohon ampun. Namun, ya itulah yang dinamakan keromantisan dalam rumah tangga. Alex senang bisa merasakan kebahagiaan ini, begitupula dengan Keisha.
"Udah udah, iya aku minta maaf. Sekarang daripada kamu marah-marah, gimana kalau kita mandi bareng?" ucap Alex tersenyum.
"Dih gak mau, kamu mandi aja sendiri sana!" ucap Keisha menolak mentah-mentah tawaran suaminya itu.
"Eh kamu itu kenapa sih sayang? Aku cuma ajak mandi bareng kok, gak lebih!" bujuk Alex.
"Ah masa? Aku yakin kamu bohong, kalau kita mandi berdua yang ada selesainya bakal lama. Mending kamu duluan sana yang mandi, nanti baru aku setelah kamu. Soalnya kita harus buru-buru berangkat ke sekolah," ucap Keisha tegas.
Alex tersenyum menatapnya, "Yaudah, kalo gitu aku mandi dulu ya?" ucapnya lembut.
Keisha menganggukkan kepalanya, sedangkan Alex langsung beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi. Keisha pun terus memandangi tubuh suaminya itu, jujur ia sangat senang dengan apa yang terjadi semalam dan ia berharap semua ini akan terus terjadi sampai kapanpun. Keisha tak ingin jika Alex kembali jahat padanya, ia rela melakukan apapun demi untuk Alex menyayanginya.
•
•
"Kak, aku ada sesuatu buat kamu. Ini spesial dari aku, anggap aja sebagai rasa terimakasih karena kemarin kamu udah mau ganti rugi minuman aku yang jatuh," ucap Shella.
"Eh i-i-iya, tapi seharusnya lu gak perlu lah kasih beginian segala. Gue itu kan kemarin yang salah karena udah nabrak lu, jadi wajar aja gue ganti rugi minuman lu," ucap Alex gugup.
"Iya sih kak, tapi tetap aja aku gak enak sama kamu karena kan aku juga salah kemarin," ucap Shella.
"Ehem ehem..." Keisha yang merasa kesal akhirnya berdehem pelan sampai membuat Alex serta Shella terkejut dan menoleh ke arahnya bersamaan.
"Ah iya, kenalin Kei ini tuh murid baru disini, namanya Shella!" ucap Alex tersenyum.
"Oh namanya Shella ya? Okay, salam kenal Shella murid baru! Yaudah, aku pergi dulu ya Lex? Kamu disini aja sama Shella," ucap Keisha.
"Hah? Ta-tapi..."
Keisha tak perduli dengan ucapan suaminya, wanita itu pergi begitu saja dari sana meninggalkan Alex bersama Shella yang terlihat kebingungan. Ya Shella tentu belum tahu apa-apa tentang hubungan Alex dan Keisha, sehingga ia hanya diam saja kali ini tanpa bisa mencerna apa yang terjadi. Dan Alex pun kembali menatap Shella dengan serius.
"Shella, terimakasih hadiahnya. Tapi, itu mending lu bawa pulang aja lagi! Kalau enggak, lu kasih ke orang lain aja ya?" ucap Alex.
"Kok gitu sih kak? Apa aku gak boleh kasih hadiah ke kamu?" tanya Shella tampak kecewa.
"Bukan begitu Shella, tapi ini gak perlu lu lakuin. Gue itu kemarin salah udah nabrak lu, jadi gue emang harus ganti rugi. Udah lah, mending ini lu ambil aja sendiri ya Shella!" ucap Alex.
Shella menggeleng menatapnya, "Gak bisa, aku udah beliin ini buat kamu. Jadi, mau gak mau ya kamu harus terima pemberian aku!" ucapnya kekeuh.
"Lo kenapa maksa banget sih? Gue udah bilang gak mau, kok lu susah banget dikasih taunya? Lo itu anak baru ya disini, jangan bikin gue emosi deh!" sentak Alex penuh emosi.
Deg
Shella yang mendapat amarah dari Alex, sontak terkejut dan tak menyangka akan hal itu. Dari yang ia kira sebelumnya, Alex adalah pria baik dan lembut. Namun, ternyata semua itu salah karena baru saja pria itu membentaknya dan menolak pemberian darinya. Shella pun menangis di depan Alex saat ini, seketika Alex merasa bersalah karena sudah membuat gadis tidak berdosa itu bersedih.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...