Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 47. Shella merusuh


Keesokan harinya, Alex tiba di rumah orangtuanya bersama Keisha sang istri. Mereka datang kesana atas undangan yang diberikan oleh kedua orang tua dari Alex, dalam rangka untuk menikmati sesi makan malam bersama. Tentu Alex tak menolak, pria itu justru bangga dan senang dapat merasakan momen seperti ini kembali di dalam hidupnya.


Ia dan Keisha kini melangkah turun dari mobil, lalu memasuki area rumah besar keluarga Grissham tersebut dengan berhati-hati. Satu tangan Alex terus saja menggandeng lengan istrinya, seolah tidak mau terjadi sesuatu pada wanita itu disana. Sebagai seorang suami, tampak betul Alex ingin menjaga Keisha dan membuat wanita itu merasa diratukan.


Sebelumnya, pagi-pagi sekali Mayra selaku ibu dari Alex menghubungi nomor putranya dan meminta pria itu untuk ikut datang ke acara makan malam di rumah mereka malam ini. Entah karena apa, tiba-tiba saja Mayra mengajak Alex dan Keisha untuk datang kesana. Padahal biasanya Mayra jarang sekali melakukan itu, sebab kesibukan yang terus dia lakukan sama seperti kelakuan Harry suaminya.


Setibanya di depan pintu, Alex langsung disambut oleh kemunculan sang pelayan yang sengaja membukakan pintu untuknya. Tanpa banyak basa-basi, Alex segera mengajak istrinya masuk ke dalam untuk menemui kedua orangtuanya. Tampak disana sudah sangat indah dengan hiasan di berbagai sudut serta ruangan itu, membuat Alex terperangah tak percaya melihatnya.


Disaat mereka sedang asyik mengagumi keindahan itu, tanpa diduga Mayra sudah berada di hadapan mereka dan mengejutkan keduanya dengan cara menyapanya. Sontak baik Alex maupun Keisha spontan menoleh ke arah Mayra, mereka terkejut tapi berusaha tetap tenang dan mencium tangan Mayra sebagai rasa hormat mereka.


"Selamat datang ya kalian berdua! Duh duh, mantu mama ini makin cantik aja deh dilihat-lihat! Begini dong sayang, mama kan senang kalau lihat kalian romantis terus kayak gini!" puji Mayra.


"Apa sih ma? Aku sama Keisha kan emang selalu romantis dari dulu, kita mana pernah berantem?" ucap Alex membela diri.


Mayra tersenyum saja kali ini, "Iya deh iya, yaudah yuk kita langsung ke dalam aja! Papa udah nungguin tuh disana. Oh ya, mama juga mau ngenalin seseorang ke kalian berdua tau," ucapnya.


Alex serta Keisha kompak kebingungan mendengar ucapan Mayra.


"Seseorang, siapa maksud mama?" tanya Alex.


"Ah udah nanti aja mama kasih tahunya di dalam, biar sekalian kalian lihat langsung. Orangnya itu baik kok, dia anak teman mama yang lagi mampir kesini. Mama yakin, kalian pasti suka kenalan sama dia!" ucap Mayra.


"Oh oke deh, ma." singkat Alex.


Setelahnya, mereka kembali melangkah menuju meja makan secara bersama-sama. Kali ini Mayra lah yang berganti merangkul pundak Keisha, karena wanita itu ingin memanjakan menantunya. Sedangkan Alex hanya bisa pasrah membiarkan Keisha bersama mamanya, sebab dia tidak mungkin melarang mamanya mendekati Keisha.


Tapi kemudian, tiba-tiba saja seorang wanita datang mendekat dan mencegat mereka sehingga ketiga orang itu tidak bisa melanjutkan langkahnya. Ya tentu Alex dan yang lainnya terkejut, mereka menatap ke arah si wanita dengan wajah syok seolah tak percaya. Alex bahkan menganga cukup lebar saat ini, begitu wanita di hadapannya melambaikan tangan ke arahnya.


"Ha-halo Alex! Halo juga Keisha!" wanita itu menyapa pasangan suami-istri tersebut dengan suara pelannya.


"Shella??" kompak Alex dan Keisha mengucapkan nama itu, karena memang yang dilihat oleh keduanya adalah benar sosok Shella alias murid baru di sekolah yang selalu mengganggu mereka.


Mayra pun terkejut karena ternyata putranya sudah lebih dulu mengenali siapa Shella, padahal tadinya ia baru saja ingin mengenalkan mereka berdua. Tentu saja Mayra tampak tersenyum lebar melihatnya, ia memandang ke arah Alex dan Keisha secara bergantian seolah masih tak percaya.


"Kalian udah saling kenal? Wah padahal mama baru aja mau kenalin kalian berdua loh!" ujar Mayra.


"Iya ma, Shella ini murid baru di sekolahan aku. Jadi ternyata dia ini anaknya teman mama, kok bisa sih ma?" ucap Alex terheran-heran.


"Ohh, kalian satu sekolah? Emang sih Shella katanya baru disekolahin disini, tapi mama gak tahu kalau sekolahnya sama kayak kalian," ucap Mayra.


"Umm, aku juga baru tahu loh kalau anak tante Mayra ini tuh Alex yang aku kenal," sela Shella.


Mayra pun tersenyum menatap Shella sembari mendekatkan Keisha pada gadis itu, ia lalu mengenalkan Keisha sebagai menantunya di depan Shella dengan sangat bangga. Sontak hal itu amat membuat Shella jengkel, ya terlihat dari ekspresi wajah gadis itu yang kesal saat Mayra mengatakan bahwa Keisha adalah menantunya sekaligus istri dari Alex alias orang yang Shella cintai.


"Apa? Jadi, Keisha ini istri kamu Lex? Kalian berdua udah menikah? Kok bisa sih" tanya Shella tampak terkejut.


"Iya dong Shella, mereka suami-istri loh. Cocok kan? Memangnya Alex gak bilang apa-apa ke kamu soal ini, hm?" heran Mayra.


"Ah iya ma, aku sama Keisha ini emang sengaja merahasiakan pernikahan kita dari orang-orang di sekolah. Termasuk Shella juga," jawab Alex.


Mayra terlihat kebingungan, ia heran mengapa Alex dan Keisha mesti melakukan itu. Namun, dengan cepat Alex menjelaskan maksudnya pada sang mama sampai membuat Mayra paham. Ya tentu Mayra juga menyesal sekaligus meminta maaf pada Alex serta Keisha, karena ia baru saja membocorkan rahasia mereka di depan Shella.


Setelah itu, mereka sama-sama pergi ke meja makan dengan Shella yang sesekali menyempatkan diri melirik ke arah Alex. Tampak gadis itu agak kecewa, ia tak menyangka Alex yang ia cintai rupanya sudah menjadi suami orang. Tapi meski begitu, Shella tidak akan pernah menyerah untuk bisa mendapatkan hati Alex menjadi miliknya.


"Aku akan tetap perjuangkan kamu Lex, karena kamu itu cinta pada pandangan pertama aku!" gumam Shella di dalam hatinya.




Setelah puas menikmati makan malam bersama, Alex langsung pamit pada kedua orangtuanya untuk segera pulang ke tempat tinggalnya bersama sang istri yang sudah mengantuk. Mayra serta Harry pun mengiyakan saja, lalu turut mengantar putra mereka itu sampai ke depan rumah. Ya tentu saja Alex segera menuju mobilnya, diikuti oleh Keisha yang berjalan di belakangnya sambil merengut.


Saat di dalam perjalanan, tampak Keisha menatap wajah suaminya yang tengah menyetir itu dengan tampang khawatir. Sontak Alex merasa heran dengan sikap istrinya itu, ia tak mengerti mengapa dan apa yang menjadi penyebab Keisha berubah seperti itu. Padahal ia tidak pernah melakukan kesalahan apapun di rumah orangtuanya tadi, dan tentu saja Alex kebingungan dibuatnya.


"Sayang, kamu kenapa manyun kayak gitu? Aku ada salah lagi ya sama kamu?" tanya Alex keheranan.


Keisha menggeleng perlahan, "Enggak Lex, aku cuma takut aja sama si Shella itu. Dia kayaknya cinta banget deh sama kamu, bisa aja dia melakukan segala cara untuk dapetin kamu kan," jawabnya.


"Ahaha, kamu jadi daritadi mikirin soal itu? Tenang aja kali sayang, itu mah gak akan mungkin terjadi! Sekeras apapun Shella berusaha, tetap dia gak bisa dapetin aku apalagi rebut aku dari kamu. Karena cinta aku ya cuma buat kamu," ucap Alex.


"Eh eh, aku mah beda ya sayang. Aku itu anaknya gak gampang tergoda sama perempuan, cuma kamu yang bisa goda aku dan bikin aku klepek-klepek sampai kayak gini!" ucap Alex.


"Halah gombal terus!" cibir Keisha.


Alex terkekeh mendengarnya, ia coba menenangkan istrinya itu dengan cara merangkul serta mengusap lembut pundaknya. Keisha pun reflek menjauh, karena wanita itu tak mau Alex sulit fokus dalam berkendara dan malah membahayakan mereka. Alex menurut saja, tetapi pria itu malah membahas soal jatah untuknya di rumah nanti yang Keisha harus turuti dan tidak boleh menolak.


Tentu Keisha tampak terkejut, lagi-lagi suaminya meminta jatah di waktu yang tidak dapat. Hati dan pikirannya sedang cemas karena Shella, namun Alex malah tidak perduli dan tetap ingin melakukan itu pada Keisha nanti. Memang Keisha juga tidak bisa menolak, karena bagaimanapun itu adalah tugasnya sebagai istri untuk memuaskan suaminya walau ia sendiri sedang tidak ingin melakukannya.


Akhirnya kini mereka sampai di rumah, Alex bergegas memarkirkan mobilnya dan turun dari sana bersama sang istri. Ya Alex tampak menggenggam lengan Keisha dengan erat, lalu membawanya masuk ke dalam rumah karena ia sudah tidak tahan lagi untuk melakukannya. Keisha pasrah saja saat tubuhnya ditarik oleh Alex menuju kamar, bahkan wanita itu langsung direbahkan di atas ranjang dan ditelanjangi oleh pria itu.


"Kamu kalau gak pake apa-apa kayak gini, bikin aku maksud sayang deh sama kamu. Tubuh kamu ini indah banget, kayaknya aku gak akan bisa berhenti deh main sama kamu!" ujar Alex.


"Lex, apa sih? Udah ah buruan kalau emang mau begituan, gausah basa-basi!" ketus Keisha.


"Eh kamu gak sabaran banget sih, udah pengen aku genjot ya? Bentar dong sayang, aku kan belum buka baju. Bantuin sini biar cepat!" kekeh Alex.


"Ish, dasar mesum! Buka sendiri lah Lex, enak aja minta dibantuin!" cibir Keisha.


Alex terkekeh menanggapi reaksi Keisha barusan, ia melepas bajunya dan menunjukkan tubuh atletis miliknya itu di hadapan Keisha. Seketika Keisha melongok, meski sudah berulang kali ia melihatnya namun tetap saja wanita itu merasa kagum dengan tubuh Alex yang luar biasa indah itu.


Tanpa berlama-lama lagi, Alex segera naik ke ranjang dan menindih tubuh istrinya itu. Ia kecup serta cumbui seluruh anggota tubuh Keisha, membuat sang empu melenguh menikmati tiap sentuhan yang diberikan suaminya. Ini sungguh luar biasa, Keisha sampai tidak bisa berhenti bersuara kala Alex bermain di area miliknya.




Keesokan paginya, Alex terkejut saat tiba-tiba ada suara ketukan dari arah luar pintunya. Pria itu pun mendekat karena penasaran, ia coba mengintip melalui lubang yang tersedia untuk memastikan siapa orang di luar sana. Betapa terkejutnya ia, sebab ternyata orang yang mengetuk pintu barusan adalah Shella alias wanita menyebalkan itu.


Alex mengumpat di dalam hatinya, ia heran mengapa Shella bisa mengetahui alamat rumahnya yang baru ini. Padahal sebelumnya ia hanya memberitahu alamatnya kepada kedua orangtuanya, dan Alex pun berpikir jika mungkin saja mereka lah yang memberikan informasi mengenai tempat tinggalnya itu kepada Shella. Sehingga Shella dapat bebas datang kesana, seperti sekarang ini.


Setelah berpikir lumayan lama, Alex memutuskan membuka pintu dan keluar menemui gadis itu. Tampak Shella langsung tersenyum, lalu melambai ke arah Alex dengan sapaan ramah keluar dari mulutnya. Alex menatap tajam wajah gadis itu, seolah menunjukkan bahwa ia tidak senang dengan kehadiran Shella di rumahnya itu.


"Hai Lex! Senang banget aku ketemu kamu lagi disini, pasti kamu juga begitu kan!" ucap Shella sambil tersenyum lebar.


"Mau ngapain lu kesini? Siapa yang kasih tahu lu alamat rumah gue?" tanya Alex ketus.


"Ohh, aku tahu alamat ini dari mama kamu. Tadi aku iseng-iseng nanya kamu itu tinggalnya dimana, eh ternyata dikasih tahu sama mama kamu. Yaudah deh, aku kesini aja sambil bawain makanan buat kamu!" jelas Shella.


"Itu gak perlu, gue lebih suka masakan istri gue sendiri daripada makanan orang lain. Mending lu pulang deh, terus sarapan aja di rumah lu bareng sama keluarga lu itu!" ujar Alex mengusirnya.


"Kalau aku gak mau, gimana Lex?" goda Shella.


"Shella, udah ya please jangan bikin gue tambah kesal! Lu pergi sekarang, atau gue panggil satpam buat usir lu dari sini!" geram Alex.


"Tenang dong Alex! Aku cuma bawain makanan loh buat kamu, masa gitu aja diusir sih?" ucap Shella.


Alex terdiam dan memandang wajah Shella dengan tatapan tajamnya, ia benar-benar jengkel pada sikap gadis itu yang sulit sekali diberitahu dan tidak bisa diminta pergi dari rumahnya. Alex pun memilih berbalik badan lalu hendak masuk kembali ke dalam rumah, tetapi Shella lebih dulu mencegahnya dengan cara mencekal lengan pria itu.


"Lex tunggu! Mau kemana sih kamu buru-buru? Aku masih disini loh, harusnya kamu jangan main pergi tinggalin aku kayak gitu dong!" sentak Shella meminta Alex tetap bersamanya.


"Gue males ladenin lu, mending lu cepet pergi deh jangan ganggu gue terus! Gue ini udah punya istri, paham kan lu?" kesal Alex.


"Iya aku tahu, tapi aku akan terus berusaha untuk mengejar cinta aku ke kamu. Demi bisa dapetin kamu, aku bisa melakukan apapun loh. Sekarang kamu izinin aku masuk, ya?" bujuk Shella.


"Hah? Lo udah beneran gila ya? Gue gak mungkin bolehin lu masuk, di dalam itu ada Keisha. Please, lu pergi sekarang secara baik-baik!" ucap Alex.


Shella menggeleng pelan, "Aku bakal tetap disini sampai kamu mau bolehin aku buat masuk ke dalam, lagian aku gak akan bikin rusuh kok. Aku cuma pengen ajak kamu sarapan bareng sama aku," ucapnya membujuk pria itu.


"Cukup Shella, gue—"


"Lex, siapa yang datang?" tiba-tiba saja suara Keisha terdengar di telinga keduanya, yang sontak membuat Alex terkejut lalu menoleh ke arah belakang menatap istrinya itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...