
Bruuukkk
Karena tidak fokus menatap ke jalan akibat memikirkan Reno, akhirnya Alex tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis yang sedang melangkah berlawanan dengannya. Mereka pun sama-sama terkejut, terutama sang gadis yang tengah memegang minuman dan sampai tumpah ke lantai serta hampir terjatuh.
Beruntung Alex dapat menangkap tubuh gadis itu dan menahan pinggangnya, sehingga mereka saat ini berada sangat dekat dan saling bersentuhan. Alex menatap wajah gadis yang ada di pelukannya itu, mereka saling bertatapan selama beberapa detik sampai kemudian deheman dari sahabat gadis itu mengagetkan keduanya dan membuat Alex melepas tubuh gadis yang tadi ia peluk.
"Ma-maaf, sorry gue tadi gak lihat kalau ada orang di depan! Sorry juga kalau gue kurang ajar sentuh lu!" ucap Alex merasa gugup.
Gadis itu tersenyum menatapnya, "Ah iya, gapapa. Gue juga yang salah kok tadi karena jalan sambil bengong, lagian seharusnya gue makasih sama lu karena udah tolongin gue," ucapnya.
"It's okay, oh ya soal minuman lu itu biar gue ganti ya? Gue beliin lagi di kantin sekarang, yuk!" ucap Alex saat melihat minuman yang tumpah.
"Eh gausah, lagian tinggal sedikit kok," ucap gadis itu menolak tawaran Alex.
"Udah gapapa, gue yang gak enak sama lu kalau gue gak ganti. Yaudah gini deh, ini gue ganti pake uang aja biar lu bisa sendiri," Alex langsung mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya dan memberikannya kepada si gadis.
"Tapi ini kebanyakan," ucap gadis itu.
"Biarin, nanti kembaliannya bisa lu kasih ke gue. Kalo gitu gue cabut dulu ya?" ucap Alex pamit.
"I-i-iya..."
Gadis itu terlihat sangat gugup saat ini, sedangkan Alex langsung berbalik dan hendak pergi dari sana karena masalahnya sudah selesai. Namun, tanpa diduga Alex justru berhenti lalu kembali menemui si gadis yang masih setia berdiri disana memandang ke arahnya bersama dua orang wanita yang merupakan sahabatnya.
"Oh ya gue lupa, lu namanya siapa? Soalnya gue baru kali ini lihat lu, terus di baju lu juga belum ada namanya," tanya Alex penasaran.
"Eee gu-gue..."
"Gue Alex." pria itu menyela dan terlebih dulu mengenalkan diri sembari mengulurkan tangannya ke arah si gadis.
"Hah? Gue Shella," balas gadis itu seraya meraih tangan Alex dan bersalaman dengannya, meski kondisinya sangat gugup saat ini.
"Oh, jadi nih cewek yang dibilang sama si Reno? Iya sih dia emang cantik banget," gumam Alex di dalam hatinya.
Cukup lama mereka bersalaman, sampai kemudian Shella lah yang melepasnya lebih dulu. Gadis itu juga langsung tersenyum dan mengalihkan pandangannya, dapat dilihat wajahnya memerah lantaran bersentuhan tangan dengan Alex. Shella akui, memang Alex adalah lelaki yang tampan dan berhasil membuatnya terpesona.
"Shella, kelas berapa?" tanya Alex lagi pada si wanita, kali ini disertai senyum manisnya.
"Gue baru masuk kelas sebelas, ngelanjutin waktu di sekolah gue dulu. Lo sendiri anak kelas berapa?" jawab Shella dengan gugup.
"Dua belas, sebentar lagi juga gue lulus," ucap Alex.
"Gapapa, yaudah gue pergi ya? Sekali lagi maaf karena gue udah bikin minuman lu tumpah," ucap Alex tersenyum tipis.
"Iya kak, gak masalah kok. Lagian lu kan udah ganti uangnya dan gue bisa beli yang baru," ucap Shella.
Alex hanya diam memandangi wajah gadis di hadapannya itu dengan serius, entah mengapa ia seperti tersihir oleh pesona Shella saat ini yang menurutnya teramat cantik. Namun, sedetik kemudian ia tersadar dan memilih pergi dari sana sebelum hilang kendali. Ya biar bagaimanapun, Alex saat ini berstatus sebagai suami Keisha.
Akan tetapi, tanpa disadari oleh Alex rupanya Keisha sang istri telah melihat semua kejadian itu. Seketika perasaan Keisha runtuh saat mengetahui suaminya menemui seorang gadis disana yang ia sendiri tidak tahu siapa, air mata bahkan sudah menetes membasahi pipinya karena mengira jika apa yang dikatakan Tarra tadi adalah benar mengenai Alex yang selingkuh di belakangnya.
"Lex, apa itu semua benar? Kamu selingkuh sama wanita itu di belakang aku?" batin Keisha.
•
•
Singkat cerita, Alex langsung melangkah ke tempat parkir dan bergegas pergi dengan mobilnya saat waktu pulang sekolah tiba. Pria itu tak perduli dengan Keisha yang masih ada di dalam sana, bahkan tampaknya Alex terlihat seperti tengah menahan emosi dan coba melampiaskan itu dengan cara memacu mobilnya secepat mungkin dari sana.
Setelah mobil Alex melaju pergi, Keisha yang baru keluar tak sengaja melihatnya dan terkejut karena Alex meninggalkannya begitu saja disana tanpa berkata apapun. Tentu saja Keisha kebingungan, ia tak tahu kini harus pulang dengan siapa setelah Alex pergi lebih dulu. Keisha pun merengut, menarik kaus seragamnya sendiri sampai terlihat kusut.
Tak lama kemudian, Zayn muncul di dekatnya dan langsung menawarkannya tumpangan. Sontak Keisha terkejut melihat kehadiran pria tersebut, ia tak mengerti mengapa Zayn harus kembali muncul kali ini. Padahal Keisha tadi sudah memperingati Zayn untuk tidak mendekatinya lagi, namun Zayn malah mengabaikannya dan tetap saja muncul.
"Zayn, ngapain kamu samperin aku lagi sih? Kamu lupa ya sama apa yang aku bilang tadi ke kamu? Jangan pernah kamu deketin aku, karena aku gak mau bikin Alex salah paham!" ucap Keisha ketus.
Zayn terkekeh seraya mengerutkan keningnya, "Ahaha, segitu perdulinya kamu sama Alex ya? Padahal dia aja gak perduli tuh sama kamu, buktinya dia tega tinggalin kamu gitu aja disini. Seharusnya kalau dia emang cinta kamu, ya dia bakal ajakin kamu pulang bareng lah," ucapnya.
"Kata siapa dia tinggalin aku? Dia udah bilang kok ke aku, dia ada urusan dulu sebentar di luar. Makanya aku diminta naik taksi online," bohong Keisha.
"Keisha Keisha, masih aja kamu belain dia di depan aku sekarang. Aku tahu kok, kamu itu tadi kelihatan bete banget waktu ditinggal sama Alex. Jadi, gak mungkin kalau dia udah bilang sama kamu," ucap Zayn tersenyum lebar.
"Sok tahu banget sih kamu!" elak Keisha.
Keisha memalingkan wajahnya, namun itu tak membuat Zayn menyerah untuk mendekatinya. Ya Zayn pun terus saja merayu Keisha agar mau menerima tumpangan darinya, karena Zayn ingin Keisha menjadi miliknya dan ia harus pastikan kalau itu akan terjadi. Zayn merasa jika Alex telah sering sekali menyakiti hati Keisha, maka dari itu inilah saatnya bagi Zayn untuk merebut Keisha darinya.
"Kei, kamu mau ya bareng sama aku pulangnya? Aku bakal anterin kamu sampai ke rumah kakek kamu deh, aku janji sama kamu Keisha! Please, biar kamu irit ongkos juga!" bujuk Zayn.
"Eee...."
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...